sepeda sahabat

Sosok itu menyediakan pundaknya untukku membagi lara. Dia rela menjadi cicak di langit-langit supaya aku bisa menatapnya ketika air mata tergenang hingga menunda kejatuhannya. Jika musik sederhana selalu bisa membuatku menyanyi, maka dia adalah sosok sederhana yang selalu bisa membuatku tersenyum.

“Jaga diri baik-baik, jangan suka nangis, siapa nanti yang dipinjami pundak kalo kamu nangis? Hihi…” dia masih saja mengajak bercanda saat berpamitan.

“Mudah-mudahan selalu ada cicak pas aku mau nangis ya, Han. Hahaha..” kami berdua tertawa. Padahal sesungguhnya aku sedih.

“Siapa nanti yang nemeni aku ke mana-mana kalau gk ada kamu ya, Han?”

“Sepeda ini” sosok itu menyorongkan sepedanya “pakailah selalu, aku tetap menemanimu melalui dia.”

Sosok itu melangkah pergi. Pertemuan adalah sesuatu yang indah, namun perpisahan adalah sesuatu yang lebih indah. Dan perjumpaan kembali adalah sesuatu yang paling indah. Aku akan menunggu saat itu, sahabat. Di suatu senja, berkawan sepeda, untuk saat yang paling indah.

 

 

Note: artikel ini diikutkan dalam Kuis Cerpelai Persahabatan. Jumlah kata 147 (tidak termasuk judul & note).

.

Salam,

 

tak cukup

aku tak cukup indah untuk bisa mengindahkanmu..

aku tak cukup baik untuk bisa membaikkanmu..

aku tak cukup mulia untuk bisa memuliakanmu..

aku tak cukup sempurna untuk bisa menyempurnakan hidupmu..

 

aku hanya punya sepotong hati yang mencintaimu dengan segala keterbatasanku..

dan cinta akan menjadikan segalanya cukup…

 

141210.22.11

copas dr status dgn sedikit modifikasi

Menjelang ulang tahunmu..

Pagi tadi aku baru mengenang tentangmu. Kuingat saat kau dilahirkan,dengan susah payah dan penuh darah & air mata. Jika akhirnya kamu ADA,itu bukan hal yang mudah dan bukan dengan usaha yang hanya sebentar. Butuh perjuangan yang cukup lama dan kesabaran yang luar biasa. Pagi tadi dadaku tergetar saat menundukkan kepala mendoakan ‘ibu’ yang telah melahirkanmu..

Kamu tumbuh,juga dengan perjuangan. Tak mudah untuk menjagamu,karna kamu terlalu indah. Banyak yang menginginkanmu atau menginginkan sebagian dari tubuhmu. Bahkan ada yang dengan semena-mena mengaku bajumu adalah bajunya, lagu yang sering kaunyanyikan dianggap lagunya, tarian2 yang kauciptakan diaku miliknya. Semua karna mereka menganggap kau indah & ingin memilikimu.

Namun begitu,cercaan tak kunjung habis menghampirimu. Hujatan & cobaan seringkali datang. Teror pun tak luput daripadamu. Darahmu mengucur bersama jerit pilu & air mata. Mereka pun memalingkan muka darimu. Menganggapmu buruk & tercela. Mereka enggan datang padamu,karna mereka takut darah akan ikut mengucur sepertimu. Kamu hitam..

Susah payah kau pulihkan dirimu. Susah payah kau buat kawan2mu kembali percaya padamu. Susah payah kauberikan citra baik tentangmu. Dan mereka pun kembali berpaling padamu,mempercayaimu,mengagumimu bahkan memujamu. Kamu kembali putih..

Pagi tadi aku mengingatmu. Kuberikan penghormatan kepada bendera yang berkibar2 melambangkan keperkasaanmu. Kuberikan hati yang bergetar mengingat kondisimu. Tertatih hingga mampu bangkit kembali. Aku berharap kau bertambah baik dan baik.

Namun…
Saat aku memberikan penghormatan kepadamu, di bagian lain orang2 tak berhati kembali mematahkan kakimu. Kau tertatih lagi.
Semua stasiun tv menyiarkan teror bom yang kembali merusak citra baikmu, mencoreng-moreng mukamu dengan tinta hitam bertuliskan ‘KANDANG TERORIS’ dan ‘TIDAK AMAN’,mencucurkan darah2 manusia ke bumimu. Ah INDONESIAku. Mengapa masih ada manusia2 yang tidak mencintai kedamaianmu. Mengapa masih ada yang tidak suka dengan ketenanganmu? Mengapa masih ada orang2 yang tega menumpahkan darah sesamanya? Mengapa…

Tepat 1 bulan menjelang ulang tahunmu, kabut kelabu kembali menggelayut di atasmu….


.:tt:.
17.07.09. 23.20