Lebaran on Skype

Ini masih kelanjutan dari postingan Lebaran Pertama kemarin. Ya. Di Jepang, umat muslim merayakan ldul Fitri pada hari Selasa tanggal 30 September, sedangkan di Indonesia, berdasarkan keputusan pemerintah, Idul Fitri jatuh pada tanggal 31 September. Jadi setelah berlebaran bersama teman-teman Indonesia di sini, besok harinya barulah sy menelepon Bapak dan kakak2 untuk halal bihalal saling bermaaf-maafan. Memang sudah menjadi tradisi di keluarga kami, kami saling meminta maaf di hari lebaran, baik kami yang kristiani maupun yang muslim. 🙂 Karena tidak bisa bertemu, jadilah saya cuma ‘sungkeman’ via telpon.

Malamnya, kk1, kk4, dan kk5 berkumpul di rumah. Lalu kk5 online di skype dan waaaa…….kami bisa berkumpul melalui skype. Senangnya… Bapak, kakak-kakak, ponakan-ponakan… Benar kiranya bahwa Skype mendekatkan yang jauh. Benar-benar terasa dekat. Sy mengulangi lagi ‘sungkeman’ via telpon tadi melalui skype.

sugeng riyadi nggih Pak.. Tanti kathah lepate kalih Bapak... nyuwun pangapunten sedaya lepat nggih Pak.... mugi Bapak sehat terus... Amin... 🙂

Dan satu per satu kami ‘ngomong’, dilanjut ponakan2. Diceritain tentang kemarin, hari tadi. Aih…pengen ikutan sebenarnya. Tapi ditahan lah keinginannya. 🙂 Dipamerin kue lebarannya. Hihi…..kumplit deh.

Besok harinya, kk3 juga datang, dan seperti biasa kami sekeluarga ‘menengok’ makam Ibu. Tahun lalu masih ada saya. Tahun ini sy berdoa dari jauh. Melihat foto yang diupload kk. Ah…kangen Ibu…juga merindukan Bapak dengan kesetiaannya.

Malamnya, kami skype-an lagi. Dan kali ini lebih heboh karna ketambahan keluarga kk3. Kumpul keluarga memang selalu menyenangkan dan membahagiakan. Ponakan yang udah kuliah, aih…masih  saja cablak ky jaman SMA. Ponakan yg usia 3 tahun, udah minta sekolah PAUD. Mas Krishna, udah tambah koleksi lagunya, tentu saja tantenya dipameri sekarang udah bisa nyanyi apa. Hihihi… Dik Ganesh adiknya mas Krishna udah bisa mbrangkang dan klulut banget sama Bapak. Seharian bercanda sama Bapak. Ponakan yang baru masuk SMA, sekarang rada jaim, mungkin karna beranjak dewasa kali ya. Ponakan yang kelas 5 & 6 SD, makin centil aja, dan udah punya facebook (doh!). Dan seterusnya dan seterusnya. Dua hari skype-an tiap malam, berasa mudik. Hehe… Terimakasih ya Tuhan, atas segala kasihMu buat kami..

sebagian screenshoot

Demikian cerita lebaran sy melalui skype. Sekali lagi kurasakan betapa baiknya Tuhan. Ketika aku harus pergi jauh, ketika itu Tuhan telah sediakan teknologi yang menjadikanku terasa dekat dengan keluarga. Di saat aku merindukan keluarga, Tuhan beri keluarga di sini. Di saat aku ingin berkumpul dengan keluarga, Tuhan izinkan jaringan internet lancar sehingga kami bisa ‘berkumpul’ melalui layar 14 inchi. Terimakasih ya Tuhan, Engkau baik, teramat baik. Syukurku padaMu…

Salam persaudaraan kawans,

Lebaran Pertama

Hai hai teman-teman.. Bagaimana liburan lebarannya? Masih di kampung halaman atau sudah bergerak kembali ke ‘kota’? Mungkin beberapa sudah mulai kembali ke kota ya, mengantisipasi kemacetan karena Senin nanti sudah kembali beraktivitas di kantor masing-masing. Semoga perjalanan lancar dan tiba dengan selamat. Ditunggu cerita lebarannya ya… 🙂

Untuk saya, tahun ini adalah lebaran pertama saya jauh dari keluarga. Tahun-tahun sebelumnya kami selalu berkumpul dengan keluarga di hari lebaran. Ya, karena kita semua libur di hari lebaran sehingga kita bisa berkumpul di rumah. Tapi tahun ini saya sendiri yang tidak mudik ke kampung halaman. Sedih? Tentu saja. Tapi kemudian saya bersyukur karna Tuhan memberi saya ‘keluarga’ di sini, di mana kita juga bisa berkumpul di hari Lebaran.

Empat hari sebelum lebaran, saya sok sibuk, wira-wiri ke sana kemari. Hehe.. Tanggal 27 teman kami mengadakan acara buka puasa bersama sekaligus syukuran rumah baru. Sy pun ikut bantu-bantu masak dan makan :D. Lalu tanggal 28-nya teman sy yang lain juga mengadakan acara buka puasa bersama. Seperti hari sebelumnya, sy pun bantuin masak dan makan, sambil bercanda dengan si kecil usia 2 tahun blasteran Jawa-Jepang yang lucu banget dan pinter sholat. Nah, malamnya balik ke Naruto, sampai Naruto sudah tengah malam, masih dilanjut naik sepeda nyebrang jembatan untuk sampai ke asrama. Besoknya tgl 29 dini hari berangkat ke Hiroshima karna ada workshop di sana. Seharian di Hiroshima lalu kembali sorenya dan sampai di Tokushima malamnya. Sy pulang ke rumah kawan untuk persiapan syawalan besok hari di rumahnya. Seperti juga di Indonesia yang menunggu keputusan kapan jatuhnya 1 syawal, di sini pun juga. Sampai pukul 21 belum ada kabar. Baru setelah temen sy jemput sy di stasiun, dalam perjalanan pulang ke rumahnya, barulah kita dapat kabar bahwa islamic center Jepang sudah mengumumkan bahwa 1 syawal 1432 H jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011. Bahagianya.. Setelah sampai rumah, sy mandi dan tidur sebentar, lalu mulai bantuin masak untuk syawalan besok hari. Tidurnya digilir, gantian, dan karna sy capek perjalanan Naruto-Hiroshima-Tokushima, akhirnya sy memilih tidur duluan. Dan sepertinya sy tidur paling lama..3 jam-an mungkin, hihi…

Tanggal 30 pagi, bangunin bapak-bapak untuk sholat Id di masjid Tokushima. Saya-nya lanjut masak. Menunya macam-macam. Menu lebaran lah. Ada opor ayam, sayur jipang, oseng pare, sambal goreng ati, lalu bikin es kopyor imitasi juga. Kumplit deh. Dan bener-bener serasa lebaran di rumah. Ada yang datang bawa ketupat, lalu ada yang bawa tempe bacem. Wah…ini mah bener-bener di rumah.. Terimakasih Tuhan, kerinduan terhadap kampung halaman sedikit terobati…

Begitulah lebaran pertama sy jauh dari orang tua. Meski ada sedikit yang kurang (krn tdk bisa berkumpul dengan keluarga), tapi sy tetap bahagia, karna ada keluarga Indonesia di sini yang menjadikan momen lebaran menjadi lebih berwarna. Teman-teman sy yang muslim pasti lebih sedih dari sy, krn mrk berhari raya jauh dr keluarga. Tapi toh mrk tetap bahagia. 🙂

menu lebaran

bersama sebagian dari keluarga Indonesia di Tokushima

Masih ada kelanjutan cerita ini, yaitu Lebaran on skype. Tapi besok lagi ya ceritanya. Hehe… 🙂

Salam damai teman2…

melepasmu….

Langkahnya terseret memasuki pelataran rumahnya, seakan enggan tapi harus. Sekali ia menoleh ke belakang, dan dia tahu betul, tidak akan ada siapa-siapa di belakangnya.

***

“Dia meninggalkanku, Yah.”

“Dia siapa?” ayah tak menghentikan aktivitasnya melukis. Aktivitasnya selepas pensiun.

“Abang!” Keyla pun tak menatap ayahnya, dan terus memainkan ujung bajunya.

“Rizki maksudmu?” hanya membetulkan kacamata tanpa menoleh.

“Iya Yah.”

“Apa alasannya dia meninggalkanmu?”

“Ada yang lebih dicintainya Yah.”

Kali ini ayah menoleh dan memperhatikan putri cantiknya. Diamatinya putrinya yang sedari tadi duduk lesu, memainkan ujung bajunya, memutar-mutarnya tanpa berhenti, sambil berbicara pada ayah, sambil terus menunduk. Ayah membetulkan kacamatanya dan memutar tubuhnya menghadap putrinya.

“Sejak kapan kamu menjadi yang kedua Nak? Sejak kapan kamu tahu ada orang lain yang lebih dicintai Rizki?”

“Sejak lama Yah. Sejak awal Key mengenal Abang. Sejak saat itu pun Key telah tahu, ada orang lain yang dicintai Rizki.”

“Lalu kenapa kamu mau menjadi kekasihnya, kenapa kalian menyusun angan-angan untuk hidup bersama di masa depan?”

“Karna Key sayang sama Abang. Abang juga sayang sama Key. Ayah dan mama juga sayang dengan Abang.”

“Lalu kalau kalian saling menyayangi, kenapa Rizki masih perlu orang lain untuk dia cintai, lalu meninggalkanmu hingga membuatmu bersedih seperti ini?” ayah sedikit emosi.

Keyla terdiam beberapa saat, tidak menjawab pertanyaan ayah. Menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan.

“Key telah melepasnya Yah. Key melepas dia pergi, meninggalkan Key di sini.”

“Nak…. Kamu benar-benar ikhlas?”

“Iya Yah. Tentu saja Key ikhlas.”

Key mengangkat mukanya. Memandang ayahnya yang memandangnya dengan wajah iba. Lalu….

“Hahahahahaha……. ayah serius sekali sih!” tawa Key tiba-tiba meledak.

Ayah hanya kebingungan dengan sikap putrinya.

“Ayah, Abang pergi ninggalin Key. Mudik maksudnya Yah. Kan ada mama & papa Abang yang Abang sayangi. Tadi Key nganter ke stasiun, melepas kepergiannya. Abang tadi juga kemari mau pamitan sama Ayah dan Mama, tapi kalian masih belanja tadi itu. Minta Key yang mamitin. Ntar mau telpon ayah dan mama juga katanya. Hehehe….”

Cubitan ayah pun mendarat ke pipi Key dan Key berlarian menghindar. Ayah dan anak yang menyenangkan.

***

:: buat teman-teman semua: selamat liburan.Yang mudik, selamat mudik ya. Semoga selamat di jalan, bertemu dengan keluarga. Buat yang merayakan: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Buat semua teman-teman: mohon maaf lahir batin ya, apabila selama ini banyak salah-salah kata, salah-salah ucap, salah-salah balas komen, salah-salah kasih komen, dan lain-lain… Salam penuh cinta dari tt.. 🙂 ::

17 September 2009

.:tt:.