Bu, besok Sabtu mbah uti ulang tahun lho…

Begitu cara ponakan ‘mengingatkan’ ibu’nya bahwa dia mau ulang tahun. Ya, dia tidak langsung bilang bahwa hari minggu dia ulang tahun, tapi lewat ultah almarhum mbah uti-nya, karna ultahnya sehari setelah ultah almarhum mbah uti-nya (alias ibu saya). Di Gombong sana ibu’nya senyum-senyum membaca sms anaknya. Hihi…ada-ada saja…

Saya jadi inget alm ibu waktu ultah dulu. Saya menghadiahinya sebuah baju yang saya beli di pasar beringharjo. Tentu harganya tak mahal. Tapi menerima itu ibu malah nangis: “walah tik, sangumu saja kurang-kurang kok malah mbelikan ibu baju”, kata ibu waktu itu. Iya, waktu itu saya masih kuliah, dan uang saku saya memang hanya cukup untuk makan, fotokopi, dan ongkos pulang. Tapi sy kan nyambi ngajar les, jadi syukurlah ada pemasukan tambahan.  Saya bilang pada ibu kalo saya sedang dapat rejeki. Jadi senyum deh ibu :).

10 April –> Selamat ulang tahun Bu. Damai di sisi Tuhan ya Bu..

11 April –> Selamat ulang tahun ponakanku Pita. Terus rajin belajar ya.. Dan latihan badmintonnya juga biar bisa terus jadi juara.. Maria Kristin nunggu kamu nerusin perjuangannya 🙂

=====

ultah bapak

Hari ini bapak berulang tahun. Tujuh puluh enam tahun, sudah sepuh ya. Selamat Ulang Tahun, Bapak, semoga dikaruniai umur panjang, sehat, dan bahagia dalam menjalani hari-hari selanjutnya. Amin.

Tadi pagi saya menelepon bapak, mengucapkan selamat ultah pada beliau, disertai doa yang kupanjatkan pada Sang Pengabul Doa. Bapak sudah menduga saya bakal meneleponnya pagi tadi, bahkan sudah persiapan sebelumnya. Saya jadi senyum mendengar cerita bapak. Ceritanya handphone bapak rusak, tidak bisa dicharge. Semalam cucunya datang dan bapak cerita ke cucunya kalau hp-nya rusak. Lalu bapak minta bertukar hp pada sang cucu karna besok pasti bakal ditelpon anak-anak. Ah, bapak..tau saja. 🙂 Dan cucunya itu alias keponakan saya, yang usianya sama dengan saya, mengirim pesan singkat ke saya tadi malam: jangan lupa telpon bapak besok. Oo…tentu saja.. Aku selalu ingat ultah bapak meski tidak kucatat dalam reminder handphone atau kulingkari di kalender.

Saya mau kasih kado apa ya buat bapak. Mmm…waktu usia 64, bapak menyebutnya 8 windu, beliau menginginkan lukisan, dan kami anak-anaknya pun membelikan lukisan untuk bapak dan membuatkan bancakan kecil2an untuk mensyukuri usia yang Tuhan berikan. Empat tahun yang lalu saya memberi kado ‘kartu ujian cpns’, karna waktu itu saya hampir mustahil bisa mendaftar cpns karna mepetnya ujian pendadaran dengan jadwal penerimaan cpns, padahal bapak sangat ingin saya jadi pns (keinginan orang tua pada umumnya). Beberapa tahun terakhir saya hanya memberi kado kecil-kecil untuk bapak. Tahun ini kasih apa ya??? Ada permintaan kado si dari bapak, tapi…..

Yap, bersyukur buat karunia umur panjang yang diberikan Tuhan kepada bapak. Juga kesehatan dan kesabaran bapak menjalani kehidupannya. Terimakasih Tuhan….

happiness…

Gambar di atas dikirim oleh seorang teman ke email saya, bersamaan dengan gambar-gambar lain yang penuh inspirasi. Udah lama banget si ngirimnya dan udah lama juga tersimpan di folder foto saya. Kadang saya buka-buka lagi kalau sedang senggang.

Yupz….tidak ada yang bertanggungjawab atas kebahagiaanmu, kecuali dirimu sendiri <mudah2an bener saya nerjemahkannya>. Saya sering bilang pada diri saya sendiri: yang bisa bikin kamu bahagia itu ya dirimu sendiri, yang bikin kamu sedih itu ya pikiran2mu sendiri, yang bikin kamu cemas itu ya kekhawatiran2mu sendiri. Jadi kalau kamu mau bahagia: ciptakan itu dari hatimu…inner suggestion…. (halah belibet, padahal belum tentu bener…wkwkwk)

Abaikan celotehan saya di atas. Dan saya mau berbagi bahagia di sini. Saya bahagia karena berbagai alasan.

1. Bapak sudah sembuh

Setelah kemarin sempat tinggi tekanan darahnya, sekarang beliau sudah kembali sehat. Sudah telepon sambil tertawa2. Sudah bisa jalan-jalan pagi lagi (kalau tidak hujan). Ya..secara umum, beliau sudah sehat. Terimakasih teman-teman yang sudah membantu dalam doa. Jangan sepelekan doa ya, doa itu sangat besar kuasanya loh.. Jadi kalau ada yang bilang: “aku bantu doa ya”, itu dukungan yang luar biasa lho temans.. 🙂

2. Saya ulang tahun

Hah?? Ulang tahun lagi?? Bukan..bukan… Jadi ceritanya 13 November kemain kantor saya berulang tahun. Saya bertugas jadi mc acara ceremonial resmi –pengarahan pak kepala pusat–. Hmm..sempat deg2an juga saya, soalnya baru kali ini saya ngemsi di depan babe baru (kepala lembaga saya yang baru-saya biasa menyebutnya babe-) yang terkesan garang. Wew… Tapi puji Tuhan lancar hingga akhir. Karena hari jumat acara dilanjutkan setelah sholat jumat yaitu acara potong tumpeng dan makan bersama, dan mc-nya bukan lagi saya.

Pukul 13 kita berkumpul di ruang makan dan acara dimulai. Babe memotong tumpeng dan diserahkan pada pejabat termuda, mas yuliawanto (meski dia sudah jadi pejabat, saya tetap ndak bisa ganti manggil dia dengan sebutan “Pak”, hehe). Kemudian beliau memotong tumpeng lagi dan diserahkan pada pegawai termuda, saya… :”> (emoticon malu kaya apa ya?? :P) . Tak lupa beliau “bebani” saya dengan wejangan2nya. Doakan kami ya Pak, mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab kami dengan baik…

3. Hujan

Ya…saya bahagia karna hujan sudah datang. Ngerasain kan cuaca kemarin2 yang panas tak terkira. Ya, saya mengalami udara dan cuaca yang panas tak terkira. Menyalakan kipas angin pun rasanya tetap panas, bahkan angin yang dikipaskan pun ikut2an hangat.

Dan…cessss…..hujan datang bawa sejuk. Bau ampo (tanah) yang ditimbulkan dari hujan pertama aromanya sedaaaaaap banget. Ya nggak sih? Kalau saya iya. Rumput-rumput dan tanaman2 pasti menari-nari karna hujan. Dan suasana hujan itu lho…umh….romantis…melankolis….tragis (ups!jangan donk, kan lagi ngomongin bahagia 😉 )

Saya menikmati musim hujan kali ini… Seneng banget rasanya dia udah datang… Adem…

4. Menikah

Tenang…tenang…bukan saya yang menikah ;). Sahabat-sahabat saya banyak yang mengakhiri masa lajangnya waktu-waktu ini. Bahagia banget mendengarnya. Sahabat saya waktu SMP menikah minggu lalu, tapi saya tidak bisa datang karena bapak sedang sakit waktu itu, tapi tetep kirim doa donk (inget, doa besar kuasanya, kado paling mahal tuh 😉 ). Sahabat saya waktu SMA, ada berapa ya….mmm 2 yang udah masuk kabarnya, ntar pasti ada susulan undangan lagi deh.. Trus sahabat saya waktu kuliah…setidaknya ada 3 yang rencananya saya mau datang: Bantul, Boyolali, Cilacap. Yang Bantul sahabat di organisasi, yang Boyolali sahabat yang luar biasa (gw sebut gitu jeng, karna kita memang luar biasa…:P ), sahabat yang cilacap…wah pernah jadi teman tidur ya jeng…hehehe…

Selamat ya sahabat2…dan terimakasih banyak udah bikin aku bahagia dengan kabar2 dari kalian.

5. Pekerjaan

Pekerjaanmu udah kelar tik?? Hehe…belum…pakai banget pula belumnya.. Tapi setidaknya saya mencoba menikmati pekerjaan saya. Walaupun silih berganti tiada henti, tapi bersyukur tak terkira, lihat…betapa banyaknya saudara2 yang sedang berjuang untuk ikut tes cpns tahun ini. Untuk apa coba?? Untuk cari kerja. Nah, saya malah udah punya kerjaan banyak, gimana nggak bersyukur coba… 🙂

6. Sahabat

Saya bahagia memiliki kalian semua, sahabat2 saya di dunia maya maupun nyata. Berbagi banyak hal dengan teman2, belajar banyak hal dari teman2. Ya…saya sangat bahagia.

Beberapa waktu terakhir, saya sedang jadi pendengar yang baik dari beberapa sahabat yang sedang dalam ‘pergumulan’. Dan saya bersyukur dipilih Tuhan untuk menjadi pendengar mereka, karena lagi-lagi dari semua yang mereka ceritakan, dari apa respon saya, saya belajar….belajar..dan belajar…

7. Tidak tahu

Ya…..saya tidak ada alasannya…tau2 saya bahagia…hehe…. Akhir2 ini ada perasaan yang tidak saya pahami…dan biarlah saya menyebutnya bahagia…

.

.

::kantor, 18 November 2009: 20.01 wib::

dan hari ini ada namamu lagi