Bayi dan renang..

Setelah beberapa waktu lalu baca cerita Jeng Omie tentang baby-nya yang excited waktu renang, pagi ini sy dapat email dari Indonesia Parenting Club tentang berenang pada bayi dan pengaruhnya terhadap IQ anak. Sy merasa email tersebut cukup bermanfaat jika sy bagikan. Sy share di sini ya…

Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tidak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun.

Ternyata bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah

MANFAAT BERENANG
* Menghilangkan rasa takut pada air

Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi.
* Sarana bermain
Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman. Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan.
* Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik
Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga.
* Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri
Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar.
* Kemampuan sosial
Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.
* Meningkatkan IQ
Keuntungan lainnya, gerakan anggota badan si kecil saat berenang pun, diduga dapat merangsang pertumbuhan syaraf-syaraf tepi. Sehingga syaraf otaknya menjadi lebih aktif dan diharapkan mampu meningkatkan kepintarannya. Jadi jangan lupa untuk menemani si kecil saat berenang, karena kedekatan yang terjalin erat antara orangtua dan anak adalah yang terpenting bagi perkembangannya. Keakraban antara orangtua dan anak, sangat berharga saat ia dewasa kelak.
Nah, mari bunda, ajak batita kita berenang. 🙂

mari berolahraga..

Dulu (halah! lagi2 diawali dengen dulu), sy bukan orang yang gemar berolahraga. Meski begitu bukan berarti saya tidak pernah berolahraga lho. Hampir tiap hari saya berolahraga. Waktu SMP, berangkat-pulang sekolah saya jalan kaki, 4-5km dari rumah, itu sudah termasuk olahraga kan ;). Lalu waktu SMA, berangkat-pulang sekolah saya naik sepeda, olahraga juga tuh..hehe.. Kadang-kadang saja saya berenang, waktu SMP ikut ekstrakurikuler berenang 1 caturwulan, cukup bikin saya bisa sedikit gerakan renang yang paling dasar yaitu gaya katak (itu juga cuma asal bisa ngapung ma gerak ke depan doang, hehe). Waktu kuliah saya hampir tidak pernah berolahraga. Hanya sesekali diajak teman berenang, mungkin gk sampai 5 kali seumur kuliah. Pernah satu kali ikut kakak2 di organisasi naik gunung, ke Sindoro waktu itu, sampai puncak lho (halah! bangganya :P). Berhubung tidak pernah berolahraga, setelah turun gunung, sampai kost kaki terasa lemas, jalan jadi glear gleor, sampai sama teman dibilang jalannya ky orang hamil. Hihi…

Sekarang, saya jadi gemar berolahraga. Awalnya untuk mengisi waktu. Teman bilang, olahraga juga baik untuk menghindari stress. Larilah saya ke olahraga. Beberapa tahun lalu saya ikut senam, aerobik & BL. Kebetulan setiap hari Jumat kantor menyediakan waktu untuk pegawainya berolahraga sampai pukul 10. Saya dan teman2 putri memanggil instruktur senam dan seusai SKJ bersama, kami menuju cabang olahraga masing-masing dan saya menuju ke cabang olahraga senam. Setiap jumat badanku senam sesuai irama, berkeringat dan segar. Sampai akhirnya instruktur kami menikah dan hamil. Kegiatan olahraga aerobik pun berhenti. Saya dan teman-teman beralih ke badminton. Beberapa teman putri yang berminat pada badminton kami kumpulkan. Jadilah setiap Jumat kita menuju cabang olahraga badminton. Sampai akhirnya beberapa teman hamil dan tidak bisa melanjutkan badminton. Dengan berkurangnya peserta, akhirnya lambat laun olahraga badminton pun berhenti. Tapi bukan berarti semangat berolahragaku luntur. Lagi-lagi kami mengumpulkan teman-teman muda yang mau diajak olahraga, kali ini kita beralih ke tennis. Tennis memang sudah menjadi olahraga yang biasa di kantor. Tapi kebanyakan yang main tennis adalah ibu2 dan bapak2 yang sudah senior, sudah pintar2, dan mahir2. Pemula-pemula seperti saya jadi malu kalo bergabung dengan mereka. Akhirnya kita para pemula pemain tennis bikin jadwal main tennis sendiri di luar jadwal bapak2 dan ibu2 itu. Ditetapkanlah Senin dan Rabu sore sebagai jadwal berlatih tennis kami. Beruntungnya, senior2 tennis kami menyambut semangat berlatih kami. Disediakanlah satu orang pelatih (yang juga salah satu dari mereka) untuk melatih tennis. Kami betul-betul dari awal, dari cara pegang raket sampai akhirnya sekarang kami sudah lumayan bisa main. Kepala lembaga pun menyambut baik semangat para pemuda ini, selalu memberi motivasi dan semangat pada kami untuk terus berlatih.

Di tengah semangat kami berlatih tennis, kantor punya kebijakan untuk merenovasi lapangan tennis. Terhitung mulai tanggal 1 Maret nanti lapangan tennis kami dibongkar dan direnovasi. Artinya kami harus menyewa lapangan tennis di luar kantor kalau kami mau terus berlatih tennis. Selama kurang lebih 2-3 bulan. Hmm…lama juga ya…

Hari jumat ini, ya tadi, saya dan dua orang teman mengisi waktu olahraga dengan berenang. Sudah hampir 3 tahun saya tidak berenang. Hari ini saya berenang lagi. Lumayan bisa berenang mengelilingi kolam beberapa putaran. Cukuplah untuk waktu 1 jam. Sepulang dari berenang terbersit keinginan: bagaimana kalau selama lapangan tennis dipugar, kita isi Senin dan Rabu sore kita dengan berenang? Yes! Saya lihat jadwal kolam renang khusus perempuan di sebuah kolam renang di sini adalah hari Senin dan Rabu pkl. 15 s.d. 20, Kamis pkl. 16.00, dan Jumat pkl 11. Pas banget dengan jadwal tennis kami. Bahas punya bahas akhirnya disepakati, selama lapangan tennis dipugar, kami ganti olahraga kami menjadi renang. (Hmm…gimana nasib yang laki-laki ya? Belum kukonfirmasi lagi :P)

Olahraga. Pasti kawan semua sudah tau pentingnya berolahraga. Puji Tuhan saya tidak gampang sakit. Selama 4 tahun bekerja baru satu kali saya sakit, itu pun ‘cuma’ panas demam. Tubuh pun jadi lebih segar, tidak mudah capek, dan lebih bersemangat. Sekaligus saya ingin meningkatkan nafsu makan saya supaya badan lebih berisi (pengengemuk.com). Katanya setelah berolahraga nafsu makan jadi meningkat, maklum kalo cape berolahraga jadi laper, hehe…

Mari kawan kita berolahraga. Sisihkan sebagian waktu untuk berolahraga. Badan sehat, kerja jadi lebih semangat….. 😀 😀 😀

Salam olahraga!