Berbagi Kasih

Pulang kerja ini, Mama langsung mendapati muka cemberut gadisnya yang beranjak remaja. Dan tak seperti biasanya, hari ini tak ada cerita menghambur dari bibir mungilnya seperti biasa setelah Lala mencium tangan Mama. Hmm..Mama bertanya-tanya.

“Kenapa Sayang? Kok mukanya cemberut gitu?”
“Nggak papa! Udah Mama ganti baju dulu sana aaaah…” aduh, ini Mama malah diusir sama Lala.
“Ya udah kalau nggak mau cerita. Mama ganti baju dulu ya.”

Mama bergerak ke kamar. Tapi tak hanya ganti baju. Di kamar, Mama menyalakan komputer dan mulai blogwalking. Ya, mama memang seorang blogger (:mrgreen: ). Dan ketika membuka blog seorang kawan, hati Mama menangis. Mama sedih melihat anak-anak di bagian lain Indonesia yang masih kekurangan sarana dan prasarana untuk pendidikan. Tidak seperti Lala yang kecukupan fasilitas belajar. Bahkan satu mata pelajaran, Lala bisa punya dua tiga buku bacaan, ditambah lagi Lala bisa mencari referensi melalui internet.

“Maaaaa….!! Mama lama sekali ganti bajunyaaaa???” Lala berteriak dari luar sana.
“Iya Sayang…sebentar…” buru-buru Mama turun dari kursi dan keluar menghampiri gadisnya.
“Habisnya Mama dicemberutin sih sama Lala.” aih…Mama beralasan.
“Lala sebel Ma. Tadi temen-temen pada kasih coklat ke cowoknya. Lala nggak ngasih apa-apa ke Bagas. Habisnya Mama nggak ngasih waktu Lala minta tambahan uang saku buat beliin Bagas coklat.” gadis kelas 2 SMP ini merajuk ke mamanya.
“Emang hari ini Bagas ulang tahun?” tanya mama lugu.
“Aduh Maaaa……hari ini kan Valentine Maaaaa!!!” makin cemberut deh si Lala. Dan si mama merasa benar-benar sudah tua, lupa lah kalau hari ini valentine dan anak gadisnya sedang dalam masa puber yang pastinya lagi seru-serunya sama teman-temannya merayakan cinta monyet di hari ini. Tapi mama bersikap cool donk.
“Emang Valentine itu apa si Sayang?”
“Valentine itu hari kasih sayang, Ma. Emang jaman muda dulu mama nggak ngerayain Valentine Ma?”
“Ooh..hari kasih sayang? Trus kalau hari kasih sayang gitu, kita harusnya ngapain?” Mama pura-pura nggak tau. Padahal dulu kalau Papa nggak ngasih coklat, mama bakal cemberutin papa satu minggu. Hahaha….
“Ya berbagi kasih Ma. Kasih coklat ke cowok kita gitu…” Gotcha! Mama dapat kata kunci yang keluar dari mulut Lala sendiri : “berbagi kasih”.
“Emang harus ke cowoknya gitu? Nah kalau nggak punya pacar gimana?”
“Ya nggak juga si Ma…..”
“Sini deh Sayang…” Mama membawa Lala ke kamar dan menunjukkan foto adik-adiknya di Maluku yang kekurangan fasilitas belajar.
“Coba liat mereka…”

anak-anak di SD YPPK Manusela, Seram Utara diambil dari blog acacicu.

“Mereka adik-adikmu di Maluku sana. Mereka ingin pintar juga seperti kamu. Tapi untuk membeli buku mereka tidak mampu. Lihat itu, mereka tidak mampu beli pensil, sehingga hanya memakai isi pensil yang tinggal seuprit buat nulis. Itu perpustakaan mereka. Bisa dihitung berapa buku yang tersedia.”
“Hebat ya Ma mereka.. Padahal fasilitasnya sangat minim begitu…” ada iba dalam kalimat Lala, tapi juga kekaguman pada adik-adiknya.
“Katamu hari ini hari Valentine. Dan kamu bilang hari Valentine itu buat berbagi kasih. Kenapa nggak berbagi kasih sama mereka saja?”
“Emang kita mau ke sana Ma?”
“Ya kan nggak harus ke sana.. Kita kirimkan buku-buku buat mereka, supaya mereka juga bisa belajar dengan baik. Atau buku tulis, atau pensil, atau apa saja untuk fasilitas belajar mereka. Itu lebih bermanfaat bukan?”
“Waaah….iya Ma. Lala kan masih punya buku-buku SD di kardus. Masih bagus kok Ma. Nanti Lala pilihin lagi ya Ma. Daripada cuma disimpan di kardus, pasti lebih berguna kalau dikirim ke mereka.” Lala bersemangat, dan Mama tersenyum lega melihat hati anaknya terbuka.
“Ma, kalau Lala minta tambahan uang saku buat beliin mereka pensil, boleh Ma?”
“Boleh..” Mama tersenyum senang.
“Ayo Ma, bantuin Lala pilihin buku-bukunya.” Lala begitu antusias. Dan Mama senang sekali melihat gadisnya ini terbuka pikirannya bahwa Valentine bukan hanya hari berkasih-kasihan dengan pacar, tetapi lebih luas dari itu, mengingatkan kita untuk berbagi kasih kepada mereka yang membutuhkan.

***

Bagi teman-teman yang juga ingin membantu adik-adik kita di SD YPPK Manusela Seram Utara, info lengkapnya bisa dibaca di blog mb Anazkia. Mari berbagi kasih, berbagi cinta, berbagi harapan….

16 thoughts on “Berbagi Kasih

  1. Lidya says:

    keren mbak ceritanya, fiksi tapi ada ajakan untuk saling berbagi. btw mbak aku agak kesindir dikit nih hihihi mamanya blogger , aku suka BW disela-sela pascal & Alvin asyik main dengan mainannya

    Hihi…jangan2 pas bales komen ini juga pas nungguin CalVin main ya? Xixixi…

  2. chocoVanilla says:

    Menusuk tepat ke jantungku!

    (nanti pulang mau cari-cari bukunya RyDa buat dikirim🙂 )

    Ah..Lala pasti seneng banget bisa ngajakin RyDa buat berbagi…
    Terlebih teman-teman RyDa di Manusela sana.. Terimakasih ya RyDa..🙂

  3. Ngai says:

    eMaknya Ngai blogger, anaknya juga blogger, jadi bisa bw bersama.
    kayak ke mb T ini.. berangkatnya barengan.😛

    makasi sharingnya mb T.. marilah kita berbagi.

    Hihi…iya ya Ngai.. eMaknya njempol, anaknya ngomen😀
    Yuk mari Ngai…🙂

  4. anazkia says:

    Saya kok mewek baca artikel ini😦

    Makasih sharingnya yah, Mbak…

    Weh, cup…cup..cup.. Jangan mewek mb..
    Terimakasih sudah memberi kami informasi tentang hal ini..
    Semoga ke depan, mereka bisa belajar dengan lebih baik lagi..
    Amin…🙂

  5. anazkia says:

    Mbak, saya confius dengan ID yustha tt yang blogspot, itu Mbak jugakah?

    Hehe..jangan konfyus mb. Benar sekali, itu juga adalah blog sy. Karna blognya Mb Anaz di blogspot, jd sy kalo ngomen pake ID blogspot..hehe.. Tapi don’t worry, itu org yg sama. Hehe..🙂

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s