#dear you: Tentang Satu Tahun

Dear you,

Aku selalu mendoakan kebaikan bagi hidupmu. Seperti juga saat ini, aku memohon semoga engkau dalam keadaan baik, sehat, dan dalam ketenangan batin. Puji Tuhan yang maha baik, aku di sini pun dalam keadaan baik, seperti yang selalu kaudoakan (semoga demikian).

Kali ini ingin kutuliskan padamu, sedikit kilas balik dari salah satu episode hidupku. Kau tau, keberadaanku di Jepang adalah salah satu episode hidup yang tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Ya. Jujur aku tak pernah bercita-cita melanjutkan study di Jepang. Memang, pernah punya keinginan untuk melanjutkan study di luar negeri. Tetapi itu hanya sekilas lalu, seperti sekedar terucap di mulut tanpa terlalu tertanam di hati. Sampai suatu saat aku benar-benar menjadikannya sebuah impian. Dan setelah kuutarakan pada Bapak, tanpa kuduga Bapak pun mendukung keinginanku. Dan puji Tuhan, akhirnya Tuhan memberikan jalan itu. 

Sudah setahun aku berada di Jepang. Selama satu tahun itu aku mengalami pergantian musim yang signifikan. Ketika pertama kali datang, udara begitu dingin, pohon-pohon hanya carang tak berdaun, saat itu awal musim semi. Pohon-pohon itu sepertinya telah mati. Namun beberapa waktu kemudian, kuncup-kuncup sakura mulai muncul, lalu mekar dan menjadi pemandangan yang sangat indah. Orang-orang berpesta di taman-taman sambil menikmati indahnya sakura. Tak lama bunga yang indah itu pun berguguran. Tak ada yang abadi. Lalu daun-daun mulai tumbuh. Pohon sakura menjadi pohon ‘normal’ dengan batang dan daunnya yang hijau. Juga pohon-pohon lain mulai menghijau. Udara menghangat. Nyaman. Namun kemudian waktu berjalan, udara semakin bertambah panas hingga sangat panas. Musim panas. Tanpa mengutuki gerahnya dan lembabnya musim panas, ia otomatis berputar dan menurun suhu. Daun-daun bersiklus, menguning, memerah, lalu jatuh ke bumi. Pohon-pohon kembali kehilangan daunnya dan menyisakan carang-carang. Musim gugur. Udara kembali dingin seperti pertama kali datang, awal musim dingin. Hari-hari dilalui dengan jaket, kaos kaki, kaos tangan, penutup telinga atau topi. Memasang pemanas ruangan di dalam kamar. Menikmati guguran salju dari langit. Musim dingin yang tak kalah romantis dari musim gugur. Dan bumi pun terus berputar. Udara berangsur menghangat. Sakura mulai menguncup, lalu mekar… Musim semi kembali datang hadirkan keceriaan. Aku telah bertemu lagi dengan musim semi. Empat musim telah kulalui di sini.

Dear you,

Mungkin kau bertanya, mengapa aku bercerita tentang musim? Karna aku belajar darinya, bahwa hidup ini berputar, tidak ada yang abadi. Seperti pohon yang seolah mati, kemudian tumbuh kehidupan, lalu mekar berseri, hingga akhirnya bunga dan daun mengering, gugur, dan pohon kembali hanya tinggal carang, seolah mati. Apakah ia benar-benar mati? Tidak. Ia hanya sedang menanti. Dengan sabar pohon itu menanti waktu yang tepat untukknya kembali menumbuhkan kehidupan. Ia melalui musim dingin, menerima guguran salju dari langit, dan ia tetap kuat. Sabar dan kuat menghadapi terpaan.

Sabar. Sing sabar. Yang sabar. Kata-kata itu selalu terdengar setiap kali aku lemah. Mungkin aku yang terlalu rapuh. Tapi kata-kata itu sungguh benar, kesabaranlah yang menjadikan kita kuat menghadapi apapun. Juga keyakinan bahwa akan ada sesuatu yang indah di depan nanti. Seperti pohon-pohon yang semakin menguatkan akarnya ketika badai seringkali datang menerpa. Sabar dalam permasalahan akan menguatkan kita. Dan bahwa tidak ada yang abadi. Duka kita, bahagia kita, semuanya tak abadi, maka sikapilah dengan sewajarnya sambil bersabar dan mengingat bahwa semua akan berganti.

Dear you,

Aku memang pernah menuliskan ini di sebuah suratku. Tetapi surat itu tidak kukirimkan padamu. Maaf jika akhirnya surat ini sedikit tercampur dengan bahasan di surat itu. Semoga kamu tidak bingung membacanya ya…

Kukirim fotoku di sini dalam empat musim yang kulewati. Semoga kamu suka.

spring-summer-fall-winter

Sampai di sini dulu suratku kali ini. Sudah malam di sini. Aku masih perlu menulis pengumuman terkait giveaway satu tahunku. Tetap jaga kesehatanmu. Semoga kedamaian selalu ada dalam hatimu. Amin.

Salamku.

——————————————————————————————-

Taraaaaaa…………………….sampai juga di hari ini. Sudah nggak sabar mengumumkan karya teman-teman yang terpilih di giveaway satu tahun yang saya gelar beberapa waktu lalu. Terimakasih banyak atas partisipasi sahabat dalam GA tersebut. Saya tersanjung dengan atensi dari teman-teman semua.

Untuk karya nonfiksi, tercatat 5 pengirim artikel. Tetapi mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya hanya punya 3 buku yang berjudul 9 Magnitude sehingga saya hanya bisa memilih 3 orang yang mendapatkan buku tersebut. Semua artikel bagus dan penuh hikmah. Dan yang beruntung mendapatkan buku ‘9 Magnitudo’ adalah:

  1. Millati Indah: Tak Bisa Bercerita Banyak tentang Gempa Jepang dan Aceh
  2. Fajar Kurniawan Januar Efendi: Bencana Jepang dan Sebuah Kehidupan Baru
  3. Noorma Fitriana M. Zain: Hikmah di Balik Musibah

Untuk karya fiksi, wow..ternyata teman-teman semua piawai menulis flash fiction , sampai-sampai saya bingung memilihnya. Sungguh, saya sampai baca bolak balik karya sahabat semua. Kebanyakan cerita yang diambil adalah tentang kematian. Banyak juga yang mengaitkan dengan bencana gempa di Jepang tahun lalu. Dan dari ke-26 peserta, yang beruntung mendapatkan buku ‘Suburban Love’ karya sahabat saya adalah:

  1. Uni Evi: Tunggu Aku di Teluk Mak Jantu
  2. Una: Hiatus yang Tidak Hiatus
  3. Ririe Khayan: [Biar] Berlalu Bersama Musimnya

Kepada teman-teman yang namanya tercantum di atas, diharap mengirimkan nama dan alamat lengkap ke email saya: ust_titik@yahoo.com. Saya tunggu ya..

Sekali lagi terimakasih atas partisipasi sahabat semua. Semoga persahabatan kita semakin terjalin erat baik online maupun offline, baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Selamat berakhir pekan..

Salam.

Satu Tahun…. (sebuah giveaway)

Bulan Februari hampir berakhir, bulan Maret segera datang. Waktu begitu cepat berlalu ya? Apakah teman-teman merasakan hal yang sama? Masih ingat bukan, 1 tahun yang lalu adalah sebuah duka bagi Jepang. 11 Maret 2011, gempa berkekuatan 9SR yang diikuti tsunami mengguncang daerah Tohoku, menyebabkan hilangnya nyawa dan harta benda. Gempa dan tsunami juga menyebabkan bocornya reaktor nuklir Fukushima yang menyebabkan kekhawatiran bagi banyak pihak. Tak terkecuali kekhawatiran bagi keluarga dan rekan-rekan saya. Ya, karena sepuluh hari setelah kejadian itu adalah keberangkatan saya ke Jepang. Dua puluh Maret duaribu sebelas, saya melambaikan tangan pada Bapak dan saudara-saudara saya di bandara.

Bulan depan tanggal 11 adalah 1 tahun bencana Tohoku di Jepang. Bulan depan tanggal 21 adalah 1 tahun saya berada di Jepang. Mengenang kedua hal itu, saya bermaksud mengadakan giveaway kecil-kecilan. Dan ini adalah giveaway pertama saya. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut.

Kategori 1: Mengenang 1 tahun gempa Tohoku (non fiksi)

  1. Tuliskan artikel dengan tema: “mengenang 1 tahun gempa Tohoku”. Sertakan kata-kata motivasi atau semangat bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di mana pun mereka berada.
  2. Tulisan tidak terlalu panjang, kira-kira 500 s.d. 1200 kata, menggunakan bahasa Indonesia yang baik, bukan bahasa gaul/4l4y, jika menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing harap ditulis miring (italic) dan disertakan terjemahannya.
  3. Akan dipilih tiga orang pemenang yang masing-masing akan mendapatkan buku ‘9 Magnitude’, kumpulan kisah inspiratif pasca bencana Jepang 2011. Salah satu kontributor buku ini adalah rekan kita Inga Fety.

Kategori 2: 1 tahun Tt berada di Jepang (fiksi)

  1. Tuliskan cerita mini/flash fiction dengan tema: “empat musim”.
  2. Panjang tulisan maksimal 600 kata, menggunakan bahasa Indonesia yang baik, bukan bahasa gaul/4l4y, jika menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing harap ditulis miring (italic) dan disertakan terjemahannya.
  3. Untuk kategori ini, teman-teman diharap menyertakan ilustrasi foto bertema “langit” hasil jepretan sendiri. Boleh berupa langit biru, awan, senja, fajar, pelangi, bulan, bintang, atau apapun yang penting tentang langit. Boleh diambil menggunakan kamera HP, kamera analog, kamera saku digital, DSLR, punya sendiri maupun pinjeman yang penting hasil jepretan sendiri.
  4. Akan dipilih 3 orang pemenang yang masing-masing mendapatkan buku “Suburban Love”, kumpulan cerpen karya sahabat saya Catastrova Prima.

Ketentuan Umum:

  1. Teman-teman yang ingin mengikuti giveaway ini harus memiliki blog, tulisan adalah hasil karya sendiri dan diunggah di blog sendiri.
  2. Tulisan tidak mengandung SARA dan tidak mengandung ilustrasi berupa wajah orang lain.
  3. Teman-teman boleh mengikuti kedua kategori, masing-masing kategori hanya boleh mengikutkan satu tulisan.
  4. Pada akhir tulisan, cantumkan keterangan “Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh .:tt:. “. Pada tulisan ‘giveaway satu tahun’ tautkan pada postingan ini, sedangkan pada tulisan ‘celoteh .:tt:.’ tautkan pada blog ini.
  5. Teman-teman di luar Indonesia harus memiliki alamat di Indonesia.
  6. Karya teman-teman didaftarkan pada kolom komentar postingan ini dengan format:
    Nama          :
    URL             : (tautan harus hidup untuk memudahkan pencarian)
    Kategori    :
  7. Waktu pelaksanaan sampai dengan tanggal 20 Maret 2012 31 Maret 2012 pukul 23.59 WIB.
  8. Tanggal pengumuman akan diberitahukan kemudian.
  9. Karena ini merupakan giveaway solitaire dan sendiri, maka jurinya adalah saya sendiri 😀

Jadi begitu teman-teman. Silakan mengikuti giveaway kecil-kecilan ini.

Salam.