sajak malam

langit tertidur,
angin berhembus pelan,
tak berani mengusik
takut daun-daun berisik

lengang..
senyap..
sunyi..
hening..

tugasmu Krik,
menyumbangkan alunan musik,
jadi nina bobo mata-mata yang masih mendelik..

Jangkrik

[3 Februari 2010, 01.32]

6 thoughts on “sajak malam

  1. Sash says:

    Dulu tiap malam menjelang tidur selalu mendengarkan konser jangkrik, tonggeret, katak, dan gemericik air sungai. Sekarang baru sadar bahwa itu menjadi “kemewahan suara” yang sulit didapatkan. Ah tiba-tiba kangen rumah….

    #tt
    iya Sash…
    bersyukur banget mb tt masih bisa denger paduan suara tonggeret tiap sore, masih denger suara jangkrik tiap malam….masih merasakan suasana pedesaan di kost, meskipun kalo keluar dikit udah berubah jadi kota yang riuh…

  2. Ria says:

    jangkrik? tinggalnya dimana neng? jangkriknya masih bisa kedengeran ya?

    kalo aku disini masih bisa denger suara kodok loh kalau musim hujan 😀 berisik pula

    #tt
    Jogja mb… Kebetulan gk di kota banget, jadi masih bisa denger suara alam itu… 🙂
    Suara kodok kalo banyak jadi paduan suara bagus donk mb…

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s