Sandal kamar mandi…

Bagaimana kebiasanmu ‘berkamar mandi’? Bukan berapa lama di kamar mandinya, bukan juga apa yang kamu lakuin di kamar mandi. Ssstt! Its private, sy ndak ikut2. Hehe… Saya mau bicara tentang kebiasaan memakai/tidak memakai sandal di kamar mandi. Dan lagi, kamar mandinya kamar mandi basah, bukan kamar mandi kering.

Ceritanya semalam sy mendapati tiga jejak pasir berbentuk sandal di kamar mandi kost sy. Hmm…sy geram bukan kepalang. Mungkin sy sedang sensitif, jadi darah langsung naik ke ubun2 (Halah! Berle… Berlebihan :D). Entah siapa yang memakai sandal ke kamar mandi dan membawa masuk pasir dalam bidang berbentuk sandal itu. Tapi sy pikir bukan anak kost karna anak kost terbiasa melepas alas kaki saat masuk kamar mandi. Sy tidak enak bertanya atau menegur langsung. Mungkin cara saya menegur juga menyakitkan, karna sy langsung menempelkan tulisan: “Masuk kamar mandi alas kaki harap DILEPAS!!” di pintu kamar mandi.

Kost sy memang bukan kost dengan kamar mandi dalam. Ada 2 kamar mandi untuk 5 penghuni. Artinya kita harus sama2 menjaga supaya kamar mandi nyaman dipakai siapa saja. Dan bagi saya, kamar mandi adalah area paling private. Sy menyukai kamar mandi yang bersih dengan lantai bersih bebas pasir sehingga saat menginjakkan kaki di kamar mandi, tidak ada risih di kaki. Dan ya, sy lebih suka masuk kamar mandi tanpa alas kaki. Benar-benar melepas segala ‘pakaian’ termasuk pakaiannya kaki alias sandal saat dalam kamar mandi. Di depan kamar mandi pun sudah sy taruh kesed untuk mengeringkan kaki. Yup, untuk mengeringkan kaki, bukan untuk membersihkan sandal. Karnanya (lagi-lagi) sy tidak suka kalo kesed di depan kamar mandi kotor oleh pasir. Masa mau ngeringin kaki malah jadi kotor oleh pasir, gk lucu kan? Hehe….

Waktu kuliah dulu sy ngontrak satu rumah dengan kamar mandi hanya satu dan penghuninya 6 orang. Kebiasaan melepas sandal saat masuk kamar mandi sudah sy bawa sejak dulu. Tapi ternyata tidak semua teman satu kontrakan bisa melepas sandal saat di kamar mandi. Ada teman yang lebih suka memakai sandal saat dalam kamar mandi. Nah lo…. Lalu gimana menyiasatinya supaya semuanya nyaman? Dia menyediakan sandal khusus untuk kamar mandi yang diletakkan di dalam kamar mandi. Jadi sandal itu tidak keluar2 kamar mandi dan terjaga kebersihannya dari kotoran2 yang berpotensi mengotori kamar mandi. Adil kan…. 🙂

Beda lagi ketika sy menginap di hotel dengan kamar mandi kering. Sy akan memakai sandal hotel saat masuk kamar mandi, tapi tetap melepasnya saat naik ke bathup. Hehe….semua pasti melepas sandal kan saat naik/masuk ke bathup… 😛

Nah, bagaimana kebiasaan teman-teman saat masuk ke kamar mandi? Apakah seperti sy, melepas alas kaki? Atau seperti teman sy memakai alas kaki?

 

Kita baikan ya…

Kita baikan ya…

Saya senyum sendiri menulis judul di atas. Hihi….keliatannya lucu ya… Ini cerita tentang anak kost saya.

Saya tinggal berempat dengan anak-anak lucu ini. Mereka sudah satu kost denganku sejak satu setengah tahun yang lalu. Kita pun pindah sama-sama dari kost lama ke kost yang sekarang. Boyongan. Jadilah kita sudah sangat sehati, apalagi kost ini memang cuma punya 5 kamar, 1 kamar lagi masih kosong. Ada yang mau gabung?? Hehe…

Dari berempat itu, macem2 karakternya. Ada yang tertutup sangat, ada yang kaya anak kecil, ada yang moody-an (saya :p), ada juga yang easy going. Satu orang yang tertutup sangat, sangat sulit bergabung dengan anak kost yang lain. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar tertutup. Bersosialisasi dengan anak kost lain hanya seperlunya saja. Tapi kalau hanya tinggal berdua saja di kost (misalnya hanya saya dan dia), dia bisa juga diajak ngobrol. Hmm… Lalu yang dua lagi, mereka lebih mudah bergaul. Sering ngumpul di kamar saya, sering ngajak keluar bareng, makan bareng, nonton, bareng, ngasih surprise waktu ultah saya. Ya mereka berdua. Waktu bulan puasa kemarin, kita masak bareng tiap hari, sahur di kamar saya bareng2, berbuka bareng2. Bertiga dengan mereka berdua, plus satu orang lagi yang kini sudah pindah kost, sementara 1 orang yang tertutup sangat tidak ikut bergabung dengan kami.

Nah….karena saking seringnya apa2 bertiga, jadi rasanya ada yang kurang kalau satu orang tidak serta. Seperti kemarin. Kami pergi keluar berdua, saya dan anak kost, sebut saja Li. Kami berdua sudah mengajak Ka ikut serta, namun karna dia masih sibuk dengan kegiatan KKN, dia tidak bisa ikut serta. Akhirnya kami berdua pergi tanpa Ka. Tapi ternyata kepergian kami berdua tanpa Ka berbuntut.. Ka jadi diam ke Li. Saya tidak begitu perhatian karna akhir2 ini sy jarang ketemu dengan Ka di kost, maklum Ka sedang sibuk di KKNnya. Dan ternyata, Li juga tidak menyadari kalau didiemin sama Ka…. Sampai tiba-tiba kemarin Ka bilang ke Li: “Li, kita baikan ya….”. Parahnya Li tidak tanggap kalo beberapa hari ini didiemin sama Ka. Hahaha, lucunya anak2 ini….

Cerita sederhana si. Tapi saya merasa lucu dan geli dengan cerita ini. Bagaimana tidak, Ka sudah berlelah-lelah ngambek sama Li, dan ternyata Li tidak tau kalau Ka ngambek. Sampai akhirnya Ka lelah sendiri dan meminta maaf pada Li, mengajak Li kembali ‘baikan’ dengan dia. Sementara Li merasa tidak bersalah karna sebelum pergi Li sudah mengajak Ka, sehingga dia merasa tidak bersalah meninggalkan Ka.

Hihi…saya senyum sendiri. Emang nggak enak ya marah/ngambek/benci sama orang lain, apalagi orang yang sangat dekat dengan kita. Nggak perlu nunggu lama-lama kita akan lelah sendiri memusuhi sahabat kita itu. Bener deh pepatah bilang: 1000 teman itu belum cukup, tapi 1 orang musuh udah kelebihan.

Hayoo…ada yang masih punya amarah di hati? Apalagi sama sahabat sendiri. Cepet-cepet deh bilang: Kita baikan ya….. 😉

 

saya & mereka:: tampak sebaya kan? hehe...

.

.:tt:. 3 November 2009

>>> Buat Ka yang besok ulang tahun…. Happy birthday ya nak… 🙂