Kado Pernikahan untuk Sahabat

Aduk Edisi Khusus: Kado Pernikahan

Di usia saya yang sudah merapat mendekati kepala tiga, tentunya banyak sanak saudara juga kawan-kawan yang ingin segera melihat saya menikah. Sudah banyak yang membuat daftar kado pernikahan untuk saya. Bukan saya lho yang membuat daftar, tapi justru mereka. Hihi…lucu ya. Teman-teman satu ruangan saya di kantor, malah membuat semacam janji: “Mbak Titik, kalau mb Tt menikah tahun ini nanti Bu S nyumbang 1 angkruk mpek-mpek (maklum dia dari Palembang dan punya warung mpek-mpek), Bu H nyumbang dokumentasinya wis, Bu A nyumbang kamar mantennya”. Nah, yang bapak-bapak cuma klecam-klecem saja dan bilang: “kami bed cover aja ya”. Hihihi…. Dan saya cuma tertawa, ngakak 😀 (padahal dalam hati terharu sangat). Lalu ‘tahun ini’ dalam percakapan tadi pun lewat, dan mereka selamat dari pemenuhan janji mereka. Hahaha…

Yang di atas adalah percakapan 2 tahun terakhir. Sedangkan percakapan seputar pernikahan sudah ada sejak jaman kuliah. Dulu kawan-kawan kuliah saya berasal dari berbagai fakultas dengan berbagai keahlian dan keterampilan mereka. Dan puji Tuhan, mereka semua sayang sama saya. Hehe..tentu saja :P. Lalu ketika kita mulai membicarakan seputar pernikahan, maka saya sendiri yang cuma plonga-plongo, tidak berani berangan-angan, cuma diam. Nah, mereka lah lalu yang ‘menyemangati’ dengan ‘janji-janji’ mereka. Teman yang dari jurusan Teknik Tata Busana & Kecantikan bilang: ‘Mb Tt, besok kalo mb Tt nikah, aku yang dandanin ya..’, ‘..aku yang bikin kebayanya ya mbak…’ kata yg lain, ‘tenang Tik, aku siap jadi fotografernya’ kata teman yang hobby forografi, ‘mbak Tik, nanti aku nyanyi di gereja ya, mas B yang main biolanya, mas E mainin saxophone-nya, mas D and the gang mainin ensamble guitarnya.’ kata teman2 yang dari jurusan Seni Musik. “Dekorasinya biar kita yang tanganin Tik’ kata yang dari jurusan Seni Rupa. ‘Mbak Tik, aku yang nari ya..’ kata yang dari Seni Tari. “Lah aku ngapain Tik?” tanya yang dari jurusan Teknik Mesin bagian pengelasan. Hahaha… Saya bahagia, geli, tertawa, dan terharu dengan pembicaraan kala itu. Ah, teman-teman itu di mana ya sekarang.. Apa mereka masih ingat percakapan kala itu? Tapi saya sangat bahagia dengan doa yang mungkin tanpa mereka sadari terpanjat untuk saya kala itu. Terimakasih ya kawan, ‘rencana’ kado pernikahan dari kawan-kawan sangat berharga bagi saya. 🙂

Kado Pernikahan. Selama ini, kita fasih menghubungkan kado pernikahan dengan barang yang dibungkus kertas kado dengan warna-warni ceria lengkap dengan pita. Atau amplop berisi uang sebagai tanda ikut berbahagia. Tapi apakah kado pernikahan itu harus selalu berupa barang atau uang? Ternyata tidak teman-teman. Lihatlah rencana kado pernikahan yang teman-teman saya sudah rancangkan untuk saya. Mereka merencanakan untuk memberi saya kado pernikahan berupa ‘keahlian’ mereka. Bukan barang, bukan uang, juga bukan karangan bunga. Dan tentu saja yang tidak luput dari semuanya itu adalah doa.

Doa. Bagi saya, ‘doa’ sebagai kado pernikahan bukanlah sekedar ‘hanya’. Seringkali ketika kita tidak bisa menghadiri undangan pernikahan, maka kita bilang: “maaf ya, tidak bisa hadir di acara pernikahanmu, ‘hanya’ doa yang bisa kupanjatkan untukmu, semoga menjadi keluarga bahagia….”. Buat saya, doa adalah kado pernikahan yang ‘paling utama’. Barang yang terbungkus kertas kado berpita, atau uang jutaan rupiah di dalam amplop bernama, tidak akan ada artinya tanpa doa bagi mempelai berdua.

Sekarang, ketika saya berada jauh di rantau dan teman-teman saya banyak yang melengkapkan hidupnya dengan menikah, saya tak bisa hadir memberi selamat dan mengirim kado atau amplop untuk mereka. Maka saya kirimkan doa sebagai kado pernikahan buat mereka. Karna saya seorang Kristiani, maka saya berdoa dengan cara saya untuk teman-teman saya baik yang juga Kristiani maupun yang bukan. Namun tak jarang, saya juga mengirimkan kepada teman saya yang beragama Islam, doa dari surat mereka yang bagi saya sangat indah dan cocok untuk didoakan bagi pasangan yang menikah. Ketika mereka membaca surat ini, maka mereka sedang memanjatkan doa untuk mereka sendiri. Jadi saya berdoa dan mereka pun berdoa.  Doa dari Al Ma’tsurat. Saya tidak bisa bahasa Arab-nya, jadi saya tuliskan bahasa Indonesianya ya:

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah terkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan marifah-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Amin.”

Doa ini belum lama saya kirim kepada sahabat saya yang menikah bulan Mei lalu. Sahabat satu kantor yang sering curhat tentang pasangan hidup dan keinginan orang tuanya untuk segera mantu anak perempuannya ini. Tapi yang namanya jodoh tidak bisa datang begitu saja ketika diminta. Dan kegelisahan pun dia alami. Namun di saat dia berada di titik kepasrahan, di saat itulah Tuhan menjawab doanya. Terharu sangat saya, ketika tiba-tiba layar FB saya berkedip-kedip dan dia mengirim pesan: “mbak Titik, aku akan menikah”. Seketika saya tak sanggup menahan air mata. Terharu dan tak henti mengucap syukur. Maka meski saya jauh darinya, doa saya terpanjat untuknya, dan doa di atas pun saya kirimkan sebagai kado pernikahan untuknya.

Untuk teman-teman yang merayakan ulang tahun pernikahan di bulan Juli ini, kiranya kado pernikahan berupa doa masih terus abadi sampai usia berapapun pernikahan kalian nanti. Dan tulisan ini pun, semoga bisa menjadi inspirasi, dan menjadi kado pernikahan untuk kalian berdua. Selamat ulang tahun pernikahan. 🙂

” Artikel ini saya tulis sebagai Wedding Anniversary Gift bagi para sahabat yang mensyukuri hari ulang tahun pernikahannya pada bulan Juli 2011 ”

——————————————————————————–

[Selesai sy menulis artikel ini, tiba-tiba ada yang berbisik di telinga saya: “Tt, kado pernikahan apa yang kamu inginkan ketika kamu menikah nanti?” Lalu saya tersenyum, dan hati saya menjawab pelan: “…dia yang mencintai Tuhan, mencintai saya apa adanya, dan yang saya cintai ini, yang sekarang ada di samping saya untuk menikahi saya, adalah kado pernikahan yang lebih dari cukup buat saya…” :)]

10+1=11

Sekarang tanggal 10 Januari 2011. Kadang ditulis 10-1-’11. Hmm…sy mau mengingat hari ini dengan 10+1=11.

Mari bersyukur pada Tuhan, untuk segala nikmat yang Tuhan berikan kepada kita. Bahkan sakit pun adalah nikmat tersendiri yang Tuhan berikan. Terimakasih Tuhan untuk perjalanan yang Engkau jadikan hingga saat ini. Untuk segala doa yang pernah terpanjat dan Kau beri jawab. Syukur yang kupanjatkan tak sebanding dengan nikmat yang begitu besar yang telah Kau berikan. Terimakasih, Tuhan.

—- Kak Julie, tt udah update 😀

14 Februari

Bukan! Bukan mau merayakan Valentine. Saya sudah merayakannya setiap hari ;). Saya ingat hari ini adalah hari terakhir event berbagi cinta yang diadakan mb julie dan mb idana digelar. Hmm..saya sudah ‘terlanjur’ mendaftar, tapi sampai saat saya ngetik ini, saya belum juga dapat idenya,hehe.. Lebih sulit bikin surat cinta daripada puisi cinta ya…

Tik…tik…tik…tik……jarum jam terus berdetik…dan aku mulai mengetikkan surat cintaku…

kutulis surat cinta untukMu, Kekasihku..

meki tak seindah puisi para pujangga, namun kuberharap Kau berkenan membacanya…

telah sering kutulis surat untukMu, meski takkukirimkan melalui tukang pos atau jasa pengiriman. Pun takkulipat dan kumasukkan ke dalam amplop berwarna pink yang harum. Aku hanya menuliskannya dalam lembar-lembar kertas atau buku harian, kukirimkan padaMu melalui perantara yang kita sebut ‘doa’…

Kekasihku, tak pernah kuragukan kasih sayangMu. Selalu dan setiap waktu Kau mencintaiku. Tulus. Tak ada cinta yang lebih indah dari cintaMu. Tak ada kasih yang lebih ikhlas dari kasihMu. Setiap kubuka mataku di pagi hari, selalu dan selalu kukagum akan kasihMu. Ya…semua karna kasihMu. Setiap kutatap wajahku di cermin, kukagum akan karyaMu, setiap detilnya adalah cintaMu. Takcukup kuucap terimakasihku. Jadikanlah setiap hela nafasku sebagai ucapan pujian untukMu.

Aku tau Kau takingin aku menduakanMu. Kau pun ingin aku menjadikanMu yang pertama dan utama dalam hidupku. PadaMu ada kesetiaan. Kau pun inginkanku setia mencintaiMu. Ajarilah aku. Jadikanlah setiap hal yang kulakukan adalah kemuliaan untukMu, Kekasihku.

Tak jarang Kau mengajarku, Kau uji kecintaanku. Kadang melalui hal yang menyakitkan, menurutku. Tetapi Kau pun tak membiarkanku melalui setiap ujian sendirian. Kau pula yang menolongku hingga aku bisa lulus dalam ujian. Hingga Kau pun dapati aku tetap mencintaiMu. Ya…meski mungkin tak kukatakan, Kau telah tau hatiku.

Akhirnya, dengan segala kekuranganku, dengan segala kelemahanku, izinkanlah aku mengatakan kepadaMu bahwa aku mencintaiMu, kubutuhkan kasihMu dalam hidupku. DenganMu, telah tercukupkan hidupku….

untukMu: Tuhanku.

 Kuikutkan dalam eventi ini.

serah..

Tuhan…
Bergetar bibir ini menyebut namaMu. Berdegub jantung ini, hati pun berdesir, merinding bulu kudukku. Di mana aku bisa bersembunyi dariMu, sedang setiap mili tubuh ini Kau kenali..

Tuhan…
Dengan gemetar aku memberanikan diri, dengan tangan yang kotor, tubuh yang penuh debu, hati yang hancur. Aku tersungkur di hadapanMu.

Tidak berani aku mengucapkan sesuatu pun. Engkau telah mengetahui sebelum satu kata pun kuucap. Engkau telah mengetahui ketakutanku, kelemahanku, pun keburukanku. Semuanya telah Kau lihat, bahkan yang kusembunyikan sekalipun. Inilah aku yang berlumur debu, ya Tuhan.

Tuhan..
Sungguh malu aku datang mengaduh. Malu pada kasihMu. Sedang aku lalai terhadap titahMU, tapi Kau tak pernah lalai terhadap kasihMu. Sungguh takut aku menghadapMu, meski Kau selalu terbuka menerimaku kembali.

Tapi Tuhan, kepada siapa hendak kumeminta pertolongan selain daripadaMU. Karna hanya Engkau yang mampu angkatku dari lumpur, bersihkanku dan tahirkanku kembali. Hanya Engkau ya Tuhan..

Aku bersujud di hadapanMu. Berserah pasrah pada kehendakMU. Air mata ini air mata penyerahan diri, air mata kepasrahan terhadap apapun yang hendak Kau lakukan pada hidupku. Aku ini, Tuhan. Apa adanya diri ini, tak ada yang kusembunyikan dariMU. Tidak ada sama sekali.

Tuhan…
bisikku lirih..
kuharap Kau sudi mendengar…

#tt
31 Januari 2010

& ini adalah postingan ke-100 di blog celoteh4ti

gambar diambil dari sini

pray….

photobucket.com

.

Aku berdoa untuk seorang yang akan meletakkanku

pada posisi kedua di hatinya, setelah-MU,

Aku memohon bukan seorang dengan penuh kesempurnaan

namun seorang dengan hati yang tulus mencintai-MU

sehingga hidupnya bukan untuk dirinya sendiri

melainkan untuk-MU,

dan aku juga memohon berikanlah aku hati yang sungguh mencintai-MU

sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-MU

dan bilamana akhirnya kami bertemu,

itu karena Engkau menginginkan kami bertemu

pada waktu yang tepat,

dan Engkau akan membuat segala sesuatu indah

pada waktu yang Engkau tentukan.

Amin… 

thanks to: Asterina & mz Abe.