Piala

Ya, itu adalah gambar piala. Tapi bukan piala AFF yang diperebutkan di lapangan sepak bola itu lho ya. Bukan. Itu adalah Piala Citra. Iya Piala Citra… Haiiih…bukan Piala Citra yang diterima Christine Hakim ituh, bukannn… Ini adalah Piala Citra Pelayanan Prima.

Lembaga/Institusi tempat sy bekerja mendapat penghargaan dari Presiden RI dalam hal pelayanan publik. Puji Tuhan… Berita lengkapnya sudah ditulis di sini. Piala ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pemicu semangat untuk terus bekerja dengan cerdas dan ikhlas. Sebuah penghargaan berarti juga sebuah tanggung jawab. Semoga lembaga kami dan kami semua dapat terus mempertahankannya. Amin.

narsis bersama Piala Citra Pelayanan Prima

Berjalan Tanpa Kepala

Eeeeeiiitss!! Jangan kabur dulu. Masa baca judulnya aja dah mau kabur. Enggak kok, ini gk serem, ini juga bukan debus. Sini deh sy kasih cerita. Jangan pada kabur ya. Sini pada ngumpul, nenek mau cerita #tiba2jaditua. Masih ingat kan pepatah/peribahasa/kata mutiara (masdeewee, tlg jelaskan perbedaannya!) yg bunyinya: “don’t judge a book by its cover”? Nah, berlaku juga untuk postingan ini. Jangan nilai isinya hanya dari judul, tp bacalah dulu keseluruhan tulisan. (lho? Bukannya judul merepresentasikan isi ya? Hehe..). Sy rasa pengantarnya sdh kepanjangan. Langsung msk intinya yuk..

Hari ini, 1 Juli 2010, Bpk Kepala kantor sy memasuki masa purna tugas. Beberapa bulan yg lalu sy pernah juga menulis tentang purna tugas Kepala sy. Lho, kok sekarang sudah menuliskan tentang hal yg sama lagi? Ya, karna Bpk Kepala sy yg baru ini memang hanya 9 bulan memangku jabatan sebagai Kepala di kantor sy stlh sebelumnya jg menjabat sebagai kepala kantor yg sama dgn bidang study yg berbeda di Bandung.

Menjabat sebagai kepala di kantor kami per 1 Oktober 2009. Beliau langsung mencanangkan ‘program 100 hari’. Banyak ‘gebrakan’2 yg beliau berikan. Di bidang ICT, di bidang pelayanan, di bidang mutu media cetak (bahan ajar, buletin, leaflet/poster, dll), di bidang lingkungan, pegawai, dan masih buanyak lagi. Dengan karakter beliau yg keras, tegas, juga cepat, kita semua dituntut juga untuk bekerja cerdas, dengan prinsip 4T: tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, tepat prosedur. Kita juga bekerja dgn target waktu & mutu. Walhasil kita menjadi sering harus ikhlas menambah waktu kerja alias lembur. Jangan tanya apakah kami selalu ikhlas tanpa mengeluh. Kalau sy, jujur, kadang masih ada keluh. 😳

Di kantor kami, jabatan strukturalnya adl Kepala (eselon 2), 2 org Kepala Bidang (eselon 3), 1 org Kepala Bagian Umum (eselon 3), 4 orang Kepala Seksi (eselon 4), dan 3 orang Kepala Subbagian (eselon 4). Nah, 1 org Kepala Bidang sdh memasuki purna tugas 1 Mei kemarin. Dan Kepala Bidang yg satu lagi memasuki purna tugas per 1 Juli tadi. Itu artinya pimpinan tertinggi di kantor sy sekarang adl Kepala Bagian Umum. Dan beliau perempuan lho #jadiikutbangga 😀

Begitulah. Sejak 1 Juli tadi kantor sy sdh tdk punya kepala lagi dan belum tahu kapan akan ditetapkan kepala yg baru untuk kantor kami. Juga tidak punya Kepala Bidang lagi. Meski begitu tentu segala sesuatu harus tetap berjalan seperti biasa. Semangat & kerja keras yg ditanamkan bpk kepala semoga terus menjadi motivasi setiap pegawai. Yang baik2 dari beliau semoga bisa terus dilanjutkan. Dan ibu Kabag Umum yg sekarang mjd pimpinan tertinggi kantor kami, semoga terus sehat dan kuat dalam memimpin kami. Amin.

Nah, cerita nenek udah selesai. Jadi meskipun belum memiliki Kepala, semua tugas harus tetap dijalankan dgn penuh komitmen dan tanggung jawab. Begitu.

1 Agustus 2006

Tiga tahun yang lalu. Mengenakan baju putih dan rok panjang hitam aku datang ke sebuah kantor di sebelah utara Yogyakarta. Sebelas orang akan berkumpul hari itu, satu orang di antaranya sudah kukenal karena dia teman satu kelasku di kampus. Hari itu adalah hari pertama kami bersebelas masuk kerja. Ceremonial penerimaan kami, ucapan selamat datang oleh lembaga, dan perkenalan warga baru, anggota keluarga baru di PPPG Matematika pun digelar di ruang sidang. Kami masing-masing memperkenalkan diri kepada Bapak Kepala juga para pejabat semua. Kenangan saat pertama kali aku memasuki dunia kerja (yang sesungguhnya, krn waktu kuliah pun aku sudah nyambi kerja sebagai tutor di berbagai lembaga bimbel).

Tiga tahun yang lalu,mulailah aku mengenal 11 teman seangkatan yang luar biasa. Kami menjadi 1 tim yang kompak, sampai sekarang. Merasa menjadi 1 keluarga. Hingga kini keluarga kami telah semakin besar dengan bertambahnya ‘teman ipar’ dan ponakan2. Seiring bertambahnya usia dan kedewasaan kami,kami mulai memasuki tahap kehidupan selanjutnya: menikah & melanjutkan keturunan.

Tiga tahun yang lalu. Aku mengenal kerja pada sebuah lembaga pemerintah. Mulai memberikan diri & hati untuk kebijakan negeri ini dalam pendidikan. Mulai belajar tentang kebijakan, tentang program, tentang peningkatan mutu pendidikan, yang sampai sekarang masih terus belajar & gk pinter2..hehe..

Tiga tahun yang lalu adalah sebuah awal. Awal saat aku harus bisa mandiri,bertanggung jawab atas hidupku. Mengatur keuangan keluarga (yang mana kepala keluarganya adl aku & anggotanya juga aku,hehe..) dengan penghasilan yang kuterima dari hasil pekerjaanku. Mengizinkan orang tua pensiun membiayaiku bertahun-tahun.

Tiga tahun yang lalu. Ternyata sudah 3 tahun aku bekerja. Bukan waktu yang lama,tapi juga bukan waktu yang singkat. Apa yang sudah kuberikan pada lembaga?? Terlebih lagi pada negara??

.:tt:.
1 Agustus 2009
Mengenang saat hidupku memasuki level selanjutnya..
Juga saat hidupku berubah karenanya…