Belajar pasrah pada pak tani..

Sore kemarin saya membaca status kawan yang membuat bibir saya melengkung senyum sambil berkata: Tuhan memang luar biasa. Dia menulis status tentang sore hari yang mengajarinya kepasrahan. Begini statusnya:

sore hari mengajarkanku tentang kepasrahan. pak tani, kalau sudah pulang dari sawah ya sudah…pasrah dan tawakal. seolah semua terjadi di malam hari yg sunyi; menanam padi..padi berbulir dan menguning..sama sekali bukan pak tani yg menyepuhnya dg emas, menanam cabe..rasanya pedas dan warnanya merah..sungguh bukan pak tani pula yg membumbui dan memulas corak.

Benar apa yang dituliskannya. Pak Tani mengajarkanku tentang kepasrahan yang sesungguhnya. Tentang berusaha dan menyerahkan hasilnya pada Yang di Atas. Kita hanya bisa apa? Kita hanya bisa menanam dan menyiram, Tuhanlah yang memberi pertumbuhan. Dan lihatlah padi yang menguning bernas, satu tanaman menjadi berbulir-bulir beras. Tuhan memberikan lebih dari yang kita usahakan.

Terima kasih kawan sudah menjadi pengingat buatku. Semoga juga untuk yang lain.

Salam.
Titik

7 thoughts on “Belajar pasrah pada pak tani..

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s