Pensil kesayangan

Saya sedang sedih 😦

——————————–

Teman-teman, apakah teman-teman punya suatu barang yang teman-teman sayangi? Saya punya. Banyak. Salah satunya adalah pensil mekanik saya. Pensil ini sudah saya miliki sejak tahun 2008 lalu. Saya suka sekali dengan pensil ini. Selain pensilnya yang enak dipakai, isi pensilnya juga empuk (saya memilih merk yg sama untuk isinya). Selama tiga tahun belakangan, pensil inilah yang menemani saya menjalani rutinitas pekerjaan, mengerjakan dan mengoreksi laporan-laporan di kantor sebelum diserahkan pada kepala seksi, mengerjakan soal-soal matematika, dan lain-lain. Juga ketika saya merantau ke negeri orang, pensil ini pun saya bawa. Selama kuliah saya SELALU menggunakan pensil ini. Bahkan sepertinya saya tidak pernah mengunakan bolpoin. Hanya pensil dan highlighter yang menemani saya di kelas maupun waktu belajar.

pensilku sayang

Sebenarnya ini adalah pensil ‘kedua’ saya. Tapi saya merasa ini adalah pensil yang sama. Dulu ketika awal-awal menggunakan pensil ini, pensil ini pernah hilang oleh BunAff. Jadi di suatu rapat, BunAff meminjam pensil ini dan dia lupa di mana dia menaruh pensil itu. Akhirnya dibelikan lagi oleh dia dengan tipe dan warna yang sama persis. Jadi saya merasa ini adalah pensil saya yang dulu, tidak berubah baru. Terimakasih ya Bun udah dibelikan lagi.

Ketika penghapus di ujung pensil sudah habis, saya ikat sebuah penghapus di ujung pensil, supaya mudah menghapus kalau saya melakukan kesalahan. Praktis. Tidak perlu membawa pensil dan penghapus secara terpisah -karena penghapus yang kecil mudah hilang-, tapi langsung satu paket dengan pensilnya. Melihat bentuk pensil saya, teman-teman banyak yang tertawa. Lucu katanya. Dan pernah suatu hari, teman saya meminjam pensil saya itu, dan dia bilang: wah, pensilnya berat. Hehe..bercanda saja sebenarnya. Tidak begitu berat kok. Dan begitu dia selesai menggunakan pensil saya, langsung saya minta balik. Dia bilang: duh, sayang betul sama pensilnya, gk mau pisah lama-lama. Hehe…

Begitulah kecintaan saya dengan pensil saya. Maka ketika hari ini saya menyadari bahwa pensil saya hilang, saya sangat sedih. Lalu ketika saya ingat-ingat, saya menduga, pensil saya jatuh di suatu tempat jauh dari sini ketika saya berkunjung ke sana dan isi tas saya tumpah semua. Pada saat itu keadaan gelap, saya mengambili tumpahan tas saya itu dan mungkin pensil saya tidak ikut terambil :(. Sedih.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengambil foto pensil saya itu. Waktu itu rencananya saya mau posting tentang pensil kesayangan saya itu. Tapi hanya ngendon di draft dan belum dilanjutkan. Ternyata sekarang, ketika saya menulis ini, pensil saya sudah tidak ada bersama-sama dengan saya. Saya kehilangan, tapi bersyukur karna sempat mengabadikannya dalam bentuk gambar (duh, tampak lebay ya..).

Semoga siapapun yang menemukanmu bisa memanfaatkanmu dengan baik dan menyayangimu seperti aku menyayangimu ya pensil…

This slideshow requires JavaScript.

Saya masih punya pensil lain, hadiah dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang kemarin dulu saya kunjungi. Warnanya hijau, dan ternyata merknya sama. Mulai sekarang saya akan menggunakan pensil itu. Semoga seiring berjalannya waktu, saya akan menyayangi pensil hijau ini seperti pensil abu-abu yang dulu. Amin.

Yang lagi lebay karna kehilangan pensil,