[15HariNgeblogFF2#day4] Kerudung Merah

Angin berhembus perlahan meniup lembut ujung kerudung abu-abu yang kukenakan. Tangan kananku masih kau genggam, aku membiarkannya saja, tanpa kueratkan genggaman pun tanpa hendak kulepas. Matamu memandang ke depan, pada kilauin air danau Toba ini. Aku lebih tertarik memandang ke sisi kiri, beberapa orang membersihkan enceng gondok yang mulai banyak tumbuh di kawasan danau Toba. Indikator kerusakan ekosistem, katanya. Ah, usaha mereka patut dihargai, membersihkan tanaman pengganggu demi kestabilan ekosistem. Memang yang mengganggu-mengganggu begitu perlu dibasmi!

“Dik, mikir apa kau?” ah…kamu merusak imajinasiku yang sudah sampai di ubun-ubun.

“Tidak Bang, lihat orang-orang bersihkan enceng gondok saja.”

“Oh… Eh Dik, sebentar lagi anniversary hubungan kita, kau mau kado apa dari Abang?”

“Kerudung merah, Bang.” kamu nampak bingung dengan pilihanku. Entah bingung, entah terkejut.

“Wah, sejak kapan kau suka warna cerah?”

“Sejak beberapa hari yang lalu, Bang. Sejak Abang bosan dengan kemonotonanku. Sejak Abang menginginkan warna warni dalam dunia Abang tapi tidak bisa didapat dariku. Sejak Abang mencari wanita lain yang lebih berwarna, lebih gaul, lebih modis dari aku.”

Suaraku berdinamika cressendo, makin lama makin meninggi. Emosiku sudah tak tertahankan. Gondok si leher yang kutahan-tahan beberapi hari ini kulepaskan. Merah mataku dan air mata menggenang di keduanya. Sebelum kamu sempat mempertanyakan kebingunganmu, kusodorkan MMS dari kawan yang memuat foto dirimu dengan gadis berkerudung merah sedang jalan berdua. Tampak serasi, tampak mesra meski tanpa gandengan tangan. Aku bersiap-siap membantah setiap alasannya.

“Hahahaha…..” lah? malah tertawa “jadi kau cemburu sama Rani, Dik? Ini Rani, Dik, yang kemarin dulu Abang bilang mau berbulan madu ke sini sama suaminya. Ah kau.. Ini pun ada suaminya. Teman kau cuma motret Abang berdua saja, padahal ada suaminya ini di sampingnya. Waktu itu kau sedang ada tugas ke Jawa, tak bisa ikut temani mereka jalan-jalan di sini.”

Jiaaah..malunya aku, mencemburui kakak Rani. Pipiku meremang merah, semerah kerudung yang dikenakan kak Rani.

—————————————-

Word count: 311

Ternyata bikin FF ‘mendadak’ itu syuuuliiitt.. Dikasih waktu 24 jam dengan tema dan setting yang ditentukan. Alamak…sulit kali pun. Tapi seru juga, musti searching-searching dulu lah kita. Jadi tahu tentang lokasi-lokasi setting cerita. Besok (eh, nanti) musti ke Bandung, jalan-jalan di jalan Braga. Siapa mau usul cerita? Hehehe…..

4th day of #15HariNgeblogFF2

Advertisements

10 thoughts on “[15HariNgeblogFF2#day4] Kerudung Merah

  1. BUNDO RAHMI says:

    dik, cobalah kau modifikasi cara pake kerudungnya..
    tapi jangan yang aneh-aneh.. secukupnya saja.. yang penting rapih dan manis.
    nanti minta si abang belikan kau bros cantik.

    • yustha tt says:

      Nah, dapat nasehat dari Bundo Rahmi jadi nemu ketidakkonsistenan tulisan. Tapi sudah kuedit, semoga gk konangan. πŸ˜€

      Baiklah Bundo, akan kucoba modifikasi kerudungnya. Tapi aku takpunya bros cantik besar2 itu. Takada yang kirim2 ke rumahku. Minta sama Abang? Ah, malulah aku, dikasih jantung minta hati, eh..dikasih kerudung minta bros cantik pula.

      #aku terbangun dan menyadari pertemuanku dgn Bundo Rahmi hny dalam mimpi. Ah…dia pun menemuiku, memberi pesan untukku memodifikasi kerudungku. Siapa sebenarnya Bundo Rahmi? Aku beranjak dari ranjang dan hey….siapa menaruh bros cantik warna toska di mejaku??

  2. 'Ne says:

    hehe simpel tapi nyata kok banyak yang salah paham begitu hehe..
    tetep oke nih mbak πŸ˜‰

    *ayoo kita semangat ke Bandung πŸ˜€

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s