firasat

kemarin kulihat awan membentuk wajahmu
desau angin meniupkan namamu
tubuhku terpaku

semalam bulan sabit melengkungkan senyummu
tabur bintang serupa kilau auramu
aku pun sadari, ku segera berlari

cepat pulang
cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau tuk cepat pulang
cepat kembali, jangan pergi lagi

akhirnya bagai sungai yang mendamba samudera
ku tahu pasti kemana ‘kan ‘ku bermuara
semoga ada waktu, sayangku

ku percaya alam pun berbahasa
ada makna di balik semua pertanda
firasat ini rasa rindukah atau kah tanda bahaya
aku tak peduli, ku terus berlari

dan lihatlah sayang
hujan turun membasahi
seolah ‘ku berair mata

#firasat by marcell

kumbang

tampak atas

main2 di depan kamar

sungutnya itu lho! Oren2 kerennn!

dia memberi hormat padaku 😉

Kumbang ini main-main ke depan kamarku. Di atas keset di depan pintu. Dia diam saja. Aku curiga dia salah satu dari kawanan kumbang di pohon kelapa depan kostku yang selalu bernyanyi paduan suara tepat setelah muadzin di masjid dekat kost selesai mengucapkan komat di waktu maghrib. Dan paduan suara kumbang itu selalu kunikmati setiap petang. Wow! Indahnya karya Tuhan. Dari bentuk dan keindahan kumbang ini, dari paduan suara alam, dari banyak hal yang kutemui, Tuhan memang Sang Maha Indah. Setiap hal selalu membuatku takjub….
.
#tt
dipotret pada 10 Januari 2010, 20.55wib

Langkah Pertamaku..

Usia berapa kamu bisa melangkah sendirian? Tanpa dibantu tuntunan ibumu, tanpa merambat (bahasa Indonesianya apa ya?) di dinding? Saya sendiri tidak tahu pada usia berapa saya mulai bisa berjalan. Kalaupun saya tanya pada Bapak, mungkin beliau juga sudah lupa persisnya.

Pada usia berapa umumnya anak mulai bisa berjalan? Merujuk teori perkembangan, 25% anak dapat berjalan pada usia 11,1 bulan, 50% di usia 12,3 bulan, dan 90% di usia 14,9 bulan. Kebanyakan anak memulai langkah pertamanya pada usia 11-14 bulan, meskipun hal itu tetap bervariasi antara satu anak dengan anak yang lain. Lalu apa tahapan anak berjalan?

Pada usia 8 bulan umumnya bayi sudah bisa mengesot (jawa: ngasut) dan merangkak. Pada usia ini juga bayi bisa duduk tanpa dibantu kemudian dia akan berlatih berdiri dengan bertumpu pada benda kokoh misalnya meja atau kursi dan lain-lain. Lalu dia juga akan belajar merambat dengan bergeser ke kanan atau ke kiri dengan tangan tetap bertumpu pada benda tadi.  Di usia 9 bulan bayi sudah bisa dititah atau dipegang kedua tangannya dan dia akan mulai melangkahkan kakinya. Setapak demi setapak sambil menstimulasi otot2 kakinya supaya semakin kuat. Di usia ini bayi sedang senang-senangnya merangkak. Trus di usia 10-12 bulan bayi makin giat berlatih berjalan. Mulai lebih sering berdiri dengan bertumpu pada benda-benda, berjalan ke sana-kemari dengan dititah/dituntun. Bayi juga sudah belajar berdiri tanpa berpegangan, meskipun hanya berkisar 2-3 detik. Di usia 1 tahun bayi sudah bisa dituntun dengan 1 tangan. Lalu di usia 13 bulan bayi sudah bisa berlatih melangkahkan kaki 2-3 langkah dan mulai bisa berjalan. Karena sedang belajar berjalan sementara keterampilan merangkak sudah dia ‘kuasai’, so di usia ini dia masih akan banyak melakukan moving dengan merangkak. Tapi jangan khawatir bunda, baby juga excited kok dengan kemampuan berjalannya.

Pada saat belajar berjalan, bayi perlu ditumbuhkan ‘kepercayaan diri’-nya. Jatuh bangun adalah hal yang biasa. Bunda juga jangan jadi kapok atau takut atau kasihan kalo putra/inya jatuh saat belajar jalan. Tumbuhkan kepercayaan pada anak bahwa dia bisa. Jadi bunda juga harus percaya dulu pada si anak. Iya.. Percaya bahwa si kecil itu bisa. Karna kadang ketakutan2 orang tua yang justru menyurutkan kepercayaan si anak. Ahay…sy mulai sok tau 😛 .

Tips dari tt: Bila bunda takut anak terluka saat belajar jalan, bunda harus siapin sepatu yang pas buat kaki si kecil, jangan yang kegedean karna bisa nyerimpet, atau kekecilan karna bikin kaki bayi sakit. Trus pakai-in celana panjang, biar kalo jatuh dengkulnya gk luka banget. Untuk menumbuhkan kepercayaan si kecil, bunda bisa ‘menjaga’ si kecil dengan memegang ujung baju belakang anak (di leher itu lho). Nah, anak akan merasa sudah tidak dipegangi, padahal masih dipegangi. Lalu perlahan2 lepaskan pegangan bunda. Dan….hahay…..anakku sudah bisa berjalan sendiri!!!

Mengapa saya tiba2 menulis tentang ini?

Karena saya sangat excited dengan semangat pantang menyerah anak ponakan saya belajar jalan. Ya! Ponakan terkecil saya (karna ponakan saya 17 jumlahnya) usianya 13 bulan. Menurut buku yang saya baca pada umumnya anak akan bisa berjalan pada usia 14 bulan. Jadi setiap kali saya telpon kk, sy selalu nanya: “d’kris udah bisa jalan belum?”, dan kk-ku ini akan menceritakan perkembangan anaknya. Lalu kemarin, 17 Januari 2010, saya mampir ke rumah kk sy sebelum kembali ke jogja. Ponakan yang ganteng itu habis mandi dan begitu liat saya langsung menyambut dengan tawa. Lalu dia mengajak saya ‘jalan-jalan’. Ibunya memberi tahu bahwa d’kris sudah bisa dituntun dengan 1 tangan. Saya pun bawa dia jalan2 dengan menuntun 1 tangan. Sampai di lapangan bulu tangkis, ibunya memberi tahu saya lagi cara ‘nuntun’ si kecil yaitu dengan memegang ujung bajunya. Gini ni lho maksud saya:

nuntun d'kris ala bunda krisna

Nah, tu d’kris udah ngerasa dia jalan sendiri tuh. Lalu pelan-pelan ibunya melepas pegangannya dan…..hyaaaaa…..dik krishna bisa jalan sendiri!!!

horee...aku bisa jalan!!!

17 januari 2010: hari pertama dik kris menemukan kepercayaan dirinya bahwa: “Aku bisa jalan!”. Saya excited sekali melihat dia tiba-tiba berjalan cukup jauh, namun karna sedikit oleng lalu saya tangkap dan dia tertawa seolah takjub dengan keberaniannya sendiri. Saya senang bukan main, lebih2 ibunya, dan tentunya dia sendiri. Terbukti setelah itu dia jadi semangat berlatih dan berlatih lagi. Lalu ‘pamer’ sama ayahnya dan mb yang ngasuh dia. Mau terus-terusan jalan, lalu tertawa ketika dia sampai di tempat ayahnya atau ibunya atau saya. Hihi…lucu ya….

Satu tahap perkembangan lagi Nak. Tante abadikan langkah pertamamu di sini. Kelak kamu dewasa kamu bisa membacanya. Terus berlatih ya Nak… 🙂

#tt

Sumber: Majalah NAKITA Edisi 80 Masalah Perkembangan Anak, balita-anda, pengalaman mengamati perkembangan d’krishna

Kehilangan…

Kehilangan?

.
Mengapa kita merasa kehilangan,
padahal tdk ada yang benar2 kita miliki di dunia ini
dan
tak ada yang abadi..

.
Harta?
Bencana dapat memusnahkannya seketika.
Teman? Sahabat? Saudara?
Fitnah dengan mudah menceraikan mereka dari kita.
Orang2 tercinta?
Kematian pun datang memisahkan.

.
Kehilangan?

.
Mengapa kita merasa kehilangan,
sedang tidak ada satu pun yg menjadi milik kita?

.
semua hanya titipan

.
Dan bila Yang Empunya ingin mengambil milikNya,
mengapa kita tak mengizinkan?

.
Bukankah segalanya akan lebih baik,
jika berada pada Si Pemilik?
(atau kehendak Sang Pemilik)

#tt
buat seorang teman yg hari ini berduka karena kepulangan suami kedua krn kanker stlh beberapa tahun lalu kehilangan suami pertama juga karna kanker. Tetap sabar ya mb, suami kembali ke ‘rumahnya’ mula2, jgn sedih lagi ya.. Tuhan mengajar dgn berbagai cara, tetap berbaik sangka padaNYA ya mb.. Luv u..

Global warming, kertas bekas, & yustha ^^

Delapan januari duaribu sepuluh. Hai, ternyata sudah delapan hari kita berada di tahun 2010. Waktu memang berjalan dengan tenangnya, tidak peduli kita berjalan bersamanya atau hanya diam. Dan, sudah satu pekan saya masuk kerja. Cepet yah, tau-tau dah weekend lagi. Selama sepekan ngantor sy berhasil datang ke kantor tepat waktu alias tidak terlambat.. 🙂 Boleh dicek deh di mesin sidik jari jam kedatangan saya. Hehe…  Ayo tt, teruskanlah..teruskanlah..kau begitu… *lha malah nyanyi*

Mengawali bekerja, sy meredesign meja kerja saya. Ganti suasana. Seret sana-seret sini, gotong sana-gotong sini, dan…hahay…berubah!! 😆 Lebih kelihatan longgar dan lega *gk da skrinsutnya*. Lanjut dengan merapikan lemari, menata laporan2 2009, menyisir kertas-kertas bekas. Mengumpulkannya dan membuangnya?? OH NO!! Stop! Sy memisahkan kertas yang masih digunakan satu sisi dan kertas yang sudah digunakan dua sisi. Kertas yang masih digunakan di satu sisi masih bisa kita gunakan lagi, misalnya untuk print slip gaji, untuk print presensi manual (meski sudah menggunakan fingerprint untuk presensi, tapi kantor sy tetep mendampingi dengan presensi manual yi tandatangan), untuk print draft2, dll. Ini salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak global warming. Berapa pohon yang ditebang untuk kertas2 itu? Jadi, bijaklah menggunakan kertas.

Sebisa mungkin meminimalisir kesalahan untuk mengurangi volume kertas bekas. Tapi kalau ternyata memang ada revisi yang mengharuskan halaman itu diperbaiki, apa boleh buat, kertas pun turun ke kumpulan kertas bekas. Namun masih ada cara untuk kita berusaha mengurangi dampak global warming dengan kertas bekas tersebut, yaitu menggunakan halaman kosong dibaliknya untuk mencetak keperluan lainnya.

Jangan buang kertas sebelum digunakan di dua sisi.

Lakukan dari hal sederhana untuk hasil luar biasa. Hehe…

Dan di sela2 sy memilih & memilah kertas itu, sy menemukan undangan rapat yang bikin sy senyum. Apa pasal? Karena di undangan itu nama saya ditulis: Yustha Titik Sutanti, S.Pd.Si. Hehehe….sy senyum lagi, setelah dulu waktu sy terima undangan itu sy tertawa ngakak. Hahaha…ternyata lembaga pun mengakui tambahan nama ‘Yustha’ di depan nama asli saya. Hahahaha…. *yang ini ada skrinsutnya meskipun burem*.

undangan buat 'yustha' 😀

Oke lah kalo begitu. Itulah cerita saya di pekan pertama aktivitas bekerja saya. Mari kawan kita lanjutkan hari-hari di 2010 dengan tetap semangat, melakukan hal-hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, untuk hasil yang luar biasa. Stop global warming! Good luck! God bless u all.

.:tt:.

08.01.2010. 23:32 wib

kumpul keluarga…

Apa yang paling membahagiakan buatmu di libur panjang akhir tahun kemarin?? Pasti teman2 punya jawabannya sendiri-sendiri. Ada yang senang karna bisa pulang kampung, ada yang karena tunangan, ada yang karna selesai pekerjaan, ada yang ketemu pasangan, ada yang….macam-macam lah jawaban teman-teman. Kalau saya, hal yang paling membahagiakan di liburan kemarin adalah: KUMPUL KELUARGA…

Setelah dirampok waktunya di libur natal (cuma libur 2 hari, 24-25, 26-nya dah harus kerja lagi..huft), akhirnya saya memaksa untuk mengambil cuti 3 hari di akhir tahun, tanggal 29 s.d. 31 Des, meski 29-nya masih ngantor karna ada seminar. Finally sy memaksa untuk istirahat, dan syukurnya diizinkan ma atasan. Ah….syukurlah…

Sy mudik dengan semangat 45. Ahahay…..sudah kususun rencana aktivitas cuti tiap hari. Sy mau ajak bapak jalan2 ke rumah kakak2. Hari pertama sy punya urusan sendiri, hari kedua ke kk1, hari ketiga ke kk2, dan seterusnya. Tanpa disangka, kk4 bikin kejutan: dia sekeluarga mudik juga. Wawawaw….menyenangkan. Yang paling jauh memang kk4, itu juga cuma di Jakarta. Kebetulan kk5 juga pulang karna yang momong anaknya mudik. Dan berkumpullah kami…

Akhir tahun kami ke rumah kk1. Semuanya. Hanya keluarga kk2 yang tidak ikut. Bapak juara 1, kk3 sekeluarga, kk4 sekeluarga, kk5 dan keluarga, serta tentu saja sy. Kebetulan rumah kk1 deket dengan penjual2 duren. Pesta duren lah kita. Oo mai God, semua anggota keluargaku ternyata gemar duren, dari yang tua sampai balita. Cuma bapak saja yang tidak, karna faktor kesehatan. Sehari kami pesta duren dua kali. Ayayayay…..menyenangkan…

Hari kedua, pas tahun baru, sesuai kesepakatan, kami menuju rumah kk2. Lagi2 semua. Kali ini benar2 ngumpul semuuuuuuanya. Bapak Juara 1, kk1 sekeluarga, kk2 sekeluarga, kk3 sekeluarga, kk4 sekeluarga, kk5 sekeluarga, dan sy. Hwaaaa….suenang sekali….. Krucil2 yang semobil disetelin lagu anak2. Dan layaknya piknik anak TK, mereka ikut bernyanyi. Aih..bahagianya. Benar-benar akhir tahun dan tahun baru yang sangat2 membahagiakan.

Keluarga Soewarno

Keluarga memang nomor satu. Saya bahagia memiliki keluarga harmonis seperti ini. BAHAGIA.

SELAMAT TAHUN BARU TEMAN-TEMAN.

Apa resolusimu di 2010? Sy manusia sederhana dan berpikir sederhana, jadi resolusinya pun sederhana: 2010 sy mau berangkat kantor tepat waktu alias tidak terlambat. Itu saja. Simple kan… 😉