Kepompong vs Pong-pongan

20130404-183138.jpgBeberapa waktu lalu saat perayaan Paskah, mama, bapak, & d’Ganesh ke gereja Sabtu malam. Mas Krishna gak ikut karna ada sepupu yang datang & mas Krishna memilih main dengan sepupu. Mb Tanti juga gak ke gereja malam itu tapi besok hari Minggunya. Nah, usai main-main dengan sepupu, mas Krishna merasa ngantuk. Tapi karna mama belum pulang, mas krishna gak mau bubu. Padahal matanya udah lima watt gitu. Akhirnya mb Tanti ajak mas Krishna ke kamarnya, siap-siap tidur sambil nunggu mama pulang. Karna anak ini melek gadget, dia mau makai hp-nya mb Tanti buat main game. Tapi gak boleh sama mb Tanti. Kalau main game nanti gak jadi tidur donk. Trus akhirnya bikin kesepakatan kita mendongeng saja. Mb Tanti cerita tentang kancil yang baik dan pintar, yang mau nyebrang sungai lalu dapat ide mengumpulkan buaya-buaya di sungai untuk membantunya menyebrang. Si kancil minta buaya berbaris lalu melompat dari satu buaya ke buaya lainnya untuk menyebrang. Karna kancil anak yang baik, jadi buaya di sungai mau membantunya. Mb Tanti nyari gambar kancil yang nyebrang sungai dengan bantuan para buaya itu di HPnya. Mas Krishna menghitung buayanya. Ternyata ada dua puluh buaya yang membantu si kancil (Krishna baru bisa berhitung sampai 20). Selesai satu dongeng, mas Krishna belum tidur, malah makin melek karna liat gambar-gambar di hp plus berhitung juga. Lalu mb Tanti nyari cerita lain, ketemu cerita semut dan kepompong. Ada dua gambar ilustrasi di sana. Yang pertama gambar semut dan kepompong, yang kedua gambar semut yang berlumuran lumpur dan kupu-kupu. Agak susah cerita semut dan kepompong ini ke mas Krishna karna semutnya itu semut yang nakal. Mb Tanti gak mau kasih contoh kenakalan seperti yang semut lakukan dengan meledek si kepompong. Akhirnya cuma lihat gambarnya & mb Tanti ubah dikit ceritanya. Pada gambar semut dan kepompong, mb Tanti cerita kalau semut bingung melihat makhluk di depannya. Ini apa ya? Kok diam saja? Hei, kamu siapa? Semut bertanya tapi kepompong tetap diam saja. Lalu mas Krishna nyeletuk: “ini kan enthung (bahasa Jawa untuk kepompong adalah ‘enthung’)”. Dan gantian mas Krishna yang cerita: ” mas Krishna tadi liat enthung tapi udah jadi kupu-kupu. Trus kupu-kupunya terbang”. Lalu mb Tanti bilang kalau enthung yang dilihat mas Krishna itu sama kaya kepompong ini. Lalu mas Krishna nyaut: pas mas Krishna ke laut sama mama, mas Krishna beli kepompong. Ooh…itu pong-pongan namanya, mas. Kalau kepompong itu yang kaya enthung. Kalau yang kaya keong kecil itu namanya pong-pongan. Mas Krishna bingung membedakan istilah kepompong dan pong-pongan. Sebelum kebingungan berlanjut, mama pulang. Mas Krishna dibikinin susu lalu tidur deh. Selamat tidur ya mas… 🙂

#mas Krishna udah ditinggal kerja mb Tanti seminggu. Suka nanya sama mama: “mb Tanti kok malah lama sih Ma kerjanya”. Hoho… Besok deh mb pulang yaa… 🙂

Penganten Gaya Jogja Paes Ageng…… #ups ada penyusup :D

Masih lanjutan cerita keluarga.. Pokoknya minggu ini cerita keluarga deh.. 😀

Jadi kan saya gak datang ya di nikahannya ponakan kemarin. Plus saya gak skype-an juga. Jadi ya, gitu deh rasanya.. Semalam foto-fotonya sudah jadi dan diunggahlah beberapa di Facebook sama papa’nya Reta. Barulah saya merasakan: “ah…saya gak ada di sana…”. Ada ruang kosong dalam hati yang tiba-tiba menganga *lebay detected. Komen-komen mulai muncul di foto-foto itu. Kk4 pun komen: “kok fotoku belum diupload?”. Dan saya pun semakin berderai: “fotoku juga belum muncuuuuul”. Ya mana bisa muncul wong saya gak ada!! Hiks…. Sedih deh… Trus lebih sedih lagi waktu liat foto penganten bersama Bapak. And you know what my nephew said?

Ayo mb buruan nyusul…Mbah dah ga sabar pgin photo pengantin nya Mb tu,,,

Ditambah lagi jawaban kk4: Setujuuuu!!!

Aw…aw…. Sini-sini, siapa mau pinjamkan pundaknya? Ada yang mau berderai ni. Gantian boleh kok. Hehehe….. Hmmh…saya tahu dengan sangat harapan Bapak itu. Bahkan bukan cuma nebak-nebak, tapi sudah disampaikan Bapak waktu saya mudik setahun lalu. Tapi… Lho..lho..lho…jadi curhat kan?? Haha…daripada kebablasan curhat, mendingan lihat foto-foto nikahannya ponakanku yuk. Ada foto sekeluarga, tapi sayanya gak ikut, jadi terpaksa jadi penyusup, nyempil di antara mereka dengan muka pengen gitu deh.. :mrgreen:

Senang ya…. Eits!! Jangan ada yang ngulangi pertanyaan ponakan ya. Tidak menerima komentar: “kapan Tt nyusul?” atau yang sepadan dengan itu. Langsung doakan saja: “semoga Tt cepat nyusul..”. Hehehe….. 😀

Eh, sekalian promosi yee… Itu tata rias dan dekorasi ditangani sendiri oleh kk1. Yups, kk1 memang punya salon kecantikan & wedding organizer di Purworejo sana. Tapi bukan hanya melayani rias penganten di wilayah Purworejo saja lho, karna kk1 juga pernah merias di mana-mana, sampai Jakarta juga Bali. Hehe…. Kalau ada pembaca celoteh .:tt:. yang membutuhkan jasa rias pengantin, silakan saja lho menghubungi kk saya. Ini alamatnya:

Sekar RIKMA AYU
Bendosari, Depan Kecamatan Gebang
Purworejo, Jawa Tengah
cp. Bu Nur Cahayati/0818 0417 7753

Besok kalau saya nikah, tentu lah menggunakan Sekar RIKMA AYU sebagai WO-nya. Selain ya memang kk1 yang mantu juga :mrgreen:. Enak ya jadi saya, perias & dekorasi sudah ada, fotografer sudah ada cs-nya kk1, penari juga punya, catering punya kenalan juga, paduan suara gereja kk1 anggotanya, apa lagi coba? Hahaha….iya..iya..itu dia, yang paling penting malah yang belum punya: mempelai pria. Wkwkwk…… *akhirnyacurhat*…. :mrgreen: Daripada ke mana-mana, mari kita sudahi saja… 😀

Salam semangat,

~Tt    😀

Aku Anak Jawa Tulen

Krishna kemarin pakai blangkon di nikahannya mb Heni. Pagi-pagi bapaknya whatsapp saya: “ini Krishna didandani gak?”. Saya bingung, lho kok nanya saya? Apa iya butuh pendapat saya di jauh sini? Hihi…. Dan beberapa saat kemudian datang pesan susulan: “sorry, salah kirim, mau kirim ke ibu’e malah nyasar”. Nah lho, sudah mulai gak bisa bedain mana istri mana adik. Hahaha….. Saya gak balas lagi. Saya tahu di sana pasti semua orang sedang sibuk.

Sekitar pukul 9:30 waktu rumah, whatsapp saya bunyi. Kiriman foto. Hwaaa….mas Krishna pakai beskap dan blangkon. Gantengnya. Tangannya dilipat di depan pula. Biasanya dia kalau foto tangannya selalu V (victory/peace). Ini kok ya pinter pakai blangkon tangannya dilipat.

Krishna

aku anak Jawa tulen…. Ganteng ya aku..

Pas kutanya mamanya dia rewel gak didandani gitu, dijawab katanya malah seneng. Haha… anak ini memang suka gaya, suka foto, narsisnya persis buliknya :mrgreen: . Siangnya udah jam 2-an waktu rumah, mamanya skype saya dan Krishna nampang donk, ngasih tahu saya kalau dia pakai baju Jawa. Hihi… Saya tanya: mas Krishna seneng pakai baju gitu? Jawabnya: iya seneng, besok kalau mb Tanti mantenan mas Krishna pakai baju ini lagi. Waduh….lha kok trus gitu mas. Hihi…. Hebat dia, sampai siang tetap dipakai bajunya, gak rewel, gak kegerahen.

sama dik Ganesh yang baru bangun tidur

sama dik Ganesh yang baru bangun tidur

Udah lama ni mas Krishna gak skype buliknya. Hmm…. Kangen…

Eh, kapan terakhir kali teman-teman pakai baju daerah? Saya? Pas Natalan kemarin, pakai baju tari :mrgreen:.

 

Salam,

~Tt

Sah!

Seminggu ikutan jalan-jalan ke Tokyo capek gak? Tapi seneng kan bisa lihat macem-macem tokoh anime, danau Biwa, dan perkampungan Shirakawago; bisa ikut menikmati ketinggian Tokyo Skytree, bisa mupeng liat robot Gundam segedhe Gaban (eh, itu udah beda tokoh! Gundam ya segedhe Gundam :mrgreen: ), trus bingung kenapa patung Liberty ada di Jepang, juga lewat Harajuku street dan berakhir di Shibuya. Huft…capek. Pulang yuk…

Seperti kata Armand Maulana kemarin, pulang itu ya ke rumah, ke keluarga. Senang ya kalau pulang ke rumah, ketemu keluarga, disambut si kecil yang lucu sambil teriak “ibuu pulaaaang!!!” lalu menghambur ke pelukan.. #yak mulai ngayal 😛 . Hihihi….amin deh, mudah-mudahan khayalannya segera jadi nyata. Tapi bener, habis jalan-jalan ke Tokyo itu saya pulang ke rumah beneran, lewat skype tentunya. Karna ponakan saya, anak kedua dari kk1 menikah, jadi saya streaming dari sini.

Prosesi akad nikahnya tanggal 1 Januari 2013 pukul 19:00 WIB. Tepat pukul 7 malam waktu rumah, saya whatsapp kk5, udah siap belum? Ternyata penghulu belum datang. Mempelai gelisah donk. Ditelponlah si penghulu bolak-balik, sampai si mempelai perempuan hampir ‘mutung’. Ya..wajar lah namanya juga gelisah. Hehe…. Akhirnya pukul 19:28 WIB (bisa persis karna lihat rekaman whatsapp :mrgreen: ) penghulunya datang. Lega…. Dan bersiaplah untuk acaranya. Saya ndak tau lengkapnya karna pas akad malah saya gagal skype gara-gara pulsa kk5 habis. Tapi dapat cerita kalau latihannya diulang berkali-kali. Bapaknya mempelai perempuan yang salah-salah terus. Nah, ini dia. Biasanya yang getol latihan ngapalin ijab kabul si mempelai pria, sedang yang menikahkan, si Bapak, malah sering terlewat ngapalin ijab kabul itu. Tapi terus akhirnya mbaca dan lancar. Setelah mengucap ijab kabul, tanya pada saksi, dan SAH! Puji Tuhan….. Mari berdoa semoga pernikahan mereka diberkahi Allah, menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. Amin.

Hari berikutnya, 2 Januari 2013 diadakan resepsinya. Wah…dapat kiriman foto yang pada cantik-cantik dan gembira gitu. Senangnya… Tapi sedih juga karna saya gak ada di sana. Gapapa deh, besok di nikahanku kita semua ngumpul lagi yaaa…. Amiiin… 😀

Ini dia ponakan dan ponakan ipar saya.

kk1 ipar - ponakan ipar - ponakan - kk1belum punya foto lainnya :D

kk1 ipar – ponakan ipar – ponakan – kk1
belum punya foto lainnya 😀

Salam,

~Tt

Kenapa?

Kenapa sekolah

Dalam perjalanan menuju sekolah.

K : Kalau gak sekolah kenapa si, Ma?

M : Ya nanti jadi bodho.

K : Kalau bodho kenapa?

M : Kaya kebo.

K : Kalau kebo sekolah di mana si, Ma?

M : Ya di kebun binatang.

K : Kebun binatangnya mana?

M : Di Jogja.

K : Kok kebonya malah gak sekolah kenapa?

M : Lha kebonya malah cuma mau main-main aja.

K : Kalau sekolah nanti…

M : Kalau sekolah nanti jadi pinter.

K : Kan kemarin mas Krishna udah ke Taman Pinter.

M : @#$%^&*()

 

Kenapa d’Ganesh keluar dari perut Mama

K : Kok d’Ganesh keluar dari perutnya Mama kenapa?

M : Ya biar d’Ganesh tumbuh besar, Di perut Mama dah gak cukup.

K : Kalau gak keluar kenapa?

M : Perut Mama gak cukup. Kalau keluar d’Ganesh bisa tambah besar, jadi bisa main-mainan sama m’Krishna.

Lalu berlari mengajak d’Ganesh bermain.

————–

Oh Gusti, pertanyaan-pertanyaannya semakin sulit saja. Belum lagi kalau di jalan lihat tower provider selular dan sutet, maka pertanyaannya akan semakin sulit dijawab dengan benar tetapi menggunakan bahasa yang mudah diterima anak usia 4 tahun sepertinya. Hmm….kalau aku punya anak nanti, apa bisa jawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu… Hmm….

Tentenya Krishna,

yustha tt

Syukuran Sederhana Ultah Bapak

Kemarin, 4 Februari 2012 adalah ulang tahun Bapak yang ke 78. Puji Tuhan, Bapak dikarunia kesehatan hingga usia 78 tahun :). Semoga dikaruniai umur panjang dan kesehatan. Amin. Kemarin keluarga mengadakan syukuran sederhana untuk ulang tahunan Bapak. Iya, sederhana, hanya berkumpul bersama, berdoa bersama, dan makan bersama. Tetapi kami semua sangat bahagia, terlebih melihat Bapak bahagia dikelilingi keluarga: anak-anak, mantu, cucu, dan buyut. Bahkan anaknya yang sedang jauh ini pun ikut hadir melalui kotak 14 inchi warna merah :D.

Kakak-kakak saya berkolaborasi bikin nasi tumpeng dan urap (kluban). Saya tidak tau persis makna filosofis dari nasi tumpeng dan urap (kluban) itu, tetapi dulu Ibu selalu membuat urap untuk syukuran apa saja dan kakak saya selalu kekeuh harus ada urap di setiap syukuran (saya juga gk yakin kakak tau makna filosofis urap itu :mrgreen:). Mungkin ada yang tahu, bisa di-share di blog untuk kita semua (terutama orang Jawa kaya saya yang sudah mulai ilang Jawane 😦).

Setelah semua kumpul, termasuk koneksi skype dengan saya nyambung, kami menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama. Lihat deh, wajah Bapak gembira sekali. Senang sekali melihatnya. Lalu tiup lilin, potong tumpeng, membagi makan bersama, berdoa, dan makaaan. Hehe… Berhubung koneksi putus-putus, jadi beberapa bagian tidak bisa saya ikuti. Untunglah ponakan mengirimkan beberapa foto acara kemarin. Senang sekali.

This slideshow requires JavaScript.

Transcribe lagunya Krishna

Mau nranscribe videonya Krishna kemarin ah… (ketahuan gk punya ide postingan :mrgreen:)


jari jempol, jari t’lunjuk, jari tengah yang panjang

jari manis pakai cincin, jari k’lingking kusayang..

mari hitung: satu, dua, tiga, empat, dan lima
lipat tangan, tutup mata, mari kita berdoa…

Biasanya Krishna bakal pejam mata dan berdoa, semua disuruh diam, hihi…. O iya, nadanya ky gimana tu lagunya? Ya kaya Krishna nyanyi itu, gk fals lho dia..

Krishna pernah ‘manggung’ nyanyi lagu “Naik Kereta Api” waktu acara perpisahan anak TK di sekolahnya (Krishna sekolah di Day Care School (Tempat Penitipan Anak) yg juga gabung dengan Playgroup dan TK). Pj Tuhan, Krishna PD aja nyanyi di depan meskipun dengan bahasa planet. Sayang belum punya video pas Krishna nyanyi Naik Kereta Api. Semoga terus semangat sekolahnya ya Mas, tambah pinter, tambah sayang sama d’Ganesh juga, sama mb Tanti juga. 🙂

Mentas nyanyi "Naik Kereta Api"

Update: sekarang Krishna lagi senang nyanyi lagu-lagu dolanan seperti Gundul-Gundul Pacul, Jaranan, Jamuran, Cublek-Cublek Suweng. Gara-garanya kemarin didownloadkan video lagu dolanan sama Bapaknya, jadi deh diputer terus sampai akhirnya Krishna bisa nyanyiinnya. Lumayan cepat juga ya daya tangkap (dan daya hafal) anak-anak. Pj Tuhan.