Bebek Goreng Mbak Titik ^_^

Konon, terapi galau itu salah satunya dengan menulis. Saya lagi galau nih, habis marah-marah sendiri. Untungnya marah-marah sendiri ya, coba marah-marah bareng, pasti jadi rame. Hehe… Untungnya juga gak ada siapa-siapa di kamar, jadi gak ada yang tahu. Sekarang jadi pada tahu deh karna saya tulis (nah, kelihatan galaunya kan? wkwk…. :mrgreen:). Tapi karna saya tahu diri saya sendiri (kadang gak tau juga sih πŸ˜› ), jadi saya tahu juga apa yang bisa saya lakukan untuk meredam marah dan mengatasi galau saya. Gak mau kan hari berantakan cuma gara-gara kesal. Cepet-cepet disingkirkan dengan segala cara. Inhale-exhale pastilah. Minum air putih juga iya. Cuci muka, basahi kepala dengan air dingin (kalau di Muslim ‘wudhu’) juga he’em. Itu cara-cara paling mudah yang bisa dilakukan siapa saja untuk meredam bara di kepala. Habis itu…silakan dengan cara kalian masing-masing. Hehe…..

Salah dua cara mengatasi marah dan galau adalah dengan MAKAN. Hahaha….iya betul. Jangan-jangan itu emosinya gara-gara lapar. Bisa jadi lho. Habis makan siapa tahu galaunya hilang. Nah, biar lebih mantab, makannya makanan yang dimasak sendiri. Dijamin deh galaunya makin cepat hilang, karna apa, karna kita jadi beraktivitas dan lupa sama si galau. Hehe….analisa dari tukang galau yang suka masak :mrgreen:. Sini-sini saya bagi resep masakan yang uenak banget, yang beberapa waktu lalu saya masak dan berhasil menghabiskan nasi tiga piring!! Ups! Ini laper apa maruk? :mrgreen: Saya kemarin masak BEBEK GORENG dengan SAMBEL BAWANG. Ya..ya…pasti ada yang bilang: ih, itu kan mirip bebek gorengnya Pak S****t. Iya sih. Tapi sebenernya ya, sebelum dia tenar, saya udah lebih sering makan pakai sambel bawang. Emang sih lauknya bukan bebek goreng, tapi tempe goreng atau kadang cuma nasi doang. Eh, beneran lho, saya sering makan pakai sambel bawang doang jaman kecil dulu. Gak pernah takut kekurangan gizi tuh, toh di hari lain Ibu memasak sayur hasil kebun/sawah. Daun singkong lah, genjer lah (ada yang tahu daun genjer?), buntil lah, daun kates lah, mbayung, dll dkk. Jadilah saya sehat seperti sekarang.

OK..OK..saya memang suka bersayap kemana-mana kalau nulis. Yuk kembali ke dapur. Pertama-tama, siapkan bahan-bahannya untuk bikin bebek goreng.

Bahan:

Bebek (tentu saja). Kemarin saya beli ‘Peking duck’ seberat 1.6kg, tapi cuma saya pakai setengahnya.
Daun sereh 1 aja, dimemarkan (karna kemarin punyanya tinggal daunnya bukan pangkalnya jadi langsung saya masukkan beberapa daun)
Daun salam 2 lembar,
Lengkuas 2 cm, memarkan
Air 800ml atau secukupnya

Bumbu halus:

Bawang merah 6 siung
Bawang putih 4 siung
Kemiri 3 butir
Kunyit 2 cm
Jahe 2 cm
Merica bubuk
Gula pasir
Garam

Cara membuatnya:

1. Potong bebek sebesar sesuai selera. Pas buat makan lah ya, jangan besar banget jangan kecil banget.
2. Masukkan air, bebek yang sudah dipotong-potong, daun salam, daun sereh, lengkuas, dan bumbu halus.
3. Masak hingga air menyusut hampir habis dan bebek empuk. Angkat & tiriskan.
4. Goreng hingga kecoklatan. Tidak perlu lama-lama karna bebek sudah empuk.
5. Angkat, tiriskan, lalu sajikan dengan lalapan dan sambel bawang..

Nah, bagaimana membuat sambal bawangnya? Gampaaang banget. Siapkan bahannya:

1. cabai rawit 9 buah (kata Bapak, kalau cabainya ganjil bakal lebih pedas, haha….)
2. bawang putih 1.5 siung (hehe…soalnya cabai Indonesia kan pedas ya, kalau pakai cabai sini kemarin saya pakai 1 siung saja)
3. garam secukupnya

Caranya:
1. Haluskan bahan-bahan di atas, diuleg di cobek lebih mantab.
2. Guyur dengan minyak panas bekas menggoreng bebek tadi.
3. Sajikan.

Hummm…..menulis ini saja saya sudah kemleceren lagi. Duh…duh….apalagi kalau liat gambarnya ya? Haha….monggo dinikmati…

Silakan dicoba. Jangan salahkan saya kalau tiba-tiba nasi satu bakul langsung habis ya. Hehehe….

 

Salam yummy,

yustha tt

 

—-
#masih galau, Tik?
Apa?! Galau?! Sudah lupa tuh… ^_^

Advertisements

30 thoughts on “Bebek Goreng Mbak Titik ^_^

  1. LJ says:

    setuju Tik, obat galau paling mujarab adalah memasak..
    klo hanya sekedar makan saja biasanya galaunya masih nyisa.
    memasak juga menguras energi yg sedianya td kita gunakan utk marah2..
    memasak jika sdh selesai akan membuat kita bahagia, krn kita sdh berkarya
    apalagi jika sekeluarga pada bilang enak.. galaunya pasti lupa deh.. suwerr..!

    terapi galau bundo sementara ini, ada 3.. masak, posting, dan motret..
    Alhamdulillah bisa menyalurkan energi negatif.

    • yustha tt says:

      Hahaha…..masak, motret, dan posting memang satu kesatuan Bun. Habis masak, masakannya diprotet, lalu diposting… Haha….gk ding…. Hunting foto memang mujarab mengusir galau, makanya pas patah hati duluuu, pilih beli kamera supaya bisa kabur motret-motret pas lagi galau… Skrg jd keterusan suka motret deh…

  2. niee says:

    Waaahhh.. Penyajiannya mantep mbak. suka deh lihatnya. karena aku gak terlalu suka bebek. jadi bisa diganti dengan ayam kan? πŸ˜€

  3. prih says:

    Ibunda nan kreatif terpantul pada Tt yang kreatif mengubah galau jadi bebek goreng. Setelah nanti resto bebek ala mbak Titik Yogya mantap, buka cabang di Sal3 Jeng saya tunggukan ….

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s