besok vs besuk

Percakapan di SMS:

“Kapan kita mau jenguk teman kita di rumah sakit?”

Besuk.”

“Iya.. Kapan mau besuknya?” 

“Sudah dibilang besok, masih saja nanya!!” (nyolot)

“Lho? Tadi itu kamu jawabnya besuk bukan besok!! Makanya kalau nulis itu yang bener!!!” (lebih nyolot)

—-

Keterangan:

be·suk v cak melakukan kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit yg dirawat

be·sok /bésok/ n 1 hari sesudah hari ini; esok hari: hari ini hari Kamis, — hari Jumat; 2 saat yg akan datang; kelak: menabunglah untuk persediaan hari –;
 lusa dua hari sesudah hari ini; lusa; esok lusa

Sumber: KBBI Online.

Advertisements

30 thoughts on “besok vs besuk

      • yustha tt says:

        Yang disebutkan Pak Mars di atas adalah contoh homonim, yaitu dua kata yang penulisan dan pengucapannya sama tetapi maknanya berbeda. Contoh lainnya: malam (yang untuk membatik) dan malam (waktu setelah sore), salak, kupu-kupu, genting, dll. Tiga kata terakhir silakan dicari maknanya ya. 🙂

        Yang ditulis Bundo di atas menunjukkan bahwa matematika dan bahasa memiliki hubungan kekerabatan yang sangat erat. Karena matematika adalah bahasa, bahasa simbol.

        #etapi saya bukan ahli matematika lho, sungguh! 😀

    • yustha tt says:

      Sebenarnya itu hanya salah satu saja contoh kasus, yaitu pada SMS. Tetapi tidak jarang yang masih rancu dalam penggunaan kata besuk dan besok pada penulisan lain selain SMS, misalnya pada blog, status facebook, artikel, dll. Kesalahan yang ‘telah lazim’ itu bukan berarti lantas benar, bukan? 🙂 Kalau bisa diperbaiki, mengapa tidak? 🙂

  1. Pakde Cholik says:

    Banyak yang menulis sesuai apa yang diucapkan.
    Ada yang menulis ” kondor ” (pulang) padahal seharusnya “Kondur”, “bobok” harusnya “bobuk”
    Itu juga terjadi di negara lain yang menulis ” bas stesyen” bukan

    Salam hangat dari Surabaya

    • yustha tt says:

      Untuk bahasa Jawa lebih rumit lagi sepertinya ya Pakdhe.
      Penggunaan ‘a’ dan ‘o’ dalam penulisan yang pelafalanannya sama-sama membulatkan mulut seringkali masih rancu. Misalnya pada ‘lara’ yang berarti sakit dan ‘loro’ yang berarti dua. Seringkali keduanya ditulis dengan tulisan yang sama yaitu ‘loro’. Juga yang pelafalannya ‘o’ tetapi penulisannya ‘u’, seperti contoh ‘kondur’ di atas. Atau yang pelafalannya ‘e’ tetapi penulisannya ‘i’ seperti ‘pitik’ yang ditulis ‘pitek’, ‘uwis’ yang seringkali ditulis ‘uwes’. Setiap kali membaca tulisan ‘uwes’ atau ‘wes’ saya jadi ingat iklat obat masuk angin. 😀

  2. Orin says:

    Mungkin ga penggunakan besuk untuk besok ini cenderung terjadi -bukan bermaksud SARA- pada orang jawa Tt chan? coz yg aku temukan sih begitu, temen2 yg orang jowo yg biasanya bilang begitu heuheu

  3. Mood says:

    Pernah dengar juga orang yang bilang besok itu dengan kata besuk, jadi rancu memang bahasanya kalo gitu ya.
    Eh. . Eh.. . Mohon maaf ya, baru singgah disini lagi nih ‘coz kemalasan sedang mendera 😛

    Salam.. .

  4. Bunda Shishil says:

    yg sering salah nyebut begini biasanya sih orang jawa mba hehehe *padahal sendirinya org jawa* semoga ga ada yg salah lg ya mba, soalnya aku sendiri suka kesel jg kl ada yg jawab begini

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s