Bersyukur (lagi)

Selamat hari Senin temans, apa kabar? Semoga semua selalu dalam lindungan-Nya. Amin.

Pagi tadi saya mengantar teman mengurus sesuatu. Setelah itu sy duduk2 di taman sambil berbincang-bincang. Kami memang baru bertemu pagi tadi, jadi kami masih perlu mengobrol banyak untuk saling mengenal. Dia bertanya tentang proses sy ada di sini. Dia juga bertanya tentang proses sy diterima sebagai abdi negara 5 tahun lalu. Memang terlalu banyak berkat Tuhan yang sy terima (puji nama Tuhan), sehingga dia pun merasa bahwa hidup sy terlalu lancar. Tentu saja Tuhan tidak selalu memberikan berkat-Nya dengan begitu saja. Terkadang Dia pun meminta kita berjuang, berusaha, dan meminta (berdoa). Tuhan juga tidak suka dengan orang yang mudah menyerah bukan? Kemudian dia bertanya tentang status pernikahan sy. Sy bilang sy masih belum berkeluarga. Dia sedikit terkejut. Lalu dia bilang: “Kenapa banyak orang baik yang sulit jodohnya ya?” Sy cuma tersenyum. Sedikit merinding karna sy dibilang orang baik (eh, benarkah pernyataannya juga menyatakan bahwa sy baik?). Tapi sy tidak mau dibilang sulit jodoh. Iya, sy memang belum berkeluarga. Tapi, terlalu banyak berkat-berkat Tuhan yang lain yang sudah Tuhan limpahkan buat sy. Sy tidak ingin karna 1 hal yang belum Tuhan berikan menjadikan rasa syukur sy berkurang. Sy mau penuhkan hati dengan syukur.

Ketika kita fokus pada permintaan kita yang belum Tuhan kabulkan, maka mata hati kita akan terbutakan dengan berkat-berkat yang Tuhan limpahkan. Karna itu, palingkan hati kita pada berkat-berkat Tuhan sehingga hati kita limpah dengan syukur. Tetaplah berdoa dan berusaha untuk permintaan kita yang belum Tuhan jawab. Bagian kita adalah berdoa dan berusaha, selebihnya adalah bagian Tuhan. Percayalah, Tuhan lebih tau apa yang kita perlukan, lebih dari yang kita perkirakan. Dan Tuhan pun lebih mengerti waktu terbaik kita, lebih dari yang kita rencanakan. Percaya dan yakini, Tuhan tak pernah merencanakan keburukan untuk kita, hanya kebaikan, kasih karunia, dan damai sejahtera.

Semoga sy bisa selalu mengingat apa yg sy tulis hari ini, untuk selalu bersyukur dan bersyukur. Kebahagiaan terletak pada hati yang bersyukur. Mari kawan, kita perbanyak bersyukur.

Salam.

10 kunci bahagia

Menurut teori psikologi, perempuan itu dikaruniai kemampuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Istilah kerennya ‘multitasking’. Nah, berhubung kerjaan sedang banyak-banyaknya maka kemampuan tersebut harus dioptimalkan. 😀

Bagitulah yang terjadi pada suatu hari ketika diminta mengikuti workshop padahal masih harus menyelesaikan menulis bahan ajar. Hasilnya, telinga digunakan untuk mendengarkan fasilitator berbicara, mata, otak, dan tangan digunakan untuk mengerjakan bahan ajar. Eits, jangan salah, perempuan dikaruniai kemampuan ‘multitasking’, jadi tidak ada yg dikecilkan :D. Buktinya saat fasilitator berbicara, sy bisa menyahut, saat fasilitator bertanya, sy bisa menjawab :D. Caranya sediakan satu halaman kosong di lappy untuk mencatat hal-hal yang disampaikan fasilitator yang menurutmu penting. Nah, ini oleh-oleh dari fasilitator yang menurut sy PENTING, jadi sempat tercatat di halaman kosong tersebut :mrgreen:

This is it……

10 kunci bahagia:

  1. jangan khawatir
  2. jangan membiarkan ketakutan tak berlasan menguasai hidupmu
  3. jangan menyimpan dendam
  4. selesaikan masalah satu per satu
  5. semua masalah tidak perlu dibawa tidur
  6. jangan mencampuri masalah/urusan orang lain
  7. jangan hidup pada masa lalu
  8. jadilah pendengar yang baik
  9. jangan biarkan frustasi merusak dan mengatur hidupmu (kasihanilah dirimu lebih dari segalanya)
  10. hitunglah berkat/rahmatmu

Sebenernya masing-masing point itu ada penjelasannya, tapi tidak sempat sy catat dan sy juga tidak sempat meminta file-nya. Yang paling penting menurut sy adalah point terakhir: Hitunglah berkatmu. Karna kita tidak akan pernah sanggup menyelesaikan menghitung berkat yang sudah Tuhan berikan buat kita. Dengan menghitung berkat kita akan senantiasa bersyukur. Itulah yang membuat bahagia. Bahagia terletak pada hati yang bersyukur.

Sy juga pernah mendapat pesan yang bagus dari seorang teman: “bukan bahagia yang membuatmu bersyukur, tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia.”

Selamat hari Kamis kawan, selamat hari Sumpah Pemuda. Sudahkah Anda bersyukur hari ini? 😉