Bapak sampai di Jepang

Setelah semua persiapan lancar, tanggal 13 Maret 2013, Bapak berangkat dari Adi Sucipto Jogja transit di Ngurah Rai Denpasar. Sesuai jadwal, Bapak akan tiba di Kansai airport di Osaka hari berikutnya, 14 Maret 2013 pukul 08:30 JST. Saya jemput di bandara. Saya berangkat dari Naruto dengan bus pukul 05:30. Puji Tuhan ada teman yang mengantar dari asrama sampai halte bus di pagi buta itu. Terima kasih ya.

Bus melaju dengan tenang. Saya tertidur karna semalam saya tidak tidur sama sekali. Di hari-hari akhir sebelum kepulangan memang saya sering tidak tidur. Beberes yang tak beres-beres dan entah apa lagi. Sampai lupa saya. Dan tiba-tiba bus sudah mendekati bandara. Lumayan juga, tidur sekitar 2 jam. Sampai di Kansai airport masih sekitar pukul 07:30. Wah, masih lama donk menunggu Bapak dan kakak. Akhirnya saya turun ke lantai 2, jalan-jalan nyari kombini untuk beliin pelembab bibir buat Bapak. Suhu memang sudah menghangat untuk kita yang di Jepang, sekitar 8 derajat saat itu. Tapi untuk Bapak, yang baru datang dari Indonesia, pasti dingin sekali. Dan biasanya bibir jadi kering dan pecah-pecah. Makanya perlu pelembab bibir. Pukul 8 saya turun ke lantai 1, pikir saya supaya saya sudah di tempat ketika Bapak dan kakak keluar. Setengah 9 lebih, belum keluar. Mungkin urusan imigrasi dan bagasinya lama, pikir saya. Malah kemudian saya bertemu dengan suami dan anak-anaknya kawan saya yang baru datang dari Indonesia. Wah, satu pesawat dengan Bapak donk, tanya saya. Iya, tapi saya udah terakhiran lho ini keluarnya. Heh?? Lha Bapak sama kakak mana?? Saya masih menunggu dengan sedikit cemas. Jangan-jangan ada masalah di imigrasi atau claim bagasi nih. Masih celingak-celinguk, tiba-tiba saya ditepuk suaminya teman saya tadi dari belakang, dan dia datang bersama Bapak…. Haaaaaaa…..ternyata Bapak sudah nunggu di luar dari tadi.. Pesawatnya mendarat lebih awal dari jadwal. Bodohnya, saya kok ya gak ngecek di pengumuman. Ha..sudahlah yang penting sudah ketemu Bapak. Peluk-peluk Bapak dan kakak lalu nganter Bapak ke toilet dulu plus ngasih jaket yang lebih tebal. Bener kan, Bapak kedinginan.

welcome to Japan, Pak

welcome to Japan, Pak

welcome to Japan, sist.. Makasih sudah nganterin Bapak sampai ke Jepang..

welcome to Japan, sist.. Makasih sudah nganterin Bapak sampai ke Jepang..

Dari bandara kami tidak langsung pulang ke Naruto, tapi kami ke Kyoto dulu buat jalan-jalan. Kalau udah pulang ke Naruto, nanti susah buat jalan-jalan. Kami naik bus lagi dari bandara ke Kyoto. Semua tiket sudah saya pesan di Naruto kemarin, termasuk tiket pulang dari Kyoto ke Naruto besok. Di bus saya tanya-tanya ke Bapak tentang perjalanan semalam. Ini adalah perjalanan dengan pesawat terbang pertama untuk Bapak maupun kakak. Wah, terbang pertama langsung ke Jepang, kata saya. Bapak pun cerita kalau pas di Bali ternyata transitnya cuma sebentar sekali, tidak ada waktu istirahat sama sekali, langsung masuk pesawat dan terbang. Lalu setelah tiba di Osaka, di bagian pemeriksaan dan imigrasi Bapak ditanya alamat saya. Lha Bapak gak tahu, tahunya cuma Tokushima. Lalu oleh petugas ditanya nama lengkap saya dan tanggal lahir saya. Untunglah di keluarga kami, tanggal lahir memang diingat, jadi Bapak maupun kakak dengan mudah menyebut nama lengkap dan tanggal lahir saya. Lalu dicek oleh petugas dan ditemukan alamat lengkap saya. Petugas sendiri yang akhirnya menuliskan di form. Beres deh urusan. Yang gak beres, ketika keluar kok saya gak ada. HP kakak tidak bisa untuk menghubungi karna tombol roamingnya belum di-ON-kan. Hihi..maklum grogi ya Buk :P. Dan di bus pun kita jadi yang paling ramai, padahal di bus gak boleh ramai-ramai. ๐Ÿ˜€

baru tiba di Kyoto.. Berfoto di bawah bunga sakura (atau momo ya?) dan kedinginan.. brrrr.....

baru tiba di Kyoto.. Berfoto di bawah bunga sakura (atau momo ya?) dan kedinginan.. brrrr…..

tetap bergaya meski dingin :D

tetap bergaya meski dingin ๐Ÿ˜€

Sekitar satu setengah jam perjalanan, kami sampai di Kyoto. Di Kyoto, kami menginap diย Kyoto Hana Hostel, hostel untuk para backpacker. Kami memilih yang satu kamar untuk bertiga, Japanese style. Sampai di sana belum waktunya cek in. Kami istirahat dulu di ย ruangan bersama yang bisa digunakan untuk istirahat. Bapak saya bikinkan teh lalu tidur. Sekitar pukul 1 atau 2, perut sudah lapar. Kami keluar untuk makan. Kebetulan dekat hostel ada warung Sukiya, ya sudah yuk makan di sini saja.

makan pertama di Jepang :D

makan pertama di Jepang ๐Ÿ˜€

Setelah selesai makan, Bapak masih dingin sebenarnya. Saya tawarkan mau jalan-jalan apa mau istirahat di hostel? Ternyata pada mau jalan. Kami lihat peta yang kami dapat dari hostel. Lalu memilih lokasi yang dituju. Pilihan jatuh ke Fushimi Inari shrine. Kebetulan saya juga belum pernah ke sana. Yang saya tahu, shrine ini digunakan sebagai lokasi syuting film Memoirs of Geisha. Kami menggunakan kereta menuju Inari. Dari Kyoto station hanya 2 stasiun. Berhubung kami ngobrol di kereta, alhasil kami melewatkan stasiun Inari. Hahaha… Kebablasan deh. Kami turun di stasiun berikutnya dan mengambil kereta balik yang ternyata lama. Dingin banget waktu nunggu kereta. Kita pun cari-cari lokasi yang tingkat kedinginannya paling rendah. Haha…

keretanya mirip Prameks :D

keretanya mirip Prameks ๐Ÿ˜€

di dalam kereta yang sepi..

di dalam kereta yang sepi..kereta balik habis kebablasan ๐Ÿ˜€

sampai juga di Inari station :D

sampai juga di Inari station ๐Ÿ˜€

tinggal aja, Pak.. Kalau keluar, tiketnya ditelan :)

tinggal aja, Pak.. Kalau keluar, tiketnya ditelan ๐Ÿ™‚

Akhirnya sampai juga kita di Inari shrine. Tidak begitu ramai kelihatannya, padahal cukup terkenal juga tempat ini. Gak papa deh, malah bagus buat foto-foto :P. Di kuil ini terdapat ribuan torii (pintu gerbang) sebagai penghargaan kepada para donatur pembangunan kuil. Warnanya merah-oranye. Konon warna demikian untuk mengusir roh-roh jahat. Jadi di sepanjang setapak, kanan-kirinya adalah torii-torii itu. Udah pernah nonton Memoirs of Geisha? Pasti tahu lah ya ๐Ÿ™‚ Saya sih belum. #eh ๐Ÿ˜›

bergaya di pintu gerbang utama

bergaya di pintu gerbang utama

Bapak & anak sama-sama gaya :P

Bapak & anak sama-sama gaya ๐Ÿ˜›

bertigaaa ^_^

bertigaaa ^_^

Sudah berkeliling shrine, Bapak sudah capek, tapi yang terutama sih sudah kedinginan. Kami pun kembali ke penginapan. Naik kereta lagi menuju Kyoto station. Dari Kyoto station ke penginapan kita jalan cepat, habisnya dingin. Hehe… Sampai penginapan, gelar futon lalu istirahat sebentar sambil ngobrol-ngobrol. Setelah lelah dan dingin hilang, kami bergiliran mandi. Mau makan masih pada kenyang. Tapi kalau gak makan bakalan lapar. Pilihan jatuh ke….bikin Indomie..!! Wkwk.. Kebetulan kakak bawa Indomie dan di penginapan memang bisa masak. Yippie…merasakan Indomie Indonesia… Enak banget. Kami bikin 4 porsi, 1 porsi untuk nambah :D.

Selesai makan, kembali ke kamar. Ngobrol-ngobrol lalu lambat laun Bapak tertidur sementara saya dan kakak masih ngobrol plus nransfer foto-foto. Tidak berapa lama sudah terdengar suara dengkuran Bapak. Ah mak….tak terkatakan deh bahagia dan harunya. Luar biasa ya penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Luar bisa berkat Tuhan dalam hidupku. Saya merasa ajaib bisa bersama-sama Bapak di Jepang di usia Bapak yang ke-79. Ajaib biasa mendengar dengkurannya di Jepang. Ajaib. Tuhan memang benar-benar ajaib. Syukur padaMu ya, Allah. Tak terasa air mata berlinang. Saya memunggungi kakak saya (biar gak ketahuan kalau mewek :mrgreen: ) lalu tidur.

Besok jalan-jalan ke mana lagi ya? Tunggu cerita selanjutnya ^_^

 

Mengundang Bapak ke Jepang…

Baca postingan Bu Enny yang sedang mengunjungi putrinya di Jepang, saya jadi ingin menuliskan juga kunjungan Bapak ke Jepang sebelum saya pulang kemarin. Dan tentang kepergian Bapak ke Jepang ini pun menjadi pertanyaan teman-teman ketika bertemu saya. Ya, mereka sudah melihat fotonya di facebook tetapi memang saya tidak cerita-cerita sebelumnya kalau Bapak mau ke Jepang, jadi mereka cukup terkejut. ๐Ÿ™‚

Ceritanya, sekitar bulan November ketika saya menelepon Bapak via skype, Bapak bertanya: “kamu besok pas wisuda terus siapa yang menemani?”. Ada rasa entah yang menyusup di hati yang membuat saya merinding ketika Bapak bertanya begitu. Dalam hati saya merasakan keinginan Bapak untuk mendampingi saya wisuda, karna setiap pencapaian anak-anaknya adalah kebanggaan untuknya. Tetapi saya juga melihat kekecewaan dari pertanyaannya karna tidak bisa menemani wisuda saya. Bagi Bapak, pergi ke Jepang mungkin adalah kemustahilan. Tapi saya jadi mikir-mikir, kenapa enggak mengajak Bapak ke Jepang, mumpung Bapak masih sehat dan mumpung saya masih di Jepang? Kesempatan kan gak datang dua kali. Yup, akhirnya saya menawarkan pada Bapak untuk ke Jepang saat saya wisuda. Awalnya Bapak ragu, takut keluar biaya banyak. Tapi setelah saya bujuk, Bapak ndak ragu lagi. Jadi kita mulai tahapannya. Pertama membuat paspor.

Seperti prosedur pembuatan paspor yang saya baca di sini, Bapak harus melengkapi syarat-syarat pembuatan paspor, di antaranya bukti domisili (KTP & KK), bukti identitas diri (bisa pilih salah satu: akta kelahiran, akta perkawinan/surat nikah, ijazah, surat babtis, atau surat keterangan lain yang dikeluarkan pemerintah). Nah, untuk KTP & KK sih gak ada masalah. Tapi untuk bukti identitas diri, Bapak sempat bingung juga. Akte kelahiran, Bapak sudah gak punya. Surat nikah, sebenarnya ada, tapi sudah agak rusak begitu. Ijazah, yaaah…sudah gak ada juga. Jadi kemungkinannya hanyalah surat babtis. Bapak dengan semangat mengayuh sepeda ke gereja (ya, Bapak kalau sedang semangat memang begitu, berani bersepeda ke mana-mana). Bapak mau minta surat babtis dari gereja. Di gereja kan ada arsipnya. Waktu ditanya untuk apa, Bapak menjawab: untuk ke Jepang. Haha..Bapak gaya banget.

Berkas-berkas untuk pembuatan paspor sudah lengkap baik untuk Bapak maupun untuk kakak (Bapak ke Jepang diantar kakak). Tapi….di sela-sela itu Bapak jatuh sakit :(. Semangat Bapak untuk ke Jepang pun menyusut. Saya menyerahkan ke Bapak bagaimana baiknya, karna yang paling tau kekuatan Bapak kan Bapak sendiri. Yang penting saat itu Bapak sembuh dulu. Nanti setelah sembuh baru dipikirkan lagi. Dan setelah Bapak sembuh, ternyata Bapak masih punya keinginan untuk ke Jepang. Malah langsung bilang sama saya kalau mau ngurus paspor hari Senin. Wah, senangnyaa. Selama Bapak mengurus paspor, saya pun mencari tiket untuk Bapak dan kakak.

Sebagai anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), kami mendapatkan perlakuan khusus dari Garuda Indonesia. Pihak Garuda memberi discount khusus tiket untuk mengundang keluarga ke Jepang. Saya pun memanfaatkan promo tersebut. Karna dari pemberi beasiswa jadwal kepulangan saya sudah pasti, saya pun memesan tiket untuk kembali di tanggal yang sama dengan saya. Karena memesan tiketnya online, jadi semua syaratnya dikirim dalam bentuk file. Syaratnya adalah foto paspor saya (pengundang), kartu pelajar, alien card, paspor keluarga yang diundang, dan bukti hubungan keluarga (bisa menggunakan akte kelahiran maupun KK). Semua syarat sudah dikirimkan. Eh, ada masalah, ternyata pada tanggal keberangkatan yang saya pilih, tidak ada penerbangan dari Bali karena hari raya Nyepi. Saya pun memundurkan satu hari sehingga akhirnya Bapak hanya di Jepang selama 5 hari. Tapi puji Tuhan, urusan paspor dan tiket dapat berjalan lancar.

Selanjutnya adalah mengurus visa. Seperti syarat pengajuan visa yang tercantum di website kedutaan besar Jepang di Indonesia, Bapak menggunakan jenis visa kunjungan keluarga. Saya mengirimkan undangan dan syarat-syarat lainnya ke rumah untuk kemudian digunakan mengurus visa di kedutaan Jepang di Jakarta. Kakak saya yang mengurus visa ke Jakarta, Bapak tidak perlu ikut karna bisa dititipkan kakak. Tidak sampai seminggu, visa sudah jadi dan siap diambil. Dengan demikian, Bapak SIAP pergi ke Jepang. Horeeee……

20130423-145037.jpg

keluarga yang mengantar keberangkatan Bapak

 

 

#all by His grace

Kepompong vs Pong-pongan

20130404-183138.jpgBeberapa waktu lalu saat perayaan Paskah, mama, bapak, & d’Ganesh ke gereja Sabtu malam. Mas Krishna gak ikut karna ada sepupu yang datang & mas Krishna memilih main dengan sepupu. Mb Tanti juga gak ke gereja malam itu tapi besok hari Minggunya. Nah, usai main-main dengan sepupu, mas Krishna merasa ngantuk. Tapi karna mama belum pulang, mas krishna gak mau bubu. Padahal matanya udah lima watt gitu. Akhirnya mb Tanti ajak mas Krishna ke kamarnya, siap-siap tidur sambil nunggu mama pulang. Karna anak ini melek gadget, dia mau makai hp-nya mb Tanti buat main game. Tapi gak boleh sama mb Tanti. Kalau main game nanti gak jadi tidur donk. Trus akhirnya bikin kesepakatan kita mendongeng saja. Mb Tanti cerita tentang kancil yang baik dan pintar, yang mau nyebrang sungai lalu dapat ide mengumpulkan buaya-buaya di sungai untuk membantunya menyebrang. Si kancil minta buaya berbaris lalu melompat dari satu buaya ke buaya lainnya untuk menyebrang. Karna kancil anak yang baik, jadi buaya di sungai mau membantunya. Mb Tanti nyari gambar kancil yang nyebrang sungai dengan bantuan para buaya itu di HPnya. Mas Krishna menghitung buayanya. Ternyata ada dua puluh buaya yang membantu si kancil (Krishna baru bisa berhitung sampai 20). Selesai satu dongeng, mas Krishna belum tidur, malah makin melek karna liat gambar-gambar di hp plus berhitung juga. Lalu mb Tanti nyari cerita lain, ketemu cerita semut dan kepompong. Ada dua gambar ilustrasi di sana. Yang pertama gambar semut dan kepompong, yang kedua gambar semut yang berlumuran lumpur dan kupu-kupu. Agak susah cerita semut dan kepompong ini ke mas Krishna karna semutnya itu semut yang nakal. Mb Tanti gak mau kasih contoh kenakalan seperti yang semut lakukan dengan meledek si kepompong. Akhirnya cuma lihat gambarnya & mb Tanti ubah dikit ceritanya. Pada gambar semut dan kepompong, mb Tanti cerita kalau semut bingung melihat makhluk di depannya. Ini apa ya? Kok diam saja? Hei, kamu siapa? Semut bertanya tapi kepompong tetap diam saja. Lalu mas Krishna nyeletuk: “ini kan enthung (bahasa Jawa untuk kepompong adalah ‘enthung’)”. Dan gantian mas Krishna yang cerita: ” mas Krishna tadi liat enthung tapi udah jadi kupu-kupu. Trus kupu-kupunya terbang”. Lalu mb Tanti bilang kalau enthung yang dilihat mas Krishna itu sama kaya kepompong ini. Lalu mas Krishna nyaut: pas mas Krishna ke laut sama mama, mas Krishna beli kepompong. Ooh…itu pong-pongan namanya, mas. Kalau kepompong itu yang kaya enthung. Kalau yang kaya keong kecil itu namanya pong-pongan. Mas Krishna bingung membedakan istilah kepompong dan pong-pongan. Sebelum kebingungan berlanjut, mama pulang. Mas Krishna dibikinin susu lalu tidur deh. Selamat tidur ya mas… ๐Ÿ™‚

#mas Krishna udah ditinggal kerja mb Tanti seminggu. Suka nanya sama mama: “mb Tanti kok malah lama sih Ma kerjanya”. Hoho… Besok deh mb pulang yaa… ๐Ÿ™‚

All by His grace..

Jika aku bisa melalui ‘gunung’ ini, itu bukan karna kekuatanku, tetapi semata-mata karna anugerah-Nya. Karna Ia berjalan di sampingku dan menggendongku ketika aku lemah. Juga Ia anugerahkan penolong-penolong di sekelilingku yang memberikan bantuan, semangat, dan dukungan di waktu baikku maupun saat-saat beratku. Terima kasih kuucapkan. Semoga Tuhan memberkatimu. Amin. (bungkukin badan ke depan, kanan, & kiri)

2 February 2013. Puji Tuhan hari ini berjalan dengan sangat baik. Semua pasti karna doa teman-teman semua. Apa? Ada yang gak doakan? Kan kemarin sudah kuminta doakan. Xixixi…minta doa kok maksa :P. Meski lupa mendoakan, tapi support teman-teman melalui komen atau like ataupun kunjungan di blog ini pun jadi semangat buat saya untuk menjalani hari ini. Terima kasih ya teman ๐Ÿ™‚

Seperti saya ceritakan kemarin, kemarin saya mencoba merilekskan diri dengan pulang lab gasik lalu makan di warung sushi. Sepulang dari makan sushi lalu leyeh-leyeh di kamar, berharap bisa tidur gasik. Tapi bagaimana kenyataannya?! Ternyata, saya baru bisa tidur jam 3!! Rrrr….mungkin benar, resah dan gelisah bisa bikin tak enak makan dan tak enak tidur. E tapi pas makan sushi itu tetap enak kok :mrgreen:. Jadi akhirnya saya malah merangkai bunga, nyetrika baju yang mau dipakai buat hari ini dari atas sampai bawah, dari luar sampai dalam, meskipun sebenernya udah seterikaan. :D. Akhirnya tidur juga sekitar pukul 3 pagi itu.

bunga momo yang mirip sakura

bunga momo yang mirip sakura

Tadi pagi, saya bangun pukul 9!! ๐Ÿ˜€ย Waktu keluar kamar mau mandi, eh..ada yang gantungin makanan di pintu. Ternyata, dari teman Taiwan di lantai 4, ada post it-nya ditempel di plastik, katanya ini buat sarapan yang mau ujian dan tak lupa ucapan ‘ganbatte’-nya. Haduh, baiknya anak ini, tau aja kalau saya gak bakalan sempat bikin sarapan. Terima kasih ya Tuhan, sudah berikan teman-teman yang sangat baik. Saya masukkan makanannya lalu saya pergi mandi. Selesai semua, saya ke kampus bawa makanan dari teman tadi. Masih pukul 10:30 sih, tapi namanya juga cemas ya bo’, jadi lebih awal lebih baik,, hehe… Sampai kampus sudah ada teman saya di sana. Sudah rapi jali dengan jas dan dasinya. Hihi… Semua terlihat ganteng dan cantik hari ini. Saya lalu buka laptop, sarapan, dan latihan presentasi (lagi). Eh, dari tadi moler-moler cerita saya belum bilang ya kalau hari ini saya mengikuti oral examination untuk tesis saya. Mungkin tidak se-‘mengerikan’ seperti di Indonesia, karena oral exam-nya bersamaan dengan teman-teman 1 jurusan (7 orang). Waktu ujiannya pun tidak lama, hanya 25 menit dengan rincian 15 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab. Tapi yang namanya ‘ujian’ itu tetap saja ‘sesuatu’ :D.

ready for today!!
#kalo diliat dari posisi tangannya sih, anak ini rada cemas ๐Ÿ˜›
*caption persis di FB ๐Ÿ˜€

Oral exam dimulai pukul 13:00 JST. Presenter pertama sampai ketiga adalah mahasiswa reguler dari Jepang dan China yang sejurusan dengan saya. Kemudian dilanjutkan kami berempat, mahasiswa dengan beasiswa dari JICA. Saya mendapat urutan kelima. Setelah rekan dari China selesai presentasi, dilanjutkan dengan kami dari JICA. File kami berempat sudah ditaruh di laptop saya. Bukan mau beda-bedakan dengan yang dari Jepang atau China ya, tapi karna mereka lebih prefer menggunakan laptop mereka sendiri karna bahasanya menggunakan bahasa Jepang/China. O iya, mereka bertiga presentasi dan tanya jawab dalam bahasa Jepang, sedang kami berempat dalam bahasa Inggris. Nah, ada kejadian lucu nih waktu saya ngeset laptop untuk presentasi kami berempat. Karna kami berempat disponsori JICA, jadi pihak JICA datang menghadiri oral exam kami. Tapi memang diatur supaya datangnya pas presentasi kami saja tidak ikut presentasi rekan kami bertiga tadi, jadi diundang pukul 14:30 JST. Nah, waktu saya ngeset itu masih pukul 14:18, jadi masih ada 12 menit & pihak JICA pun belum datang. Akhirnya pemimpin sidang memutuskan untuk break dulu 10 menit. Dan saya yang lagi ngeset laptop pun spontan merespon: “hai!! Arigatou, Sensei” yang langsung disambut tawa seisi ruangan. Hahh?? Kenapa pada ketawa? Dan saya baru sadar, ternyata saya bersemangat sekali untukย break saking nervous-nya. Wkwkwkwk……

Setelah presentasi dan tanya jawab oleh rekan saya dari Fiji, akhirnya pukul 15:05 JST (13:05 WIB) giliran saya yang presentasi.

Puji Tuhan, semua lancar. Pertanyaan yang diajukan sensei bisa saya jawab dengan baik. Kebetulan saya sudah feeling kalau yang itu akan ditanyakan, meskipun cuma 1 yang sesuai feeling, sedang yang lain, jauh bo’. Hahaha…. Tapi puji Tuhan, Tuhan pimpin lidahku untuk menjawab.

inilah wajah super lega :D

inilah wajah super lega ๐Ÿ˜€
(perasaan saya pakai bando untuk nyibakkan rambut deh, ini kenapa rambutnya jadi kemana-mana? Hihihi…..)

Puji nama Tuhan yang kasihnya tak berkesudahan. Semua yang terjadi di dalam hidupku hanyalah oleh kehendakNya, oleh kasih karuniaNya. Puji nama-Mu, Puji Hu di setiap waktu. Terima kasih juga untuk semua professor yang selalu menyuport kami selama 2 tahun ini, terutama untuk supervisor saya Prof. Chikamori. Terima kasih untuk teman-teman seperjuangan di sini untuk sharing segala hal selama di sini. Terima kasih untuk teman-teman di situ, di sana, di mana-mana yang senantiasa menjadi semangat untukku. Terima kasih yaa…… Dan tak lupa, terima kasih untuk keluarga di rumah, terutama untuk ayahanda tercinta, atas cinta dan doa yang tak pernah putus pada ananda. Kupersembahkan ini semua untukmu, Pak. I love you :-*

/

Titik

di akhir Januari

H.a.l.u.u.u…. *pura-puranya dengan nada lemes :D*

Gak terasa ya, sudah 1 bulan kita di duaributigabelas. Sudah tigapuluhhari (hampir 31 karna di sini sudah pukul 20:30), kalau di film 30 hari mencari cinta, sudah dapat tuh *eh, iya gak sih? Atau malah mereka kembali ke sahabat2nya ya? Hihi..lupakan!*. Dan seperti saya bilang hari Senin lalu kalau minggu ini bakal jadi minggu yang (sok) sibuk, ya begitulah. Tapi tetep sempat ngeblog ya? Iya :mrgreen:. Sempat juga mbaca tulisan panjangnya k’Alissa. Keren!! Secara ini cita-citakuย ๐Ÿ˜€

Jadi ada apa di Januari ini?

Eh, asyik ya ngeblog tiap hari jadi bisa flashback apa-apa yang terjadi di waktu lalu. Meskipun topiknya gak melulu tentang aktivitas sehari-hari, tapi kita sendiri, yang nulis, bisa merasakan feel kita waktu itu. Yak, Januari saya diawali dengan jalan-jalan ke Tokyo. Trus di bulan Januari saya lagi-lagi melewatkan momen bahagia keluarga, yaitu pernikahan ponakan saya dari kk1. Beberapa hari masih bereuforia dengan kumpul keluarga itu. Di samping itu Januari adalah waktu penyelesaian penulisan laporan akhir. Puji Tuhan bisa diselesaikan tepat waktu dan disumbit. Lalu pertama kalinya juga saya masuk ke onsen, tempat pemandian air panas di Jepang yang..begitu deh :D.

Bulan Januari masalah hati aman terkendali, mungkin karna sibuk. Sempat diselingi dua kali intermezzo berintikan rindu, meski rindu yang kedua saya batalkan dengan segera karna sesuatu hal. Tapi entah kenapa, saya justru merasa senang bahkan merasa keren. Puas dan lepas.. Dasar aneh!! ๐Ÿ˜€ย Lalu sok-sokan ngomongin bahagia. Lagi-lagi ada hal yang membuat saya tertampar setelah ngomongin tentang bahagia. Tapi puji Tuhan saya sudah menulisnya, jadi bisa dibaca sendiri dan dipraktekin sendiri apa yang sudah saya tulis. Trus..trus…apalagi ya?? Ah, Januari saya terjebak masa lalu. Hahaha…. Ternyata bulan Januari saya banyak menceritakan tentang teman-teman saya dan ceritanya di masa lalu. Hahaha…. Dan terulang lagi semalam (eh, tadi pagi ding), waktu dengerin Tears in Heaven-nya Eric Clapton, saya kembali teringat seseorang di masa lalu. Kalau itu rasanya seperti sudah otomatis deh, tiap denger Tears in Heaven langsung terkoneksi ke sosok dia.

Jadi apa yang paling istimewa dari Januari saya? Mmm…apa ya? Mungkin submit tugas akhir saya kali ya.. Hehe.. Eh, ternyata banyak lagu bertemakan Januari ya, itu artinya banyak yang punya kenangan di bulan Januari..

Iwan Fals – Galang Rambu Anarki ~ lahir awal Januari menjelang Pemilu
Arman Maulana – 11 Januari ~ menikahi Dewi Gita
Glenn Fredly – Januari ~ patah hati di Januari
Rita Effendi – Januari di kota Dilli
Iwan Fals – 22 Januari

Ada yang mau nambahin?

Bagaimana Januarimu, kawan?

Penganten Gaya Jogja Paes Ageng…… #ups ada penyusup :D

Masih lanjutan cerita keluarga.. Pokoknya minggu ini cerita keluarga deh.. ๐Ÿ˜€

Jadi kan saya gak datang ya di nikahannya ponakan kemarin. Plus saya gak skype-an juga. Jadi ya, gitu deh rasanya.. Semalam foto-fotonya sudah jadi dan diunggahlah beberapa di Facebook sama papa’nyaย Reta. Barulah saya merasakan: “ah…saya gak ada di sana…”. Ada ruang kosong dalam hati yang tiba-tiba menganga *lebay detected. Komen-komen mulai muncul di foto-foto itu. Kk4 pun komen: “kok fotoku belum diupload?”. Dan saya pun semakin berderai: “fotoku juga belum muncuuuuul”. Ya mana bisa muncul wong saya gak ada!! Hiks…. Sedih deh… Trus lebih sedih lagi waktu liat foto penganten bersama Bapak. And you know what my nephew said?

Ayo mb buruan nyusul…Mbah dah ga sabar pgin photo pengantin nya Mb tu,,,

Ditambah lagi jawaban kk4: Setujuuuu!!!

Aw…aw…. Sini-sini, siapa mau pinjamkan pundaknya? Ada yang mau berderai ni. Gantian boleh kok. Hehehe….. Hmmh…saya tahu dengan sangat harapan Bapak itu. Bahkan bukan cuma nebak-nebak, tapi sudah disampaikan Bapak waktu saya mudik setahun lalu. Tapi… Lho..lho..lho…jadi curhat kan?? Haha…daripada kebablasan curhat, mendingan lihat foto-foto nikahannya ponakanku yuk. Ada foto sekeluarga, tapi sayanya gak ikut, jadi terpaksa jadi penyusup, nyempil di antara mereka dengan muka pengen gitu deh.. :mrgreen:

Senang ya…. Eits!! Jangan ada yang ngulangi pertanyaan ponakan ya. Tidak menerima komentar: “kapan Tt nyusul?” atau yang sepadan dengan itu. Langsung doakan saja: “semoga Tt cepat nyusul..”. Hehehe….. ๐Ÿ˜€

Eh, sekalian promosi yee… Itu tata rias dan dekorasi ditangani sendiri oleh kk1. Yups, kk1 memang punya salon kecantikan & wedding organizer di Purworejo sana. Tapi bukan hanya melayani rias penganten di wilayah Purworejo saja lho, karna kk1 juga pernah merias di mana-mana, sampai Jakarta juga Bali. Hehe…. Kalau ada pembaca celoteh .:tt:. yang membutuhkan jasa rias pengantin, silakan saja lho menghubungi kk saya. Ini alamatnya:

Sekar RIKMA AYU
Bendosari, Depan Kecamatan Gebang
Purworejo, Jawa Tengah
cp. Bu Nur Cahayati/0818 0417 7753

Besok kalau saya nikah, tentu lah menggunakan Sekar RIKMA AYU sebagai WO-nya. Selain ya memang kk1 yang mantu juga :mrgreen:. Enak ya jadi saya, perias & dekorasi sudah ada, fotografer sudah ada cs-nya kk1, penari juga punya, catering punya kenalan juga, paduan suara gereja kk1 anggotanya, apa lagi coba? Hahaha….iya..iya..itu dia, yang paling penting malah yang belum punya: mempelai pria. Wkwkwk…… *akhirnyacurhat*…. :mrgreen: Daripada ke mana-mana, mari kita sudahi saja… ๐Ÿ˜€

Salam semangat,

~Tt ย  ย ๐Ÿ˜€