aku menulis sajak ini, ketika perasaanku memuncak. saat itu malam telah larut dan embun mulai melayang turun perlahan.

aku rindu padamu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

————-

ini puisinya Om Goen.

Hmm…puisi jaman sekarang judul lebih panjang dari isi ternyata.

Hihi…seru ya… 😛

dan kutulis ulang puisi Om Goen ini pukul 00.37 waktu setempat. Malam telah larut kan Om. Hehe… 😀

Gambarnya lucu kan..itu dikirim sahabat sebelum tidur…

jadi gk ngerti deh sumber gambarnya dari mana..

Postingannya gk jelas ya? Hihi.. Tiba-tiba pengen posting cerita, bukan gambar2, tapi gk ngerti mau cerita apa.

Jadinya malah ky gini deh postingannya.

Buat Om Goen, sorry ya puisinya kukopas tanpa permisi… 😛

Udah ah.. Udah larut.. Embun udah berarak turun. Gantian akunya yang berarak naik..ke peraduan. Haha… 😛

Selamat malam epribadi, God bless you..

9 thoughts on “aku menulis sajak ini, ketika perasaanku memuncak. saat itu malam telah larut dan embun mulai melayang turun perlahan.

  1. omietha BunAff says:

    tt.. puisinya panjang ya judulnya..keren puisinya..

    futunya keren tt yang lagi nangkring itu..kyk siluet….

    #tt:
    iya…keren..
    eh yg keren puisinya apa judulnya? xixixi… 😛

  2. ejawantahblog says:

    kwk, kwk, kwk,,,,,,,
    jumlah karakter pada judul hampi 1/4 jumlah karakter pada puisinya. Dan merupakan judul puisi terpanjang sejarah yang saya baca. ( www. kreatifitas.com )

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    #tt:
    weh…kebalik mas…
    jumlah karakter pada judul hampir 4xjumlah karakter pada isi… hehehe… 😀

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s