Yogyakarta (memang) Istimewa

Yogyakarta memang istimewa. Banyak fenomena alam yang terjadi di bumi Yogyakarta. Tidak sampai satu tahun, saya sudah menjumpai tiga fenomena alam yang membuat saya tak henti memuji kebesaran-Nya.

Pertama, tanggal 11 Juni 2010. Waktu itu di langit Yogya terlukis sebuah garis lurus berwarna biru, yang kemudian banyak disebut pelangi biru.  Konon fenomena ini terjadi karena cahaya matahari terhalang awan yang membumbung tinggi. Indah sekali.

Kedua, belum lama ini, masih di bulan Januari tepatnya 4 Januari 2011, langit Yogya kembali mempersembahkan keindahan alam. Siang itu matahari dikelilingi cincin pelangi yang disebut halo matahari. Fenomena alam ini terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh partikel-partikel air di atmosfer. Mengagumkan.

Dan yang baru saja terjadi, 23 Januari 2011 di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, sebuah ‘lukisan alam’ berupa lingkaran geometris yang biasa disebut crop circle tergambar di areal persawahan.

crop circle jogja 23 januari 2011

Sampai saat ini belum diketahui penyebab terbentuknya crop circle di Sleman tersebut. Banyak sumber menyebutkan bahwa 80% crop circle yang ada di dunia ini dibuat oleh manusia dan 20% lainnya belum diketahui penyebabnya. Konon, ciri crop circle buatan manusia adalah patahnya batang padi/gandum/jagung di mana crop circle itu terbentuk. Apakah yang di Sleman ini batang padinya patah? Saya sendiri belum melihat langsung dan belum mendapat informasi. Selain buatan manusia, ada pula yang menyebut crop circle adalah lokasi pendaratan UFO. Tidak ada yang tahu.

Lepas dari apa penyebab terbentuknya crop circle di Sleman tersebut, terlintas dalam benak saya: ‘Adakah pesan yang ingin disampaikan alam kepada kita dengan berbagai fenomena alam yang terjadi?’.

 

[foto dikirim via mms oleh salah seorang teman kantor yg tinggal dekat lokasi crop circle tersebut.]

Suatu hari di langitku

Jumat, 11 Juni 2010 kemarin ada pemandangan menakjubkan di langit jogja. Sebuah garis berwarna biru lurus dari barat ke timur terbentang menjelang magrib. Entah apa itu. Banyak yang menyebutnya ‘pelangi biru’. Meski saya melewatkan momen itu karna saat itu saya sedang di luar jogja, tapi tak mengurangi kekaguman saya ketika melihat foto ini. Maha Besar Allah dengan segala karya ciptanya. Luar biasa.

*terimakasih kepada mb rina yang udah mengupload foto ini di fesbuk & mengizinkanku membagikannya di blog. (sdh diizinkan to mb, hehe 😀 )*