Antara nasi kucing & onigiri

Beberapa hari terakhir saya pulang malam. Kalau sudah begitu seringnya lupa makan. Sampai rumah barulah keingat: oiya belum makan malam. Hari kemarin minta tolong ponakan beli nasi kucing & susu jahe, lebih penting susu jahenya sih daripada nasinya karna kalo udah malam saya malas makan, jadi pikirnya kalo nanti bener2 gak mau makan, minum susu cukup lah. Berangkatlah dia, dan setelah pulang susu jahenya kelupaan donk! #tepok jidat ponakan << bukan hestek. Malam ini saya pulang malam lagi. Karna belum makan juga, mampirlah dulu ke angkringan terdekat. Dan keinginan minum susu jahe pun bisa tertunaikan. Karna sudah malam dan seorang diri, dibungkuslah itu susu jahe ditambah nasi kucing dan sate usus. Sampai rumah, ambil gelas, tuang suhe ke cangkir, ambil foto dulu (khas anak MUDA jaman sekarang), lalu minum suhe dengan nikmatnya…. Pas mau makan nacingnya barulah sadar tadi gak sekalian bawa sendok. Hawa malas menyerang lalu terbayanglah imajinasi di kepala…

20131009-225925.jpg

Nasi kucing itu kalau dilihat-lihat bentuknya macam piramid, cuma sedikit, cukup untuk mengganjal perut doang. Sepertinya inilah yang ditiru Jepang untuk membuat onigiri #yakinhoax. Lalu terbayang, coba nasi kucing ini seperti onigiri yang kempal, bisa dipegang, makannya gak perlu pakai sendok, pasti sekarang aku gak perlu ke dapur untuk ambil sendok…!!!

10 thoughts on “Antara nasi kucing & onigiri

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s