Poetry Hujan: kemarau kata hujan

Hujan datang, memberi kabar bahwa kemarau telah tiba.
Aku harus menunggu tanah mengering sebelum mengiyakan kata-katanya.

~tt~

22 Juni 2010

 Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis.

14 thoughts on “Poetry Hujan: kemarau kata hujan

  1. LJ says:

    sedangkan aku harus menunggu
    sampai memerah jambu kata-katamu.

    **sukses ya t.. 😛

    Bundoooooo……sudah memerah jambu ni Bun kata-kataku….
    Makasih ya Bun…. 😀
    #jingkrak2

  2. ais ariani says:

    ehem.. aku pengen ikutan kuis ini, tapi kok ya ndilalah Jogja udah gak ujan lamma banget. jadi hawanya kurang dapeeet gitu loh
    *heleh, udah komen ngelantur, pake colongan lagi..
    anyhow, sukses yah mbak ti buat kuisnya.
    🙂

    Ayo ikutan Is..ngrame2in..hehe.. 🙂

    tanahnya udah kering belon sekarang? udah bisa jawab belum..
    😳

    kaya’nya udah deh… Denger2 tahun ini ada kemarau..

  3. Usup Supriyadi says:

    saya butuh waktu lama untuk meresapi baris pertama. hm…

    sudah ketemu belum jalan ceritanya?? hehe.. 🙂

Any comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s