Tentang Emoticon WhatsApp 2.12.6

Saya baru saja downgrade HP karna HP yang lama tidak bisa di-upgrade operating system-nya karna HP bawa dari Jepang dan bukan factory unlock. Sebelum menjual HP lama saya, semua sudah saya backup di komputer dan ada pula yang saya backup di iCloud. Percakapan di WhatsApp sudah saya backup di iCloud dengan harapan ketika saya ganti device semua percakapan dan media yang tersimpan bisa di-restore kembali. Tetapi karna terjadi kesalahan pada langkah-langkah restore, akhirnya semua pesan, media, dan lain sebagainya dari WhatsApp saya hilang tak berbekas. Padahal tadinya ada sekitar 3GB :mrgreen: . Butuh waktu juga untuk mengikhlaskannya. Tetapi ya sudahlah, anggap saja saya baru saja kehilangan HP, jadi hilang semua data-data di HP saya.

Nah, selanjutnya adalah melakukan sinkronisasi dari data yang tersimpan di komputer ke HP yang baru. Semua aplikasi yang dulu ada di HP lama sudaah terpasang lagi di HP baru. Tapi ternyata aplikasi yang terpasang menyesuaikan versinya dengan versi terbaru. Termasuk aplikasi WhatsApp. Karena sering berkomunikasi lewat media sosial ini, jadi inilah yang pertama kali mendapat perhatian. Ketika memulai percakapan di jendela WhatsApp, menambahkan emoticon, o’ow….kok ada yang aneh ya ini. Tadinya kan ada pilihan yang bisa kita klik dulu untuk pilih apakah emotion, pesta-pesta, kendaraan, atau apalah saya tidak tahu istilahnya sebenarnya apa. Sekarang semua jadi satu tinggal digeser saja ke kanan. Meskipun masih ada juga gambar senyum, pohon cemara, makanan, orang, gedung, dsb untuk menunjukkan kelompok-kelompok emoticon.  Keanehan berikutnya adalah ketika melihat sekarang ada tambahan lebih banyak emoticon dan emoticonnya aneh-aneh. Ada dua pria dewasa dengan dua anak, dua perempuan dewasa dengan dua anak, kissing antara sesama pria, kissing antara sesama perempuan. OmyGod,,, Ini maksudnya apaaaaahhhhhh?????

IMG_0044

gambar pasangan sejenis ada di sini 😥

IMG_0045

ini pula, lope-lope oleh sesama pria dan sesama wanita 😥

Apakah ini ada kaitannya dengan “fenomena pelangi” beberapa waktu lalu? Apakah WhatsApp termasuk pendukung LGBT? Apakah……. Mungkin saya melanggar HAM jika saya tidak menyetujui hubungan sesama jenis, tetapi biarlah dibilang melanggar HAM yang penting tidak melanggar hati nurani 😦 .

Satu lagi yang mengganggu pikiran saya adalah adanya fasilitas warna kulit. Apakah ini tidak malah meningkatkan semangat diskriminasi? Ah, mungkin “karepe” yang bikin justru untuk menghapus diskriminasi dengan adanya pilihan warna kulit, supaya tidak disamakan semua warna kulitnya kuning/cream. Tapi saya malah menangkap sebaliknya. Hiks….

IMG_0047

Ya sudahlah, apakah saya satu-satunya yang merasa demikian? Ataukah ada di antara teman-teman yang juga merasakan hal yang sama? Ataukah saya hanya sedang ngeceh-ceh” pikiran?

Wis mbuh lah….

o0o

#katanya sibuk kok ya sempat2e mikir hal beginian. Biarin ah.

 

#WPC: Object

The object of selfie photo is you!! Yes, yourself ^_^

selfie by shot on the mirror

selfie by using FaceTime camera

selfie with friend ^_^

Happy selfie…. 😀
(Maksudnya: selamat poto2 selfie 😀 )

Kuis: yang manakah kakiku?

kakikita.jpg

Kakikita pada sebuah obrolan (tentang masa depan) di suatu pagi sehabis hujan.

Hayoo tebak, kakiku yang mana? Kiri feminin atau kanan tomboy?? Hihi…
Guampang buangettt….
Satu orang yang jawabannya bener kukasih buku (nyari dulu di Toga Mas :mrgreen: ).
Mau?!

Ditunggu tebakannya sampai tgl 13 November 2013 yaa…
Kok lama banget?
Dipasin sama ulang tahunnya kantorku **gaknyambungbanget :mrgreen:

Good Morning, Monday!!

20130930-073101.jpg
Selamat pagi, teman-teman. Selamat hari Senin… Semoga sehat semuanya, siap beraktivitas di minggu terakhir September sekaligus minggu pertama Oktober. Bagaimana September teman-teman? Ceria kah? Semoga yaa… September saya…mmm….super sibuk (atau sok sibuk ya? Hehe…). Tapi bukan cuma saya kok, hampir semua orang di kantor merasakan kesibukan yang sama. Tapi Puji Tuhan masih tetap sehat dan semoga selalu sehat. Disuplai multivitamin sih. Tau diri lah kalau badan gak kuat-kuat banget. Yah, namanya orang kerja kan butuh tenaga, pikiran, juga waktu. Untung ya saya belum punya siapa2, jadi gak ada yang kasihan ditinggal-tinggal terus. Eh, ada ding, itu ponakan yang di rumah udah ngeluh aja: aku ditinggal terus, bo2 sendiri terusss!! 😦 Dan akhirnya dia ngungsi ke kost temennya atau minta temennya nginep di kontrakan. Hihi…maafkan tantemu ya dik… 🙂 Semoga segera selesai ini tugas yang menumpuk-numpuk. Kadang ketawa juga kalo baca email dari teman tentang pekerjaan yang dibumbui keluhan terselubung, hihi…. Semua sibuk, semua capek, semua butuh waktu sehari 48 jam atau seminggu 10 hari deh. Tapi semua tetap semangat, tampaknya :D. Semoga memang beneran semangat. Lha kalo gak semangat malah gak kelar semua donk.

Nah, jadi curhat deh. Gk papa lah, sekali se(puluh)kali :D. Hari ini saya berangkat ke kantor pagi-pagi karna ada rapat jam ke-0. Haha..ada-ada saja, rapat mruput. Tapi tetap narsis dulu ah sebelum berangkat, karna..karna..karna hari ini nyoba ngantor pakai high heels. Hihi.. Kemayu tenan. Biarin ah.. Biar lebih semangat kalau diawali dengan hati gembira kan? 😉

Ya udah, mau lanjut rapat lagi… Semangat hari Senin yaa.. Love you :*

Dini Hari Ini..

4:42 JST, masih di sini, sambil dengerin @swaragamafm melalui @jogjastreamers dan mengalun Eric Clapton dengan lagu ini

11 tahun lalu 3 pria memainkan ensamble guitar untuk lagu ini, dan saya memasang foto mereka di dinding kamar berbulan-bulan lamanya. Lukisan pensil salah satu personel ensamble ini jadi cover binder selama semester-semester pertengahan kuliah. 🙂

Transcribe lagunya Krishna

Mau nranscribe videonya Krishna kemarin ah… (ketahuan gk punya ide postingan :mrgreen:)


jari jempol, jari t’lunjuk, jari tengah yang panjang

jari manis pakai cincin, jari k’lingking kusayang..

mari hitung: satu, dua, tiga, empat, dan lima
lipat tangan, tutup mata, mari kita berdoa…

Biasanya Krishna bakal pejam mata dan berdoa, semua disuruh diam, hihi…. O iya, nadanya ky gimana tu lagunya? Ya kaya Krishna nyanyi itu, gk fals lho dia..

Krishna pernah ‘manggung’ nyanyi lagu “Naik Kereta Api” waktu acara perpisahan anak TK di sekolahnya (Krishna sekolah di Day Care School (Tempat Penitipan Anak) yg juga gabung dengan Playgroup dan TK). Pj Tuhan, Krishna PD aja nyanyi di depan meskipun dengan bahasa planet. Sayang belum punya video pas Krishna nyanyi Naik Kereta Api. Semoga terus semangat sekolahnya ya Mas, tambah pinter, tambah sayang sama d’Ganesh juga, sama mb Tanti juga. 🙂

Mentas nyanyi "Naik Kereta Api"

Update: sekarang Krishna lagi senang nyanyi lagu-lagu dolanan seperti Gundul-Gundul Pacul, Jaranan, Jamuran, Cublek-Cublek Suweng. Gara-garanya kemarin didownloadkan video lagu dolanan sama Bapaknya, jadi deh diputer terus sampai akhirnya Krishna bisa nyanyiinnya. Lumayan cepat juga ya daya tangkap (dan daya hafal) anak-anak. Pj Tuhan.

Mengejar Prameks..

Ini cerita Mengejar Prameks edisi 2. Soalnya sudah 2 kali sy kena kejadian ngejar kereta. Yang pertama udah lama, 2 tahun yll. Sy ceritakan di sini.  Nah, ternyata beberapa waktu lalu sy mengalaminya lagi.  Haha… Tapi mengejar prameks yang sekarang lebih seru, karna sy bolak-balik Jogja-Kutoarjo-Jogja dalam 2 jam. 😀 Kok bisa?!

Jadi begini ceritanya. (ditulis 30 November 2010)

Pasca letusan Merapi 5 November lalu, sy mengemasi semua dokumen sy dan mengungsikannya ke rumah Purworejo. Dokumen2 itu lebih penting dari nyawa (lho??). Lha nyatanya dokumennya diungsikan sementara sy tetap di sini. Hehe… Nah, seingat saya ada berkas yg tidak sy masukkan ke dokumen keeper karna tidak muat. Tapi sy lupa, apakah dokumen-dokumen itu ikut sy ungsikan meskipun tidak masuk dokumen keeper, atau tidak.

Semalam sy mencari-cari sebuah buku bersampul kuning yang akan sy bawa untuk tugas ke Jakarta tanggal 1 Des nanti. Buku itu penting banget. Sy ingatnya buku itu masih di amplop coklat. Tapi waktu sy ambil amplop itu, ternyata tidak ada isinya. Doh! Seketika kepanikan melanda. Sy ambil stopmap tempat berkas-berkas penyertanya. Dan ternyata stopmap itu pun sudah kosong. Yah. Ingat lah sy. Dokumen2 itu ikut sy bawa pulang meskipun tidak masuk dokumen keeper. Ya, mereka sy masukkan stopmap plastik berwarna putih. Untuk memastikan, sy menelepon Bapak. Dan setelah dicari ternyata benar. Buku kuning dll itu ada di rumah. Sy sudah tidak punya waktu lagi karna besok sore sy sudah harus berangkat. Jadi, besok pagi harus sy ambil di rumah dokumen2 itu. Lho, besok kan harus ngantor! Pake cara donk!

Pagi2 pukul 3.45 sy bangun. Cuci muka sikat gigi dan melaju ke stasiun Tugu. Menurut jadwal yg sy punya, Prameks Jogja-Kutoarjo berangkat pkl.04.45. Pukul 04.00 sy berangkat. Sampai stasiun pukul 04.18an. Sy parkir motor dan berjalan menuju stasiun. Di tengah sy berjalan terdengar pengumuman bahwa Prameks jurusan Kutoarjo akan segera diberangkatkan tepat pukul 04.20. Lho?? Seketika sy langsung berlariiiiii….. kencang… kencang… kencang…. tukang ojek di depan menyemangati: cepet mbaaak…langsung ke kanaaaan…! Sy lewati loket pembelian tiket, peron, begitu masuk ..terlihat pintu prameks sudah tertutup, prameks sudah mulai berjalan… Sy tetap berlari sambil melambai2. Petugas stasiun yg tadi mengumumkan kereta segera berangkat entah bilang apa. Tapi kemudian pintu prameks kembali dibuka dan prameks berhenti. Puji Tuhan……….. sy langsung masuk dan duduk sambil ngos2an. Huft…..terimakasih Pak….

Sepi sekali prameks subuh ini. Beberapa penumpang yg ada memilih posisi tidur. Sy menaikkan kaki, slonjor di pojokan. Betis dan pantat rasanya pegel, maklum tadi sprint tanpa pemanasan. Sy pijit2 sambil ngos2an dan ketawa-ketawa sendiri. Geli. Lucu. Bodoh. Pak kondektur datang. Hehe..sy gk punya tiket. Tapi pak kondekturnya ternyata ngerti. Dia bilang: gk sempat beli tiket ya? Hehe…iya Pak. Bayar di sini boleh? Dan ternyata boleh. Puji Tuhan…

Oiya, sy sudah minta tolong kakak sy untuk ambil dokumen yg sy perlukan itu dan mengantar ke stasiun Kutoarjo sekitar pukul setengah 6. Sampai stasiun Kutoarjo kakak sy sudah siap dengan 1 tas dokumen dan 1 lembar tiket balik ke Jogja. Tak perlu lama-lama, sy turun, mengambil dokumen lalu naik ke prameks lagi untuk balik ke Jogja. (Makasih ya mbak udah pagi2 ambil berkas di rumah dan nganter ke stasiun).  Kalau berangkat tadi kereta sepi, ternyata baliknya kereta penuh. Orang-orang penglaju berangkat kerja. Hmm..banyak juga ternyata. Sy msh memilih tempat duduk di pojok, supaya bisa sandaran sambil liat luar. Pas pak kondektur periksa karcis, dia kaget: “Lho, kok mbalik neh, mbak?” Hehe…. Iya Pak, cuma ambil ini. Dan sekarang sy sudah punya tiket, Pak. 😀

Jadi pagi itu sy melakukan perjalanan Jogja-Kutoarjo-Jogja dalam 2 jam. Hihihi….lucu juga kalo diinget. Dasar Tt bodoh. Wkwkwkwk….:D

Pesan moralnya: selalu update jadwal terbaru kereta. Hihi….. 🙂