Berhenti di Kamu

Tsah….nulis judul di atas langsung berasa gimanaaa gitu. Konon itu gombalan janjinya Gading Marten ke Gisela Anastasia waktu mengungkapkan perasaannya: “benar ternyata, pencarianku berhenti di kamu”. Konon Gading ngambil dari lagunya Anji dengan judul yang sama. So sweet banget gak sih ditembak dengan cara gitu, pakai backsound “A Thousand Years” pula. Aih…. Tapi saya mah gak mau ditembak dengan cara begitu. Maunya langsung dilamar aja #eeaaaa.. Etapi, ini kenapa postingan jadi berbau gosip semi curcol begini ya? Sudah..sudah….ayo lanjutin curhat lagi! #hah!menolehsecepatkilat :mrgreen:

Eh..btw..udah bulan Desember aja ya. Udah duingin aja di sini. Bolak-balik ngecek suhu, ini kenapa dingin banget. Padahal belum puas menikmati momiji, daun-daun yang menguning, memerah, dan berguguran itu. Nah sekarang sudah tinggal ranting-ranting tanpa daun. Hiks… Suhu semakin menurun saja. Bahkan sudah turun butir salju kecil-kecil di sini, di wordpress maksudnya, hehe….. Siang jadi semakin pendek, matahari terbit semakin siang dan tenggelam semakin awal. Subuhnya pukul 5:25 dan sunrise-nya 6:53. Aaak…siang banget ya. Nanti pukul 4 sore matahari sudah berarak pulang. Sebentar kemudian hari sudah gelap. Benar-benar deh, hari makin pendek. Dan tubuh ini pun tumben-tumbenan mengikuti siklus matahari: ‘terbenam’ lebih awal :mrgreen:. Jadi yang dulu biasanya pukul 2 pagi baru berangkat tidur, ini pukul 11 malam sudah mepet-mepet ke kasur aja. Hmm….

Nah ceritanya, saya tuh punya teman, entah apa yang dilakukannya di siang hari, yang jelas dia itu selalu munculnya malam-malam. Karna dulu saya tidurnya pukul 2-an pagi, jadi kadang kalau dia nyapa di YM, saya masih hidup. Nah sekarang, setelah saya terbenam lebih awal, setiap kali dia menyapa di YM, sayanya pasti sudah tidur. Baru deh besok pagi pas udah bangun, liat HP ternyata ada pesan masuk di YM. Seperti tadi pagi juga, pas buka YM ada pesan dari dia yang entah jam berapa ngirimnya, bilang: “rumahnya lagi renovasi ya?”. Cieee….ternyata ada yang diam-diam jadi silent reader blog ini. Krik..krik… Ya iya lah diam-diam, kalau ngomong-ngomong jadi bukan silent reader lagi donk. Btw, emang rumah yang dimaksud itu blog ini ta? Iya. Soalnya sebelumnya ngomen foto salju yang saya jadiin background blog ini. Trus habis itu saya ganti theme lagi. Haha… Iya nih, cepet bosen sama tampilan blog. Kemarin coba-coba ganti tampilan, tapi tak kunjung menemukan yang sreg. Sampai akhirnya tadi sore waktu ngintip theme lagi, ternyata ada theme baru yang berjudul Cheer ini. Dan seperti cinta monyet masa remaja, saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Langsung deh saya lamar untuk jadi theme blog saya. Cocok. Jodoh. Nuansa Natal dengan warna hijau dan merah, ornamen Natal bulat-bulat di penunjuk tanggal postingan, juga bulat-bulat gravatar para komentator, cocok lah dengan saya yang (pernah) bulat. Heuheu…. Dengan taburan salju, terasa syahdu mengalun di bulan Desember. Ternyata…..setelah bergonta-ganti theme ini dan itu, pencarianku berhenti di kamu Cheer. #eeeaaaa….

Untuk melengkapi yang bulat-bulat, saya kasih foto-foto bulat saya ya….. Sudah lama saya tidak narsis! 😛

#jangan bilang fotonya obsesi pre wed lho ya!! ^___^

 

 

Salam dingin bikin rindu,

yustha tt

Hidup Untukmu, Mati Tanpamu

“Ariel kalau ketawa matanya gak keliatan ya..”

“Sama donk kaya yang ngomong..”

“Tau lagunya NOAH yang baru?”

“Yang Separuh Aku? Tau lah..”

“Bukaaan.. Yang Hidup Untukmu, Mati Tanpamu!!”

“Belum. Emang kenapa? Bagus?”

“Kaya’nya itu lagu dari Luna deh. Maksudnya Ariel yang nulis tapi nyeritain yang dirasain Luna. Hmm…kasihan ya Luna.”

“Lho, kok kasihan Luna, kan yang mutusin Ariel si Luna.”

“Siapa juga yang mau digantung lama-lama. Kurang setia apa coba si Luna..”

“Ya, kan kita gak ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi sama mereka.”

“Hahahaha….kok kita malah ngegosip sih. Dengerin lagu Peterpan aja yuk…”

“OK. Mau yang mana?”

“Apa aja. Pilih random. Semua sukak.”

Klik

 

Ku terbiasa tersenyum tenang
walau hati menangis
Kaulah cerita tertulis dengan pasti
selamanya dalam fikiranku

Peluk tubuhku untuk sejenak
dan biarkan kita memudar dengan pasti
biarkan semua seperti seharusnya
tak kan pernah menjadi milikku

Lupakan semua, tinggalkan ini
ku kan tenang dan kau kan pergi

Berjalanlah walau habis terang
ambil cahaya cintaku terangi jalanmu
di antara beribu lainnya
kau tetap benderang

Lupakan semua, tinggalkan ini
ku kan tenang dan kau kan pergi

 

Salam senyum,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

————————————-

Lho, kok malah muter lagu lama sih bukannya sesuai judul postingan?
Tunggu aje vidklipnya muncul di tipi yee… Udah shooting video klip kok…
Kalau mau tau lagunya kaya apa, cari aja di yutub 😀
Gak niat banget ya postingannya 😛

 

Bakwan Jagung Keriting

Mendengar bakwan jagung langsung terbayang nikmatnya bersanding dengan teh manis panas atau kopi. Nah kalau mendengar bakwan jagung keriting? Hehe… Ini adalah sebuah improvasi dari keterbatasan bahan :D.

Adalah Bundo Dentist yang membuat saya ingin membuat bajwan jagung gegara mambaca resep perkedel jagungnya. Tetapi karna saya punyanya jagung manis, jadi Bundo sarankan untuk bikin bakwan jagung karena kalau dibuat perkedel jagung, jagung manis akan buyar saat digoreng. Dan sore ini keinginan untuk membuat bakwan jagung sungguh menggelora. Sekaleng jagung manis pipil pun saya bawa ke dapur. Saya buka lemari penyimpanan bumbu-bumbu saya di dapur. Mencari tepung terigu dan baru sadar tepung saya habis kemarin sore buat goreng baby gurita tepung. Yaaaaah….masa gagal sih bikin bakwan jagungnya…. Padahal keinginan sudah membara untuk menikmati bakwan jagung. 😦

Tiba-tiba muncul lampu di dekat telinga. Cling. Gimana kalau tepungnya diganti mie saja. Hah? Mie? Iya. Kadang kalau lagi malas masak, saya cuma bikin pizza mie, dari mie instant dicampur telur lalu digoreng. Bikin aja semacam pizza mie tapi dicampur jagung dan dibentuk seperti bahwan. Jadi deh! 😀

bakwan jagung keriting

Selamat menikmati! Cocok untuk teman nonton bola nanti malam. Didampingi teh manis atau kopi dan cabe. Yumm….. 😛

————————————————————-

Bahan:
1 bks mie instant
1 btr telur
jagung manis

Cara membuat:
1. Rebus mie instant. Tiriskan. 
2. Campurkan mie dengan bumbu, jagung manis, dan telur.
3. Goreng
4. Sajikan

Wang Sinawang

Wang sinawang berasal dari bahasa Jawa sawang sinawang. Sawang berarti pandang/lihat. Dan setelah mengalami pengulangan, sawang sinawang berarti pandang memandang atau lebih mudahnya saling pandang. Begitulah makna etimologis ungkapan Jawa wang sinawang. Secara filosofis, wang sinawang bermakna saling menilai orang lain dan biasanya memandang orang lain lebih baik/lebih beruntung dari diri sendiri. Contoh mudahnya si Anu menganggap bahwa si Ana itu orangnya selalu bahagia, tidak pernah punya masalah, tidak pernah sedih. Padahal si Ana pun sebenarnya memiliki masalah, hanya saja tidak dia perlihatkan di muka publik. Yang dia tunjukkan adalah wajah tersenyum dan raut bahagia. Sebaliknya si Ana pun memandang bahwa si Anu hidupnya enak, tidak pernah kekurangan uang dan tidak punya hutang. Padahal sebenarnya hutang juga di koperasi kantor maupun di bank. Tetapi karna hidupnya yang apa adanya tidak berlebihan, orang jadi melihatnya selalu berkecukupan.

Pernah suatu hari seorang kawan mengirim pesan di facebook, bunyinya begini: “Titik, aku selalu mengikuti update statusmu juga foto-fotomu dan aku merasa ikut berbahagia dengan kebahagiaanmu. Beruntungnya kamu ya Tik. Kamu selalu ceria dan bahagia”. Puji Tuhan, berarti begitulah dia memandangku. Dan begitu juga aku memandangnya, bahagianya kawanku ini, sudah menikah, punya anak yang lucu, bekerja dengan mapan, lengkap sudah. Kita memang seringkali hanya wang sinawang seperti itu. Sampai saat dia menceritakan beberap masalahnya, aku baru sadar ternyata apa yang terlihat di depan mata belum tentu demikianlah adanya. Kami hanya wang sinawang saja.

Dengan sifat dasar manusia yang suka nyawang orang lain itu, menjadi tugas kita sendiri untuk memilih bagaimana kita akan dilihat/dipandang orang lain. Memang lebih nyaman menjadi apa adanya, tanpa ditutup-tutupi. Tetapi apakah nyaman juga kalau sampai orang lain harus mengetahui masalah-masalah kita atau hutang-hutang kita? Hehe… Dengan adanya jejaring sosial seperti facebook, twitter, juga blog, memungkinkan kita untuk mengungkapkan isi hati kita melalui status ataupun tulisan di sana. Dan dengan mudah orang akan menilai kita dari apa yang kita tulis itu, bahkan sangat mudah juga mengetahui karakter seseorang dari tulisannya. Tak heran kita di dunia blog ini bisa dengan mudah mengenal rekan blog kita meski kita belum pernah bertemu, hanya dengan mengenali gaya tulisannya. Kita pun seringkali menilai si A itu orangnya ceria, blak-blakan, si B orangnya sepertinya serius, si C, dan seterusnya. Dan mereka pun mungkin akan menilai kita juga. Dan pernilaian yang di permukaan itulah yang disebut wang sinawang.

Berbeda lagi dengan penilaian saat melihat foto seseorang seperti berikut ini lalu banyak yang bilang: “Ih…Japanese banget!!!”. Itu bukan wang sinawang namanya, tapi itu yang disebut “ah, itu hanya perasaanmu saja” 😀

Demikian teman-teman.

Salam dari jauh… 😀

 

 #Oalah Nduk! Dadi lihmu nulis dawa-dawa kui mau, akhire mung arep pamer poto to? Narsismu kok ora ilang-ilang to Nduk!! 😮

Tragedi jagong manten :D

Hihihihi… Lho? Apa ini, datang-datang langsung ngikik? Hehehe…sy lagi chatting sama sahabat sy. Sahabat sy ini ingatannya tentang masa lalu top markotop. Jadi kadang kalau lagi cerita apa, dia nyebutin kisah di masa lalu yang bikin saya ngekek. Seperti barusan ini.. Hihi..

Namanya Han, dia temen KKN sy dulu. Kita dulu sering saling menemani jagong (kondangan penganten) karna sama-sama gk punya pendamping jagong, haha… Pernah suatu hari kita berdua jagong ke tempat teman KKN kita di Bantul. Kita boncengan pakai motor sy. Motor sy itu kunci kontaknya sudah lojek alias mudah lepas, jadi gantungan kuncinya harus dicantol di spion atau di stang supaya kalo lepas dari kontaknya, si kunci masih tergantung di motor. Nah, berhubung yang di depan si Han, sy lupa kasih tau dia dan dia pun gk menyantolkan gantungan kuncinya. Inilah awal mala petaka itu. Hahaha…. Lho, mala petaka kok malah ketawa. Lha habisnya lucu.

Yup, seperti dugaan teman2 semua: kunci motor sy HILANG. Inilah tragedi satu. Kami baru menyadari hilangnya kunci motor kami setelah sampai di lokasi kawinan. Pas mau matikan motor, barulah kami sadar, hah..kunci motornya gk ada. Lhaa….gimana ini matikannya?? Akhirnya kita pinjem kunci motor siapa saja buat matikan motor dan berhasil. Lega.. Kita pun melenggang ke tempat kawinan.

Pas sampai sana, ternyata pestanya masih ala piring terbang, bukan yang prasmanan gitu.. Jadi ada banyak peladen/sinoman yang melayani para tamu. Biasanya para sinoman ini adalah pemuda desa atau karang taruna. Biasanya mereka sudah punya seragam batik karang taruna untuk keperluan laden seperti ini. Atau bisa juga dibuatkan seragam oleh yang punya hajat. Di sinilah tragedi dua terjadi. Ternyata seragamnya para peladen dan batik yang dipakai si Han SAMA. Hahahahaha…. Kita berdua langsung thingak-thinguk satu sama lain dan ketawa ngakak. Hahaha….. Udah sana Han, kamu bantuin laden dulu…. Wkwkwk… Pas foto sama penganten juga dibilang sama tukang fotonya: lho, ini mas sinom kok ndisik’i? Wkwkwk…padahal kita tamu undangaaan…bukan sinoman… Haha…si Han cuma cengar-cengir aja..lalu ngajak pulang… 😀

Masalah muncul lagi setelah kita sampai parkiran. Tadi memang bisa matiin motor dengan sembarang kunci. Tapi buat nyalain?? Ow..ow..masalah ini.. Tentu saja gk bisa dengan sembarang kunci. Akhirnya kita jalan dorong motor nyari bengkel. Karna sudah capek, kadang si Han lari dorong motornya lalu dia lompat dan duduk di motor sementara motor jalan. Nah, pas ngelakuin itu, ada ibu-ibu naik sepeda yang ngomelin si Han: “eeeehhh….reka-reka!!” (neka-neka/aneh-aneh/ada2 saja). Hahaha….lagi capek-capek dorong motor nyari bengkel gk nemu-nemu, kena marah pula. Nasib…nasib….

Setelah jalan jauh, pakai salah bengkel karna yang kita tanyain pas nemu semacam bengkel, ternyata tempat servis kulkas dan bukan bengkel motor :mrgreen:, akhirnya kita menemukan bengkel motor kecil-kecilan. Sambil numpang istirahat, kita laporan kalau kunci motor sy hilang dan tolonglah dengan cara apapun, nyalakan motor kami. Si bapak bengkel membuka thothok depan, lalu menyambung kabel itu dengan kabel itu, dan taraaa….nyala, saudara-saudara!! Hah? Secepat itu? Iya!! Dan kami menyesal kenapa si Han gk tau tentang itu. Hahaha…nyalahin si Han, padahal sendirinya mana tau hal begituan. :mrgreen:

Setelah mengucapkan terimakasih berkali-kali pada bapak bengkel (beliau gk mau dibayar apa-apa, meski kita paksa), akhirnya kita bisa mengendarai motor kita, sambil thingak-thinguk lagi. Kali ini hunting tukang kunci. Beberapa lama melaju, bukan tukang kunci yang kita temui, malah sepasang muda-mudi yang pacaran di pinggir jalan. Saya langsung tepuk-tepuk pundak si Han dan bilang:
“Idiih…ada yang pacaran di pinggir jalan Han…”
Dan apa jawab si Han??
“Ya betul itu pacaran di pinggir jalan…kalo di tengah jalan, ganggu lalu lintas…”
Hiyaaaaaaaaaa…….

“Yustha Tt berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng SoesJeng DewiJeng Nia”. Disponsori oleh : “Jeng AnggieDesa BonekaKios108

——-

Trus? Ketemu tukang kuncinya gk? Ketemu dan berhasil bikin kunci kontak yang baru. Hihihi….kisah ini masih saja bikin sy tertawa sampai saat ini. Han…Han…reka-reka!!

Semalam

Maaf, ini postingan curhat. Gk papa ya, sekali-sekali 😉

Semalam saya tidak tidur sampai pagi, tidak ada rasa kantuk sama sekali. Saya ngobrol dengan sahabat saya di masa lalu. Sahabat? Mm..begitulah. 🙂 Nostalgia cerita di masa lalu, bisa menertawakan yang kala itu menyakitkan, mengingat-mengingat moment-moment tertentu di masa lalu. Lucu juga. Keterlambatan yang akhirnya kita ikhlaskan, karna hidup memang penuh misteri. 🙂 Kata Om Paulo Coelho: ‘the important thing about life is being open to the mystery, being open to the adventure, something that we really, really, really lost’. Ya karna kita tidak tau bagaimana masa depan kita. Hidup itu misteri, dan justru di situlah ‘hidup’. Betapa membosankannya hidup kalau kita sudah tau apa yang akan kita alami bukan? Tidak ada tantangan, tidak ada petualangan, tidak ada temuan baru, hanya menjalani skenario yang sudah kita tau. Aih, membosankan sekali. Seperti main sinetronn dengan skrip yang sudah kita pelajari. Karna itu wajar ketika kita akhirnya melakukan kesalahan di masa lalu karna memang kita tidak tahu. Dan kini, bukan saatnya kita menyesali, tetapi saatnya kita memperbaiki. Penyesalan tidak akan berarti apa-apa tanpa perbaikan bukan? Sembari menyukuri apa yang kita terima saat ini. 🙂

Dan karna tidak tidur, saya jadi dapat view cantik di atas, view di bawah jendela kamar yang jarang saya perhatikan karna biasanya tertutup gorden. 🙂

Yuk, melangkah maju. Karna kemarin adalah kenangan dan esok masih misteri, maka lakukan yang terbaik untuk hari ini. Siap berpetualang?! 😉

Pensil kesayangan

Saya sedang sedih 😦

——————————–

Teman-teman, apakah teman-teman punya suatu barang yang teman-teman sayangi? Saya punya. Banyak. Salah satunya adalah pensil mekanik saya. Pensil ini sudah saya miliki sejak tahun 2008 lalu. Saya suka sekali dengan pensil ini. Selain pensilnya yang enak dipakai, isi pensilnya juga empuk (saya memilih merk yg sama untuk isinya). Selama tiga tahun belakangan, pensil inilah yang menemani saya menjalani rutinitas pekerjaan, mengerjakan dan mengoreksi laporan-laporan di kantor sebelum diserahkan pada kepala seksi, mengerjakan soal-soal matematika, dan lain-lain. Juga ketika saya merantau ke negeri orang, pensil ini pun saya bawa. Selama kuliah saya SELALU menggunakan pensil ini. Bahkan sepertinya saya tidak pernah mengunakan bolpoin. Hanya pensil dan highlighter yang menemani saya di kelas maupun waktu belajar.

pensilku sayang

Sebenarnya ini adalah pensil ‘kedua’ saya. Tapi saya merasa ini adalah pensil yang sama. Dulu ketika awal-awal menggunakan pensil ini, pensil ini pernah hilang oleh BunAff. Jadi di suatu rapat, BunAff meminjam pensil ini dan dia lupa di mana dia menaruh pensil itu. Akhirnya dibelikan lagi oleh dia dengan tipe dan warna yang sama persis. Jadi saya merasa ini adalah pensil saya yang dulu, tidak berubah baru. Terimakasih ya Bun udah dibelikan lagi.

Ketika penghapus di ujung pensil sudah habis, saya ikat sebuah penghapus di ujung pensil, supaya mudah menghapus kalau saya melakukan kesalahan. Praktis. Tidak perlu membawa pensil dan penghapus secara terpisah -karena penghapus yang kecil mudah hilang-, tapi langsung satu paket dengan pensilnya. Melihat bentuk pensil saya, teman-teman banyak yang tertawa. Lucu katanya. Dan pernah suatu hari, teman saya meminjam pensil saya itu, dan dia bilang: wah, pensilnya berat. Hehe..bercanda saja sebenarnya. Tidak begitu berat kok. Dan begitu dia selesai menggunakan pensil saya, langsung saya minta balik. Dia bilang: duh, sayang betul sama pensilnya, gk mau pisah lama-lama. Hehe…

Begitulah kecintaan saya dengan pensil saya. Maka ketika hari ini saya menyadari bahwa pensil saya hilang, saya sangat sedih. Lalu ketika saya ingat-ingat, saya menduga, pensil saya jatuh di suatu tempat jauh dari sini ketika saya berkunjung ke sana dan isi tas saya tumpah semua. Pada saat itu keadaan gelap, saya mengambili tumpahan tas saya itu dan mungkin pensil saya tidak ikut terambil :(. Sedih.

Beberapa waktu lalu saya sempat mengambil foto pensil saya itu. Waktu itu rencananya saya mau posting tentang pensil kesayangan saya itu. Tapi hanya ngendon di draft dan belum dilanjutkan. Ternyata sekarang, ketika saya menulis ini, pensil saya sudah tidak ada bersama-sama dengan saya. Saya kehilangan, tapi bersyukur karna sempat mengabadikannya dalam bentuk gambar (duh, tampak lebay ya..).

Semoga siapapun yang menemukanmu bisa memanfaatkanmu dengan baik dan menyayangimu seperti aku menyayangimu ya pensil…

This slideshow requires JavaScript.

Saya masih punya pensil lain, hadiah dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang kemarin dulu saya kunjungi. Warnanya hijau, dan ternyata merknya sama. Mulai sekarang saya akan menggunakan pensil itu. Semoga seiring berjalannya waktu, saya akan menyayangi pensil hijau ini seperti pensil abu-abu yang dulu. Amin.

Yang lagi lebay karna kehilangan pensil,