ultah bapak

Hari ini bapak berulang tahun. Tujuh puluh enam tahun, sudah sepuh ya. Selamat Ulang Tahun, Bapak, semoga dikaruniai umur panjang, sehat, dan bahagia dalam menjalani hari-hari selanjutnya. Amin.

Tadi pagi saya menelepon bapak, mengucapkan selamat ultah pada beliau, disertai doa yang kupanjatkan pada Sang Pengabul Doa. Bapak sudah menduga saya bakal meneleponnya pagi tadi, bahkan sudah persiapan sebelumnya. Saya jadi senyum mendengar cerita bapak. Ceritanya handphone bapak rusak, tidak bisa dicharge. Semalam cucunya datang dan bapak cerita ke cucunya kalau hp-nya rusak. Lalu bapak minta bertukar hp pada sang cucu karna besok pasti bakal ditelpon anak-anak. Ah, bapak..tau saja. 🙂 Dan cucunya itu alias keponakan saya, yang usianya sama dengan saya, mengirim pesan singkat ke saya tadi malam: jangan lupa telpon bapak besok. Oo…tentu saja.. Aku selalu ingat ultah bapak meski tidak kucatat dalam reminder handphone atau kulingkari di kalender.

Saya mau kasih kado apa ya buat bapak. Mmm…waktu usia 64, bapak menyebutnya 8 windu, beliau menginginkan lukisan, dan kami anak-anaknya pun membelikan lukisan untuk bapak dan membuatkan bancakan kecil2an untuk mensyukuri usia yang Tuhan berikan. Empat tahun yang lalu saya memberi kado ‘kartu ujian cpns’, karna waktu itu saya hampir mustahil bisa mendaftar cpns karna mepetnya ujian pendadaran dengan jadwal penerimaan cpns, padahal bapak sangat ingin saya jadi pns (keinginan orang tua pada umumnya). Beberapa tahun terakhir saya hanya memberi kado kecil-kecil untuk bapak. Tahun ini kasih apa ya??? Ada permintaan kado si dari bapak, tapi…..

Yap, bersyukur buat karunia umur panjang yang diberikan Tuhan kepada bapak. Juga kesehatan dan kesabaran bapak menjalani kehidupannya. Terimakasih Tuhan….