Hidup Untukmu, Mati Tanpamu

“Ariel kalau ketawa matanya gak keliatan ya..”

“Sama donk kaya yang ngomong..”

“Tau lagunya NOAH yang baru?”

“Yang Separuh Aku? Tau lah..”

“Bukaaan.. Yang Hidup Untukmu, Mati Tanpamu!!”

“Belum. Emang kenapa? Bagus?”

“Kaya’nya itu lagu dari Luna deh. Maksudnya Ariel yang nulis tapi nyeritain yang dirasain Luna. Hmm…kasihan ya Luna.”

“Lho, kok kasihan Luna, kan yang mutusin Ariel si Luna.”

“Siapa juga yang mau digantung lama-lama. Kurang setia apa coba si Luna..”

“Ya, kan kita gak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi sama mereka.”

“Hahahaha….kok kita malah ngegosip sih. Dengerin lagu Peterpan aja yuk…”

“OK. Mau yang mana?”

“Apa aja. Pilih random. Semua sukak.”

Klik

 

Ku terbiasa tersenyum tenang
walau hati menangis
Kaulah cerita tertulis dengan pasti
selamanya dalam fikiranku

Peluk tubuhku untuk sejenak
dan biarkan kita memudar dengan pasti
biarkan semua seperti seharusnya
tak kan pernah menjadi milikku

Lupakan semua, tinggalkan ini
ku kan tenang dan kau kan pergi

Berjalanlah walau habis terang
ambil cahaya cintaku terangi jalanmu
di antara beribu lainnya
kau tetap benderang

Lupakan semua, tinggalkan ini
ku kan tenang dan kau kan pergi

 

Salam senyum,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

————————————-

Lho, kok malah muter lagu lama sih bukannya sesuai judul postingan?
Tunggu aje vidklipnya muncul di tipi yee… Udah shooting video klip kok…
Kalau mau tau lagunya kaya apa, cari aja di yutub 😀
Gak niat banget ya postingannya 😛

 

Dara, jangan kau bersedih…

Yang nggak suka sama Ariel Peterpan, diizinkan untuk tidak melanjutkan membaca. Yang masih benci dengan kelakuan Ariel, silakan skip saja. Yang masih menghujat-hujat Ariel, ooh….silakan saja. Saya sih enggak.

Temans, pernahkah kalian membayangkan mendekam di penjara? Membayangkan saja lho ya, jangan mengharapkan. Jangan sampai deh kita masuk penjara, hehe.. Lalu, pernahkah terbayangkan perasaan seseorang yang mencintaimu ketika kamu sedang di dalam penjara? Entah apapun kesalahanmu, entah apapun alasan di balik kesalahanmu, atau entah apapun sebabnya sehingga kamu dipenjara (mungkin juga bukan karna salahmu, mungkin karna beda pendapat dengan penguasa misalnya -kasus politik, misalnya-), kamu meninggalkan orang-orang yang mencintaimu dengan beban mental yang lebih besar dari kamu yang tinggal di penjara. Kamu mungkin dihujat, kamu mungkin dibenci, tapi kamu berada di dalam, tidak mendengar itu semua. Sedangkan dia, dia berada di luar, dia mendengar, dia melihat hujatan yang diarahkan kepadamu, juga mungkin kepadanya. Sekali lagi, entah apapun kesalahanmu. Saya membayangkan itu, dan saya sedih. 😦

Memang bukan saya yang mengalaminya, tapi saya membayangkan menjadi perempuan yang kekasihnya dipenjara (sekali lagi entah dengan alasan apa). Lalu perempuan itu masih tetap setia, memaafkan kesalahan kekasihnya, mendukung moril kekasihnya meski di luar dia pun menerima ‘hukuman’-nya sendiri. Tak terasa air mata saya mengalir.. Ya..ya..saya terlalu melankolis… Memang bukan saya yang mengalaminya, tapi saya merasakan beratnya menjadi perempuan itu… Dan seandainya dia tetap setia…. Ah…saya tidak bisa melanjutkan lagi…… 😥

Dan mungkin Ariel pun mengerti perasaan Luna Maya (sorry, sedikit infotainment, hehe..), karnanya dia menguatkan Luna dengan caranya. Mendengar lagu ‘Dara’ saya nangis lagi (hadoooh!!! cengeng betul!!!). Entahlah… Saya menghargai dan salut dengan kesetiaan Luna. Semoga sebesar itu juga cinta Ariel pada Luna. Maka dengarlah bagaimana Ariel menguatkan Luna (juga perempuan-perempuan yang ditinggalkan kekasihnya dalam penjara) menghadapi ini semua..

Maya Dara jangan kau bersedih,
Kutau kau lelah tepikan keruh dunia.
Biarkan mereka.. Biarkan mereka..

Tenangkan hati di sana, tertidur kau lelap.
Mimpi yang menenangkan.
Biarkan semua.. Biarkan semua..

Kurangi beban itu, tetap lihat ke depan..
Tak terasingkan dunia dua jiwa yang perih.
Masih ada di sana untuk kita berdua.
Dalam hati yang menyatu, tempat kita menua…

….dan jangan kau bersedih
kutau kau lelah tepiskan keruh dunia…

Ariel, semoga ini menjadi akhir dari ‘kenakalan’-mu ya. Semoga bersama Luna kalian saling menguatkan, saling belajar untuk senantiasa memperbaiki diri, menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jadikan masa lalumu sebagai pelajaran, dan seperti katamu: tetap lihat ke depan… Pintu pertobatan, pintu kebaikan tidak pernah tertutup… Banyak yang mendoakanmu, Ibumu terutama… Jangan buat mereka sedih lagi ya….


jadi ingat temannya bang Mood.
semoga tetap bersabar di dalam sana ya..