Pergilah seperti uap, karna kutahu, kau akan kembali sebagai hujan…

(Rio Anggoro)

Dancing_in_The_Rain_by_AnkyShpanky

D. Rio Anggoro adalah teman saya sejak SMP.
Pernah 1 kelas selama 3 tahun di SMP. Naik ke SMA, kami 1 SMA lagi.
Berbeda nasib setelah kuliah. Dia ke Farmasi Sanata Dharma, saya ke kampus di sebelahnya.
Sekarang menjadi Overseas Business Manager di PT. Dexa Medica.
Sementara berkantor di Lagos, Nigeria.
Orangnya tipe planning, segalanya harus well preparedPerfectionist.
Ngakunya tidak pandai berimajinasi. Tapi sekali menulis, saya langsung jatuh hati.
Ini tulisan satu-satunya yang saya temukan di note FB dia. Saya jatuh cinta pada kata-kata yang diraciknya.
Sayang saya tak pandai membaca puisi. Jadi maaf, jika terdengar seperti orang bergumam. Tanpa emosi.
Semoga masih bisa dinikmati. 🙂

O iya, satu info lagi tentang Rio: dia sudah punya pacar. Sayang ya…. :mrgreen:

Selamat hari Jumat, teman-teman. Apakah di situ hujan? Mari menari di bawah hujan…. 🙂

/

Salam,
~Tt

cint…

terbata mengeja cinta

lalu diam menggantung di sudut bibir

biar mentari menjadikannya uap

atau embun meleburnya dalam debu

 

 

 

 

 

 

kita bisu

tekun menenun waktu

———————————————————

Kata teman sy, Februari itu bulan cinta (mmm…referensinya apa ya?). Kata teman sy lagi, sy lama gk update blog ini (perasaan baru 4 hari). Kata teman sy yang lain, sy lama gk bikin puisi (bikin puisi butuh mood je). Jadi, mengakomodasi kata teman2 saya tadi, sy mencoba membuat puisi cinta untuk meng-update blog ini. Hasilnya…. beginilah kalo nulis puisi gk pake mood. Maaf ya teman. 🙂

Selamat bulan Februari…

Salam,

foto diambil dari google

postingan ke-200

Sebait sajak buat kekasih

Kutulis sajak untukmu, kekasihku
untaian baris-baris rindu yang berjejalan di kalbu…
kan kukirimkan padamu
kulampirkan harapan
kusematkan doa
kutitipkan pada kepercayaan
padamu yang jauh di sana
padamu yang penuh pesona
padamu yang menguatkanku
padamu yang mengasihiku
padamu yang bangkitkan semangatku
padamu yang selalu menitipkan rindu
pada hembus angin malam
pada kidung serangga di halaman
menyisipkan kenangan dalam relung hati
juga janji yang kan kita tepati, nanti…
ah…..sajakku terbatas kata, Sayang
namun cinta kita
seperti langit yang tak terjangkau luasnya
dan tak terbatas tingginya
hanya pada Tuhan yang mengatasi langit
kita pasrahkan cinta kita…
dalam nama Tuhan…Amin.

[25 Februari 2010, 16.54, Solo]

diikutkan dalam Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait (masih tergolong satu bait kan, biarpun panjang? 😉 )

ikutan parade puisi…

Berawal dari blogwalking, akhirnya saya nyangkut di blog pakdheCholik. Blog ini rupanya sering sekali bikin acara2 dan memberikan tali asih kepada pengunjung blognya. Saya pernah baca di postingannya Om Nh, kalau beliau juga dapat tali asih dari pakdhe Cholik. Dan hey….kali ini beliau mengadakan acara Parade Puisi Cinta. Pas banget ni.. Saya suka bikin puisi, pas sy blogwalking, pas ada acara ini.

Hmm…. Saya main daftar aja ke pakdhe Cholik. Baru setelah itu saya cari2 puisi saya di blog yang saya bikin di tahun 2009. Dan… o’ow, rupanya puisi2 sy di tahun 2009 cuma sedikit. Bodohnya lagi, saya bukannya berinisiatif bikin puisi baru tapi ngambil aja puisi lama: masihkah kau mencintaiku. Hehe… Saya daftarkan ke pakdhe dan dicatat oleh beliau. Ni, udah ada di daftar peserta urutan nomor 5. Senangnya….. 😉

Saya meramaikan acaranya, syukur2 dapat tali asihnya… Makasih ya pakdhe, meski baru sekali berkunjung ke sana dan uthuk2 ikutan acaranya, tapi bisa dicatat juga. Terimakasih banyak pakdhe…

Buat temen2 yang belum ikutan, ayo segera ikutan. Masih terbuka sampai tanggal 15 lho. Segera aja meluncur ke alamat ini…dan daftarkan puisimu… 🙂

meski ku hanya diam

kau tau, Sayang

aku mencintaimu..

Namun kini telah kurangkai ribuan kata

lalu mengapa kau hanya diam?

Siapa bilang cinta tak butuh kata

jika ya, tak kan ada ribuan puisi cinta…..

.:tt:. weekend di kantor…