Prahara

Sudah tak perlu saya tulis lagi, sudah pada tahu kan ya kalau saya itu belum menikah. Tapi tidak tahu kenapa, teman-teman saya yang sudah menikah itu sering kali curhat sama saya. Dan kebanyakan yang curhat itu yang bermasalah sama rumah tangganya. Rrrrr….kadang jadi bikin saya takut menikah. Hehe… E tapi kalau lihat yang harmonis-harmonis gitu, apalagi yang anaknya banyak dan lucu-lucu gitu, ya keinginan menikahnya muncul lagi :P. Tapi, selain kadang bikin takut, dicurhati gitu bikin belajar juga, ternyata menikah itu sungguh tidaklah mudah. Menyatukan dua kepala yang isinya berbeda sehingga menjadi selaras. Menyatukan nilai-nilai yang berbeda menjadi semakin sama. Butuh menurunkan ego, butuh menurunkan keinginan-keinginan. Katanya untuk jadi bahagia itu rumusnya mencoret dua hal itu. i want happy –> i (ego) want (desire)happy –> happy. Yang tertinggal cuma happy. Itu yang ngajari malah teman saya yang curhat tentang masalah rumah tangganya. Curhat sendiri, kasih solusi sendiri, saya cuma dengerin doang, plus dapat ilmu pula. Enak ya jadi saya..mihihi… :mrgreen: .

Saya ini sebenernya orangnya no solution gitu deh. Paling gak bisa kasih saran-saran gitu. Apalagi yang bidangnya tidak saya kuasai macam pernikahan gitu. Ngalami aja belum kok berani-beraninya kasih saran. Paling pol cuma kasih semangat untuk terus berjuang mempertahankan rumah tangga. Mungkin dengan mengingat kembali saat-saat awal dulu bersama, ingat lagi hal-hal membahagiakan yang dilalui bersama. Tapi ya gak mudah juga sih, apalagi kalau keinginan tidak datang dari dua belah pihak. Tetapi jangan menyerah, terus berjuang sampai akhir.

Saya rasa semua rumah tangga pasti pernah diberi masalah, meski kadar kesulitannya berbeda-beda. Tetapi banyak yang bisa diselesaikan dengan baik. Jangan buru-buru menyerah dan ingin mengakhiri. Jika mau, mudah-mudahan didekatkan jalan keluar. Saya ingat lagunya KLA Project yang berjudul Prahara: harapku jangan dulu menyerah, kenanglah saat cinta merekah.. Pintaku jangan dulu berpisah, sebelum sesal nanti terlambat sudah… Kira-kira begitu juga harapan saya untuk teman-teman saya yang sedang mengalami prahara dalam rumah tangganya. Tetap semangat ya kawans. 🙂

Selamat menyambut tahun baru. Semoga segala prahara di 2012 segera berakhir & sambut 2013 dengan optimis!!

Salam,
Titik

(diketik mll hp, mudah2an tautannya muncul yaa…)

26 thoughts on “Prahara

  1. danirachmat says:

    Kadang yang dibutuhkan sama orang cuman tempat buat mendengar Mba. Kalo ada yang curhat ke saya dan nanya solusi malah saya tanya balik, “kamu pengennya gimana?”
    Eh lama-lama solusi muncul dari dia sendiri juga, tapi di kepalanya si temen kita jadi orang yang reliable buat dicurhatin. mihihihi.

    • celoteh .:tt:. says:

      Betul sekali, Uni… Konon segala yang bergerak itu menimbulkan gesekan. Kalau gak ada gesekan mlh jd gak bergerak/bertumbuh ya, Uni. 🙂

      Insya Allah ndak takut lagi kok, Uni. (ini mlh jd saya yg curhat, ya? Hihihi….)

  2. Lidya says:

    mereka nyaman curhat ke Mbak TT mungkin juga bakalan aman curhatannya 🙂 gak usah takut menikah mbak hehehe memang tidak selalu mulus tapi banyak hal yang menyenangkan juga. jangankan hubungan 2 orang yang berbeda, hubungan adik kakak saja kadang ada perselisihan bukan 🙂

  3. prih says:

    Pra (sebelum) hara (nutrisi berguna), prahara yg dikelola dg baik jadi nutrisi berguna, weleh….. Jeng Tt dipersiapkan melalui jalur konsultan prahara nih. optimalisasi fungsi hp ya Jeng.

  4. nh18 says:

    Titik …
    Kuncinya cuma satu … Positif Thinking …
    jika kamu melihat dunia dari sisi Negatif saja … maka tidak akan maju
    so …
    Be Positif …
    Dunia itu indah …

    Salam saya Tik …
    Selamat Tahun Baru

  5. dongeng denu says:

    aku juga pernah ngalamin kyk gini. Temen2 yg udah nikah curhatnya ke aku… ah bikin galau aja, scr blm nikah,ihihihi.. tp untungnya si smua yg mereka curhatin ud kelar masalahnya, jd ga parno2 amat, ambil sisi positifnya aja untuk pelajaran pas kita ud nikah nanti *ahiww* 😀

  6. niee says:

    Setuju sama yg lain. kadang kalau curhat terus dinasehati panjang lebar malah makin bete aja bawaannya.. ya lebih baik kalau dicurhatin menjadi pendengar yg baik aja 😀

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s