All by His grace..

Jika aku bisa melalui ‘gunung’ ini, itu bukan karna kekuatanku, tetapi semata-mata karna anugerah-Nya. Karna Ia berjalan di sampingku dan menggendongku ketika aku lemah. Juga Ia anugerahkan penolong-penolong di sekelilingku yang memberikan bantuan, semangat, dan dukungan di waktu baikku maupun saat-saat beratku. Terima kasih kuucapkan. Semoga Tuhan memberkatimu. Amin. (bungkukin badan ke depan, kanan, & kiri)

2 February 2013. Puji Tuhan hari ini berjalan dengan sangat baik. Semua pasti karna doa teman-teman semua. Apa? Ada yang gak doakan? Kan kemarin sudah kuminta doakan. Xixixi…minta doa kok maksa😛. Meski lupa mendoakan, tapi support teman-teman melalui komen atau like ataupun kunjungan di blog ini pun jadi semangat buat saya untuk menjalani hari ini. Terima kasih ya teman🙂

Seperti saya ceritakan kemarin, kemarin saya mencoba merilekskan diri dengan pulang lab gasik lalu makan di warung sushi. Sepulang dari makan sushi lalu leyeh-leyeh di kamar, berharap bisa tidur gasik. Tapi bagaimana kenyataannya?! Ternyata, saya baru bisa tidur jam 3!! Rrrr….mungkin benar, resah dan gelisah bisa bikin tak enak makan dan tak enak tidur. E tapi pas makan sushi itu tetap enak kok:mrgreen:. Jadi akhirnya saya malah merangkai bunga, nyetrika baju yang mau dipakai buat hari ini dari atas sampai bawah, dari luar sampai dalam, meskipun sebenernya udah seterikaan.😀. Akhirnya tidur juga sekitar pukul 3 pagi itu.

bunga momo yang mirip sakura

bunga momo yang mirip sakura

Tadi pagi, saya bangun pukul 9!! :D Waktu keluar kamar mau mandi, eh..ada yang gantungin makanan di pintu. Ternyata, dari teman Taiwan di lantai 4, ada post it-nya ditempel di plastik, katanya ini buat sarapan yang mau ujian dan tak lupa ucapan ‘ganbatte’-nya. Haduh, baiknya anak ini, tau aja kalau saya gak bakalan sempat bikin sarapan. Terima kasih ya Tuhan, sudah berikan teman-teman yang sangat baik. Saya masukkan makanannya lalu saya pergi mandi. Selesai semua, saya ke kampus bawa makanan dari teman tadi. Masih pukul 10:30 sih, tapi namanya juga cemas ya bo’, jadi lebih awal lebih baik,, hehe… Sampai kampus sudah ada teman saya di sana. Sudah rapi jali dengan jas dan dasinya. Hihi… Semua terlihat ganteng dan cantik hari ini. Saya lalu buka laptop, sarapan, dan latihan presentasi (lagi). Eh, dari tadi moler-moler cerita saya belum bilang ya kalau hari ini saya mengikuti oral examination untuk tesis saya. Mungkin tidak se-‘mengerikan’ seperti di Indonesia, karena oral exam-nya bersamaan dengan teman-teman 1 jurusan (7 orang). Waktu ujiannya pun tidak lama, hanya 25 menit dengan rincian 15 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab. Tapi yang namanya ‘ujian’ itu tetap saja ‘sesuatu’😀.

ready for today!!
#kalo diliat dari posisi tangannya sih, anak ini rada cemas😛
*caption persis di FB😀

Oral exam dimulai pukul 13:00 JST. Presenter pertama sampai ketiga adalah mahasiswa reguler dari Jepang dan China yang sejurusan dengan saya. Kemudian dilanjutkan kami berempat, mahasiswa dengan beasiswa dari JICA. Saya mendapat urutan kelima. Setelah rekan dari China selesai presentasi, dilanjutkan dengan kami dari JICA. File kami berempat sudah ditaruh di laptop saya. Bukan mau beda-bedakan dengan yang dari Jepang atau China ya, tapi karna mereka lebih prefer menggunakan laptop mereka sendiri karna bahasanya menggunakan bahasa Jepang/China. O iya, mereka bertiga presentasi dan tanya jawab dalam bahasa Jepang, sedang kami berempat dalam bahasa Inggris. Nah, ada kejadian lucu nih waktu saya ngeset laptop untuk presentasi kami berempat. Karna kami berempat disponsori JICA, jadi pihak JICA datang menghadiri oral exam kami. Tapi memang diatur supaya datangnya pas presentasi kami saja tidak ikut presentasi rekan kami bertiga tadi, jadi diundang pukul 14:30 JST. Nah, waktu saya ngeset itu masih pukul 14:18, jadi masih ada 12 menit & pihak JICA pun belum datang. Akhirnya pemimpin sidang memutuskan untuk break dulu 10 menit. Dan saya yang lagi ngeset laptop pun spontan merespon: “hai!! Arigatou, Sensei” yang langsung disambut tawa seisi ruangan. Hahh?? Kenapa pada ketawa? Dan saya baru sadar, ternyata saya bersemangat sekali untuk break saking nervous-nya. Wkwkwkwk……

Setelah presentasi dan tanya jawab oleh rekan saya dari Fiji, akhirnya pukul 15:05 JST (13:05 WIB) giliran saya yang presentasi.

Puji Tuhan, semua lancar. Pertanyaan yang diajukan sensei bisa saya jawab dengan baik. Kebetulan saya sudah feeling kalau yang itu akan ditanyakan, meskipun cuma 1 yang sesuai feeling, sedang yang lain, jauh bo’. Hahaha…. Tapi puji Tuhan, Tuhan pimpin lidahku untuk menjawab.

inilah wajah super lega :D

inilah wajah super lega😀
(perasaan saya pakai bando untuk nyibakkan rambut deh, ini kenapa rambutnya jadi kemana-mana? Hihihi…..)

Puji nama Tuhan yang kasihnya tak berkesudahan. Semua yang terjadi di dalam hidupku hanyalah oleh kehendakNya, oleh kasih karuniaNya. Puji nama-Mu, Puji Hu di setiap waktu. Terima kasih juga untuk semua professor yang selalu menyuport kami selama 2 tahun ini, terutama untuk supervisor saya Prof. Chikamori. Terima kasih untuk teman-teman seperjuangan di sini untuk sharing segala hal selama di sini. Terima kasih untuk teman-teman di situ, di sana, di mana-mana yang senantiasa menjadi semangat untukku. Terima kasih yaa…… Dan tak lupa, terima kasih untuk keluarga di rumah, terutama untuk ayahanda tercinta, atas cinta dan doa yang tak pernah putus pada ananda. Kupersembahkan ini semua untukmu, Pak. I love you :-*

/

Titik

29 thoughts on “All by His grace..

  1. Imelda says:

    Yoku Gambatta! Omedetou gozaimasu….
    Ohh kupikir kamu presentasinya pakai bahasa Jepang…
    Abis ini tinggal revisi berarti yak… sekali lagi omedetou

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s