Tiga Puluh

Sabtu, 19 Oktober 2013, pagi selepas sadar dari tidurnya, perempuan pencinta langit mengerjapkan mata dan bersyukur: Puji Tuhan, sudah 10.958 hari diberi kesempatan untuk mencicipi hidup di dunia fana yang penuh cerita. Sudah dianugerahi berbagai berkat yang membuat hidup semakin indah, pun ujian-ujian yang memperkaya pengalaman dan mendewasakan kepribadian. 10.958 hari, atau 360 purnama, jadi berapa tahun anak-anak?? Iya, tiga puluh tahun. Puji Tuhan.

wajah asli pas kepala nambah

wajah asli pas kepala nambah

Menjadi tiga puluh, bagi sebagian perempuan apalagi yang masih lajang macam saya itu sungguh horor. Ngeri, menyebalkan, dan kalau bisa gak usah melewati hari itu. Tapi yang namanya waktu kan gak peduli, kamu mau diam, jalan di tempat, jalan cepat atau berlari, dia tetep lempeng aja jalan 60 detik tiap menit, 60 menit tiap jam, dan 24 jam tiap hari. Tetep sampai juga di hari Sabtu, 19 Oktober 2013 tadi, di mana bilangan usia saya bergeser dari dua puluhan menjadi resmi tiga puluhan. Trus, gimana kamu menghadapi perpindahan bilangan usia itu Tik? Haha…saya harus berterima kasih pada kantor atas kesibukan yang bertubi-tubi sehingga menjelang hari H pikiran saya sudah penuh dengan kesibukan dan lupa pada ketakutan remeh temeh masalah usia. Hahaha….. Jadi semua mengalir saja, tidak ada status seperti yang saya tulis beberapa bulan sebelumnya tentang ketidakmauan saya memercayai kenyataan kalau saya sudah tua tiga puluh tahun :D. Saya juga belum menggusur pelembab saya yang iklannya sih untuk remaja, menjadi pelembab warna2 merah matang yang judulnya ‘anti aging’ :D. Woles aja. Selow. :mrgreen:

Tak ada gempita di hari ulang tahun saya. Meski begitu, beberapa kawan karib yang entah kenapa masih saja ingat hut saya, padahal saya gak pernah traktir mereka tiap saya ultah, masih mengirimkan ucapan melalui berbagai media. Ponakan serumah yang kamarnya bersebelahan, sudah nggeblas dari pagi, gak tau dia kalau tantenya di kamar sebelah sudah nambah satu kepalanya. Hihi…. Dan saya pun gak ngapa-ngapain hari itu sampai siang hari kepala terasa pusing. Lah iya, lha wong cuma tidur-tiduran, gak mandi, gak makan. Ultah kok males-malesan. Hup!! Bangun, mandi, & keluar cari makan.

me on my 30th b'd

me on my 30th b’d

Selesai makan yang gak bisa masuk karna kadung telat, jalan-jalanlah diriku mengejar senja. Mendapatkan langit yang mistis tapi manis.

langitku

langitku

HUT diakhiri dengan bo2 manis.

Minggu, 20 Oktober 2013. Saya memang gak mudik karna ada acara kumpul2 dengan teman SMA yang tinggal di Jogja. Lalu pengen nonton festival layang-layang di pantai Glagah. Dan yang kedua ini saya lewati dengan seseorang yang….mmm…adalah, sesuatu pokoknya 🙂 . Kami sampai di Glagah pukul 3-an. Dan layang-layang sudah mulai diturunkan dan dilipat. Hiks, terlambat. Tapi tak apa, kami tetap menikmati kok. Apalagi setelah kami merapat ke pantai, senja turun dengan cantiknya. Oh baiklah senja, mari kita bercumbu.

mandi senja di pantai Glagah

mandi senja di pantai Glagah

Kami kenyang berfoto ria, sampai gelap merenggut senja dari kita. Kami pulang, diakhiri pelukan perpisahan, dan harapan semoga setelah ini segalanya menjadi lebih baik 🙂 . Saya bahagia. Sungguh.

Sampai di rumah, rumah kosong. Ponakan saya itu memang gak betahan di rumah kayanya. Saya pun istirahat sambil melihat-lihat foto tadi. Gak berapa lama ponakan menyusul pulang. Tumben gasik. Lalu ngobrol dengan pacarnya (yang katanya baru putus sementara demi jadian lagi suatu ketika – nggosip) di teras. Saya sih gak menduga macam-macam, sampai tiba-tiba lampu ruang tamu dimatikan dan mereka berdua masuk membawa kue dengan lilin menyala di atasnya sambil nyanyi ‘happy birthday to you’. Haha….semacam surprise party setelah kemarin kelupaan :mrgreen: . Yah, kami menikmati malam itu, meniup lilin, potong kue, dan makan. Ah, ponakan, kamu menambah kebahagiaan. Terima kasih ya.. 🙂

little surprise party from my niece n nephew

little surprise party from my niece n nephew

Setelah selesai dan kami beristirahat. saya buka FB dan baca status teh Nchie tentang Ariel di ultah salah satu stasiun tv. Oh my, lengkaplah sudah kado ultah buat saya hari ini. Komplet. Matur nuwun, Gusti…

what a perfect day

what a perfect day

Eh, dari tadi belum ceritain harapan-harapan saya di ulang tahun ke-30 ya? Hehe..malu saya. Saya berdoa, pertama-tama untuk menjadi lebih baik dari waktu yang lalu, lebih dekat dengan Tuhan yang sudah mengasihi saya tanpa lelah, lebih pinter juga, perasaan saya merasa tambah bodoh deh, hiks. Saya juga berdoa semoga di usia saya yang sudah kepala 3 ini segera diizinkan punya rumah sendiri (aamiin). Dan, saya juga berdoa semoga segera dipertemukan dengan pasangan hidup saya, tak perlu pangeran berkuda putih deh, yang penting dia pria yang mengasihi Tuhan, mengasihi saya & keluarga saya, dan bisa membuat saya mengasihinya. Aamiin.

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menirim ucapan & mendoakan saya melalui SMS, WhatsApp, LINE, Facebook, Instagram, maupun yang secara langsung salim & cipika-cipiki. Doa-doa terbaik juga untuk kalian semua. Tuhan memberkati.

**

Dan kebahagiaan saya bertambah lengkap ketika Senin sorenya
saya mendapat kado special dari seseorang di jauh sana.
Tuhan memang luar biasa .
Terima kasih ya 🙂

Masih kutunggu kejutan manis selanjutnya :).

Syukuran Sederhana Ultah Bapak

Kemarin, 4 Februari 2012 adalah ulang tahun Bapak yang ke 78. Puji Tuhan, Bapak dikarunia kesehatan hingga usia 78 tahun :). Semoga dikaruniai umur panjang dan kesehatan. Amin. Kemarin keluarga mengadakan syukuran sederhana untuk ulang tahunan Bapak. Iya, sederhana, hanya berkumpul bersama, berdoa bersama, dan makan bersama. Tetapi kami semua sangat bahagia, terlebih melihat Bapak bahagia dikelilingi keluarga: anak-anak, mantu, cucu, dan buyut. Bahkan anaknya yang sedang jauh ini pun ikut hadir melalui kotak 14 inchi warna merah :D.

Kakak-kakak saya berkolaborasi bikin nasi tumpeng dan urap (kluban). Saya tidak tau persis makna filosofis dari nasi tumpeng dan urap (kluban) itu, tetapi dulu Ibu selalu membuat urap untuk syukuran apa saja dan kakak saya selalu kekeuh harus ada urap di setiap syukuran (saya juga gk yakin kakak tau makna filosofis urap itu :mrgreen:). Mungkin ada yang tahu, bisa di-share di blog untuk kita semua (terutama orang Jawa kaya saya yang sudah mulai ilang Jawane 😦).

Setelah semua kumpul, termasuk koneksi skype dengan saya nyambung, kami menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama. Lihat deh, wajah Bapak gembira sekali. Senang sekali melihatnya. Lalu tiup lilin, potong tumpeng, membagi makan bersama, berdoa, dan makaaan. Hehe… Berhubung koneksi putus-putus, jadi beberapa bagian tidak bisa saya ikuti. Untunglah ponakan mengirimkan beberapa foto acara kemarin. Senang sekali.

This slideshow requires JavaScript.

Selamat Ulang Tahun…

Ini adalah postingan rutin setiap tanggal 4 Februari. Postingan tentang Bapak di hari ulang tahun Bapak. 🙂

Selamat ulang tahun ke-78, Bapak..
Semoga sehat selalu, dikarunia umur panjang, dan bahagia..

Tentang Bapak sering kutulis di blog, salah satunya adalah postingan ini. Bapak memang pribadi yang sangat menginspirasi, bagi saya terutama. Sosok yang sangat sangat sabar, rendah hati, sederhana, dan tidak neka-neka.

Bapak dulu pernah menjadi guru dan pernah menjabat kepala sekolah. Tetapi karna sesuatu hal, Bapak berhenti diberhentikan sebagai guru dengan tanpa uang pensiun. Saya yakin beberapa teman bisa menebak apa penyebabnya :). Tetapi Bapak memang benar-benar pribadi yang kuat dan sabar. Terlebih lagi, Bapak dianugerahi istri yang sangat sangat setia yaitu Ibu. Maka setelah tidak menjadi guru, Bapak dan Ibu mengawali hidup dari nol. Bapak dan Ibu berjualan jenang jagung, menumbuk jagung di malam hari, lalu dijual pagi harinya. Sampai akhirnya ada yang menawarkan pada Bapak untuk menjadi kuli bangunan. Bapak mengambil kesempatan itu. Sudah, tidak perlu bicara gengsi, yang penting bisa hidup dan menghidupi keluarga. Dari memegang bolpen dan kapur, menjadi memegang cangkul dan mengaduk semen. Berat? Tentu saja. Tetapi itulah Bapak, yang tetap bertanggung jawab terhadap keluarga bagaimanapun beratnya. Dari kepala menjadi kaki, Bapak pernah mengalaminya.

Sejak menjadi kuli bangunan, kehidupan lumayan membaik. Ibu juga bekerja menjadi penjahit di pecinan. Setidaknya setiap Sabtu, Bapak bisa membelikan susu kental manis bendera untuk kakak-kakak saya (ya, waktu itu saya belum dibentuk 🙂 ). ‘Jabatan’ Bapak pun meningkat, dari kuli bangunan menjadi tukang. Tau apa bedanya kuli bangunan dan tukang? Kuli bangunan itu yang mengaduk semen, mengangkut bata, melayani tukang. Tukang itu yang membangun, mengukur, memasang bata, dll. Dan puji Tuhan pekerjaan Bapak bagus sehingga banyak mendapat tawaran pekerjaan.

Bapak pensiun menjadi tukang setelah simbah dari Ibu meninggal dan Bapak harus mengurus sawah. Bapak menjadi petani meski tidak begitu menguasai dunia pertanian. Simbah dari Bapak bukan seorang petani, tetapi bekerja sebagai sekretaris di perusahaan rokok, dan sebagai seorang tabib (banyak orang sakit datang ke simbah, saya tidak tau persis, tetapi sepertinya Simbah mendapat karunia menyembuhkan melalui doa). Bapak belajar dari Ibu yang memang anak petani. Dan Bapak memang tekun dalam mengerjakan sesuatu. Maka Bapak pun cepat menguasai hal-hal yang berkaitan dengan dunia pertanian. Bapak juga ditunjuk menjadi ketua kelompok pertanian di desa. Kadang-kadang ada insinyur pertanian yang datang menawarkan kerjasama, maksudnya meminjam lahan Bapak untuk melakukan uji coba produknya, Bapak sekalian belajar dari insinyur tersebut. Tidak heran, dulu Bapak sempat ingin saya menjadi insinyur pertanian (kalau sekarang menyebutnya Sarjana Teknik Pertanian).

Dengan semua yang dilakukan Bapak dan sumbangsih Bapak bagi desa, tidak heran jika Bapak Lurah waktu itu rela dimutasi demi membantu kakak saya lulus sebagai pegawai negeri. Bukan, ini bukan KKN, tetapi ini atas nama keadilan. Kakak saya berulang kali lulus ujian CPNS, tetapi ketika tes kedua (saya lupa namanya kalau tidak salah ‘litsus’ singkatan dati penelitian khusus), kakak saya selalu tidak diluluskan hanya karna status Bapak dulu ketika diberhentikan dari guru, bukan karna kurangnya kompetensi dia. Kalau ada yang menyebut pelanggaran hak asasi manusia, maka inilah contohnya :). Maka Bapak Lurah pun akhirnya bertindak, berani menjamin bahwa Bapak adalah orang yang ikut ‘membangun’ desa melalui pertanian, bahwa Bapak memiliki peran dan sumbangsih bagi kemajuan desa,  maka embel-embel ET di belakang nomor KTP Bapak pun sudah seharusnya dicoret dan tidak penting. Dan dengan tindakan Pak Lurah itu, kakak akhirnya lulus menjadi PNS, yaitu menjadi guru SD dan sekarang sudah menjadi kepala sekolah. Keluarga kami sangat berterimakasih pada Pak Lurah tersebut. Peraturan tes kedua itu dihapus pada saat kementrian dalam negeri dipegang Bapak Rudini. Maka kakak saya pas dan saya bisa lulus pegawai negeri tanpa melalui tes itu (yang jika masih ada mungkin butuh jaminan Pak Lurah lagi).

Kini semua anak-anak Bapak sudah bekerja dengan pekerjaan yang layak. Harapan Bapak dikabulkan Tuhan, bahwa apa yang tidak bisa diterimanya, bisa diterima oleh anak-anak. Bapak tidak ingin anak-anak menjadi petani karna pekerjaan sebagai petani itu berat. Karnanya Bapak tidak meminta kami membantu Bapak di sawah, tetapi meminta kami untuk belajar dan belajar supaya kami bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik dari Bapak & Ibu. Kini tidak ada lagi yang mencibir atau menghina Bapak, yang ada mereka salut kepada Bapak, dengan perjuangan yang berat Bapak bisa mengantarkan anak-anak menjadi seperti sekarang. “Semua itu karna anugerah Tuhan, bukan karna usaha Bapak” begitu Bapak seringkali menjawab jika ada yang menyampaikan kesalutannya kepada Bapak.

Usia Bapak sekarang 78 tahun. Memang sudah tidak lagi muda. Bapak sudah sering sakit, terutama setelah Ibu meninggal, Bapak jadi mudah sakit. Memang suami istri itu benar-benar belahan jiwa ya. Setelah Ibu meninggal, Bapak jadi punya hipertensi, padahal sebelumnya justru darah rendah. Bapak jadi harus mengonsumsi obat setiap hari (meskipun Bapak bandel, hanya pas tensi tinggi saja Bapak baru minum obat). Rasanya sedih kalau Bapak sedang sakit. Waktu saya di Jogja, tiap akhir minggu saya pulang untuk menemani Bapak, tetapi kalau Bapak sakit, saya bakal pp Purworejo-Jogja dengan motor. Dan Bapak tidak izinkan saya bolak/ik pakai motor. Karnanya Bapak selalu bilang: bapak udah sembuh, kamu nggak usah pulang nanti sore. Begitulah Bapak, tidak mau saya capek. Sekarang saat saya di Jepang, Bapak tidak mau bilang kalau sedang sakit. Nanti setelah sembuh, baru Bapak cerita kalau kemarin habis sakit. Bapak tidak mau saya bingung di sini kalau tau Bapak sakit (eh, mbrebes mili saya menuliskan ini :P). Ya, begitulah Bapak, terlalu baik :). Sekarang, kakak sudah tinggal di depan rumah Bapak. Bapak tidak lagi kesepian, tiap hari ada cucu yang membuat hari-harinya ceria. Juga dekat dengan kakak yang seorang perawat sehingga membuat Bapak tenang sewaktu-waktu tekanan darahnya naik. Dan puji Tuhan, Bapak dikarunia kesehatan waktu-waktu ini. Tensinya selalu normal (normal untuk ukuran Bapak) berkisar 140-150. Tiap kutelepon juga selalu terdengar bahagia. Puji Tuhan.

Tuhan, aku mohon, karuniakanlah selalu kebahagiaan dan ketenangan hati untuk Bapak. Kesehatan dan usia yang panjang bagi Bapak, sehingga Bapak bisa menangi semuanya, termasuk menangi cucu dari anak bungsunya. Terimakasih untuk kekuatan dan perlindungan yang Engkau berikan bagi Bapak selama ini. Engkaulah kekuatannya, Engkaulah sumber bahagianya, Syukur kepada-Mu ya Allah.

Bapak, Ibu (ketika masih sugeng), dan anak-anak tahun 2004 waktu pernikahan kk3. Ibu sudah sakit waktu itu. Dan setiap ada saudara yg datang, Ibu menangis. Lihat, tangan kiri Ibu memegang sapu tangan & wajah Ibu pun terlihat habis menangis.

Bapak, lebaran kemarin (belum punya foto terbaru)

angka kembar ke-7 Bapak

 

Bapak di usia 77 tahun

4 Februari 2011… Hari ini Bapak berulang tahun yang ke-77. Syukur pada Tuhan atas usia yang Tuhan tambahkan pada Bapak. Syukur pada Tuhan atas kesehatan yang Tuhan limpahkan bagi Bapak. Beberapa waktu lalu Bapak sakit. Beliau harus bolak-balik ke Rumah Sakit dan lab, Purworejo dan Jogja. Sy pun wira-wiri Purworejo-Jogja. Dan puji Tuhan, waktu telpon tadi Bapak bilang semuanya sudah normal kembali, Bapak sudah sehat lagi. Semoga terus terjaga kesehatannya ya Pak.

Setelah pulang dari pemeriksaan di RS di Jogja, Bapak minta antar nengok sawah. Karna lama tidak ditengok, sawah pun penuh gulma dan kekurangan air. Di usia 77 tahun, meski sudah beberapa kali sakit, Bapak masih ingin mengurus sawah meskipun semuanya dikerjakan orang suruhan. Lihatlah Bapak yang masih semangat mengalirkan air dengan ‘menyogok’ saluran air dengan bambu panjang yang dibawanya.

Selamat ulang tahun, Bapak. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan kebahagiaan dan kesehatan bagi Bapak. Semoga dikarunia usia yang panjang dan penuh berkah serta menjadi berkat bagi sesama. Maafkan anakmu ini ya Pak, jika belum bisa memenuhi harapan Bapak & membahagiakan Bapak. Doakan aku selalu ya Pak. Aku mengasihimu, Pak…

About Surprise

To start this post, i wanna say that blogging is sooooo beautifull world. And this post is the one, mmm maybe two, of the beauty of blogging 😀

Seorang sahabat menulis, Prima (sy biasa memanggilnya Cepe), datang dari Semarang kemarin sore. Dia ingin memberi kejutan pada sahabat kami, calon dokter yang suka menulis,  Cahya, karna hari ini dia ulang tahun. Dengan Cepe sy sudah pernah ketemu. Tapi dengan Cahya, sy dan Cepe sama2 belum pernah ketemu. Hihi… Namanya juga mau kasih kejutan, kami tidak beri tahu Cahya kalau kami mau ke kostnya lengkap dengan kue tart, lilin, dan korek :D. Berbekal sekelumit alamat kostnya, malam itu kami berdua menyusuri kampung Pogung, dari Pogung Kidul hingga Pogung Lor mencari kost Cahya yg konon bernama ‘Wisma Cahaya Rembulan’. Hahaha…. (sy harus tertawa terbahak-bahak dulu mengingat itu 😀 ). Dan setelah bertanya ke sana kemari, disasarkan ke sana kemari, akhirnyaaaa kami tidak juga menemukan kost Cahya. Doh! 😦 Kami menyerah. Kejutan pun tak lagi begitu mengagetkan karna akhirnya kami sms Cahya: kostmu sebelah mana, kami tersesat! Hahaha…. Dan beliau bapak dokter ternyata juga tidak di kost, tapi sedang asyik minum teh di cafe sambil download apalah itu. Kami pun melaju ke cafe itu. Pengen marah sama Cahya karna punya kost susah dicari. Di jalan ketawa sambil dongkol dan bersiap kalo ketemu Cahya mau dicubit pake helm, eh…dipukul maksudnya. Hahaha… Tapi begitu sampai di cafe, dan melihat sosok Cahya yang begitu bersahaja dan legawa (eee…Cahya, jangan GR dulu ya. Itu kesan pertama. Kesan selanjutnya, gk usah tanya! haha..), gk bisa kami marah sama dia. Hihihihi….beruntungnya kamu Cah…

Masih dengan tidak bisa menahan tawa, kami bercerita perjalanan kami menemukan Wisma Cahaya Rembulan. Yup, seperti kopdar2 lainnya, meskipun kali pertama berjumpa, kami merasa sudah seperti kawan lama. Sepanjang obrolan tak lepas dari tawa. Hahaha…. Dan…apa kabar kuenya? Hihi….dengan mencari cara mengatakannya, akhirnya ketemu juga.

“Cahya besok dinas?” Cahya menggeleng: “enggak”

“Kalau gitu, Cahya besok ulang tahun ya?”

Hahhaha…dan kue tart pun kami serahkan pada Cahya. Apakah Cahya terkejut? Haha…ternyata kami yang dibuat terkejut dan hampir melemas waktu Cahya bilang: “Emang siapa yang ultah? Masa cuma dari fb aja.” Doeng! Hahaha….tapi untunglah Cahya orang baik yang tidak mungkin memalsukan identitas di fb :D. Habis tancepin lilin, nyalain lilin, make a wish, lalu tiup lilin deh… Jangan lupa, masih full of laugh… Hahaha….

mudah2an ini ekspresi terkejut 😀

Ah, jadi juga ngerayain ultah Cahya, meski maju 1 hari..eh beberapa jam ding..hihi….

Selamat Ulang Tahun Cahya… Semoga A Night Surprise ini memberi kebahagiaan buatmu… Amin 😀

Eeeeh…jangan pergi dulu…. Itu baru surprise yang pertama. Surprise dari kami buat Cahya. Nah, sekarang giliran surprise buatku. Lah…gk mau kalah… Bukan! Bukan gitu! Tapi biar konsep give and take itu ada contohnya. Hihihi..maksa… 😀

Kemarin kan hari Ibu tuh. Nah, Pakdhe Cholik yang baik itu ngadain lomba tebak lagu. Dengan klu yang begitu banyak, apalagi kupasang di side bar blog ini, sy mencoba menjawab. Dan sore ini…..sy dapat surprise dari Pakdhe karna diminta mengirim nama dan alamat serta buku yang dipilih. Horeee…..terimakasih Pakdhe, sy menang tebak lagu hari Ibu….. Hihihihi…..

Selamat sore kawans, semoga teman2 juga dapat surprise hari ini. Happy long weekend.. Merry Christmas for u who celebrate.. God bless u all… 🙂

bertambah satu usiamu

Bertambah satu usiamu

Oh semoga penuh warna

Semakin indah hatimu

Berikan cinta tuk semua

.

Syukur tuk Yang Kuasa

atas beragam anugrah

Kusertakan doa

panjang umur kasih berlimpah

.

Ikuti hidup yang mengalir

dan reguklah hingga akhir

Karna dunia terus berubah

jangan kau terlena dan goyah

(Tambah Usia, KLA Project)

Jari jemari ini telah menari-nari dan meninggalkan jejaknya di sini selama dua tahun lamanya. Postingan pertama tertanggal 25 Juni 2008, dua tahun yang lalu, biarlah kuperingati sebagai hari kelahirannya. Menemani setiap tawa dalam satu cerita. Ketika gelisah menjadi satu kisah. Celotehan-celotehan tak penting yang kemudian hadir memberi gelak juga air mata. Pelarian kejenuhan yang paling mujarab: menulis. Ketika jemari menari, memberikan irama pada tuts-tuts papan kunci, menerbangkan angan dan imajinasi, terimakasih telah sudi menemani bahkan ketika aku ingin benar-benar sendiri, aku datang padamu dan kutemukan duniaku.

Denganmu pula kutemukan jaringan perkawanan yang luar biasa. Saling berbagi menjadi satu keluarga. Menyimpan kerinduan untuk suatu hari bisa berjumpa. Mendukung dan memberi semangat ketika tulisan tampak surut dalam gairah, tersenyum dan menepuk bahu ikut berbahagia ketika tulisan mengajak mereka berbahagia. Kita adalah keluarga, keluarga yang tak terbatas ruang dan waktu.

Teruslah menari jemariku. Terbangkanlah sayap imajimu. Ceritakanlah kebahagiaanmu. Jangan pula ragu membagi lara, tak perlu kau nikmati lara seorang diri, karna di sini, sahabat-sahabatmu hadir memberi peduli. Bagikanlah segala sesuatu, mungkin bagimu hal biasa, tapi belum tentu bagi yang membaca. Tetaplah jujur dalam tulisanmu. Berikan guna bagi semua.

Selamat ulang tahun celoteh .:tt:. (yang da hulu kuberi nama my footprints) , ikuti hidup yang mengalir dan reguklah hingga akhir. Karna hidup terus berubah, jangan kau terlena dan goyah. Kelak ketika kau baca lagi semua tulisanmu di sini, kau akan ikuti bagaimana hidupmu berubah.

Semua temans yang setia hadir, pernah hadir, dan akan hadir, terimakasih telah menjadi kawan dalam perjalanan. Seribu maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan, tak ada sedikit pun maksud untuk melukai, hanya diri ini manusia biasa yang tak luput dari lupa. Semoga jalinan silaturahim ini tetap terjalin, semakin mengindahkan hidup kita, semakin memanjangkan umur kita.

Salam cinta, kasih, dan damai

dari tuts papan kunci di sebuah kantor di kota Jogja.

Saya yang sedang terharu seorang diri

(Yustha) Titik Sutanti

atau yang kalian panggil dengan panggilan sayang: ‘tt’

#titip selamat ultah juga buat Wi jna, yang hari ultahnya sama dengan ultah blogku. Semoga panjang umur dan penuh berkah. Amin.