Mushola Al Khawarizmi, mushola di kantor kami

Mushola Al Khawarizmi

Mushola Al Khawarizmi

Ini adalah mushola terdekat di lingkungan saya, yaitu mushola Al Khawarizmi PPPPTK Matematika.

Mushola Al Khawarizmi berada di dalam kantor, ‘terjepit’ di antara gedung SEAMEO QITEP in Math & asrama. Meski posisinya nylempit tapi mushola ini cukup luas, dapat menampung +/-150 jemaah. Nama Al Khawarizmi diambil dari nama bapak aljabar. Mushola ini kadang digunakan untuk sholat Jumat juga apabila sedang ada pelatihan di kantor. Tetapi apabila tidak ada peserta diklat, umat muslim sholat Jumat di masjid terdekat.

Nah, jika Anda berkunjung ke kantor kami, tak perlu bingung ke mana harus menjalankan ibadah sholat, mushola Al Khawarizmi ini tempatnya. :)

Salam.

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

 

Sadranan i’m in love

pantai sadranan.jpgMelihat landscape di atas, bayangan kalian pantai indah itu ada di mana? Bali? Lombok? Hoho… Pantai indah itu ada di Jogja, tepatnya di Gunung Kidul, DIY. Namanya: Pantai Sadranan.

Minggu kemarin, saya dan teman-teman kantor melakukan perjalanan ke Gunung Kidul, dan salah satu destinasi wajib kunjung di Gunung Kidul adalah pantai. Kita menuju pantai-pantai selatan di wilayah Gunung Kidul yang dulunya dikenal dengan area BKK. Apa itu BKK? BKK itu Baron-Kukup-Krakal. Dulu yang terkenal memang 3 pantai itu. Tetapi lama-lama, semakin banyak pantai-pantai indah yang dikembangkan untuk area wisata.

Memasuki pos retribusi, kita membayar biaya retribusi 10 ribu rupiah per kepala, dan itu sudah bisa menikmati 10 pantai di areal BKK situ. Murah banget. Tapi ada yang mengganjal buat saya, karena kita membayar untuk 8 kepala dan hanya dikasih karcis 2 lembar. Hmm….ke mana 6 lembarnya??

OK, tujuan pertama kami ke pantai Kukup. Saya sudah pernah kemari, mudah-mudahan nanti bisa saya tuliskan tentang pantai ini juga :). Selanjutnya kami ingin ke pantai Pulang Syawal/Indrayanti, tapi saya pengen ke pantai yang belum terkenal aja. Akhirnya teman yang pegang kemudi membelokkan mobil ke pantai Sadranan. Pantai Sadranan ini kalo dari pantai Kukup ambil arah kanan, melewati pantai Krakal masih lurus saja, nanti ketemu pertigaan yang ada plang pantai Sadranan gitu ambil kanan lagi. Nah, habis itu ketemu penginapan baru deh ambil kiri, jalan kecil dan berbatu. Mungkin karna aksesnya belum lebar makanya sampai sana hanya ada beberapa motor yang parkir dan mobil kami saja. Waw!! Begitu memasuki kawasan berpasir putih, jantung saya langsung berdesir, masyaAllah….keren sangaaadddd…..!! Saya ambil alih kamera yang tadi dipegang teman: aku mau motret2!!

pantai sadranan gunung kidul.jpg

20140327-213239.jpg

Airnya di sini jerniiiih banget!! Kamu bisa liat ikan kecil-kecil warna warni di sini. Lucuuu…. Saranku sih jangan diambil, dinikmati aja. Toh kalau diambil, dibawa pulang juga mungkin cuma akan mati karna kadar garam airnya tidak sesuai. Biarin aja mereka berenang-renang di sini yaa… :)

ikan mungil di pantai sadranan.jpg

Pantai Sadranan ini tempatnya masih sepi, padahal keindahannya tiada tara begini. Ombaknya hampir tidak ada. Pantai ini berkarang, jadi ombak sudah pecah membentur karang di tengah sana, sampai di pinggir sudah tinggal gelombang kecil saja. Nyaman banget kalau dipakai berendam. Sayaaaang banget kemarin gak bawa baju renang atau setidaknya yang bisa basah-basahan. Makanya masih penasaran pengen ke sana lagi, pengen berendaaam.. ^_^

20140327-214251.jpg

20140327-214258.jpg

20140327-214323.jpg

Gimana? Kereeen kan?

Lho, foto Tt mana? Eh, belum ada ya?? Tenang..tenang.. Tt mah gak bakal ketinggalan nampang. Hihihi… Nih!

20140327-214744.jpg

20140327-214757.jpg

20140327-214813.jpg

20140327-214831.jpg

Harapanku, pantai ini akan tetap bersih seperti ini. Gak usah ramai-ramai deh, yang ramai biar di Indrayanti aja :P. Tapi habis kemarin foto pantai ini dishare sama admin twitter @JogjaToday dan banyak yang retweet, kayanya pantai ini bakal makin ramai nih.. Yang penting tetap jaga ketenangan dan kebersihan yaa…

Salam #pokokepiknik \^_^/

Gagal Menemukan Sang Ratu #myDreamyVacation

Sore tadi selepas jam kantor, saya sempat mengetik beberapa paragraf tentang my dreamy vacation seperti yang ditanyakan Mak Indah. Sudah thirik-thirik gitu deh ‘mimpi’ jalan-jalan saya. Dari Sumatera sampai Papua.. Yang Belitung, Derawan, Bromo, Tana Toraja, sampai Raja Ampat. Tapi ketika akhirnya saya menyimpannya di draft, menurup browser internet, shut down dan keluar ruangan, saya dapati langit di sisi barat masih biru padahal waktu sudah menunjuk pukul 17:15. Saya buru-buru mengirim pesan ke kawan saya: aaa…ceraaahhh!! Dan sebuah perjalananan pun dimulai.

Suatu hari ada teman bertanya pada saya: senja di Ratu Boko itu indah banget ya, Tik.. (semacam pemberitahuan yang meminta persetujuan). Hmm?!! Saya gelagapan sendiri. Saya belum pernah ke Ratu Boko :( . Lalu saya browsing di internet dan menikmati foto-foto senja di Ratu Boko yang memang indah bangettt…!!! Coba lihat yang ini:

20140319-234805.jpg
credit

Indah kaaannn??? 😩

Sejak peristiwa itu, saya punya keinginan kuat untuk bisa menikmati senja di candi Ratu Boko! Sendirian!
Tapi sore akhir-akhir kemarin belum bersahabat, kalau tidak hujan ya saya pulang kemaleman. Dan waktu sore tadi pulangnya masih terang benderang, maka saya pun segera mengarahkan Jeung Ngatini (motor saya) melaju ke arah Candi Prambanan. Dari kantor saya hanya 25 menit. Dari Candi Prambanan, Candi Boko masih ke selatan kira-kira 3km. Saya dan Jeung Ngatini pun cepat melaju. Tujuannya supaya masih dapat senja di Ratu Boko.

20140320-002137.jpg

Tapi apa yang terjadi? Saya kesasar, Saudara! Jadi sampai plang parkir bus Ratu Boko, ternyata portalnya tertutup. Saya lalu meminta bantuan google map untuk menunjukkan rute menuju Ratu Boko. Google map memang membantu. Tapi dikasih plus juga bantuannya: plus nyasar! Senja sudah mulai rendah, horizon sudah menjingga tuh, saya makin tertantang donk untuk nyari jalan menuju candi. Saya pun kembali ke tempat masuk parkir bis yang portalnya tertutup tadi, lalu meneruskan gas ke selatan sampai ada plang arah Ratu Boko lagi. Saya ikuti plangnya. Senja mulai berubah kelam. Binatang-binatang kecil mulai menyambar-nyambar mata yang walaupun sudah kaca mataan terap kesamber juga. Saat memasuki perkampungan, saya mulai curiga. Jalannya sempit dan menanjak. Semula masih ada lampu jalan, tapi lama-lama kok gak ada, gak ada orang lewat juga, hari sudah mulai gelap dan saya sendirian!! Aaaakkk…. Langsung saja kasih komando ke jengNgat: ambil u-turn, segera!! Yak, kami pun putar balik dan pulang…… Hiks banget ya.. Udah sampai ‘lokasi’ Ratu Boko, tapi akhirnya tak menemukan Sang Ratu :( Tapi daripada sudah jauh-jauh gak dapat foto apa-apa, baiklah jepret dulu senja yang hampir habis itu.. Nih!

20140319-235053.jpg

Saya masih penasaran dengan senja dari candi Ratu Boko! Saya harus ke sana lagi!! Sampai menemukan Sang Ratu!! Harus!! *kepalkan tangan tinggi2*

It’s My Dreamy Vacation!!! *sederhana yak, cuma nemuin Ratu (Boko), lalu nikmatin senja di situ, iya di situ doang, gk jauh2…*

20140320-000611.jpg

Ikutan giveawaynya Mak Indah Nuria Savitri ^_^

Lihatlah dari sisi yang lain… (3)

Masih seputaran cerita hujan abu dan hari-hari selanjutnya. Kini sampai pada hari Sabtu, 15 Februari 2014. Ada apa hari itu? Sini kubagi cerita :)

Jumat tengah malam sepulang nonton konser KLa, sudah aku rebah untuk tidur, datang SMS dari kawan UKM waktu kuliah dulu, mengabarkan kalau esok hari dia akan memanen udang di tambaknya, lalu dia undang kami kawan-kawannya untuk datang. Wah…senang sekali dapat undangan ini. Beberapa saat kemudian datang WA dari kawan lain yang menanyakan: besok berangkat tempat si M gak? Nah, si kawan ini pasti dapat SMS dari si M juga. Kujawab: ya :) .

Sebelumnya, mari kukenalkan sedikit tentang si M ini. Dia laki-laki, dulu kuliah di kampus yang sama denganku, tetapi beda fakultas dan beda angkatan. Si M kakak angkatanku 1 tahun. Kami bertemu di UKM yang tingkat kekeluargaannya sangat tinggi. Tidak heran sampai sekarang kami masih sering kumpul dan jalan bareng. Aku lulus lebih dulu sementara si M masih melanjutkan kuliahnya. Si M lulus dari kuliah entah tahun berapa aku lupa, lalu mengajar di SMP di Jogja. Tapi rupanya panggilannya bukan sebagai guru, karna sepulang aku dari Jepang, tak berapa lama kudengar dia keluar dari guru dan memilih bertani di kampungnya sana. Setelah itu dia pun mengabarkan kalau sekarang merambah usaha tambak. Ah..M M, ternyata kamu pekerja keras juga. OK, perkenalan awal tentang si M segitu dulu, mari melanjutkan ceritaku.

Setelah koordinasi singkat, akhirnya diputuskan Sabtu pagi berangkat mruput ke tambak yang lokasinya sekitar 1-1.5 jam dari Jogja. Karna jalanan masih berabu tebal, kita putuskan naik kendaraan roda 4. Karna yang available cuma pick up, ya sudahlah..pick up pun jadi. Hihi… Jadi Sabtu pagi teman saya jemput saya di kontrakan, lalu jemput si Sash di kontrakannya, dan kami bertiga pun berangkat menuju tambak udang. Yuhuuu…perjalanan berabu pun dimulai..!!

20140227-191005.jpg

Tugu Jogja, 15 Februari 2014 sekitar pukul 6:30 pagi.

Sampai di tambak, sudah ada beberapa ember udang yang bikin saya histeria. Habis gemes liat udang besar-besar dan banyak gitu.. Lalu menuju tambak dan melihat para pemilik tambak di sekitar tambak M sedang membantu M memanen udangnya. Ditebarkan jala, diangkat, dan lagi-lagi saya histeria melihat banyak udang yang nyangkut di jala! Ah, ndeso banget deh saya waktu itu. Tapi saya sangat bahagia melihat panen udang, bahagia melihat kebersamaan para petani tambak yang bergotong royong tanpa bayaran untuk memanen hasil tambak rekannya, bahagia juga melihat hasil kerja keras si M yang begitu menyenangkan ini. Selamat menikmati hasil kerja kerasmu ya M. Puji Tuhan…

Sedang melihat-lihat para petani tambak, tiba-tiba salah seorang datang membawa durian: ni mb di suruh mas M bawain durian. Alamaaak….ini banyak amat jamuannya. Saya gak perlu waktu lama, segera ambil posisi untuk menikmati durian. Hehehe….

Selanjutnya kami menuju tempat pengepulan hasil panen di rumah penduduk dekat tambak. Udang yang dijaring tadi dicuci bersih, lalu dipilih yang berkulit keras dengan yang lunak. Yang berkulit keras dan besar akan diarahkan untuk ekspor, sedang yang kualitas di bawahnya dijual di pasar domestik. Hmm…..begitulah.

Sambil menyaksikan warga memilih udang-udang itu, si M bercerita banyak. Tentang tambaknya, tentang kebun ketelanya, pun tentang masalah pribadinya. Hatinya yang poranda sesaat sebelum hari-hari indah bernama pernikahan menghampiri. :) memang masing-masing orang punya masalahnya sendiri. Tetapi yang kemudian membuatku tersenyum adalah cara M menyikapi perpisahan pedih itu dengan sangat positif. “Bersyukur aku pisahan saat aku sudah mengerjakan tambak. Kalau belum, mungkin pelarianku akan ke hal-hal yang gak bener”. “Bersyukur juga aku putus, kalau tidak mungkin aku gak bisa nggarap tambak karna lebih sering bolak-balik ngantar ke sana kemari”. Dan bersyukur-bersyukur lainnya membuatnya merasa ringan menghadapi dan menjalani luka hatinya. Ada hal baik, ada hikmah di balik setiap kejadian. Kalau mau melihat dari sisi yang lain, dari sisi positif, hidup ini indah adanya, meski ada luka, air mata, mendung, kelabu, juga hujan. Berbaliklah, mungkin ada pelangi yang tadinya tak tampak :) .

Hey, M! Semangat terus yaa… Tetap tekun dan bekerja keras. We all support you… GBU ^_^

Lihatlah dari sisi yang lain… (2)

Ini tentang menonton konser KLa Project saat paginya hujan abu mengguyur kota Jogja.

Info dari teman maupun baliho-baliho di pinggir jalan tentang rencana KLa Project mengadakan konser bertajuk “reinKLAnasi, Jogja reinviting love” pada Jumat, 14 Februari 2014 memang sudah ada sejak beberapa hari or minggu sebelumnya. Saya ikut forward-forward infonya juga, tapi memang belum memutuskan akan nonton atau tidak. Alasan utamanya simple sih: karna gak ada temannya #curcol . Sampai pada hari Kamis, 13/2 malam sekitar pukul 19, saya WA-an dengan teman yang ternyata sama-sama pengen nonton konser itu. Akhirnya keputusan nonton pun turun malam itu. Sekitar pukul 20:00 saya meluncur menuju salah satu tiket box paling dekat dengan rumah. Ada kejadian lucu-lucu gimanaaa gitu waktu beli tiket. Saya sudah masuk dan bilang mau beli tiket 2 lembar. Ee..ternyata uang cash di dompet saya tidak cukup untuk beli 2 tiket. Kebiasaan jarang bawa uang cash banyak karna biasanya bisa gesek. Ternyata di situ gk bisa gesek. Yah, akhirnya saya minta mereka nyiapin tiketnya dulu dan saya keluar cari ATM. Sudah sampai ATM ada kejadian lagi yang bikin lebih lucu-lucu gimana. Sudah saya tulis di FB, jadi ku-screenshot aja ya :)

screenshot

Hihi…begitulah cerita malam itu. Selesai dari ATM saya kembali ke tiket box dan mendapatkan dua tiket konser reinKLAnasi untuk esok hari.

20140226-132046.jpg

Pulang beli tiket, malam saya seperti penuh bunga. Membayangkan esok hari nonton konser KLA dengan seseorang itu. Iya, sengaja WA orang itu dan ngobrolin tentang konser KLA bukan tanpa tujuan, memang supaya dia ngajak nonton dan aku bisa melihat berbagai kemungkinan dengannya. Ini sengaja curhat, bukan curhat colongan. Hihihi…. Gimana hasilnya? Lanjutin aja bacanya. Hahaha….

Setelah malam penuh bunga itu, pukul 22:50 melihat status teman yang mendengar suara letusan, lalu menyalakan TV, dan menyaksikan letusan gunung Kelud dengan kilatan-kilatannya. Seketika bayangan tentang konser KLA lenyap, berganti kengerian yang mencekam. Malam itu tidur dengan lebih banyak doa.

Pagi harinya, 14 Februari 2014, seperti sudah kuceritakan sebelumnya, Jogja hujan abu tebal. Kantor diliburkan dan saya tidak keluar rumah seharian. Tidak ada pesan juga dari seseorang itu, kecuali pagi hari mengingatkan mengenakan mantel kalau berangkat kantor. Tapi setelahnya tidak ada pesan apa-apa. Saya juga disibukkan dengan bersih-bersih abu. Sampai sekitar pukul 15, ketika ingin rehat, barulah teringat tentang konser KLA. Ada perasaan masygul saat itu. Apa iya akan nonton konser di tengah kondisi yang seperti ini, di saat warga sekitar Kelud berjuang menyelamatkan diri dari erupsi, di tengah warga Jogja juga bergelut melawan abu di rumah dan di jalanan. Lalu kamu akan kentjan di saat seperti ini? Ah…hati saya gamang saat itu. Sudah ada 2 tiket di tangan, tetapi kondisinya tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya :( .

Sambil rebahan, saya membuka WhatsApp salah satu grup. Seorang teman ada yang membahas tentang konser tersebut. Ternyata konser tetap diadakan, tetapi konsep acaranya sedikit bergeser, dari yang tadinya konser biasa menjadi konser peduli, di mana sebagian dana yang terkumpul akan disalurkan bagi korban bencana Kelud, Sinabung, dan banjir Manado. Puji Tuhan, artinya kami yang nonton bukan hanya bersenang-senang, tetapi juga sedikiiit berkontribusi membantu para korban. Saya sedikit lega, lalu mencoba mengingatkan seseorang itu dengan mengirim foto tiket yang saya dapat semalam. Balasan dia sama dengan kegamangan saya tadi: “jadi nonton? Rasanya lain ya nonton dalam suasana begini”. Saya tersenyum, mengerti sangat apa yang dia rasakan karna saya juga merasakan hal yang sama. Tapi ketika saya ceritakan bahwa konsernya untuk konser peduli, akhirnya dia memutuskan berangkat juga :) .

Tepat waktu maghrib dia sampai di kontrakan. Tentu saja lengkap dengan masker dan mantel, minus kaca mata. Dia menjalankan kewajibannya dulu sementara saya siap-siap. Sekitar pukul 18:45 kami berangkat dari kontrakan. Itu jadi saat pertama saya keluar dari kontrakan seharian itu. Ternyata memang tebal sekali abunya. Di jalan-jalan masih kemebul tiap kali abu tergesek ban kendaraan. Untunglah kami sudah mengenakan mantel dan masker. Memang tidak hujan sih, tapi kan hujan abu. Hehe… Kami menunggu cukup lama di lokasi konser. Sambil foto-foto, ngobrol haha hihi, ketemu teman yang berpikiran sangat positif tentang kami. Hihi… Pukul 21 barulah Katon, Lilo, Adi dan tim tampil di panggung. Aaa.., saya berteriak, sementara dia kalem saja. Saya memang heboh kalo nonton konser. Nyanyi, teriak, lompat, gitu deh… Beberapa lagu dinyanyikan seperti Romansa, Tak Bisa ke Lain Hati, Terpurukku, Yogyakarta, Semoga, 2 lagu yang saya gak tau judulnya, ditutup dengan lagu Kembali. Sepertinya tidak banyak yang dinyanyikan KLA, karna tau-tah udah selesai aja konsernya. Haha…penonton konser selalu saja pengen nambah, padahal udah 1,5 jam juga mereka nyanyi non stop :) . Saya tak banyak memotret, tapi sempat merekam 2 lagu: Tak Bisa ke Lain Hati dan Semoga. Karna lagunya syahdu, saya gk lompat-lompat, diam menghayati dan merekam :) .

20140226-132114.jpg

Konser selesai, kami pulang. Saya bahagia. Lalu sadar bahwa hari itu adalah hari Valentine. Valentine kelabu, tetapi hatiku merah jambu.

Lalu bagaimana hasil kentjannya?

Esok harinya, masih bersuasana merah jambu, saya BBMan dengan teman, yang lalu bercerita bahwa dia bertemu seseorang yang nonton konser dengan saya itu bersama dengan pacarnya & bahkan dikenalkan padanya. Kejadian itu hanya berselang beberapa hari sebelum dia nonton konser dengan saya. Ya, begitulah hasilnya. Ternyata Valentine kelabu kemarin memang benar-benar kelabu. Hati yang sebelumnya sempat merah jambu mendadak tertutup hujan abu. Sepertinya cukup tebal, jadi kalau ada yang mau membersihkannya, harus bawa serokan dan berani berkeringat untuk menyerok dan menyiram sampai bersih sampai terlihat merah jambu lagi ^_^ . Hihihi…

Jadi begitu cerita saya tentang nonton konser KLa Project setelah hujan abu pagi harinya. Meski dalam kondisi yang tak sebaik yang dibayangkan, tetapi setidaknya malah ada manfaat yang diberikan selain bersenang-senang menonton konser, yaitu ikut membantu korban bencana di Indonesia, meski hanya keciiiil sekali jumlahnya. Meski hasil melihat berbagai kemungkinannya berbuah negatif, tetapi setidaknya menjadi tahu, ternyata hati ini masih kelabu perlu disapu, xixixi… Dan setelahnya pun tak ada yang berubah dari kami, karna saya hobby berteman, jadi semuanya masih seperti semula. Indah kan? ;)