Tokyo Skytree

Melanjutkan perjalanan, kami berangkat ke Tokyo. Dari apartemen teman saya di Yokohama sampai ke Tokyo memang tidak jauh, hanya sekitar 45 menit saja. Masih hujan juga di luar. Bahkan sampai kami memasuki tempat parkir, masih juga hujan. Lalu kami menuju pintu masuk Tokyo Skytree.

Tokyo Skytree ini merupakan menara tertinggi di dunia dengan ketinggian 634m. Pemilihan ketinggian 634m salah satunya untuk memudahkan orang mengingat-ingat, karena dalam bahasa Jepang 634 bisa dibaca musashi (mu=enam, sa=tiga, dan shi=4) yang mengingatkan pada Provinsi Musashi di masa lalu yang merupakan kawasan yang luas yang meliputi Tokyo, Saitama and sebagian provinsi Kanagawa. Tokyo Skytree ini terletak di wilayah Provinsi Musashi itu. Pada tanggal 11 November 2011, Tokyo Skytree masuk dalam Guiness World RecordsTM  sebagai menara tertinggi di dunia. Selesai penggarapan pada tanggal 29 Februari 2012 dan mulai dibuka untuk umum pada 22 Mei 2012.

foto 30 Desember 2011 (setahun yang lalu)

foto 30 Desember 2011 (setahun yang lalu)

Setelah memasuki lantai dasar Tokyo Skytree, kami bertanya ke bagian informasi di mana tempat pembelian tiket. Ternyata ada di lantai 4. Awalnya kami ragu, mau naik tidak ya? Hujan begini, tidak bisa lihat pemandangan di luar juga. Di loket pembelian tiket dipasang layar kecil untuk menunjukkan view dari lokasi pengamatan yang kita tuju. Dan di layar itu yang ada hanya abu-abu, tidak ada apa-apa. Kami saja sempat bingung, ini layar buat apa ya? Ternyata untuk menunjukkan view itu. Kami menimbang-nimbang. Harga tiketnya 2000 yen untuk menuju Tembo deck di ketinggian 350m. Tapi kalau tidak naik, sudah sampai sini juga. Akhirnya diputuskan naik meskipun nanti di atas hanya melihat-lihat display saja, tidak menikmati pemandangan di luar.

20130107-211652.jpg

Setelah membayar tiket, kami memasuki lift yang cukup luas, cukup untuk 40 orang, yang memanjat tower dengan kecepatan 600m/menit. Wush…. Dan sampailah kami di Tembo deck, bagian yang paling gembung itu. Yah, seperti sudah diperlihatkan di layar tempat pembelian tiket tadi, kami tidak dapat view yang cantik karna hujan. Jadi kami jalan-jalan saja, foto sana-sini, menonton layar tancap film sejarah pembuatan Tokyo skytree ini, dan juga foto narsis bareng-bareng. Pas sudah mau turun, ternyata di luar hujan sudah berhenti dan awan pun sudah mulai menyingkir. Jadi lumayan dapat view kota Tokyo.

350 m

350 m

tertutup awan

tertutup awan

layar tancap..hehe..

layar tancap..hehe..

nobar..kurang kacang kulit...

nobar..kurang kacang kulit…

IMG_0167

senyum & bermuka gembira... *nyanyi

senyum & bermuka gembira… *nyanyi

lumayan.. yg di tengah mencit itu Tokyo Tower

lumayan.. yg di tengah mencit itu Tokyo Tower

dari bawah

dari bawah

Maafkan banyak foto narsisnya. Hehe….

Setelah dirasa cukup, kami kembali melanjutkan jalan-jalan. Kali ini cari makan. Dan setelah searching-searching, kami nemu ‘restoran’ makanan Indonesia. Ditelponlah nomor telepon yang tersedia. Ternyata bisa bahasa Indonesia. Tanya tutup jam berapa dan kita meluncur ke sana. Ternyata di kawasan itu (saya lupa namanya), banyak warung-warung halal food gitu. Sudah pada senang teman-teman. Nanti habis makan, belanja sekalian. Eh…ternyata setelah selesai makan, warung-warungnya udah tutup. Haha…nyesel deh…

Warung makannya benar-benar nuansa Indonesia deh. Termasuk bau rokoknya ( 😦 ). Tapi yah…dinikmati saja. Lama-lama enjoy juga kok. Apalagi ada fasilitas karaokenya. Dan ada lagu bahasa Indonesianya. Huwaaa…sudah kangen karaokean dalam bahasa Indonesia. Jadi bisa dimengerti lah kalau kita keluar, toko-toko makanan halal sudah pada tutup :D. Makannya si paling cuma 1 jam, tapi karaokeannya… Hihihi….. O iya, yang punya warung makan ini orang Indonesia juga. Dan dia cuma sendirian gak ada yang bantuin. Tapi karna ada karaokenya jadi gak berasa nungguin masakannya matang. Hehe….

20130107-225331.jpg

baksooo

baksooo

Sudah kenyang, lalu kita pulang ke apartemen teman di Yokohama lagi. Bapak-bapak tidur di kamar, ibu-ibu tidur di mobil. Oyasuminasai….

~Tt