Weekly Photo Challenge: Self Portrait

[Huwaaa…tema photo challenge-nya: self portrait bikin hasrat narsis tersalurkan. Hehe… Maaf kalau ada yang tidak berkenan. :)]

I was in Japan since March 2011 and i’ve experienced the four seasons in Japan: spring, summer, autumn, and now the starting of winter. These are the pictures of me in each season. Enjoy ’em all. 🙂

me on spring

me on summer. Many people went to the beach in summer season.

me on autumn

me on winter

This is my first winter here in Japan. I could pass the summer well, hope i can pass this winter also, though it’s so cold for me. Always ganbarimasu…!!

Thank you. 🙂

Experience of Making Uchiwa (Japanese Fan)

Hari Sabtu 22 Oktober kemarin, kami mendapat kesempatan mengunjungi Uchiwa No Minato Museum di Marugame, Kagawa Prefecture. Uchiwa adalah salah satu jenis kipas khas Jepang. Kipas ini bentuknya bulat, dengan rangka dari bambu dan disampul dengan kertas dengan corak dan gambar yang menarik. Uchiwa biasanya digunakan sebagai aksesoris pelengkap yukata di musim panas. Di sana kami berkesempatan untuk mengalami sendiri bagaimana cara membuat uchiwa. Sangat menyenangkan, apalagi uchiwa ‘buatan’ kami bisa kami bawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Langkah-langkahnya:

1. Memilih kertas sampul yang diinginkan. Saya memilih kertas sampul yang bergambar gadis Jepang. (lupa tidak mengambil foto)

2. Melumuri rangka bambu dengan lem di kedua sisi.

3. Memberi lem di kertas sampul, 1 cm di bagian bawah.

4. Memasang rangka (yang sudah dilumuri lem pada langkah 1) pada kertas sampul.

5. Sikat kedua sisi dengan sikat sabut.

6. Tunggu sampai lem-lemnya mengering.

7. Setelah kering, potong pinggir-pinggirnya dengan pisau pahat yang dipukul palu kayu.

8. Pasang kertas bisband di tepian kipas.

9. Pasang kertas pengunci di ujung-ujungnya dan selesai.

Bagaimana? Cantik bukan uchiwa buatanku? 🙂

Selama menunggu lemnya mengering, kami berkeliling ke museum yang (menurutku) cukup kecil itu. Dan di luar, kami lihat rangka kipas yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi ornamen yang sangat indah.

Di ruangan sebelah ada berbagai koleksi kipas, diorama, dan ada bapak yang membuat rangka kipas. Beliau membelah bambu menjadi ukuran sekitar 40cm x 2 cm. Dari bilah bambu itu beliau membelahnya tipis-tipis menggunakan pisau khusus untuk kemudian menjadi rangka kipas. Beliau hanya membelah sepanjang sekitar 7 cm, kemudian dengan teknik khusus beliau dorong belahan itu sehingga seluruh bagian kipas terbelah sempurna. Melihatnya sepertinya mudah, tapi ternyata setelah kami mencoba, sulit dan butuh keahlian. Kami mendorongnya sekuat tenaga, tapi beliau bilang tidak butuh tenaga banyak, hanya butuh teknik. Saya mencobanya, berhasil terbelah hingga ujung meskipun patah di tepi-tepinya dan sakit tangan saya.

Demikian pengalaman saya membuat kipas khas Jepang. Semoga lain waktu bisa berbagi pengalaman yang lain lagi. Terima kasih.

Salam,

#Konon hari ini adalah Hari Blogger Nasional. Saya mengucapkan Selamat Hari Blogger Nasional bagi teman-teman yang merayakan. Semoga semakin rajin menulis dan memberi manfaat bagi diri sendiri maupun pembaca. Amin.