Berjalan Tanpa Kepala

Eeeeeiiitss!! Jangan kabur dulu. Masa baca judulnya aja dah mau kabur. Enggak kok, ini gk serem, ini juga bukan debus. Sini deh sy kasih cerita. Jangan pada kabur ya. Sini pada ngumpul, nenek mau cerita #tiba2jaditua. Masih ingat kan pepatah/peribahasa/kata mutiara (masdeewee, tlg jelaskan perbedaannya!) yg bunyinya: “don’t judge a book by its cover”? Nah, berlaku juga untuk postingan ini. Jangan nilai isinya hanya dari judul, tp bacalah dulu keseluruhan tulisan. (lho? Bukannya judul merepresentasikan isi ya? Hehe..). Sy rasa pengantarnya sdh kepanjangan. Langsung msk intinya yuk..

Hari ini, 1 Juli 2010, Bpk Kepala kantor sy memasuki masa purna tugas. Beberapa bulan yg lalu sy pernah juga menulis tentang purna tugas Kepala sy. Lho, kok sekarang sudah menuliskan tentang hal yg sama lagi? Ya, karna Bpk Kepala sy yg baru ini memang hanya 9 bulan memangku jabatan sebagai Kepala di kantor sy stlh sebelumnya jg menjabat sebagai kepala kantor yg sama dgn bidang study yg berbeda di Bandung.

Menjabat sebagai kepala di kantor kami per 1 Oktober 2009. Beliau langsung mencanangkan ‘program 100 hari’. Banyak ‘gebrakan’2 yg beliau berikan. Di bidang ICT, di bidang pelayanan, di bidang mutu media cetak (bahan ajar, buletin, leaflet/poster, dll), di bidang lingkungan, pegawai, dan masih buanyak lagi. Dengan karakter beliau yg keras, tegas, juga cepat, kita semua dituntut juga untuk bekerja cerdas, dengan prinsip 4T: tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, tepat prosedur. Kita juga bekerja dgn target waktu & mutu. Walhasil kita menjadi sering harus ikhlas menambah waktu kerja alias lembur. Jangan tanya apakah kami selalu ikhlas tanpa mengeluh. Kalau sy, jujur, kadang masih ada keluh. 😳

Di kantor kami, jabatan strukturalnya adl Kepala (eselon 2), 2 org Kepala Bidang (eselon 3), 1 org Kepala Bagian Umum (eselon 3), 4 orang Kepala Seksi (eselon 4), dan 3 orang Kepala Subbagian (eselon 4). Nah, 1 org Kepala Bidang sdh memasuki purna tugas 1 Mei kemarin. Dan Kepala Bidang yg satu lagi memasuki purna tugas per 1 Juli tadi. Itu artinya pimpinan tertinggi di kantor sy sekarang adl Kepala Bagian Umum. Dan beliau perempuan lho #jadiikutbangga 😀

Begitulah. Sejak 1 Juli tadi kantor sy sdh tdk punya kepala lagi dan belum tahu kapan akan ditetapkan kepala yg baru untuk kantor kami. Juga tidak punya Kepala Bidang lagi. Meski begitu tentu segala sesuatu harus tetap berjalan seperti biasa. Semangat & kerja keras yg ditanamkan bpk kepala semoga terus menjadi motivasi setiap pegawai. Yang baik2 dari beliau semoga bisa terus dilanjutkan. Dan ibu Kabag Umum yg sekarang mjd pimpinan tertinggi kantor kami, semoga terus sehat dan kuat dalam memimpin kami. Amin.

Nah, cerita nenek udah selesai. Jadi meskipun belum memiliki Kepala, semua tugas harus tetap dijalankan dgn penuh komitmen dan tanggung jawab. Begitu.