Turnamen Foto Perjalanan #57: Langit Biru

Huwoooo….temanya bikin gak kukuuu… Here is my sky…

2015/03/img_8579.jpg

Foto ini diambil pagi tadi (3 Maret 2015) sekira pukul 07:00 pagi saat berangkat kantor dari kawasan Prambanan, Sleman menggunakan iPhone 5 tanpa suntingan. Hamparan hijau menguningnya padi berpadu dengan biru langit pagi. Indahnya alam Indonesia. That’s why i love this country so deep.

Foto ini diikutsertakan pada Turnamen Foto Perjalanan 57 : Langit Biru

Nada untuk Asa: Positif Menghadapi Hidup

Pagi tadi seorang teman mengirim pesan lewat BBM: “di Jogja film Nada untuk Asa diputer ndak? Recommended, jeng. Bagus!”. Hmm…saya yang tidak rajin memerhatikan judul-judul film yang sedang tayang di sinema di Jogja pun langsung membuka laman 21cineplex. Oh ternyata diputar. Saya baca sekilas sinopsisnya di laman itu dan memutar trailernya. Lalu saya balas pesan teman saya: “OK, nanti aku nonton”.

~o0o~

Nada, diperankan oleh Marsha Timothy, dihadapkan pada kematian suaminya yang ternyata disebabkan oleh AIDS. Kehidupannya bertambah remuk saat hasil tes darah dirinya menyatakan ia positif HIV, juga pada bayinya, Asa. Menjalani kehidupan sebagai orang positif HIV tidaklah mudah. Penolakan dari keluarga, dari lingkungan, bahkan dari dirinya sendiri. Asa dewasa pun mengalami hal-hal yang menyakitkan karena dirinya positif. Tetapi Asa adalah gadis yang kuat, berani menghadapi hidup. “Orang-orang mungkin kagum dengan orang yang berani mati. Tetapi bagi kami orang-orang positif, butuh kekuatan untuk kami berani hidup!” begitu ucap Asa pada Wisnu (Darius Sinartria), laki-laki yang pernah menjadi pendamping orang-orang dengan HIV/AIDS, yang kemudian jatuh cinta pada Asa.

Film yang disutradari Charles Gozali dan dibintangi pemain-pemain berkelas seperti Marsha Timothy, Acha Septriasa, Mathias Mucus, Buthet Kertaraharja, Wulan Guritno, Irgi A. Fahrezi, dll ini dikemas dalam alur bolak-balik. Pemilihan setting dan properti yang pas membuat penonton mengikuti alur tersebut dengan smooth. Didukung musik yang diolah oleh Pongky Prasetyo menjadikan film bergenre drama ini menjadi apik untuk dinikmati.

Nada untuk Asa, dalam durasinya yang cukup singkat ini memberikan banyak pesan untuk kita, khususnya untuk saya pribadi. Bagaimana kita dibukakan pada kenyataan kehidupan para ODHA, menyentuh nurani saya tentang bagaimana saya musti memperlakukan para ODHA sebagai teman, sahabat, saudara. Mereka bukan ancaman, mereka adalah korban, di mana mereka pun berhak menjalani hidup seperti orang-orang tanpa HIV/AIDS. Begitu juga semangat para ODHA untuk melanjutkan hidup, berani menjalani hidup, membuat saya merasa betapa ringannya permasalahan hidup yang saya alami dibanding mereka. Melalui film ini juga kita kembali diingatkan tentang janji pernikahan: setia pada saat suka maupun duka, kaya maupun miskin, sehat maupun sakit. Dan yang tak kalah penting yang saya peroleh dari film ini adalah kekuatan pengampunan! Betapa Nada yang semestinya marah pada perempuan yang telah menularkan virus HIV di tubuh suaminya hingga akhirnya ia dan anaknya pun mengidap virus yang sama, memilih memaafkan perempuan itu, memaafkan perselingkuhan suaminya, berdamai dengan kenyataan dan menatap ke depan menghadapi kehidupan bagaimanapun juga.

Film ini tidak diputar pada bulan Desember, para peringatan hari AIDS sedunia, tetapi justru pada bulan Februari, bulan cinta. Menurut saya, ini memberikan persepsi baru, terutama bagi generasi muda, tentang bagaimana kita memaknai cinta. Cinta bukan hanya tentang kamu dan pasanganmu, tetapi juga dengan orang-orang di sekelilingmu, termasuk mereka para ODHA. Cinta bukan hanya tentang bahagia pada saat sehatnya, tetapi juga berjuang bersama pada saat sakitnya. Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton, baik untuk generasi muda maupun keluarga.

Terima kasih untuk Prima yang telah merekomendasikan film ini untuk saya tonton. Terima kasih untuk Nada, Asa, Wisnu, Bapak, keluarga Papa untuk segala pesan yang disampaikan melalui peran kalian di film ini. Terima kasih para ODHA untuk semangat yang kalian berikan untuk kami. Positif menjalani hidup!

81 tahun Bapak

Adalah syukur ketika masih bisa melihat senyum Bapak yang bahagia menyaksikan ulang video acara ulang tahunnya yang ke-80 tahun lalu. Seperti kembang api yang meletup-letup, mungkin begitulah yang beliau rasa ketika menonton video ulang tahun ke-80 pada saat usianya 81. Ya, 4 Februari lalu Bapak menambahkan lagi angka usianya menjadi 81. Puji Tuhan yang membuatnya terjadi.

Kami tak membuat pesta untuk ulang tahun Bapak kali ini, kami hanya berkumpul, bersyukur, berdoa, dan makan bersama di rumah. Semoga Bapak bahagia. Meski masih ada harapan Bapak yang belum terwujud, tetapi kami berdoa semoga Bapak tetap bahagia & semoga Tuhan segera mewujudkan, mengabulkan harapan Bapak itu. Amin.

2015/02/img_8103.jpg

2015/02/img_8173.png

2015/02/img_8159.jpg

2015/02/img_8152.jpg

Selamat ulang tahun, Pak… Semoga berlimpah sukacita, sehat, & bahagia. Tuhan memberkati…. #sungkem

Perjalanan 2014

2015

Selamat tahun baruuu….. Ish, terlambat banget ya. Haha… Gak papa deh, mumpung Januarinya belum habis, masih bisa ngucapin selamat tahun baru buat teman-teman semua :mrgreen: .

Jika menilik setahun ke belakang, sepertinya waktu berlalu dengan sangat cepat, tiba-tiba sudah tiba lagi tahun yang baru. Banyak hal dialami, tetapi yang paling tampak adalah tahun 2014 saya dipenuhi dengan perjalanan. Meskipun tentu saja tidak hanya itu. Ada syukur yang teramat sangat, seperti pada bulan Februari saat keluarga kami merayakan ulang tahun Bapak yang ke-80. Ada duka mendalam saat kehilangan sahabat, saudara, keluarga, si M yang adalah Simon, yang saya ceritakan di sini, pada bulan November lalu. Ada banyak cerita yang tak sempat kubagikan pada dunia. Baiklah, mari kita rangkum saja perjalanan 2014 menjadi satu postingan di blog yang sudah berdebu dengan jaring laba-laba belang di tembok keraton putih temboknya. Sepertinya ini bakal jadi postingan yang panjang… Skip-skip aja kalau lagi sibuk yaa… :)

Januari

Awal tahun 2014, saya melakukan perjalanan ke pulau Sumatera tepatnya ke Sumatera Barat. Perjalanan ini adalah dalam rangka ‘kopdangan’, kopdar sekaligus kondangan ke tempat Bundo LJ. Ini adalah pertama kalinya saya bertemu Bundo. Ini juga pertemuan pertama saya dengan  teman perjalanan yang luar biasa: Putri, Bunda Lily, Bunda Monda. Tak afdol rasanya sudah sampai bumi Minang tapi tidak jalan-jalan. Kami sempat berkunjung ke lembah Harau, tarusan Kamang, rumah puisi Taufik Ismail, Panorama, Taruko, Rumah Bung Hatta, Istana Pagaruyuang, dan banyak lagi. Menyenangkan pakai banget deh pokoknya… Pengen jalan-jalan bareng lagi. Kapan ya?!

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Februari

Bulan Februari adalah bulan bahagia bagi keluarga saya. Yes! Bulan ini Bapak kami berulang tahun pada tanggal 4, dan tahun 2014 kemarin adalah ulang tahunnya yang ke-80. Puji Tuhan, bersyukur atas anugerah kesehatan dan usia bagi Bapak. Kami mengadakan persekutuan doa bersama mensyukuri anugerah yang Tuhan berikan buat Bapak dan keluarga kami.

Di bulan Februari 2014 juga terjadi erupsi Gunung Kelud pada tanggal 13 dan tepat pada hari Valentine dini hari abu vulkaniknya sampai di Jogja dan menjadikan seluruh Jogja kelabu. Tetapi sejak beberapa hari sebelumnya, saya sudah berniat nonton konser KLa Project pas tanggal 14 itu. Jadilah nonton konser dalam kedukaan. Tapi untungnya konsernya diubah jadi konser amal, jadi lebih nyaman nontonnya :D

Karna abu vulkanik itu, kawan saya, Simon, yang punya tambak udang memanen udangnya, kebetulan sudah hampir tiba waktu panen dan takut kenapa-kenapa kalau tersiram abu segitu banyak. Diundanglah kami teman-temannya untuk ikut di panenan. Kami pun datang seperti kuceritakan di sini. Pulangnya kami dibawain satu plastik udang per orang. Bukan hanya itu, beberapa hari kemudian kami diundang lagi untuk syukuran panenannya. Ah, Simon…. How i miss you, Mon… :(

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Maret

Bulan Maret, sebelum tugas kantor bertumpuk-tumpuk, saya dan teman-teman kantor mengambil waktu untuk jalan-jalan. Gak jauh-jauh yang penting happy.. Kami jalan-jalan ke Gunung Api Purba Nglanggeran dan Pantai Sadranan dan Kukup di Gunung Kidul. Tentang pantai Sadranan sudah saya ceritakan di sini, tapi bolehlah saya kasih beberapa fotonya lagi di sini, ditambah foto di Nglanggeran yang belum saya bagi di blog. Hadeh…modus pamer bingit ya.. :D

Oiya, bulan ini saya berkesempatan kopdar dengan penulis buku Niskala, mas Daniel Mahendra, sekaligus kopdar dengan blogger senior seperti Bunda Tuti Nonka dan Uda Vizon.

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

April

April…mmm….ini bulan Pemilu kan yaa… Pemilu legislatif. Selain itu, ini juga bulan reuni. Saya reunian dengan teman-teman SMA yang tinggal di Jogja di kontrakan saya. Saya juga kedatangan sahabat baik waktu kuliah yang berasal dari Bali. Ini juga bulan yang happy :D

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Mei

Bulan Mei tahun lalu saya dapat kesempatan mengikuti training di Penang, Malaysia. Hampir sebulan saya di sana. Bertemu dengan teman-teman dari negara lain memang selalu menyenangkan. Menambah wawasan dan pengalaman, berbagi dan berdiskusi. Bersyukur mendapat kesempatan itu. Nah, selain belajar tentu saja ada sesi jalan-jalan. Haha…. Saya berkesempatan mengunjungi George Town dan Bukit Bendera di Penang, lalu Twin Tower, Putrajaya, dan Batu Cave di Kuala Lumpur. Bersyukur, bersyukur, bersyukur…

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Juni

Bulan Juni kantor kami ‘bandung bondowoso’ melaksanakan pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran yang akan melaksanakan kurikulum 2013. Bulan ini saya tidak mengenal hari Sabtu-Minggu. Everyday is a working day, dengan perjalanan ke sana kemari. InsyAllah kami ikhlas, meskipun sekarang kurikulum 2013 dihentikan sementara implementasinya. Yup, memang masih banyak kekurangan di sana sini pada tataran implementasi, tetapi secara konseptual K13 bagus kok, tidak berubah 180 derajat dari kurikulum sebelumnya tetapi hanya melengkapi. Ups! Kok jadi bahas kurikulum. Hihi… Back to postingan jalan2 aja ya :mrgreen:. Nah, di bulan Juni ini, keluarga kami juga mantu ponakan. Padahal saya masih ribet dengan kurikulum. Akhirnya pas tanggal itu saya minta lokasi pelatihan yang di Purworejo biar bisa izin sehari untuk datang ke nikahan ponakan. Puji Tuhan, akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga di hari pernikahan ponakan :)

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Ternyata udah panjang dan lebar ya, padahal baru 6 bulan ni ceritanya… Hmm… Mau dilanjutin sampai Desember atau dipotong sampai sini dulu ya?? Ah, berhubung tahun 2014 blog ini cuma berisi 19 postingan, jadi dipotong jadi 2 aja deh, biar dapat 2 postingan. Hihi…. Jadi, demikian dulu cerita tentang perjalanan saya di tahun 2014 ya, teman-teman. Ini buat arsip pribadi saya aja sih. Terima kasih buat yang masih sudi mampir dan berkenan baca ^_^ .

Salam hangat dan jangan lupa bahagia :)

Bapak…

20141122-233845.jpg

Bapak, pada kerut keriput kulitmu, tersimpan perjuangan membesarkanku.. Pada mata yang kian waktu kian menyipit, tergambar jelas besarnya perhatianmu.. Pada rambut yang telah putih keemasan, terpancar kebijaksanaan, mandidik dan mengajar melalui teladan…

Bapak, meski ragaku tak selalu bisa menyentuhmu, tetapi batinku selalu mendoakanmu. Pada dering telepon yang menghubungkan kita, sekedar bercerita, dan kita sama bahagia. Teruslah sehat, Pak.. Hingga nanti aku memberimu cucu.. dan engkau lengkap bahagia… Aku mengasihimu, Pak… Selalu….

nak ragil yg mengasihimu
~Tanti~

Foto ini untuk memperingati hari Ayah Nasional dan diikutsertakan dalam lomba foto blog “Aku dan Ayah” di Surau Inyiak