Masih ada sukacita?

Lepas sekian menit dari saya mengunggah tulisan antara bahagia dan sukacita, saya langsung dihadapkan pada ‘ujian’ atas apa yang saya tuliskan tersebut. Haish…berat betul pilihan katanya. Hihihi….. Iya, saya langsung dihadapkan pada kejadian yang meruntuhkan bahagia saya. Hahaha…. Hidup ini memang keren. Tetapi Tuhan lebih keren donk… Karena ucapan itu seperti pedang bermata dua, tidak hanya berlaku bagi yang mendengar tetapi juga bagi yang berbicara. Karnanya apa yang baru saja saya tuliskan pun, berlaku juga untuk saya. Puji Tuhan ya, Tuhan kasih saya nulis itu dulu juga tulisan yang sebelumnya itu, sebelum ada kejadian itu. Jadi…

Masih ada sukacita?? Masih donk…. Kan ada Tuhan yang keren 😉

Trus pilih bahagia apa sedih? Pilih bahagia donk.. Anggap saja dia tidak tahu apa yang dia lakukan ;))

JOY

Salam sekali lagi: Selamat hari Selasa, kawans. Semoga sukacita selalu ada di hati. Apapun kejadiannya, minumnya hatinya tetap bersukacita :D.

Salam,

~Tt

10 kunci bahagia

Menurut teori psikologi, perempuan itu dikaruniai kemampuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu bersamaan. Istilah kerennya ‘multitasking’. Nah, berhubung kerjaan sedang banyak-banyaknya maka kemampuan tersebut harus dioptimalkan. 😀

Bagitulah yang terjadi pada suatu hari ketika diminta mengikuti workshop padahal masih harus menyelesaikan menulis bahan ajar. Hasilnya, telinga digunakan untuk mendengarkan fasilitator berbicara, mata, otak, dan tangan digunakan untuk mengerjakan bahan ajar. Eits, jangan salah, perempuan dikaruniai kemampuan ‘multitasking’, jadi tidak ada yg dikecilkan :D. Buktinya saat fasilitator berbicara, sy bisa menyahut, saat fasilitator bertanya, sy bisa menjawab :D. Caranya sediakan satu halaman kosong di lappy untuk mencatat hal-hal yang disampaikan fasilitator yang menurutmu penting. Nah, ini oleh-oleh dari fasilitator yang menurut sy PENTING, jadi sempat tercatat di halaman kosong tersebut :mrgreen:

This is it……

10 kunci bahagia:

  1. jangan khawatir
  2. jangan membiarkan ketakutan tak berlasan menguasai hidupmu
  3. jangan menyimpan dendam
  4. selesaikan masalah satu per satu
  5. semua masalah tidak perlu dibawa tidur
  6. jangan mencampuri masalah/urusan orang lain
  7. jangan hidup pada masa lalu
  8. jadilah pendengar yang baik
  9. jangan biarkan frustasi merusak dan mengatur hidupmu (kasihanilah dirimu lebih dari segalanya)
  10. hitunglah berkat/rahmatmu

Sebenernya masing-masing point itu ada penjelasannya, tapi tidak sempat sy catat dan sy juga tidak sempat meminta file-nya. Yang paling penting menurut sy adalah point terakhir: Hitunglah berkatmu. Karna kita tidak akan pernah sanggup menyelesaikan menghitung berkat yang sudah Tuhan berikan buat kita. Dengan menghitung berkat kita akan senantiasa bersyukur. Itulah yang membuat bahagia. Bahagia terletak pada hati yang bersyukur.

Sy juga pernah mendapat pesan yang bagus dari seorang teman: “bukan bahagia yang membuatmu bersyukur, tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia.”

Selamat hari Kamis kawan, selamat hari Sumpah Pemuda. Sudahkah Anda bersyukur hari ini? 😉

happiness…

Gambar di atas dikirim oleh seorang teman ke email saya, bersamaan dengan gambar-gambar lain yang penuh inspirasi. Udah lama banget si ngirimnya dan udah lama juga tersimpan di folder foto saya. Kadang saya buka-buka lagi kalau sedang senggang.

Yupz….tidak ada yang bertanggungjawab atas kebahagiaanmu, kecuali dirimu sendiri <mudah2an bener saya nerjemahkannya>. Saya sering bilang pada diri saya sendiri: yang bisa bikin kamu bahagia itu ya dirimu sendiri, yang bikin kamu sedih itu ya pikiran2mu sendiri, yang bikin kamu cemas itu ya kekhawatiran2mu sendiri. Jadi kalau kamu mau bahagia: ciptakan itu dari hatimu…inner suggestion…. (halah belibet, padahal belum tentu bener…wkwkwk)

Abaikan celotehan saya di atas. Dan saya mau berbagi bahagia di sini. Saya bahagia karena berbagai alasan.

1. Bapak sudah sembuh

Setelah kemarin sempat tinggi tekanan darahnya, sekarang beliau sudah kembali sehat. Sudah telepon sambil tertawa2. Sudah bisa jalan-jalan pagi lagi (kalau tidak hujan). Ya..secara umum, beliau sudah sehat. Terimakasih teman-teman yang sudah membantu dalam doa. Jangan sepelekan doa ya, doa itu sangat besar kuasanya loh.. Jadi kalau ada yang bilang: “aku bantu doa ya”, itu dukungan yang luar biasa lho temans.. 🙂

2. Saya ulang tahun

Hah?? Ulang tahun lagi?? Bukan..bukan… Jadi ceritanya 13 November kemain kantor saya berulang tahun. Saya bertugas jadi mc acara ceremonial resmi –pengarahan pak kepala pusat–. Hmm..sempat deg2an juga saya, soalnya baru kali ini saya ngemsi di depan babe baru (kepala lembaga saya yang baru-saya biasa menyebutnya babe-) yang terkesan garang. Wew… Tapi puji Tuhan lancar hingga akhir. Karena hari jumat acara dilanjutkan setelah sholat jumat yaitu acara potong tumpeng dan makan bersama, dan mc-nya bukan lagi saya.

Pukul 13 kita berkumpul di ruang makan dan acara dimulai. Babe memotong tumpeng dan diserahkan pada pejabat termuda, mas yuliawanto (meski dia sudah jadi pejabat, saya tetap ndak bisa ganti manggil dia dengan sebutan “Pak”, hehe). Kemudian beliau memotong tumpeng lagi dan diserahkan pada pegawai termuda, saya… :”> (emoticon malu kaya apa ya?? :P) . Tak lupa beliau “bebani” saya dengan wejangan2nya. Doakan kami ya Pak, mampu menjalankan tugas dan tanggungjawab kami dengan baik…

3. Hujan

Ya…saya bahagia karna hujan sudah datang. Ngerasain kan cuaca kemarin2 yang panas tak terkira. Ya, saya mengalami udara dan cuaca yang panas tak terkira. Menyalakan kipas angin pun rasanya tetap panas, bahkan angin yang dikipaskan pun ikut2an hangat.

Dan…cessss…..hujan datang bawa sejuk. Bau ampo (tanah) yang ditimbulkan dari hujan pertama aromanya sedaaaaaap banget. Ya nggak sih? Kalau saya iya. Rumput-rumput dan tanaman2 pasti menari-nari karna hujan. Dan suasana hujan itu lho…umh….romantis…melankolis….tragis (ups!jangan donk, kan lagi ngomongin bahagia 😉 )

Saya menikmati musim hujan kali ini… Seneng banget rasanya dia udah datang… Adem…

4. Menikah

Tenang…tenang…bukan saya yang menikah ;). Sahabat-sahabat saya banyak yang mengakhiri masa lajangnya waktu-waktu ini. Bahagia banget mendengarnya. Sahabat saya waktu SMP menikah minggu lalu, tapi saya tidak bisa datang karena bapak sedang sakit waktu itu, tapi tetep kirim doa donk (inget, doa besar kuasanya, kado paling mahal tuh 😉 ). Sahabat saya waktu SMA, ada berapa ya….mmm 2 yang udah masuk kabarnya, ntar pasti ada susulan undangan lagi deh.. Trus sahabat saya waktu kuliah…setidaknya ada 3 yang rencananya saya mau datang: Bantul, Boyolali, Cilacap. Yang Bantul sahabat di organisasi, yang Boyolali sahabat yang luar biasa (gw sebut gitu jeng, karna kita memang luar biasa…:P ), sahabat yang cilacap…wah pernah jadi teman tidur ya jeng…hehehe…

Selamat ya sahabat2…dan terimakasih banyak udah bikin aku bahagia dengan kabar2 dari kalian.

5. Pekerjaan

Pekerjaanmu udah kelar tik?? Hehe…belum…pakai banget pula belumnya.. Tapi setidaknya saya mencoba menikmati pekerjaan saya. Walaupun silih berganti tiada henti, tapi bersyukur tak terkira, lihat…betapa banyaknya saudara2 yang sedang berjuang untuk ikut tes cpns tahun ini. Untuk apa coba?? Untuk cari kerja. Nah, saya malah udah punya kerjaan banyak, gimana nggak bersyukur coba… 🙂

6. Sahabat

Saya bahagia memiliki kalian semua, sahabat2 saya di dunia maya maupun nyata. Berbagi banyak hal dengan teman2, belajar banyak hal dari teman2. Ya…saya sangat bahagia.

Beberapa waktu terakhir, saya sedang jadi pendengar yang baik dari beberapa sahabat yang sedang dalam ‘pergumulan’. Dan saya bersyukur dipilih Tuhan untuk menjadi pendengar mereka, karena lagi-lagi dari semua yang mereka ceritakan, dari apa respon saya, saya belajar….belajar..dan belajar…

7. Tidak tahu

Ya…..saya tidak ada alasannya…tau2 saya bahagia…hehe…. Akhir2 ini ada perasaan yang tidak saya pahami…dan biarlah saya menyebutnya bahagia…

.

.

::kantor, 18 November 2009: 20.01 wib::

dan hari ini ada namamu lagi