Tentang Dewa

Siapa yang kemarin nonton Konser Mahakarya Ahmad  Dhani? Saya nonton donk… Di TV? Di youtube donk. Hahaha…. Sempat ditanya juga si sama teman: mbak, kalau misalnya mb Titik di Jakarta, mbak nonton konsernya nggak? Hla dengan mantab hakul yakin kujawab: Pasti! Hihi…gayanya!

Pertama kenal Dewa ya Dewa 19 dengan lagu Kangen ituh. Waktu itu masih SD kaya’nya, karna saya ingat betul, jaman SMP itu udah album Pandawa Lima yang ada lagu “Kamulah Satu-Satunya”. Kok inget Tik? Pastinya ada cerita dengan lagu tersebut. Uhuk… :P. Ngomong-ngomong tentang Dewa, boleh dibilang saya penggemar berat..mmm gk berat-berat banget sih tapi lumayan hapal dengan lagu-lagunya. Saya punya kaset Dewa dari album kedua Format Masa Depan sampai album keenam Cintailah Cinta. Iya, kaset pita. Jaman itu belum ada CD bajakan #ups, harga CD ori masih mahal untuk ukuran saya (kaset aja termasuk mahal), dan yang gk kalah penting saya ndak punya pemutar CDnya :D. Mudah-mudahan kaset-kaset itu masih terawat di rumah sana. #mbakkuuuu, tengokin kaset2ku, diputar sesekali biar gk berjamur yaa…

Dan, mengenai konser Ahmad Dhani kemarin, saya sama sekali gk greget dengan Agnes Monika dan bintang tamu lainnya. Kehadiran Ari Lasso dan Once (tapi terutama Ari Lasso), membangkitkan energi buat saya untuk melompat, mewek, merinding, dan membuka kenangan masa lalu. Buat saya pribadi, konser Ahmad Dhani adalah konser nostalgia. Dan buat saya pribadi (lagi), Ari Lasso adalah the best performer di panggung malam itu. Dan kalau ditanya lagu apa yang paling saya suka, saya ndak bisa jawab, semua suka. Lagu-lagu Dewa, hampir semua suka. Saya bilang hampir semua, karna saya tidak mengenal beberapa lagu di album pertama mereka dan lagu-lagu di album terakhir-terakhir mereka. Dan mungkin bukan hanya saya yang merasa kualitas lirik lagu Dewa (baca: Dhani) kian lama kian menurun, tidak sepuitis dan sedalam dulu.

OK lah, konser kemarin memang bukan konser Dewa, tapi konser Mahakarya Ahmad Dhani. Tapi mau gimana lagi, Dhani ‘besar’ bersama Dewa, jadi banyak karya-karyanya yang dinyanyikan Dewa, yang itu artinya Dhani identik dengan Dewa #duh ribet amat ya ngomongnya#. Yuk ah, nonton konsernya lagi aja…gk bosen saya. Dan inilah salah satu soundtrack hidup saya jaman SMP. Haha…. Yattaaa…..!! Lompaaaaattttt!!!!

————————————–

Serial Barra-Kinar-Kayla sedang libur. Mereka sedang sama-sama menepi. 😀 #penulishilangide

menangis

apa yang ingin kautunjukkan?
ketegaran menipu kerapuhan?
senyum mengelabuhi kesedihan?
atau sebuah kejujuran?

menangis dalam hati lebih jahat
daripada membiarkan air mata mengalir..
meski esok pagi kaudapati matamu sembab
tapi itu lebih baik daripada nafasmu sesak dalam pedih

menangislah bila harus menangis
karna kita semua: manusia..
manusia bisa terluka
manusia pasti menangis
dan manusia pun bisa mengambil hikmah…

Dewa pun setuju kamu menangis…

[kamar kost, 8 April 2010, 20:33]

===
sore2, hujan2, sepi, sendirian, denger lagu ini mengalun. Wue…jadi melo deh ah.. 😀 Xixixi….begitu dipost di note FB, langsung deh ada yang kesindir.. Hihihi…..sorry ya jeng…cuma respon dari lagunya Dewa19: Air Mata aja kok.. 😛