Carang Gesing Modifikasi

Hari ini di fakultas diadakan welcome party untuk mahasiswa baru tahun ini. Dan seperti biasanya, party yang diadakan adalah potluck party. Jadi kami bawa makanan untuk kemudian di-share ke teman-teman semua. Hari ini bikin apa, Tik? Taraaa…hari ini saya bikin carang gesing dan mie goreng. Hehehe… Tetapi karna keterbatasan banyak hal, jadi carang gesingnya penuh modifikasi :D. O iya, ada teman-teman yang belum tau makanan carang gesing? Kalau belum tau, carang gesing itu makanan tradisional kita. Terbuat dari pisang, santan kental, telur, dan gula, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Nah, karena di sini tidak ada daun pisang, jadi saya modifikasi dengan menggunakan cup paper . Karna saya tidak punya panci pengukus, jadi saya menggunakan microwave. Trus gimana Tik cara bikinnya? Baiklah, kubagi caraku tadi ya…

Tadi saya menggunakan:

  • 5 buah pisang Ambon (pisang Philippine sih, tapi bentuk & rasanya mirip pisang Ambon)
  • 300 ml santan kental
  • 2 butir telur
  • gula pasir secukupnya
  • 1 lembar daun pandan

Cara membuatnya:

  • Campurkan santan, gula, dan kocokan telur (telurnya dikocok di tempat terpisah).
  • Masukkan daun pandan dan pisang. Aduk-aduk.
  • Panaskan dalam microwave dengan suhu 300W selama 12 menit (3×4 menit).
  • Setelah mengental, tiriskan airnya dan sajikan dalam cup paper .
  • Sajikan hangat atau bisa disimpan di lemari es dulu.

Dan inilah hasilnya…

Bentuk asli carang gesing seperti ini:

gambar dari sini

Satu lagi, saya bikin mie goreng, karna pas party beberapa waktu lalu, sensei saya pernah menanyakan tentang mie goreng. Jadilah saya bikinin mie goreng malam ini. Begini penampakan mie goreng buatan saya:

Sensei dan teman-teman bilang ‘Titik san, kore oishii‘ (Titik, enak ni..). Hehehe….saya bilang terimakasih sambil senyum-senyum. Dalam hati bilang: “bukan saya yang bumbuin, kalau enak itu bukan karna saya”. Saya pakai bumbu instan :D. Beberapa waktu lalu saat belanja, saya menemukan bumbu mie goreng dan nasi goreng di salah satu supermarket di sini. Senangnya. Saya beli bumbu mie gorengnya karna bumbu nasi goreng sudah dibawain banyak oleh teman saya. Beruntunglah, bisa dipakai buat bikinin sensei mie goreng.

Selesai party, saya dan teman-teman lanjut ngobrol di sea wall di belakang asrama. Mungkin karna kelamaan di luar, kayanya saya masuk angin nih. Perut muter-muter gk karuan. Bukan…bukan karna makanan tadi, makanannya gk aneh-aneh kok. Sepertinya memang masuk angin. Jadi sekarang saya mau elus-elus perut dulu pakai minyak kayu putih biar hangat dan anginnya keluar trus tidur. Sudah dulu ya teman-teman. Terimakasih sudah membaca. Ini ceritaku, mana ceritamu? 😉