[J:SPH] Antara token & tukang genteng…

Yay!! Saya mau memulai cerita-cerita flashback tentang 2 tahun saya di Jepang termasuk serba-serbi sebelumnya. Saya masukkan kategori [J:SPH] yang merupakan singkatan dari [Jepang: Sebuah Perjalanan Hidup/Hati]. Bingung bener mau nyari kategori yang pas, gak kepanjangan, tapi bisa mencakup semua yang ingin kutulis tentang pengalaman saya di Jepang. Akhirnya J:SPH itu yang terpilih. Belum sreg banget sih, tapi rasanya OK juga :mrgreen:.

Sebenarnya memori saya juga gak bagus-bagus amat sih. Saya perlu mengoprek catatan-catatan lalu untuk bisa menceritakan lagi perjalanan hidup saya selama di Jepang ataupun sebelumnya. Beruntung ada beberapa media yang membantu saya menyimpan kenangan. Salah satunya FB :D. Bagaimanapun saya harus berterima kasih pada FB, karena saya bisa membaca tulisan saya di masa lalu dan kadang juga jadi ngerti bagaimana seorang Titik pada masa itu. Hehe…. Nah, biar gak kepanjangan, mari masuk ke inti postingan.

Sesuai judulnya, kali ini saya mau cerita tentang serba-serbi pencarian token Mand*r* sebelum keberangkatan saya ke Jepang. Yup, internet banking menjadi satu-satunya cara saya bisa bertransaksi dengan rekening Mand*r* ketika saya berada di Jepang. Saya masih perlu bertransaksi dengan rekening itu untuk berbagai keperluan bulanan (bayar utang cuy…!!) pun untuk pengisian pulsa nomor HP saya biar gak hangus (bukti saya tipe setia, gak mau nomor HP hangus 😀 ). Dan untuk bisa bertransaksi dengan internet banking, dibutuhkan sebuah alat pengacak PIN dengan algoritma tertentu yang bernama ‘token’. Jadilah saya harus mencari token. Sebenarnya saya sudah menggunakan layanan SMS banking juga, tapi kalau bertransaksi dengan SMS banking dari sini bakalan mahal di pulsa kali ya. Yang ditransfer seberapa, ongkos pulsanya seberapa. Gak cucuk deh. Kalau sekarang sudah ada mobile banking, jadi sudah tidak perlu token lagi ya? Cukup dengan PIN SMS banking dan OTP yang dikirim melalui SMS ke nomor kita.

Dan….pencarian token pun dimulai. Pertama saya menuju bank Mand*r* cabang Kaliurang, tempat saya membuka rekening. Hasilnya: nil. Tidak ada stok token di situ. Lalu mereka meminta saya mencoba ke Mand*r* cabang UGM. Meluncurlah saya ke sana, mumpung masih jam istirahat, meski panasnya ya bo’ Jogja ituh… Hasilnya: sammaa. Tidak ada stok. Duh, ini bank-bank besar kok pada gak punya stok sih?? Oleh mereka saya diminta datang lagi 3 atau 4 hari lagi sambil menunggu stok dari (mana lupa) datang. OK, jam istirahat pun habis dan saya harus kembali ke kantor. Empat hari berikutnya saya menelepon ke kantor bank tadi, pegawainya bilang ada stok 1. Saya buru-buru meluncur ke sana. Sampai di sana, sudah antri, urus ini itu dan setelah token dicoba, ternyata…..errorrrr Saudara-saudara!!! Rrrrrr…..saya hampir muntab waktu itu. Tapi demi menjaga kesehatan perut, saya tahan emosi saya dan memilih pulang kembali ke kantor. Pencarian token hari ini stop sampai di sini.

Besok paginya saya mencari daftar kantor cabang bank Mand*r* di Jogja ini dan ketemu yang paling dekat setelah cabang Kaliurang adalah cabang Gejayan. Ini bank ranting kali ya karna kecil. Saya sering ambil uang di ATMnya, tapi sungguh gak ngeh kalo ada banknya :D. Saya coba telpon dulu untuk menanyakan ketersediaan token di sana. Sudah kapok berpanas-panas tapi hasilnya nihil. Mereka bilang ada stok di sana. Saya sampai tanya nama cs yang menjawab telpon saya tadi untuk nanti langsung saya temui begitu ke sana. Namanya: Aris. OK, saya segera meluncur. Ketemu satpam langsung saya bilang mau ketemu Pak Aris untuk urusan token. Saya tak perlu antri, puji Tuhan. Ketemulah saya dengannya, pegawai bank yang bernama asli Kh*ris** itu. Alamak…..ganteng reeeek….!!! Bersiiiiih banget!! Kinclong!! Tapi itu justru menurunkan minat saya padanya. Ups..ups…kembali ke tujuan semula: nyari token!! Nah, akhirnya di bank ranting ini saya memperoleh token yang saya butuhkan. Kalau gak salah ingat harganya IDR 20.000. Lupa saya.

akhirnya dapat token juga...

akhirnya dapat token juga…

Jadi pelajarannya, kalau mau cari token, telpon dulu aja banknya, daripada ke sana kemari hasilnya nihil. Trus jangan sepelein bank kecil, karna di bank kecil juga ada teller cakep justru kemungkinan tersedia token karna jarang yang beli token di bank kecil kali ya…

Berhubung saya saat itu adalah aktivis fesbuk (sekarang juga masih kayanya 😛 ), sesampai di kantor dengan memperoleh token, saya upload donk foto token di atas. Trus bikin status juga (hadeh…ini botjah!!). Dan waktu itu, entah kenapa obrolan di komen jadi ke mana-mana. Dari yang ngomongin token, ke lelaki, sampai akhirnya ke genteng. Haish….begitulah… 😀

Begitulah salah satu ‘persiapan’ saya sebelum berangkat ke Jepang.

Apakah teman-teman perlu token untuk internet banking? Apakah teman-teman suka cowok bersih bin kinclong? Atau yang gak begitu kinclong tapi bisa benerin genteng bocor? 

Selamat malam ^____^
Titik