Serba-Serbi Cerita Lalu

Setelah vakum 1 minggu dari dunia blogging (halah! baru juga 1 minggu 😀 ), saya datang lagi dengan cerita yang lumayan sudah lalu. Tapi tak apalah saya tuliskan di sini, biar jadi catatan pribadi saya, syukur-syukur bisa dinikmati teman-teman semua. Hehe… Kebetulan banyak kegiatan di bulan puasa dan lebaran kali ini. Dari festival musim panas, camp dengan siswa-siswi SMU, juga perayaan Idul Fitri 1433 H. Saya tulis satu-satu ah..

1. Festival Musim Panas

Setiap tahun di musim panas, di Jepang ada perayaan Obon. Perayaan Obon ini dilakukan untuk ‘menyambut’ arwah leluhur yang dipercaya datang mengunjungi anak cucunya. Pada saat ini, orang Jepang akan melakukan berbagai upacara penyambutan dengan festival-festival dan juga memberikan persembahan pada leluruh. Beberapa festival itu di antaranya festival kembang api (hanabi) dan festival bon odori (tarian bon). Di perfecture Tokushima, hanabi terbesar ada di kota tempat saya belajar sekarang, Naruto, yaitu meluncurkan 5000 kembang api dalam durasi waktu 1 jam. Keren? Tentu saja 😉

Kemudian, puncak festival musim panas adalah bon odori. Di Tokushima disebut Awa Odori. Seperti tahun lalu, kami pelajar Indonesia di Tokushima pun ikut berpartisipasi dengan menari di festival ini. Untuk tahun ini kami dapat berkat luar biasa. Kenapa? Karna pada hari kami menari, Senin 13 Agustus 2012, hujan turun dengan lebatnya. Tetapi karna jadwal sudah tersusun, jadi kami tetap menari di bawah hujan, begitu juga dengan penari-penari lainnya. Yang bikin saya salut, penonton tetap penuh meski hari hujan. Hujan tak mengurungkan niat mereka untuk menikmati Awa Odori. Mereka tetap berdiri atau duduk di kanan kiri jalan dengan mantel atau payungnya. Dan yang bikin kami seneng lagi, kami nongol di TV, disiarkan tiga kali dalam sehari. Asyik…wajah-wajah kami dengan kebaya, batik, dan lurik saat menari di bawah hujan rupanya menarik perhatian reporter televisi. Hasilnya, saya dapat telepon dari Sensei maupun teman yang menyaksikan televisi hanya untuk mengabarkan: kamu masuk TV. Hehehe…. 😀

Hari selanjutnya, Rabu, 15 Agustus 2012, saya ganti menjadi penonton festival Awa Odori. Karna ini tahun terakhir saya di Jepang, jadi saya tidak sia-siakan untuk menikmati festival musim panas dengan mengenakan yukata, seperti yang orang-orang Jepang kenakan ketika mereka menikmati festival.

Berikut beberapa gambarnya. Biarlah gambar yang bercerita.

Festival Kembang Api di Naruto, 7 Agustus 2012

Meski hujan tetap menari.
Meski kuyup tetap narsis.
Meski harus berteduh di bawah spanduk tetap dijalani.
Alat musik pun harus dimanteli supaya tidak ‘sakit’.
Awa Odori festival, 13 Agustus 2012

awa odori 2012

awa odori 2012

awa odori 2012 1

Baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, anak-anak maupun kakek-kakek, semua menari bersama, semua bergembira.
Awa Odori festival, 15 Agustus 2012

Menyaksikan Awa Odori dengan mengenakan yukata.

Sebenarnya ingin saya ceritakan semua, sampai acara camp maupun perayaan Idul Fitri. Tetapi ternyata saya sudah ngantuk berat. Jadi saya sudahi dulu ya… Baiklah, berarti tulisan ini jadi Serba-Serbi Cerita Lalu part I. Besok saya lanjutkan untuk part II dan III-nya.

Salam saya,
Titik.