Berdoa di Facebook

Tadi pagi saya menulis status di facebook yang berisi doa. Ya, diawali dengan menyebut nama Tuhan, mensyukuri nikmatNya, memohon kepadaNya, dan diakhiri dengan mempercayai pengabulan doa olehNya: amin. Selesai menuliskannya, tiba-tiba teringat status salah satu teman yang bilang: “Kenapa si pada berdoa di facebook? Bukankah doa itu komunikasi pribadi antara kita dengan Tuhan? Tidak perlu orang lain tau kan?”. Deg. Saya terhenti.

Adakah teman-teman yang juga sering menulis status berupa doa? Bagaimana menurut teman-teman?

Salam.

Advertisements

29 thoughts on “Berdoa di Facebook

  1. Imelda says:

    Aku pernah sekali! Waktu gempa Tohoku aku tulis : tuhan…. semoga gempa ini tidak bertambah besar. πŸ˜€ Padahal aku jarang sekali menulis doa di FB. Tapi aku ingin seandainya aku mati saat itu, Doa yang keluar dari mulut dan tanganku. Aku sudah bersiap menulis: Maafkan kesalahanku teman-teman… bye

    Sepanjang tidak setiap hari, aku tidak mempermasalahkan doa di FB. Kalau setiap hari? udah aku hide hahaha

  2. LJ says:

    menurut Bundo gak apa2 T..
    karena rangkaian doa kita bisa saja ikut mencerahkan hati teman yang membaca..
    mungkin yg dimaksud teman Tt itu, adalah yang terus2an menulis doa di statusnya,
    hehhe segala sesuatu yang berlebihan gak baik toh..
    #Tt udah taulah ukurannya πŸ˜€

  3. Evi says:

    Aku jarang update status, jadi gak keingatan juga kalau mesti berdoa di fb..Tapi menurutku gak apa, apa..Sepanjang bukan hanya pencitraan, menurutku sih gak apa2. Yg ditulis di FB itu kan kadang cerminan jiwa..Seseorang yg relijius akan tereflesiksi perangainya dalam tindakan sehari-hari, even itu pd status FB..Semangat saja Tik πŸ™‚

    • yustha tt says:

      Terimakasih Uni…
      Saya mencoba menjadi diri saya sendiri Uni.
      Jika memang saya ingin menulis doa, itu memang benar2 yang ingin saya ungkapkan, bukan karna ingin dinilai religius atau apa. Malah tidak terpikirkan sampai ke sana. πŸ™‚
      Terimakasih Uni… πŸ™‚

      Salam.

  4. ~Amela~ says:

    saya niatnya juga mau nulis tentang ini, tapi ga sempet2 hehehe
    kalau saya pribadi sih memang sedang mencoba untuk mengurangi berdoa lewat jejaring sosial..
    tapi saya juga ga mempermasalahkan orang2 yang berdoa di dunia maya, selama ga lebay sih ga papa

    • yustha tt says:

      Ayo tulis Mel..
      Ini juga cuma sekedar bertanya..
      Saya rasa, hampir semua orang ‘pernah’ menulis doa dlm jejaring sosialnya. Minimal doa ucapan syukur: puji Tuhan/alhamdulillah. πŸ™‚

  5. Ni CampereniQue says:

    hehehe .. jadi inget tulisan tentang ini, ada juga yang nulis sih, kenapa harus berdoa di socmed katanya. sesekali apalagi dalam keadaan genting, seperti yang digambarkan mbak Imelda, menurutku sih wajar yah, siapa itu memang jadi last word???

    buatku pribadi sih, asal gak keseringan ya silahkan aja πŸ™‚ status2 dia ini kan. klo saya bosen baca doanya, tinggal di hide aja hehehe

  6. Nh Her says:

    Mmm …
    saya rasa … yang namanya doa itu boleh-boleh saja untuk di tulis atau diucapkan …
    yang menurut saya tidak pada tempatnya adalah … jika itu semua dilakukan agar terlihat / dilihat orang sebagai orang yang religius … naaahhh saya rasa itu kurang pas …

    Salam saya Tik

  7. Idah Ceris says:

    hehehe. . .
    temennya lagi sensi kali mba, jadi seakan2 merespon status mba. . . πŸ˜†

    mungkin di FB hanya sebagai luapan saja, karena bingung mau nyetatus apa? πŸ˜‰

    dimana tempat tetap berdoa, tapi tempat paling baik mungkin bukan di FB supaya lebih khusyuk. πŸ˜‰

  8. 'Ne says:

    sesekali pernah juga di twitter, kalau di FB dah gak pernah nytatus lagi hehe..
    tapi saya gak mempermasalahkan mereka yg mau nulis doa di FB, Twitter, dll.. Toh Tuhan maha tahu melaui media apapun DIA akan tahu yg tulus dan yg gak. jadi saya biasa aja selama itu tidak lebay πŸ™‚ dan gak terlalu ambil pusing juga, kalo saya gak suka tinggal hide, di twitter kalo saya gak suka ya unfollow aja πŸ˜€

  9. Anrap says:

    Berdoa adalah salahsatu dr ibadah. Ibadah dlm Islam ada aturannya. Maka berdoalah ssuai aturan tsb seperti tuntunan Nabi s.a.w

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s