Lebaran sebentar lagi..

#edisi curhat dan mengenang masa lalu

Selamat hari Sabtu rekan semua, bagaimana kabarnya? Yang berpuasa, lancar selalu kan? Puji Tuhan. Tidak terasa sebentar lagi Lebaran ya? Sudah persiapan apa saja nih? Bikin kue lebaran? Beli (beliin) baju lebaran? Mudik?

Waktu kecil dulu, menjelang Lebaran, ibu juga ikut bikin kue-kue lebaran karna pada saat lebaran banyak saudara dan tetangga yang datang berkunjung. Kebetulan waktu itu kami masih tinggal di daerah pedesaan yang tingkat kekeluargaannya masih sangat tinggi. Momen lebaran adalah momen silaturahim, tak peduli apa agama kami. Kami pun berduyun-duyun saling berkunjung ke tetangga-tetangga dan saudara-saudara. Kepada yang lebih tua (simbah terutama) kami sungkem sedang pada yang masih muda salim dan mengucapkan “sugeng riyadi”. Tetapi tradisi kunjung mengunjungi itu kini sedikit meluntur setelah adanya tradisi syawalan RT. Beberapa orang ‘mengandalkan’ acara tersebut untuk bertemu warga lain dan berhalal bihalal di sana, tidak berkunjung ke rumah-rumah. Mungkin hanya di tempat-tempat terrentu saja terjadi fenomena seperti itu ya…

O iya, balik ke kue lebaran. Kue apa yang biasanya teman buat atau sukai ketika lebaran? Kalau saya: tape ketan dan kacang bawang. Hihi… Dulu Ibu sering bikin tape ketan untuk lebaran. Jadi Bapak selalu menanam ketan hitam meski hanya sepetak supaya pada saat lebaran bisa bikin tape ketan. Favorit banget saat itu. Selain itu Ibu juga selalu bikin kacang bawang. Bikin kacang bawang itu penuh tantangan. Pada saat mengupas kulit ari kacang, perlu kesabaran ekstra sampai kulit jari kita berkerut-kerut. Tapi setelah jadi, cepat sekali habisnya. Haha… Terus kerupuk-kerupuk semacam rengginang, kerupuk gendar/puli, emping, gitu-gitu juga jadi penghuni meja rumah kami. Toplesnya? Kaleng Kong Guan. Haha…jadi bener banget kalau ada yang bilang: “hati-hati penipuan, Kong Guan isi rengginang”. Hahaha..

Terus, momen lebaran juga jadi momen yang ditunggu-tunggu Titik kecil. Kenapa? Karna pada saat lebaran, Titik kecil dibeliin baju lebaran oleh Om atau kakak. Horeee…. Titik kecil kok ya sudah sadar lho kalau orang tuanya tidak mampu membelikan baju baru dan hanya mengandalkan hadiah dari Om di hari lebaran untuk menambah koleksi bajunya. Tidak pernah Titik kecil minta baju baru pada Bapak/Ibu. Nanti kalau lebaran, baru deh nunggu-nunggu: mana ya THR dari Om. Hehe…

Kalau sekarang, sudah tidak nungguin Om lagi biar dapat baju baru. Tapi nungguin hadiah kontes. Ups! Haha… Untuk lebaran tahun ini, Puji Tuhan, saya dikirimi baju lebaran dari Jakarta oleh Pakdhe di Surabaya. Batik cantik yang saya pakai ke kantor waktu mudik sebentar kemarin. Terima kasih, Pakdhe Cholik. Kata teman-teman, cantik. Bajunya panjang sampai ke lutut, kata teman saya cocok dijodohin dengan legging. Tapi berhubung saya tidak suka legging, jadi tetap saya celana panjangi. Bagus tidak, Pakdhe?
20120811-113403.jpg

Ngomong-ngomong tentang mudik, saya ngerasain mudik ya ‘cuma’ dari Jogja ke Purworejo. Itupun sebenarnya dilakukan setiap minggu, bukan hanya saat lebaran. Tapi momen mudik saat lebaran itu rasanya beda. Bapak pasti wanti-wanti supaya hati-hati, jalanan ramai, memastikan pulang jam berapa, dan kalau dari prediksi waktu sampainya kok saya belum sampai, pasti HP akan penuh dengan missed call. Hehe… Nanti sampai rumah, Bapak sudah duduk di teras dan akan tersenyum cerah melihat saya muncul di depan rumah. Hihi… Sudah 4 kali lebaran saya menyaksikan itu, karna sebelumnya saya pulang dengan bus, dan sebelumnya bukan hanya Bapak yg menyambut, tapi juga Ibu. Tahun kemarin saya tidak mudik, dan tahun ini….. #saatnya curhat… Tahun ini saya juga tidak mudik. Tidak seperti tahun kemarin yang cukup kuat saya hadapi *tsaah*, tahun ini saya merasa ingiiiin sekali mudik. Haduh… Melihat status-status teman-teman di facebook tentang mudik, hati saya bergetar…hiks…. Pengen ikut…apalagi habis lebaran nanti ada momen membahagiakan salah satu anggota keluarga. Ah… 😦

Saya kuat-kuatin deh, berlebaran di sini lagi 🙂

Selamat menyambut lebaran ya teman-teman.. Yang mudik, selamat mudik. Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan bertemu dan bersulaturahim bersama seluruh kerabat. Salam saya untuk keluarga ya… Sugeng riyadi… 🙂