Perjalanan 2014

2015

Selamat tahun baruuu….. Ish, terlambat banget ya. Haha… Gak papa deh, mumpung Januarinya belum habis, masih bisa ngucapin selamat tahun baru buat teman-teman semua :mrgreen: .

Jika menilik setahun ke belakang, sepertinya waktu berlalu dengan sangat cepat, tiba-tiba sudah tiba lagi tahun yang baru. Banyak hal dialami, tetapi yang paling tampak adalah tahun 2014 saya dipenuhi dengan perjalanan. Meskipun tentu saja tidak hanya itu. Ada syukur yang teramat sangat, seperti pada bulan Februari saat keluarga kami merayakan ulang tahun Bapak yang ke-80. Ada duka mendalam saat kehilangan sahabat, saudara, keluarga, si M yang adalah Simon, yang saya ceritakan di sini, pada bulan November lalu. Ada banyak cerita yang tak sempat kubagikan pada dunia. Baiklah, mari kita rangkum saja perjalanan 2014 menjadi satu postingan di blog yang sudah berdebu dengan jaring laba-laba belang di tembok keraton putih temboknya. Sepertinya ini bakal jadi postingan yang panjang… Skip-skip aja kalau lagi sibuk yaa… ๐Ÿ™‚

Januari

Awal tahun 2014, saya melakukan perjalanan ke pulau Sumatera tepatnya ke Sumatera Barat. Perjalanan ini adalah dalam rangka ‘kopdangan’, kopdar sekaligus kondangan ke tempat Bundo LJ. Ini adalah pertama kalinya saya bertemu Bundo. Ini juga pertemuan pertama saya dengan ย teman perjalanan yang luar biasa: Putri, Bunda Lily, Bunda Monda. Tak afdol rasanya sudah sampai bumi Minang tapi tidak jalan-jalan. Kami sempat berkunjung ke lembah Harau, tarusan Kamang, rumah puisi Taufik Ismail, Panorama, Taruko, Rumah Bung Hatta, Istana Pagaruyuang, dan banyak lagi. Menyenangkan pakai banget deh pokoknya… Pengen jalan-jalan bareng lagi. Kapan ya?!

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Februari

Bulan Februari adalah bulan bahagia bagi keluarga saya. Yes! Bulan ini Bapak kami berulang tahun pada tanggal 4, dan tahun 2014 kemarin adalah ulang tahunnya yang ke-80. Puji Tuhan, bersyukur atas anugerah kesehatan dan usia bagi Bapak. Kami mengadakan persekutuan doa bersama mensyukuri anugerah yang Tuhan berikan buat Bapak dan keluarga kami.

Di bulan Februari 2014 juga terjadi erupsi Gunung Kelud pada tanggal 13 dan tepat pada hari Valentine dini hari abu vulkaniknya sampai di Jogja dan menjadikan seluruh Jogja kelabu. Tetapi sejak beberapa hari sebelumnya, saya sudah berniat nonton konser KLa Project pas tanggal 14 itu. Jadilah nonton konser dalam kedukaan. Tapi untungnya konsernya diubah jadi konser amal, jadi lebih nyaman nontonnya ๐Ÿ˜€

Karna abu vulkanik itu, kawan saya, Simon, yang punya tambak udang memanen udangnya, kebetulan sudah hampir tiba waktu panen dan takut kenapa-kenapa kalau tersiram abu segitu banyak. Diundanglah kami teman-temannya untuk ikut di panenan. Kami pun datang seperti kuceritakan di sini. Pulangnya kami dibawain satu plastik udang per orang. Bukan hanya itu, beberapa hari kemudian kami diundang lagi untuk syukuran panenannya. Ah, Simon…. How i miss you, Mon… ๐Ÿ˜ฆ

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Maret

Bulan Maret, sebelum tugas kantor bertumpuk-tumpuk, saya dan teman-teman kantor mengambil waktu untuk jalan-jalan. Gak jauh-jauh yang penting happy.. Kami jalan-jalan ke Gunung Api Purba Nglanggeran dan Pantai Sadranan dan Kukup di Gunung Kidul. Tentang pantai Sadranan sudah saya ceritakan di sini, tapi bolehlah saya kasih beberapa fotonya lagi di sini, ditambah foto di Nglanggeran yang belum saya bagi di blog. Hadeh…modus pamer bingit ya.. ๐Ÿ˜€

Oiya, bulan ini saya berkesempatan kopdar dengan penulis buku Niskala, mas Daniel Mahendra, sekaligus kopdar dengan blogger senior seperti Bunda Tuti Nonka dan Uda Vizon.

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

April

April…mmm….ini bulan Pemilu kan yaa… Pemilu legislatif. Selain itu, ini juga bulan reuni. Saya reunian dengan teman-teman SMA yang tinggal di Jogja di kontrakan saya. Saya juga kedatangan sahabat baik waktu kuliah yang berasal dari Bali. Ini juga bulan yang happy ๐Ÿ˜€

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Mei

Bulan Mei tahun lalu saya dapat kesempatan mengikuti training di Penang, Malaysia. Hampir sebulan saya di sana. Bertemu dengan teman-teman dari negara lain memang selalu menyenangkan. Menambah wawasan dan pengalaman, berbagi dan berdiskusi. Bersyukur mendapat kesempatan itu. Nah, selain belajar tentu saja ada sesi jalan-jalan. Haha…. Saya berkesempatan mengunjungi George Town dan Bukit Bendera di Penang, lalu Twin Tower, Putrajaya, dan Batu Cave di Kuala Lumpur. Bersyukur, bersyukur, bersyukur…

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Juni

Bulan Juni kantor kami ‘bandung bondowoso’ melaksanakan pelatihan Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran yang akan melaksanakan kurikulum 2013. Bulan ini saya tidak mengenal hari Sabtu-Minggu. Everyday is a working day, dengan perjalanan ke sana kemari. InsyAllah kami ikhlas, meskipun sekarang kurikulum 2013 dihentikan sementara implementasinya. Yup, memang masih banyak kekurangan di sana sini pada tataran implementasi, tetapi secara konseptual K13 bagus kok, tidak berubah 180 derajatย dari kurikulum sebelumnya tetapi hanya melengkapi. Ups! Kok jadi bahas kurikulum. Hihi… Back to postingan jalan2 aja ya :mrgreen:. Nah, di bulan Juni ini, keluarga kami juga mantu ponakan. Padahal saya masih ribet dengan kurikulum. Akhirnya pas tanggal itu saya minta lokasi pelatihan yang di Purworejo biar bisa izin sehari untuk datang ke nikahan ponakan. Puji Tuhan, akhirnya bisa berkumpul dengan keluarga di hari pernikahan ponakan ๐Ÿ™‚

This slideshow requires JavaScript.

-o0o-

Ternyata udah panjang dan lebar ya, padahal baru 6 bulan ni ceritanya… Hmm… Mau dilanjutin sampai Desember atau dipotong sampai sini dulu ya?? Ah, berhubung tahun 2014 blog ini cuma berisi 19 postingan, jadi dipotong jadi 2 aja deh, biar dapat 2 postingan. Hihi…. Jadi, demikian dulu cerita tentang perjalanan saya di tahun 2014 ya, teman-teman. Ini buat arsip pribadi saya aja sih. Terima kasih buat yang masih sudi mampir dan berkenan baca ^_^ .

Salam hangat dan jangan lupa bahagia ๐Ÿ™‚

[Jepang: Pra Keberangkatan] Farewell

Beres-beres lemari dan menemukan surat wasiat dari sahabat-sahabat di kantor tertanggal 17 Maret 2011. Hmm (senyum), dua tahun yang lalu, hari Jumat, di ruangan mungil di sudut kantor kami, kami berkumpul dan mereka menyerahkan bungkusan yang langsung saya buka di tempat. Saya memang sukanya begitu, membuka pemberian saat yang memberi masih ada, supaya dia lihat bahagianya saya ketika mengetahui isinya. Hehe… Bungkusan itu berisi baju batik berobi yang dengan hebatnya bisa pas di badan saya. Di dalamnya ada selember kertas berlatar belakang laut, perahu, dan langit yang luas. Katanya karna saya penyuka langit. Hihi…romantis ya mereka. Ini dia suratnya.

letter from jeng2

Tidak terbaca ya? Saya tuliskan lagi ya.

“Jeng Tt, selamat berjuang… Jelajahlah semua ilmu yang ada di Jepang, dan bagikan pada kami di negeri ini (halah).
We’ll miss your smile and spirit, sukses dan semoga menjadi ilmu yang barokah. Amiiin. (miFu)”

“Tt… Selamat berjuang dan belajar ya… InsyaAllah menjadi ilmu yang bermanfaat…. Hai penyuka langit, ceritakan semua cerita langit Jepang padaku ๐Ÿ™‚
I’ll miss you much.. Please keep writing.. (or blogging) ๐Ÿ™‚
Take care… We love you (omietha Bunaff)”

“Jeng tt.. selamat jalan yah.. mudahan semuanya lancar n bebas hambatan..
2 tahun cepet kok jeng.. ntar balik ke yogya bawa banyak cerita n pengalaman yah..
tetep berbagi cerita ya jeng.. tentang jepang, bunga sakura, salju, dll ๐Ÿ˜€
oh ya pandangan mata setelah tsunami
*blognya jangan di deactive dunk.. kan buat berbagi kabar..
semoga Tuhan selalu membimbing dan meridhoi setiap langkah yang kita ambil..
amin..
(d’Ra mom.. ๐Ÿ™‚ )”

cengar cengir baca surat dari mereka :D *candid by handphone Omietha*

cengar cengir baca surat dari mereka ๐Ÿ˜€ *candid by handphone Omietha*

Terharu saya baca surat dari mereka. Dan waktu kemarin membaca lagi, rasa haru itu muncul lagi. Akhir-akhir ini memang mudah terharuan plus sering ingat kejadian-kejadian yang telah lalu. Wajar kali ya, saat harus mengakhiri sesuatu jadi flashback pikirannya. Hehe…. Dan inilah mereka, sahabat-sahabat saya baik online maupun offline. Hehe….

kami :)

kami ๐Ÿ™‚

Dua tahun berselang, sudah banyak yang berubah. BunAff sudah punya baby lagi, Kaysa namanya, saat ini usia 4 bulan. Bunda Ra udah menempati rumah baru, dan d’Ra pun udah gedhe dah jadi gadis cantik deh. Budhe miFu dah makin sukse saja. Saya? Saya sekarang dah gak sekurus itu. Hehe…

Setelahnya, sepulang kantor, saya ngumpul dengan Geng Hore untuk makan sore sebagai farewell party buat saya. Geng Hore pun teman-teman di kantor saya. Ternyata geng saya banyak ya. Haha…. Hari itu memang hari terakhir saya masuk kantor, karna hari Sabtunya saya sudah berangkat ke Jakarta & minggunya terbang ke Jepang. Yup, saya ngantor sampai hari terakhir :D.

IMG_7887

geng hore di ruang DaI

IMG_7900

Farewell @FoodFezt

Anggota Geng Hore makin sibuk saja. Pak Kasi Data Informasi sudah move menjadi Kasi Program. Dua yang perempuan makin sibuk di kantor sebelah yang bertaraf regional Asean tetapi masih menginduk dan satu anggaran dengan kantor kami. Double kerjaan, double tupoksi. Yang lain juga semakin sibuk. Hey…. Mari ngumpul lagi.. Makan di mana kita? ๐Ÿ™‚

Beberapa hari sebelumnya, kawan KKN pun minta ngumpul dulu sebelum saya berangkat. Dan yang bisa ngumpul cuma kami berempat. Sebenarnya yang di-farewell-i dua orang, saya & satu lagi teman saya yang mendapat tugas ke Kalimantan.

Farewell @SpecialSambal

Farewell @SpecialSambal

Tidak terasa ya, dulu saya di-farewell-i untuk berangkat dan sekarang mulai di-farewell-i untuk kembali. Rasanya? Campur aduk. Antara senang pengen cepat pulang & berkumpul dengan keluarga, tapi juga merasa: kok cepet banget ya…i want to stay a bit longer. That’s why (maybe) i lost my mood to write aย blog postย :). Slogan saya sebelum berangkat dulu adalah “jarak ribuan mil itu dekat dan dua tahun itu cepat”. And it’s true.. Karna beberapa teman pun seolah terkejut: “dah mau balik ya? Kayanya baru kemarin berangkat..”. Ish….pada gak kangen sama saya apa ya? Haha…..

#posting lagi

 

Ting Tong

Postingan ini terinspirasi dari postingan Om Nh yang berjudul ‘ANNOUNCER’. Sudah baca kan? Kalau belum, baca dulu deh.. Hehe..

Menggunakan pengeras suara untuk memberitakan/menginformasikan sesuatu tidak hanya dilakukan di mall, tapi juga di tempat-tempat umum lainnya, juga di kantor saya. Di kantor, setiap kali akan mengumumkan sesuatu melalui pengeras suara pasti didahului dengan memberi bunyi peringatan ‘ting tong’ baru diikuti dengan prakata: ‘mohon perhatian’ dan dilanjutkan dengan isi informasi. Karna bunyi ‘ting tong’ itulah, makanya orang kantor menyebut informasi melalui pengeras suara itu dengan sebutan ‘TING TONG’. Juga ketika kita minta diumumkan sesuatu melalui pengeras suara, kita pun menyebutnya: ‘diting-tong’. Hihi… ๐Ÿ˜€ Biasanya ting tong dilakukan oleh sekretaris pimpinan.

Apa saja yang diumumkan melalui pengeras suara di kantor saya? Sepertinya lebih dari tiga, hehe.. ๐Ÿ˜€

1. Reminder

Semisal ada kelas diklat, atau suatu pertemuan atau rapat apa yang melibatkan banyak orang, tapi saat waktunya tiba, belum juga pada kumpul, maka yang bertanggung jawab atas pertemuan itu akan minta sekretaris pimpinan untuk ‘mening-tong’ supaya pesertaย segera datang ke kelas/ruang pertemuan.

2. Panggilan

Jalan terakhir yang ditempuh jika mencari seseorang dan tidak juga ditemukan adalah dengan jalan ‘diting-tong’. Di-iphone di ruangan tidak ada, ditelpon ke handphonenya tidak diangkat, karna sangat penting dan mendesak untuk segera bertemu,ย jalan terakhir adalah ‘diting-tong’.

3. Undangan

Kadang ada suatu rapat mendadak yang melibatkan banyak orang. Karna waktunya sempit, tidak sempat mengedarkan undangan dalam bentuk paper, so ting-tong-lah solusinya. “Bapak/Ibu yang namanya kami sebut, dimohon hadir di ruang sidang pukul … dst”.

4. Informasi umum

Informasi umum yang sy maksud adalah informasi untuk seluruh karyawan/ti di kantor,ย misalnya undangan upacara 17an. Setiap tanggal 17 kantor kami mengadakan upacara bendera. Biasanya 2 atau 3 hari sebelum tanggal 17, akan diumumkan undangan upacara kepada seluruh karyawan/ti. Selain undangan upacara, juga informasi umum lainnya, seperti berita lelayu, dan sebagainya. Nah, ada ‘ting-tong’ yang sangat ditunggu karyawan/ti. Tau donk?! Hihi… Iya… Di tengah bulan saat waktunya uang transport dan uang makan turun, maka pegawai di kantor sangat menanti-nantikan adanya ‘ting-tong’ yang menginformasikan untuk menyelesaikan administrasi di ruang keuangan. Karna tanggalnya tidak selalu sama setiap bulannya, jadi kalo ada ting-tong di tengah bulan, kita udah deg-degan dan berharap-harap itu adalah ting-tong penyelesaian administrasi. Hihi… Kalau udah hampir akhir bulan belum juga ada ting-tong, kita akan mulai berbisik-bisik: “iki mb widya kok rung ning-tong yho?” -ini mb widya kok belum ning-tong ya- Hihi…. ๐Ÿ˜€

Begitulah ting-tong di kantor sy. Kami sudah familiar dengan pengumuman melalui pengeras suara, tidak risih, tidak menghindari, bahkan seringkali diharapkan segera terdengar bunyi ‘ting-tong, mohon perhatian…’. Hehehe…

Bagaimana di kantor teman-teman? Apa juga ada ting-tong seperti di kantor sy?

.

.

Salam,

Batik Berobi

Sebelumnya sy mau jujur dulu kalo sy ini gk modis dan katrok untuk urusan fashion. Hihihi….standar2 aja lah pakaianku itu. Dan sy juga gk begitu mudeng sama istilah-istilah di dunia fashion. ๐Ÿ˜€

Adalah ketiga sahabat sy yang menghadiahi sy baju batik. Sy senang sekali. Sy buka saat itu juga di depan mereka. Eh, ada surat cintanya pula. Dan tau nggak, suratnya berlatar belakang laut dan langit lho. Hihihi…katanya karna Tt penyuka langit. Aih…nice bukan… ๐Ÿ™‚

cengar cengir baca surat dari mereka ๐Ÿ˜€ *candid by handphone Omietha*

ย 

Sampai di rumah, sy buka batiknya. Eh..ada sehelai kain birunya, bentuknya persegi panjang. Sy mikir2, ini buat apa ya? Hihi… Mungkin ini sabuk. Sy paskan dengan satu bagian di perut. Eh, lebarnya sama. Ahaaa…ini pasti sabuk. Kekekek…

Sy menghormati pemberian. Pernah suatu hari anaknya ibu kost main ke kamar sy & setiap barang yang disentuhnya dia selalu nanya: “ini belinya di mana?” dan setiap kali dia bertanya, jawaban sy sama: “itu dikasih temennya mb Tt”. Hahaha…saking isi kamar penuh barang pemberian. Lah yg punya sendiri mana? Dikit banget..hihihi… Sampai sendok pun pemberian. Duh..duh… Dan sy bersyukur atas semuanya itu. Makasih ya teman-teman ๐Ÿ™‚

Semua orang pasti senang kalo barang pemberiannya dipakai oleh orang yg diberi. Ya kan? Apalagi kalo dia juga menyukai barang pemberianmu itu, pasti kamu merasa senang. Ketiga sahabat sy pasti juga senang kalo sy memakai baju pemberian mereka. So, hari itu sy pakai baju pemberian mereka, mengambil foto dengan baju itu dan mengirimkannya pada mereka. O iya, sy sempat ragu-ragu mengenakan sehelai kain berwarna biru yang sy sebut sabuk tadi. Takutnya sy salah. Hihihi… Dan inilah penampakan sy dengan batik dari mereka.

tampak depan - tampak belakang

ย 

Nah, setelah sy kirim foto itu, Omietha (bunda Affan) bilang: “wah…ternyata pilihan kita tepat ya Min (minimazze), Tt cocok pake batik berobi”. Eh? Batik berobi? Apa itu? Sy tanya: “berobi itu apa?” Hihihi…dasar katrok! Lalu Mini jawab kalo ‘obi’ itu sabuk. Ah….ternyata… Untunglah perkiraan sy benar bahwa sehelai kain panjang itu adalah sabuk ๐Ÿ˜€

bergaya dikit lah ๐Ÿ˜€

Terimakasih banyak ya teman-temanku: Omietha (bunda Affan), Minimazee (bunda Ra), & Myfu (bunda Calon) :D. Aku suka batiknya. Rasanya pas aja di badanku. Hehehe…. Makasih ya… Luv u, muah… ๐Ÿ™‚

kami ๐Ÿ™‚

halo matahari

Halo matahari, apa kabar? ๐Ÿ˜€

Barusan, 4 Januari 2011, pukul 10.30an sampai 11.44an, matahari di langit Jogja dikelilingi pelangi. Indah banget. Terus terang, sy baru sekali ini melihat fenomena alam ini. Dan sy selalu takjub. Subhanallah…

halo matahari 4 Januari 2011

Teman-teman di kantor pun ikut mengabadikan momen langka ini di handphone mereka masing-masing, kecuali yang membawa kamera. Jadi halaman depan kantor heboh teman-teman yang menyaksikan fenomena halo matahari ini.

Sy kemudian searching di internet tentang fenomena ini. Halo matahari terjadi karna adanya pembiasan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Pada musim penghujan ada partikel uap air yang naik tinggi sekali di atmosfer yang kemudian dibiaskan oleh cahaya matahari sehingga sinar putih itu terurai menjadi warna-warna pelangi. Iya, sama seperti terjadinya pelangi sehabis hujan. ๐Ÿ™‚

Belum puas rasanya menikmati halo matahari ini.

merah putih & halo matahari

tt dikelilingi pelangi ๐Ÿ˜€

Terimakasih Tuhan, Kau izinkan hambaMu menikmati karyaMu.

Piala

Ya, itu adalah gambar piala. Tapi bukan piala AFF yang diperebutkan di lapangan sepak bola itu lho ya. Bukan. Itu adalah Piala Citra. Iya Piala Citra… Haiiih…bukan Piala Citra yang diterima Christine Hakim ituh, bukannn… Ini adalah Piala Citra Pelayanan Prima.

Lembaga/Institusi tempat sy bekerja mendapat penghargaan dari Presiden RI dalam hal pelayanan publik. Puji Tuhan… Berita lengkapnya sudah ditulis di sini. Piala ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pemicu semangat untuk terus bekerja dengan cerdas dan ikhlas. Sebuah penghargaan berarti juga sebuah tanggung jawab. Semoga lembaga kami dan kami semua dapat terus mempertahankannya. Amin.

narsis bersama Piala Citra Pelayanan Prima

Purworejo pun kelabu…

Jumat, 5 November 2010

Tengah malam suara gemuruh terdengar keras. Sy dan anak kost memantau dari streaming radio maupun televisi. Merapi kembali meradang. Jl. Kaliurang ramai pengungsi. Kost kami tidak tepat di pinggir jalan, tapi agak ke dalam shg kami tidak tau betul apa yg terjadi di Jl. Kaliurang, kecuali memantau dari streaming radio (yg kemasukan jammer tdk beradab) maupun televisi. Pukul 01.00 masjid depan kost mengumumkan bahwa radius wilayah bahaya diperluas dari 15km dari puncak merapi menjadi 20km dari puncak merapi. Seluruh warga diminta siap siaga di rumah. Kami semakin siaga, meskipun sebelumnya kami sudah mengetahui dari siaran televisi. Suara ambulance terdengar melewati jalan dekat kost. Mungkin Jakal ramai pengungsi sehingga ambulance dialihkan melalui jalan dalam. SMS dan telpon datang dari teman2, juga dari keluarga di rumah (Purworejo). Sy menjawab dengan penuh ketenangan, berharap mereka tidak mengalami kepanikan. Ketika keluarga menanyakan jarak kost dari puncak merapi, sy jawab 27km sehingga masih 7km dr radius terluar wilayah bahaya. Belakangan sy ketahui, ternyata kost sy ada di km ke 22 dari puncak merapi, atau 2 km dr wilayah terluar radius bahaya.

2 km dr garis biru, 2 km dr p4tk matematika adl kost sy

Tak berapa lama genteng pun bersuara tik tak tik tak. Anak kost (yg kebetulan mmg panikan) langsung bilang: “mbak, kerikil”. Sy coba menadahkan tangan dan menangkap butiran-butiran pasir di telapak tangan sy. “Hujan pasir” kataku. Keluarga di rumah kembali menelepon. Sy bilang: “di sini gk kenapa2 Pak, Bapak sare aja, nggak kenapa2 kok”. Ternyata sy salah, Bapak mengabarkan kalo Purworejo hujan pasir. Duh, gantian sy yg khawatir. Malam itu sy tidak bisa tidur, sampai pagi.

Jumat pagi pkl.06.30 sy menelepon Bapak, menanyakan keadaan rumah. Tak diduga, ternyata keadaan rumah masih gelap, seperti pkl.4 pagi, hujan abu sangat lebat, ketebalan abu pada pkl.06.30 itu sudah 1 cm. Duh Gusti….lindungilah Bapak.

Sy ke kantor lengkap dengan masker, mantel, dan kerudung. Hujan abu masih turun. Sampai kantor semua pegawai mengenakan masker. Pukul 09.00 sy kembali menelepon Bapak. Bapak mengabarkan keadaan rumah yang porak poranda. Abu masih turun. Ketebalannya semakin bertambah, sudah 2-3cm. Pohon-pohon pisang di depan rumah tumbang, pohon mangga, pohon rambutan depan rumah semplak dahan-dahannya. Pohon nangka milik tetangga samping rumah semplak dan roboh ke halaman rumah. Pohon nangka milik sendiri di pinggir jalan juga semplak dahannya. Pohon sukun di belakang rumah semplak dan roboh ke jalan setapak di belakang rumah. Situasi masih gelap, listrik pun padam. Ya Tuhan….. Sy tidak tenang membayangkan keadaan rumah. Di sini, di Jogja, Jakal Km.6 ‘hanya‘ hujan abu, itupun tidak sampai setebal 1cm.

Dengan kondisi Gunung Merapi yang tidak menentu ini, lembaga mengambil kebijakan untuk menutup lebih awal semua kegiatan diklat yang sedang diselenggarakan di kantor. Peserta dipulangkan lebih cepat demi menjaga keselamatan mereka & ketenangan keluarga mereka.

Pukul 18.00 sy baru pulang dari kantor. Teman-teman menyarankan pada sy untuk mengungsi saja. Sy sendiri juga sudah tidak sronto ingin mengetahui bagaimana keadaan Bapak & kondisi rumah. Malam itu juga sy mengemasi dokumen2 penting sy dan sy pulang. Pukul 19.00 sy berangkat. Di perjalanan, ngantuk luar biasa, maklum tadi pagi tidak tidur. Berkali-kali sy terkaget karna tiba-tiba sudah begitu dekat dengan pantat truk atau mobil, bahkan sempat sekali terbangun sudah berada di jalur kanan. Pj Tuhan, masih dalam lindunganNya….

Memasuki Purworejo, sy melihat sisa2 abu di pinggir jalan. Gerimis malam itu. Sampai Bagelen jalanan mulai berlumpur tipis. Semakin ke utara semakin tebal abunya. Memasuki kota, lumpur abu luar biasa. Sy tidak bisa melajukan motor sy lebih dari kecepatan 20km/jam. Sy hanya berani jalan 10km/jam, itupun terpleset berkali-kali, pj Tuhan tidak sampai terjatuh. Di alun-alun atau pusat kota purworejo, lumpur abu bertambah tebal. Harus ekstra hati-hati.

Sampai di rumah, sy menghela nafas lega. Pj Tuhan sampai rumah juga. Pukul.22.00. Bapak menunggu di teras. Sy geleng-geleng kepala melihat depan rumah tidak karuan. Sy geleng-geleng kepala mengingat jalanan berlumpur yg sy lewati. Luar biasa….. Listrik malam itu padam. Sy dan bapak bercerita peristiwa malam tadi hingga malam ini. Tuhan memang luar biasa…

Sabtu, 6 November 2010

Pagi hari bangun dari tidur, sy segera melihat keluar. Semalam gelap, tidak begitu jelas kondisi di luar. Subhanallah…. Abunya tebal, pohon-pohon tumbang & semplak. Jalanan licin karna abu bercampur gerimis semalam.

Pj Tuhan listrik di rumah sy sudah hidup. Listrik tetangga samping rumah masih padam. Juga listrik di tempat kakak yg beda kecamatan dgn sy pun masih padam. Jadilah pagi itu tetangga menumpang mengisi daya baterai di rumah. Kakak dan keluarga datang menumpang mandi dan charge hp. Tak lupa bercerita pengalaman berkendara dalam lumpur. Kakak terjatuh 2x naik motor. Ponakan mobilnya tiba-tiba mleset ke kanan. Wah..macam-macam kejadiannya. Kami mensyukurinya, karna hal seperti itu entah kapan lagi akan dialami.

Siangnya kita kerjabakti membersihkan abu yg menyelimuti lantai rumah sampai ke dalam-dalam. Membereskan pohon2 yang semplak.

Sy lampirkan foto-foto kondisi rumah sy di Purworejo berikut.

kondisi depan rumah

pohon pisang, pohon rambutan, & pohon nangka yg 'semplak'

pohon mangga, semplak

jalanan di depan rumah, licin

Sy tambahkan 1 foto lagi. Ini bukan foto kondisi rumah, tapi ini foto salah satu tempat di kantor. Tebaklah ini tempat apa? Yg jelas, tempat ini adalah salah satu tempat pelepasan sy dari penat pekerjaan di kantor.

tempat refreshing kini tertutup abu

Sy berharap, sungguh sy memohon semua ini segera berakhir. Ketegangan, kecemasan setiap kali mendengar suara gemuruh, dll, segeralah berlalu. Semoga mereka yg di pengungsian tetap bersabar dengan keadaan ini. Semakin dikuatkan dalam kelemahan. Doanya teman-teman…..

#8November2010