aku & kenangan

Ini postingan beberapa waktu yang lalu, pernah sy post di notes fb & sekarang saya repost di sini. Sedang kangen ada cerpen di blog ini. Udah lama gk bikin & sekarang juga sedang tidak punya ide, jadi repost aja lah. Hehe… Ditulis di penghujung 2009.

Aku mempercepat jalanku. Lutut ini sudah gemetar. Tanganku tanpa kusadari terkepal. Dingin..dan basah. Sepanjang jalan kusenandungkan lagu pujian, supaya hatiku menjadi tenang. Dan sesampainya di kamar berukuran 3×3 meter, aku rebah.. Kubuka genggaman tanganku & air mataku mengalir.

Vespa birumu terparkir di depan rumahnya.

—–

Tanganku dingin dan jemariku mengaku. Aku harus menyelesaikan latihan ini untuk ujian akhir esok hari. Tuts hitam putih di depanku menunggu untuk kumainkan. Partitur telah kujajar di depan. Kutarik nafas dalam & kuhembuskan perlahan. Aku mulai menarikan jari jemariku. Mengalir pelan melodi kumainkan. Sesaat kulihat partitur di depanku. Bayanganmu berkelebat. Dan mengacaukan semuanya. Ah..aku pasrah. Ujian esok hari aku menyerah..

—–

“Aku hanya tetap menjalin silaturahim dgn keluarganya. Tidak mungkin silaturahim yg terjalin begitu lama putus begitu saja hanya karna kami sudah tidak bersama kan?” begitu penjelasanmu tentang keberadaan vespa biru di depan rumahnya.

Aku percaya dan kita kembali bersama.

—–

Aku tidak lulus ujian.

—–

Kamu tidak mengabariku tentang hari ini. Memang sudah satu bulan tak pernah ada kabar, tak ada kunjungan, dan aku pun merasa biasa saja karna kadang kesibukan membuat kita tak berhubungan. Biasanya semuanya baik-baik saja. Itu yang ada dlm pikirku, sampai sahabatku memberi kabar tentangmu. Diperkuat keterangan orang tuamu.

Aku memaksa datang meski sahabat2ku melarang. Aku bahkan menyiapkan kado buatmu. Karna ini hari besarmu…. Hari pernikahanmu.

Lututku melemas & bibirku gemetar. Sudah puluhan kali pujian dalam pemberkatan nikah kunyanyikan, tapi kali ini bibirku bergetar dan suaraku parau. Hanya punggungmu yang bisa kulihat, bersanding dengan dia, perempuan itu. Aku memaksa berdiri demi mendengarmu mengucapkan janji nikah, menerima dia menjadi istrimu, mencintainya dalam susah & sedih, dalam untung & malang, mendidik anak2 dalam takut akan Tuhan. Aku ingin mendengarnya. Dan ya, sekarang aku mendengarnya. Sahabat2ku harus menopangku supaya aku tetap kokoh berdiri mendengar semua itu. Semua orang tau, aku perempuan paling sedih hari ini, paling shock dengan semua ini.

Kamu pasti tidak menyangka aku ada di sini. Kamu gugup saat aku menyalamimu, mengucapkan selamat untukmu. “Kenalkan, ini adikku.” katamu pada perempuan itu, yang beberapa menit lalu telah resmi menjadi istrimu. Aku tersenyum. Getir.

Tidak ada penjelasan. Dan aku tidak butuh penjelasan lagi. Semuanya sudah jelas…

Tidak akan ada lagi suara vespa yang membuatku berlari menyambutmu. Tidak akan ada lagi telpon malam hari atau sms2 melegakan darimu. Tidak akan ada lagi dirimu di saat aku membutuhkanmu. Tidak akan ada lagi..

Vespa yang terpakir di depan rumahnya, hari2 tanpa kabar darimu, penjelasan2mu, sudah nyata hari ini. Jelas.

Aku terpuruk. Pasti.

———

31.12.09

Hari ini, ya, hari ini adalah 3 tahun setelah saat itu. Sudah 3 tahun berlalu. Kamu sudah bahagia dengan keluarga kecilmu. Sudah lahir buah cintamu.

Aku? Aku pun sudah bahagia dengan duniaku. Mengajar anak2 yang lucu2. Masuk dalam dunia mereka setiap hari. Menyaksikan mereka pintar bernyanyi, bercerita, menggambar, dan berhitung matematika, itulah kebahagiaanku. Jika aku masih sendiri, itu hanya masalah waktu. Kamu tak perlu khawatir, ini bukan karna kamu. Bukan. Ini hanya masalah waktu…..

Suatu saat kau pun akan melihat, aku bahagia sepertimu…

Amin.

.:tt:.

31.12.09

Dedicated 4 my lovely friend: nothing last 4ever, dear. Time heals almost everything…

Happy new year..

Dikopas pada hari Kamis, 18 Februari 2010, pkl.22.40 WIB.