di Jarimu

Di Jarimu
Oleh: Bernard Batubara

Laksmi, di permukaan mataku kau menuliskan luka,
Lalu memaksa bibirku yang sedang kaulumat dengan ucapan perpisahan membaca kata demi kata.
Kita begitu fasih mengahancurkan pilihan dan tak pernah tahu bagaimana cara mengembalikan.
Sementara air mata sibuk mencari jalan pulang,
takdir melingkar tenang di jarimu serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat.
Aku tak mampu menulis di tanganmu,
sebab sebuah genggam tak cukup menahan puluhan rencana kepergian.
Kita begitu hapal cara saling menemukan,
tapi tak pernah paham bagaimana cara bertahan.
Di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai.
Tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain.
Jauh dari yang tak akan kembali,
jauh dari yang tak akan pernah terjadi….

 

*puisi milik Bernard Batubara
*suara milik Rahne Putri
*video milik Tjah Aiu 

Mushola Al Khawarizmi, mushola di kantor kami

Mushola Al Khawarizmi

Mushola Al Khawarizmi

Ini adalah mushola terdekat di lingkungan saya, yaitu mushola Al Khawarizmi PPPPTK Matematika.

Mushola Al Khawarizmi berada di dalam kantor, ‘terjepit’ di antara gedung SEAMEO QITEP in Math & asrama. Meski posisinya nylempit tapi mushola ini cukup luas, dapat menampung +/-150 jemaah. Nama Al Khawarizmi diambil dari nama bapak aljabar. Mushola ini kadang digunakan untuk sholat Jumat juga apabila sedang ada pelatihan di kantor. Tetapi apabila tidak ada peserta diklat, umat muslim sholat Jumat di masjid terdekat.

Nah, jika Anda berkunjung ke kantor kami, tak perlu bingung ke mana harus menjalankan ibadah sholat, mushola Al Khawarizmi ini tempatnya. :)

Salam.

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

 

Sadranan i’m in love

pantai sadranan.jpgMelihat landscape di atas, bayangan kalian pantai indah itu ada di mana? Bali? Lombok? Hoho… Pantai indah itu ada di Jogja, tepatnya di Gunung Kidul, DIY. Namanya: Pantai Sadranan.

Minggu kemarin, saya dan teman-teman kantor melakukan perjalanan ke Gunung Kidul, dan salah satu destinasi wajib kunjung di Gunung Kidul adalah pantai. Kita menuju pantai-pantai selatan di wilayah Gunung Kidul yang dulunya dikenal dengan area BKK. Apa itu BKK? BKK itu Baron-Kukup-Krakal. Dulu yang terkenal memang 3 pantai itu. Tetapi lama-lama, semakin banyak pantai-pantai indah yang dikembangkan untuk area wisata.

Memasuki pos retribusi, kita membayar biaya retribusi 10 ribu rupiah per kepala, dan itu sudah bisa menikmati 10 pantai di areal BKK situ. Murah banget. Tapi ada yang mengganjal buat saya, karena kita membayar untuk 8 kepala dan hanya dikasih karcis 2 lembar. Hmm….ke mana 6 lembarnya??

OK, tujuan pertama kami ke pantai Kukup. Saya sudah pernah kemari, mudah-mudahan nanti bisa saya tuliskan tentang pantai ini juga :). Selanjutnya kami ingin ke pantai Pulang Syawal/Indrayanti, tapi saya pengen ke pantai yang belum terkenal aja. Akhirnya teman yang pegang kemudi membelokkan mobil ke pantai Sadranan. Pantai Sadranan ini kalo dari pantai Kukup ambil arah kanan, melewati pantai Krakal masih lurus saja, nanti ketemu pertigaan yang ada plang pantai Sadranan gitu ambil kanan lagi. Nah, habis itu ketemu penginapan baru deh ambil kiri, jalan kecil dan berbatu. Mungkin karna aksesnya belum lebar makanya sampai sana hanya ada beberapa motor yang parkir dan mobil kami saja. Waw!! Begitu memasuki kawasan berpasir putih, jantung saya langsung berdesir, masyaAllah….keren sangaaadddd…..!! Saya ambil alih kamera yang tadi dipegang teman: aku mau motret2!!

pantai sadranan gunung kidul.jpg

20140327-213239.jpg

Airnya di sini jerniiiih banget!! Kamu bisa liat ikan kecil-kecil warna warni di sini. Lucuuu…. Saranku sih jangan diambil, dinikmati aja. Toh kalau diambil, dibawa pulang juga mungkin cuma akan mati karna kadar garam airnya tidak sesuai. Biarin aja mereka berenang-renang di sini yaa… :)

ikan mungil di pantai sadranan.jpg

Pantai Sadranan ini tempatnya masih sepi, padahal keindahannya tiada tara begini. Ombaknya hampir tidak ada. Pantai ini berkarang, jadi ombak sudah pecah membentur karang di tengah sana, sampai di pinggir sudah tinggal gelombang kecil saja. Nyaman banget kalau dipakai berendam. Sayaaaang banget kemarin gak bawa baju renang atau setidaknya yang bisa basah-basahan. Makanya masih penasaran pengen ke sana lagi, pengen berendaaam.. ^_^

20140327-214251.jpg

20140327-214258.jpg

20140327-214323.jpg

Gimana? Kereeen kan?

Lho, foto Tt mana? Eh, belum ada ya?? Tenang..tenang.. Tt mah gak bakal ketinggalan nampang. Hihihi… Nih!

20140327-214744.jpg

20140327-214757.jpg

20140327-214813.jpg

20140327-214831.jpg

Harapanku, pantai ini akan tetap bersih seperti ini. Gak usah ramai-ramai deh, yang ramai biar di Indrayanti aja :P. Tapi habis kemarin foto pantai ini dishare sama admin twitter @JogjaToday dan banyak yang retweet, kayanya pantai ini bakal makin ramai nih.. Yang penting tetap jaga ketenangan dan kebersihan yaa…

Salam #pokokepiknik \^_^/

Gagal Menemukan Sang Ratu #myDreamyVacation

Sore tadi selepas jam kantor, saya sempat mengetik beberapa paragraf tentang my dreamy vacation seperti yang ditanyakan Mak Indah. Sudah thirik-thirik gitu deh ‘mimpi’ jalan-jalan saya. Dari Sumatera sampai Papua.. Yang Belitung, Derawan, Bromo, Tana Toraja, sampai Raja Ampat. Tapi ketika akhirnya saya menyimpannya di draft, menurup browser internet, shut down dan keluar ruangan, saya dapati langit di sisi barat masih biru padahal waktu sudah menunjuk pukul 17:15. Saya buru-buru mengirim pesan ke kawan saya: aaa…ceraaahhh!! Dan sebuah perjalananan pun dimulai.

Suatu hari ada teman bertanya pada saya: senja di Ratu Boko itu indah banget ya, Tik.. (semacam pemberitahuan yang meminta persetujuan). Hmm?!! Saya gelagapan sendiri. Saya belum pernah ke Ratu Boko :( . Lalu saya browsing di internet dan menikmati foto-foto senja di Ratu Boko yang memang indah bangettt…!!! Coba lihat yang ini:

20140319-234805.jpg
credit

Indah kaaannn??? 😩

Sejak peristiwa itu, saya punya keinginan kuat untuk bisa menikmati senja di candi Ratu Boko! Sendirian!
Tapi sore akhir-akhir kemarin belum bersahabat, kalau tidak hujan ya saya pulang kemaleman. Dan waktu sore tadi pulangnya masih terang benderang, maka saya pun segera mengarahkan Jeung Ngatini (motor saya) melaju ke arah Candi Prambanan. Dari kantor saya hanya 25 menit. Dari Candi Prambanan, Candi Boko masih ke selatan kira-kira 3km. Saya dan Jeung Ngatini pun cepat melaju. Tujuannya supaya masih dapat senja di Ratu Boko.

20140320-002137.jpg

Tapi apa yang terjadi? Saya kesasar, Saudara! Jadi sampai plang parkir bus Ratu Boko, ternyata portalnya tertutup. Saya lalu meminta bantuan google map untuk menunjukkan rute menuju Ratu Boko. Google map memang membantu. Tapi dikasih plus juga bantuannya: plus nyasar! Senja sudah mulai rendah, horizon sudah menjingga tuh, saya makin tertantang donk untuk nyari jalan menuju candi. Saya pun kembali ke tempat masuk parkir bis yang portalnya tertutup tadi, lalu meneruskan gas ke selatan sampai ada plang arah Ratu Boko lagi. Saya ikuti plangnya. Senja mulai berubah kelam. Binatang-binatang kecil mulai menyambar-nyambar mata yang walaupun sudah kaca mataan terap kesamber juga. Saat memasuki perkampungan, saya mulai curiga. Jalannya sempit dan menanjak. Semula masih ada lampu jalan, tapi lama-lama kok gak ada, gak ada orang lewat juga, hari sudah mulai gelap dan saya sendirian!! Aaaakkk…. Langsung saja kasih komando ke jengNgat: ambil u-turn, segera!! Yak, kami pun putar balik dan pulang…… Hiks banget ya.. Udah sampai ‘lokasi’ Ratu Boko, tapi akhirnya tak menemukan Sang Ratu :( Tapi daripada sudah jauh-jauh gak dapat foto apa-apa, baiklah jepret dulu senja yang hampir habis itu.. Nih!

20140319-235053.jpg

Saya masih penasaran dengan senja dari candi Ratu Boko! Saya harus ke sana lagi!! Sampai menemukan Sang Ratu!! Harus!! *kepalkan tangan tinggi2*

It’s My Dreamy Vacation!!! *sederhana yak, cuma nemuin Ratu (Boko), lalu nikmatin senja di situ, iya di situ doang, gk jauh2…*

20140320-000611.jpg

Ikutan giveawaynya Mak Indah Nuria Savitri ^_^