maafkan saya

*dalam suasana sedih*

Hari ini saya melakukan kesalahan. Ya, itu yang membuat saya bersedih. Satu kalimat yang terdiri atas 5 kata telah membuat seseorang tersinggung dan sedikit marah. Apalagi sewaktu dia menjelaskan, saya tidak langsung menerima dan sempat ngeyel, meskipun akhirnya setelah saya berdiam saya menyesal setengah mampus telah ‘menjawab’ kata-katanya.

Saya menyesal. Saya menyesal telah mengatakan itu. Awalnya saya tidak menyangka hal itu akan melukai perasaannya. Tapi setelah saya telaah lagi, saya menyadari, wajar kalau dia marah mengingat apa yang selama ini sudah dia lakukan. Dan saya menyesali.

Maafkan saya ya… Maafkan atas kesalahan pagi ini..  Saya akan berusaha memperbaiki diri, supaya tidak terjadi kesalahan yang sama lagi…

Sampai siang ini saya masih merasa sedih. Masih merasa menyesal. Mungkin itu sudah tidak diperlukan lagi, apalagi sudah berlalu sekian jam yang lalu. Pun sudah meminta maaf pada yang bersangkutan. Humm 😦

**jangan menyesal terlalu lama, nak. Kamu sudah minta maaf, kewajibanmu sudah selesai. Tinggal dia mau memaafkanmu atau tidak.**

melepasmu….

Langkahnya terseret memasuki pelataran rumahnya, seakan enggan tapi harus. Sekali ia menoleh ke belakang, dan dia tahu betul, tidak akan ada siapa-siapa di belakangnya.

***

“Dia meninggalkanku, Yah.”

“Dia siapa?” ayah tak menghentikan aktivitasnya melukis. Aktivitasnya selepas pensiun.

“Abang!” Keyla pun tak menatap ayahnya, dan terus memainkan ujung bajunya.

“Rizki maksudmu?” hanya membetulkan kacamata tanpa menoleh.

“Iya Yah.”

“Apa alasannya dia meninggalkanmu?”

“Ada yang lebih dicintainya Yah.”

Kali ini ayah menoleh dan memperhatikan putri cantiknya. Diamatinya putrinya yang sedari tadi duduk lesu, memainkan ujung bajunya, memutar-mutarnya tanpa berhenti, sambil berbicara pada ayah, sambil terus menunduk. Ayah membetulkan kacamatanya dan memutar tubuhnya menghadap putrinya.

“Sejak kapan kamu menjadi yang kedua Nak? Sejak kapan kamu tahu ada orang lain yang lebih dicintai Rizki?”

“Sejak lama Yah. Sejak awal Key mengenal Abang. Sejak saat itu pun Key telah tahu, ada orang lain yang dicintai Rizki.”

“Lalu kenapa kamu mau menjadi kekasihnya, kenapa kalian menyusun angan-angan untuk hidup bersama di masa depan?”

“Karna Key sayang sama Abang. Abang juga sayang sama Key. Ayah dan mama juga sayang dengan Abang.”

“Lalu kalau kalian saling menyayangi, kenapa Rizki masih perlu orang lain untuk dia cintai, lalu meninggalkanmu hingga membuatmu bersedih seperti ini?” ayah sedikit emosi.

Keyla terdiam beberapa saat, tidak menjawab pertanyaan ayah. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.

“Key telah melepasnya Yah. Key melepas dia pergi, meninggalkan Key di sini.”

“Nak…. Kamu benar-benar ikhlas?”

“Iya Yah. Tentu saja Key ikhlas.”

Key mengangkat mukanya. Memandang ayahnya yang memandangnya dengan wajah iba. Lalu….

“Hahahahahaha……. ayah serius sekali sih!” tawa Key tiba-tiba meledak.

Ayah hanya kebingungan dengan sikap putrinya.

“Ayah, Abang pergi ninggalin Key. Mudik maksudnya Yah. Kan ada mama & papa Abang yang Abang sayangi. Tadi Key nganter ke stasiun, melepas kepergiannya. Abang tadi juga kemari mau pamitan sama Ayah dan Mama, tapi kalian masih belanja tadi itu. Minta Key yang mamitin. Ntar mau telpon ayah dan mama juga katanya. Hehehe….”

Cubitan ayah pun mendarat ke pipi Key dan Key berlarian menghindar. Ayah dan anak yang menyenangkan.

***

:: buat teman-teman semua: selamat liburan.Yang mudik, selamat mudik ya. Semoga selamat di jalan, bertemu dengan keluarga. Buat yang merayakan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Buat semua teman-teman: mohon maaf lahir batin ya, apabila selama ini banyak salah-salah kata, salah-salah ucap, salah-salah balas komen, salah-salah kasih komen, dan lain-lain… Salam penuh cinta dari tt.. 🙂 ::

17 September 2009

.:tt:.