SSS: Saya Sedang Sedih

“Han, aku sedih… :(”

🙂

“Han, aku boleh nangis?”

“Boleh.”

“Han, aku gk mau berprasangka buruk…”

“Ya, bagus itu.”

“Tapi dadanya nyeseg nahan prasangka buruk itu.”

“Trus kalau berprasangka buruk, jadi gk nyeseg?”

“Tambah nyeseg, Han…. :(”

” 🙂 …… Jadi?”

“Aku nangis aja ya Han biar nyeseg dan sedihnya hilang…”

“Iya… :)”

Lalu menangislah. Mengalirkan sedih, marah, dan prasangka-prasangka itu melalui air mata. Berharap menjadi kering dan kemudian hilang.

“Han, aku ingin bisa lebih bersabar…”

“Iya…teruslah belajar…”

“Han, maafkan aku karna tadi sempat emosi ya…”

“Iya…menyadari hal itu pun sudah menjadi maaf buatmu…”

“Han….. Terimakasih selalu mendengarkanku, dan selalu ada untukku…”

“Iya… Aku akan selalu besertamu… Karna kau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi kamu…”

Perempuan itu menangis dan Tuhan memeluknya, menepuk-nepuk pundaknya dengan kelembutan. Dia yang masih saja seperti anak kecil ketika mengadu kepada Tuhannya, dia yang memilih menangis ketika sesuatu terjadi padanya, lalu memilih belajar bersabar dalam kesesakannya. Tuhan membelainya dengan kasih dan mengalirkan kedamaian dalam hatinya. “Aku mengasihimu nak….”