Lihatlah dari sisi yang lain… (2)

Ini tentang menonton konser KLa Project saat paginya hujan abu mengguyur kota Jogja.

Info dari teman maupun baliho-baliho di pinggir jalan tentang rencana KLa Project mengadakan konser bertajuk “reinKLAnasi, Jogja reinviting love” pada Jumat, 14 Februari 2014 memang sudah ada sejak beberapa hari or minggu sebelumnya. Saya ikut forward-forward infonya juga, tapi memang belum memutuskan akan nonton atau tidak. Alasan utamanya simple sih: karna gak ada temannya #curcol . Sampai pada hari Kamis, 13/2 malam sekitar pukul 19, saya WA-an dengan teman yang ternyata sama-sama pengen nonton konser itu. Akhirnya keputusan nonton pun turun malam itu. Sekitar pukul 20:00 saya meluncur menuju salah satu tiket box paling dekat dengan rumah. Ada kejadian lucu-lucu gimanaaa gitu waktu beli tiket. Saya sudah masuk dan bilang mau beli tiket 2 lembar. Ee..ternyata uang cash di dompet saya tidak cukup untuk beli 2 tiket. Kebiasaan jarang bawa uang cash banyak karna biasanya bisa gesek. Ternyata di situ gk bisa gesek. Yah, akhirnya saya minta mereka nyiapin tiketnya dulu dan saya keluar cari ATM. Sudah sampai ATM ada kejadian lagi yang bikin lebih lucu-lucu gimana. Sudah saya tulis di FB, jadi ku-screenshot aja ya 🙂

screenshot

Hihi…begitulah cerita malam itu. Selesai dari ATM saya kembali ke tiket box dan mendapatkan dua tiket konser reinKLAnasi untuk esok hari.

20140226-132046.jpg

Pulang beli tiket, malam saya seperti penuh bunga. Membayangkan esok hari nonton konser KLA dengan seseorang itu. Iya, sengaja WA orang itu dan ngobrolin tentang konser KLA bukan tanpa tujuan, memang supaya dia ngajak nonton dan aku bisa melihat berbagai kemungkinan dengannya. Ini sengaja curhat, bukan curhat colongan. Hihihi…. Gimana hasilnya? Lanjutin aja bacanya. Hahaha….

Setelah malam penuh bunga itu, pukul 22:50 melihat status teman yang mendengar suara letusan, lalu menyalakan TV, dan menyaksikan letusan gunung Kelud dengan kilatan-kilatannya. Seketika bayangan tentang konser KLA lenyap, berganti kengerian yang mencekam. Malam itu tidur dengan lebih banyak doa.

Pagi harinya, 14 Februari 2014, seperti sudah kuceritakan sebelumnya, Jogja hujan abu tebal. Kantor diliburkan dan saya tidak keluar rumah seharian. Tidak ada pesan juga dari seseorang itu, kecuali pagi hari mengingatkan mengenakan mantel kalau berangkat kantor. Tapi setelahnya tidak ada pesan apa-apa. Saya juga disibukkan dengan bersih-bersih abu. Sampai sekitar pukul 15, ketika ingin rehat, barulah teringat tentang konser KLA. Ada perasaan masygul saat itu. Apa iya akan nonton konser di tengah kondisi yang seperti ini, di saat warga sekitar Kelud berjuang menyelamatkan diri dari erupsi, di tengah warga Jogja juga bergelut melawan abu di rumah dan di jalanan. Lalu kamu akan kentjan di saat seperti ini? Ah…hati saya gamang saat itu. Sudah ada 2 tiket di tangan, tetapi kondisinya tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya 😦 .

Sambil rebahan, saya membuka WhatsApp salah satu grup. Seorang teman ada yang membahas tentang konser tersebut. Ternyata konser tetap diadakan, tetapi konsep acaranya sedikit bergeser, dari yang tadinya konser biasa menjadi konser peduli, di mana sebagian dana yang terkumpul akan disalurkan bagi korban bencana Kelud, Sinabung, dan banjir Manado. Puji Tuhan, artinya kami yang nonton bukan hanya bersenang-senang, tetapi juga sedikiiit berkontribusi membantu para korban. Saya sedikit lega, lalu mencoba mengingatkan seseorang itu dengan mengirim foto tiket yang saya dapat semalam. Balasan dia sama dengan kegamangan saya tadi: “jadi nonton? Rasanya lain ya nonton dalam suasana begini”. Saya tersenyum, mengerti sangat apa yang dia rasakan karna saya juga merasakan hal yang sama. Tapi ketika saya ceritakan bahwa konsernya untuk konser peduli, akhirnya dia memutuskan berangkat juga 🙂 .

Tepat waktu maghrib dia sampai di kontrakan. Tentu saja lengkap dengan masker dan mantel, minus kaca mata. Dia menjalankan kewajibannya dulu sementara saya siap-siap. Sekitar pukul 18:45 kami berangkat dari kontrakan. Itu jadi saat pertama saya keluar dari kontrakan seharian itu. Ternyata memang tebal sekali abunya. Di jalan-jalan masih kemebul tiap kali abu tergesek ban kendaraan. Untunglah kami sudah mengenakan mantel dan masker. Memang tidak hujan sih, tapi kan hujan abu. Hehe… Kami menunggu cukup lama di lokasi konser. Sambil foto-foto, ngobrol haha hihi, ketemu teman yang berpikiran sangat positif tentang kami. Hihi… Pukul 21 barulah Katon, Lilo, Adi dan tim tampil di panggung. Aaa.., saya berteriak, sementara dia kalem saja. Saya memang heboh kalo nonton konser. Nyanyi, teriak, lompat, gitu deh… Beberapa lagu dinyanyikan seperti Romansa, Tak Bisa ke Lain Hati, Terpurukku, Yogyakarta, Semoga, 2 lagu yang saya gak tau judulnya, ditutup dengan lagu Kembali. Sepertinya tidak banyak yang dinyanyikan KLA, karna tau-tah udah selesai aja konsernya. Haha…penonton konser selalu saja pengen nambah, padahal udah 1,5 jam juga mereka nyanyi non stop 🙂 . Saya tak banyak memotret, tapi sempat merekam 2 lagu: Tak Bisa ke Lain Hati dan Semoga. Karna lagunya syahdu, saya gk lompat-lompat, diam menghayati dan merekam 🙂 .

20140226-132114.jpg

Konser selesai, kami pulang. Saya bahagia. Lalu sadar bahwa hari itu adalah hari Valentine. Valentine kelabu, tetapi hatiku merah jambu.

Lalu bagaimana hasil kentjannya?

Esok harinya, masih bersuasana merah jambu, saya BBMan dengan teman, yang lalu bercerita bahwa dia bertemu seseorang yang nonton konser dengan saya itu bersama dengan pacarnya & bahkan dikenalkan padanya. Kejadian itu hanya berselang beberapa hari sebelum dia nonton konser dengan saya. Ya, begitulah hasilnya. Ternyata Valentine kelabu kemarin memang benar-benar kelabu. Hati yang sebelumnya sempat merah jambu mendadak tertutup hujan abu. Sepertinya cukup tebal, jadi kalau ada yang mau membersihkannya, harus bawa serokan dan berani berkeringat untuk menyerok dan menyiram sampai bersih sampai terlihat merah jambu lagi ^_^ . Hihihi…

Jadi begitu cerita saya tentang nonton konser KLa Project setelah hujan abu pagi harinya. Meski dalam kondisi yang tak sebaik yang dibayangkan, tetapi setidaknya malah ada manfaat yang diberikan selain bersenang-senang menonton konser, yaitu ikut membantu korban bencana di Indonesia, meski hanya keciiiil sekali jumlahnya. Meski hasil melihat berbagai kemungkinannya berbuah negatif, tetapi setidaknya menjadi tahu, ternyata hati ini masih kelabu perlu disapu, xixixi… Dan setelahnya pun tak ada yang berubah dari kami, karna saya hobby berteman, jadi semuanya masih seperti semula. Indah kan? 😉

See you Japan, hello home… :)

Hai…nglanjutin cerita lagi yaa… Hihihi, gak selesai2 ni ceritanya 😛 , cerita kepulangan yang diiringi fajar pagi itu, hingga tiba di bandara dengan bagasi yang pastinya overweight :mrgreen: . Seperti saya bilang kemarin, kami bertiga membawa 2 koper besar, 1 tas besar, 2 koper kecil, 3 box boneka hinaninggyo, 1 ransel, 1 tas kamera, 1 tas selempang, 2 tas tangan. Waktu di counter check in, saya hanya memasukkan koper besar, tas besar, dan box boneka. Tapi ternyata petugas meminta memasukkan 2 koper kecil juga ke bagasi karna barang yang dibawa di kabin sudah terlalu banyak. Hmm…baiklah.. Menurut tiket kami masing-masing, saya hanya dapat jatah 20kg, Bapak dan Kakak masing-masing 30kg, jadi total kami bertiga 80kg.  Tapi Garuda memberi kebijakan untuk penerbangan internasional kelas ekonomi mendapat bagasi 30kg. Jadi kami bertiga dapat jatah 90kg. Nah, setelah ditimbang, ternyata total bagasi kami 120kg. Ya sudah bisa diduga bakal kelebihan sih, apalagi dua koper kecil yang tadinya mau dibawa di kabin ternyata diminta dimasukkan bagasi, ya sudah lah… Saya diminta membayar 2.500 yen/kg overweight kalau gak salah. Tapi saya minta keringanan dulu. Berdasar saran dari kawan yang sudah bolak-balik sekolah di LN (cepet lulus ya bro 😛 ), saya musti bilang ke petugas kalau saya pelajar yang sudah menyelesaikan study, kepulangan saya ini istilahnya back for goodpulang untuk menetap di tempat tujuan tidak kembali lagi dalam waktu dekat. Saya pun menjelaskan pada petugas seperti saran kawan saya tsb. Tapi mbaknya tetap meminta saya membayar karna saya sudah didiskon 10 kg lho dari jatah 20kg menjadi 30kg. Mmm…karna saya masih ngeyel, akhirnya ada petugas lain, kali ini seorang pria, sepertinya memiliki jabatan yang lumayan, mendatangi counter kami dan bertanya masalah kami. Mbaknya menjelaskan duduk perkara kepada pria tersebut dalam bahasa Jepang. Masnya mendatangi saya dan menawarkan discount untuk membayar kelebihan bagasi saya. Saya lalu mengulangi lagi penjelasan saya ke mbak petugas tadi kepada mas pria ini. Dengan jurus onegaishimasu tolong dibantu, mas tadi paham kalau saya pelajar. Dia bertanya: berarti anggota PPI (Persatuan Pelajar Indonesia)?  Dengan tegas menjawab: Iya, ini beli tiket pesawatnya pun lewat Garuda PPI Kansai lho…bla..bla..bla..sebutin deh nama-nama pejabat di PPI Kansai *modus*. Mas pria pun tersenyum ramah seakan bertemu kawan satu group dan menginstruksikan mbak petugas untuk memasukkan semua bagasi saya berapapun kelebihan beratnya. Hah…puji Tuhan… Terima kasih mas pria yang tidak saya tahu namanya. Setelah urusan check in beres, mas pria tadi masih mengajak saya ngobrol, menanyakan tempat kuliah saya, dan mengucapkan selamat juga atas kelulusan saya. Sebelum saya berlalu, sempat menyalami saya, bapak, dan mbak sambil mengucapkan selamat jalan.

Sambil menunggu saat boarding, kami sarapan dulu. Berhubung sudah sampai Jepang dan belum makan udon, baiklah mari kita makan udon. (Nyari-nyari foto2 saat2 ini kok gak nemu ya? Ee..di manakah?).

OK, akhirnya waktu boarding tiba. Yuk masuk….

Saya dan Bapak-kakak ternyata terpisah lumayan jauh duduknya. Tapi tak apalah, berdoa semoga perjalanan lancar.

Kami transit di Ngurah Rai Denpasar kemudian berpisah di sini. Bapak-kakak melanjutkan penerbangan ke Jogja, sedangkan saya ke Jakarta. Kok ke Jakarta sih? Lah dapatnya tiket ke sana, nawar ke Jogja gak boleh. Ya sudah lah. Oche, dari Ngurah Rai, pesawat saya berangkat satu jam lebih awal dari pesawat kakak dan Bapak. Setelah berpamitan, saya pun menaiki bus menuju pesawat. Pesawat terbang dan beberapa saat kemudian sampai pula di Soeta. Saya sempat bertemu temannya teman untuk menyampaikan titipan, lalu menunggu kakak saya yang katanya mau datang menjemput lalu mengantar saya ke hotel. Sebenernya bisa saja saya tidur di rumah kakak di Bekasi sana, tapi kasihan besok pagi-pagi harus ngantar lagi ke bandara. Jadi sudahlah saya nginap di hotel murah dekat bandara saja. Tring..tring..sudah hampir putus asa karna kakak tak kunjung datang, saya pun menelepon hotel untuk menjemput. Eee…belum selesai telepon, kakak dan keluarga muncul. Bukannya disambut pelukan rindu setelah sekian lama gak ketemu, saya malah ngomel: iiiih….lama banget, disms gak balas, ditelpon gak bisa!! Hahaha…payah nih adik bungsu 😛 Menyadari respon yang gak OK, buru-buru saya cium tangan mereka dan ponakan2 cium tangan saya. Hihihi…. Kami pun menuju hotel.

Besok harinya, saya terbang ke Jogja. Kali ini pakai si singa. Sampai Jogja, sengaja gak minta jemput karna yang jemput pasti masih capek habis jemput Bapak-kakak semalam. Berasa cuma dari situ aja, iya kan, cuma dari Jakarta, cuma bawa satu koper besar dan tas ransel, saya sudah ‘dijemput’ banyak sopir taksi. Haha… Akhirnya saya pilih yang paling gigih & tentu saja yang murah :mrgreen:. Jadi, saya pulang ke Purworejo naik taksi avanza, sendirian. Ndak sampai 2 jam, sudah sampailah saya di kampung halaman. Haaa…..welcome home, Titik ^_^.  Tapi e tapi….ini rumah kok sepi?! Rumah Bapak malah kuncian, dan di rumah kakak cuma ada dik Ganesh dan yang momong. Wkwkwk…. Ternyata, Bapak baru ke sawah coba!! Hadeh…baru juga semalam tiba dari Jepang, paginya sudah ke sawah. Ndak capek po ya Bapak tu.. Nengoki aja sih, tapi mbok ya istirahat dulu to Pak… Habis ngglethak sebentar di rumah kk5, terdengar motor datang..haa…kk5 dan Krishna datang.. Krishna salting ketemu mb Tanti. Hihihi….. Ndak berapa lama Bapak pun pulang…. Ah….kembali di rumah lagi dan kali ini untuk waktu yang lamaaaa… Puji Tuhan..

Terima kasih Tuhan untuk segala hal yang telah Engkau limpahkan buat kami. Terima kasih untuk kesempatan mencari ilmu di Jepang. Terima kasih juga untuk kesehatan bagi Bapak selama saya berada di Jepang, pun selama lima hari Bapak berada di Jepang. Semua karna anugerahMu, Tuhan.. Hamba senantiasa mohon tuntunan dan pimpinanmu untuk kehidupan hamba selanjutnya di tanah air. Semoga senantiasa Engkau berkati dan menjadi saluran berkatMu bagi sesama. Amin..

Here i am…

home

Bapak & kk5 sedang melihat2 foto perjalanan Bapak ke Jepang

All by His grace..

Jika aku bisa melalui ‘gunung’ ini, itu bukan karna kekuatanku, tetapi semata-mata karna anugerah-Nya. Karna Ia berjalan di sampingku dan menggendongku ketika aku lemah. Juga Ia anugerahkan penolong-penolong di sekelilingku yang memberikan bantuan, semangat, dan dukungan di waktu baikku maupun saat-saat beratku. Terima kasih kuucapkan. Semoga Tuhan memberkatimu. Amin. (bungkukin badan ke depan, kanan, & kiri)

2 February 2013. Puji Tuhan hari ini berjalan dengan sangat baik. Semua pasti karna doa teman-teman semua. Apa? Ada yang gak doakan? Kan kemarin sudah kuminta doakan. Xixixi…minta doa kok maksa :P. Meski lupa mendoakan, tapi support teman-teman melalui komen atau like ataupun kunjungan di blog ini pun jadi semangat buat saya untuk menjalani hari ini. Terima kasih ya teman 🙂

Seperti saya ceritakan kemarin, kemarin saya mencoba merilekskan diri dengan pulang lab gasik lalu makan di warung sushi. Sepulang dari makan sushi lalu leyeh-leyeh di kamar, berharap bisa tidur gasik. Tapi bagaimana kenyataannya?! Ternyata, saya baru bisa tidur jam 3!! Rrrr….mungkin benar, resah dan gelisah bisa bikin tak enak makan dan tak enak tidur. E tapi pas makan sushi itu tetap enak kok :mrgreen:. Jadi akhirnya saya malah merangkai bunga, nyetrika baju yang mau dipakai buat hari ini dari atas sampai bawah, dari luar sampai dalam, meskipun sebenernya udah seterikaan. :D. Akhirnya tidur juga sekitar pukul 3 pagi itu.

bunga momo yang mirip sakura

bunga momo yang mirip sakura

Tadi pagi, saya bangun pukul 9!! 😀 Waktu keluar kamar mau mandi, eh..ada yang gantungin makanan di pintu. Ternyata, dari teman Taiwan di lantai 4, ada post it-nya ditempel di plastik, katanya ini buat sarapan yang mau ujian dan tak lupa ucapan ‘ganbatte’-nya. Haduh, baiknya anak ini, tau aja kalau saya gak bakalan sempat bikin sarapan. Terima kasih ya Tuhan, sudah berikan teman-teman yang sangat baik. Saya masukkan makanannya lalu saya pergi mandi. Selesai semua, saya ke kampus bawa makanan dari teman tadi. Masih pukul 10:30 sih, tapi namanya juga cemas ya bo’, jadi lebih awal lebih baik,, hehe… Sampai kampus sudah ada teman saya di sana. Sudah rapi jali dengan jas dan dasinya. Hihi… Semua terlihat ganteng dan cantik hari ini. Saya lalu buka laptop, sarapan, dan latihan presentasi (lagi). Eh, dari tadi moler-moler cerita saya belum bilang ya kalau hari ini saya mengikuti oral examination untuk tesis saya. Mungkin tidak se-‘mengerikan’ seperti di Indonesia, karena oral exam-nya bersamaan dengan teman-teman 1 jurusan (7 orang). Waktu ujiannya pun tidak lama, hanya 25 menit dengan rincian 15 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab. Tapi yang namanya ‘ujian’ itu tetap saja ‘sesuatu’ :D.

ready for today!!
#kalo diliat dari posisi tangannya sih, anak ini rada cemas 😛
*caption persis di FB 😀

Oral exam dimulai pukul 13:00 JST. Presenter pertama sampai ketiga adalah mahasiswa reguler dari Jepang dan China yang sejurusan dengan saya. Kemudian dilanjutkan kami berempat, mahasiswa dengan beasiswa dari JICA. Saya mendapat urutan kelima. Setelah rekan dari China selesai presentasi, dilanjutkan dengan kami dari JICA. File kami berempat sudah ditaruh di laptop saya. Bukan mau beda-bedakan dengan yang dari Jepang atau China ya, tapi karna mereka lebih prefer menggunakan laptop mereka sendiri karna bahasanya menggunakan bahasa Jepang/China. O iya, mereka bertiga presentasi dan tanya jawab dalam bahasa Jepang, sedang kami berempat dalam bahasa Inggris. Nah, ada kejadian lucu nih waktu saya ngeset laptop untuk presentasi kami berempat. Karna kami berempat disponsori JICA, jadi pihak JICA datang menghadiri oral exam kami. Tapi memang diatur supaya datangnya pas presentasi kami saja tidak ikut presentasi rekan kami bertiga tadi, jadi diundang pukul 14:30 JST. Nah, waktu saya ngeset itu masih pukul 14:18, jadi masih ada 12 menit & pihak JICA pun belum datang. Akhirnya pemimpin sidang memutuskan untuk break dulu 10 menit. Dan saya yang lagi ngeset laptop pun spontan merespon: “hai!! Arigatou, Sensei” yang langsung disambut tawa seisi ruangan. Hahh?? Kenapa pada ketawa? Dan saya baru sadar, ternyata saya bersemangat sekali untuk break saking nervous-nya. Wkwkwkwk……

Setelah presentasi dan tanya jawab oleh rekan saya dari Fiji, akhirnya pukul 15:05 JST (13:05 WIB) giliran saya yang presentasi.

Puji Tuhan, semua lancar. Pertanyaan yang diajukan sensei bisa saya jawab dengan baik. Kebetulan saya sudah feeling kalau yang itu akan ditanyakan, meskipun cuma 1 yang sesuai feeling, sedang yang lain, jauh bo’. Hahaha…. Tapi puji Tuhan, Tuhan pimpin lidahku untuk menjawab.

inilah wajah super lega :D

inilah wajah super lega 😀
(perasaan saya pakai bando untuk nyibakkan rambut deh, ini kenapa rambutnya jadi kemana-mana? Hihihi…..)

Puji nama Tuhan yang kasihnya tak berkesudahan. Semua yang terjadi di dalam hidupku hanyalah oleh kehendakNya, oleh kasih karuniaNya. Puji nama-Mu, Puji Hu di setiap waktu. Terima kasih juga untuk semua professor yang selalu menyuport kami selama 2 tahun ini, terutama untuk supervisor saya Prof. Chikamori. Terima kasih untuk teman-teman seperjuangan di sini untuk sharing segala hal selama di sini. Terima kasih untuk teman-teman di situ, di sana, di mana-mana yang senantiasa menjadi semangat untukku. Terima kasih yaa…… Dan tak lupa, terima kasih untuk keluarga di rumah, terutama untuk ayahanda tercinta, atas cinta dan doa yang tak pernah putus pada ananda. Kupersembahkan ini semua untukmu, Pak. I love you :-*

/

Titik

1 Februari 2013

Sebelum tanggal berubah menjadi 2, saya ingin menuliskan kisah hari ini. Maaf ya, ini semacam curhat. Bisa diskip. Tapi kalo ingin membaca, boleh-boleh saja.

Hari ini banyak kejadian yang membahagiakan.

1. Baru sadar ternyata saya telah membuat rekor posting tiap hari di Januari lalu & saya berhasil. Ini kali pertama saya bisa menghitamkan seluruh tanggal di kalender sepanjang riwayat ngeblog saya. Selamat ya, Tik! *nyalamin tangan kiri 😀

20130201-232721.jpg

2. Hari ini, 1 bulan pernikahan ponakan. Gak terasa ya ternyata sudah 1 bulan dia berstatus istri 😀

3. Hari ini saya ngobrol seru dengan ~Ra pemilik blog raramendoet dot wordpress & bikin saya pengen segera ketemu dengan dia. Seperti blognya yang penuh kata-kata puitis, anak ini memang cerdas luar biasa. Hanya dengan secuil cerita, dia langsung merangkai kata yang aaaak….puitiiiiis…. Semoga cepat ketemu pelabuhan ya Ra 😀 *katanya suruh promosi :mrgreen:

4. Hari ini pulang gasik dari lab dan ingin santai-santai. Lalu kami pun menyenangkan diri sendiri dengan nyushi…

20130201-233723.jpg

5. Pulang nyushi saya leyeh-leyeh di kamar. Lalu ada kabar bahagia yang dibisikkan semesta pada saya.. (bohong ding, aslinya ada yang kasih tahu :D). Sahabat saya si Han terpilih sebagai pegawai terbaik di kantor(nya). Dan sebagai penghargaan dia mendapat kesempatan mengikuti konferensi di luar negeri serta jalan2 gratis dengan sesama pegawai terbaik di instansi serupa se-Asia Tenggara. Wow…i’m so happy!! You deserve to get it, and i’m really proud of you. (sebenarnya si Han belum mau cerita tentang ini karna dia belum dapat undangan resmi untuk konferensinya. Tapi untuk penghargaan pegawai terbaiknya memang sudah diterima. Selamat ya, Han). Dan si Han pun mengutip kata2 Andrea Hirata ini:

“Setiap orang, bagaimanapun keadaanya berhak memiliki cita2. Keinginan yg kuat untuk mewujudkan cita2 itu, mampu menimbulkan prestasi2 lain, sebelum cita2 sesungguhnya tercapai”.

Dan ini adalah salah satu prestasi yang kamu dapat atas kesungguhanmu memperjuangkan cita-citamu.

6. Saya pulang gasik hari ini & bisa tidur gasik. Istirahat lebih awal. 🙂

Puji Tuhan untuk hari yang boleh dilalui dengan baik. Semoga Tuhan mengampuni setiap dosa yang terselip di hari ini. Dan semoga esok hari pun boleh dipimpinNya menjalani hari. Besok adalah hari yang penting dalam perjalanan study saya. Semoga Tuhan memampukan & menuntun lidah ini dalam berkata-kata. Amin. Doakan saya ya teman-teman. 🙂

Bagaimana awal bulan teman-teman? Semoga penuh kebahagiaan seperti hari saya ya. Kalau bisa malah lebih. 🙂 Selamat beristirahat…

Salam,
Titik
.
.
.
NB. Mohon maaf ya kalau tadi kepublish berkali-kali padahal belum selesai. Masih belum lancar upload pakai HP apalagi tambah gambar. Hehe…maafkan…

Hati yang berlubang. Hati yang pecah mengeping.

Takrasak-rasak’ke (saya rasa-rasakan), akhir-akhir ini kok saya cerewet ya. Apa-apa mau diceritakan. Apa saya sedang cerewet, atau memang saya aslinya cerewet? Sudah gitu, banyak hal tidak penting yang seringkali saya ceritakan. Contohnya, ya 4 kalimat sebelum ini, tidak penting bukan? 🙂 Dan sekarang pun, sepertinya saya mau cerita lagi. Hehe… Ini masih kelanjutan postingan yang kemarin. Ternyata saya sudah mulai menikmati posting setiap hari, karna cerita bisa saling berlanjut.

Jadi, seperti saya tulis di “Masih ada sukacita?“, semalam seusai saya menuntaskan menulis postingan, beralih ke yang lain, saya tiba-tiba bertemu kejadian yang membuat saya: “hah?? kok gitu??!”. Kaget, shock, dan sedih. Sederhana saja peristiwanya, mungkin saya yang terlalu membesarkan hal kecil, atau mungkin juga dia yang mengecilkan hal besar. Tapi seperti yang saya tulis di post kemarin: mungkin dia tidak tahu kalau yang dilakukannya itu membuat saya sedih. Tapi dasar saya responsif ya, saya langsung bikin postingan di sini (jadi bikin postingan reblog punya Om Wong ketutup sama postingan curhat deh) dan status di FB. Haha… Tapi bukan karna marah, justru karna saya ingin perasaan saya damai sebelum tidur. Saya ingin tidur dengan nyenyak dan besok bangun tidur sudah tidak ada perasaan tidak nyaman lagi. Dan karna saya ingin dia tahu kalau yang dilakukannya (sebenarnya) membuat saya sedih, saya pun bilang kepadanya. Tapi saya juga bilang kalau saya baik-baik saja. I have joy in my heart, daijoubu desu yo… 😛

Paginya yang di selatan bingung mbaca status FB saya. Ini anak kenapa kok statusnya gini. Bertanyalah dia. Dan karna saya jawabnya ke mana-mana, dia paham kalau saya tidak ingin membahasnya. Jadi dia pun ikut putar haluan 😀 . Siangnya, si dia yang membuat saya sedih itu memperbaiki kesalahannya. Saya tahu dia akan melakukannya. Ya sudah case closed. :). Selesai!

Lha?!! Gitu doang?! Trus maksud judulnya itu apa?? Kok gak nyambung?! O iya, gak nyambung ya? Berarti belum saya sambungkan :mrgreen:. Sabar atuh… 😛

Pasti banyak yang tau kisah tentang seorang bapak yang menyuruh anaknya menancapkan paku di pagar rumahnya setiap hari selama seminggu lalu kemudian minggu berikutnya si anak disuruh melepas paku itu satu per satu. Lalu apa yang didapat anak itu? Semua paku memang sudah tidak ada di pagar tetapi lubang-lubang pakunya masih tertinggal. Begitulah kalau kita menyakiti orang lain. Kita mungkin sudah mencabut kesalahan-kesalahan kita, tetapi bekas luka di hatinya mungkin masih menganga. Perumpamaan lain adalah tentang gelas yang pecah mengeping. Sulit untuk menyatukannya lagi menjadi utuh seperti semula.

Dua perumpamaan di atas mengingatkan saya supaya saya berhati-hati dalam berperilaku supaya tidak menyakiti orang lain. Tetapi, jika ternyata saya yang tersakiti (mungkin juga saya yang salah lho, tapi anggaplah saya sedih gitu ya..), gimana donk?! Jika memang ada yang menancapkan paku di hati kita, setelah dia mencabutnya, bagaimana kalau kita dempul dan cat lagi supaya menjadi baru dan indah lagi? Kalau hati kita pecah, bagaimana kalau kita berusaha untuk menyatukannya lagi dengan lem alteco dan dicat lagi? Kalau pecahnya sudah berkeping-keping, ya sudah, diremuk sekalian saja lalu ganti yang baru :D. Hati yang sudah dicat ulang tidak akan terlihat lagi lubang atau retakannya kan, kecuali kita iseng mengorek-oreknya lagi. Hati yang baru tidak akan mengingat lagi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan atasnya.

Eciee…saya sok wise banget ya.. 😀 Ini tulisan memang semacam permenungan dan pengingat untuk saya sendiri. Kalau bermanfaat untuk teman-teman juga, ya puji Tuhan. Nah, karena sebagai pengingat, tolong ingatkan saya untuk membaca postingan ini kalau nanti saya patah hati yaaa…. (mudah-mudahan tidak). Sediakan dempul dan lem alteco banyak-banyak yaa, Tt chan… :mrgreen:

Selamat hari Rabu temans, apakah kalian sudah sedia dempul dan lem alteco? Atau malah sedang mendempul atau mengelem luka hati? Semangat yhuaaa……!!

Salam,
~Tt

Untuk segala sesuatu ada masanya,

untuk apapun di dunia ini ada waktunya.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya…

Hallo, hai…teman-teman? Biasanya posting pagi hari, ini baru posting malam-malam, rasanya kok jadi lama gak posting. Haha… Gimana kabarnya? Semoga indah senantiasa. Saya? Luar biasa. Hari ini luar biasa deh rasanya. Sini-sini kuceritain apa yang terjadi hari ini….

Beberapa waktu belakangan ini memang jadi waktu yang lumayan sibuk buat saya dan teman-teman. Jadi ya gitu deh, pulang tengah malam dari kampus jadi rutinisan harian. Tapi dasar saya ya, teteup main ke Tokyo donk waktu break akhir tahun kemarin. Hehe… Beberapa hari terakhir jadi hari berjibaku. Biasa ya, mendekati deadline tekanannya semakin besar. Sampai-sampai 2 hari ini saya tidak bisa tidur & tidak ingin pulang, Hehe… Stay di lab yang memang lebih hangat daripada kamar (pdhl alasan hemat listrik juga 😛 ). Puji Tuhan-nya saya dikelilingi manusia-manusia yang super baik. Teman saya yang lebih dulu menyelesaikan pekerjaannya, ikut-ikutan stay di lab nemeni saya. Bukan cuma satu orang pula, 2 orang sekaligus. Teman lain & adik angkatan yang tahu mbak-masnya ini lagi sibuk dan pastinya sering lupa makan, datang deh bersama makanan-makanan siap santap. Yang di jauh sana (ini juga penting :P) datang dengan pesan2 ‘ayo semangat’-nya. Ya Tuhan, banyak sekali malaikat tak bersayap di sekelilingku. Semoga senantiasa Kaualirkan berkatMu atas mereka. Amin. Puji Tuhan yang kedua, ini mata sama tubuh kok ya pinter banget diajak kompromi. Meski cuma tidur 1-2 jam, genki-genki saja dia. Pagi ini pekerjaan saya sudah selesai dan bisa diajukan dengan selamat. Lanjut dengan membantu teman yang belum selesai. Yah, that’s the friends are for kan? Akhirnya pukul 3 siang, pekerjaan teman pun bisa diselesaikan pula dengan selamat. Puji Tuhan…

Setelah semua beres, saya bersih-bersih meja dan siap pulang. Ini ada selimut dan boneka Teddy segala yang jadi bawaan saya. Haha…benar-benar pindah rumah. Barang-barang masuk ke mobil teman dan bergerak. Lho….mau ke mana kok bukan ke arah asrama? Makan, Tt!! Kita belum makan dari pagi!! Ups. Iya. Jangankan makan, mandi saja belum. Bwahaha…. Jadi tadi ngadep sensei belum mandi? Ssst…jangan bilang-bilang, yang penting tetep cantik, hasil pinjam lipstik teman. Hahaha…. Sudah ah, aibnya jangan disebar :P. Akhirnya kami makan bertiga. Selesai makan, mereka berdua masih ngobrol dalam bahasa Jepang yang hanya bisa saya pahami sepotong-sepotong yang hasilnya membuat saya ngantuk berat. Pulang yuk. Aku pengen mandi dan tidur!! And you know what, alasan ‘pengen mandi’ saya jadi senjata mujarab mereka untuk mengajak saya ke onsen. Tau onsen kan? Itu lho, pemandian air panas di Jepang yang mana orang mandi bareng dan all naked! Yeah… Tapi dipisah lah ya yang perempuan dan laki-laki. Saya 2 tahun di sini belum pernah nyoba mandi di onsen. Gak berani bayangin mandi bareng gitu. Padahal kalau lihat teman-teman cerita mandi di onsen, kayanya kok mereka menikmati banget dan seneng banget gitu. Dan bolak-balik mengajak saya mencoba tapi selalu saya tolak. Sore itu, dengan uang 0 yen di dompet (makan tadi dibayarin) saya dipaksa mandi di onsen sudah dengan tiket masuk yang tiba-tiba ada di tangan saya. Alamak…..

Saya ceritain tapi jangan dibayangin ya… :mrgreen:. Ini pertama kalinya saya masuk onsen. Bayar 500 yen di tempat saya tadi, Beda-beda harganya, tergantung tempatnya. Lalu, masuk ke ruangan yang untuk perempuan. Ada ruang ganti dengan loker-loker tempat pakaian. Setelahnya ada tempat untuk membersihkan badan dulu, mandi di shower2 gitu. Memang tidak boleh masuk ke kolam-kolam air panasnya kalau belum mandi. Karna kan dipakai bersama-sama. Setelah itu baru menuju kolam-kolam air panas yang ada. Di luar ada kolam yang dibuat bernuansa alami dengan air garamnya. Berendam di sana membuat badan rileks. Pas banget untuk badan yang kurang tidur beberapa hari. Dikelilingi pagar tinggi tapi bisa menikmati langit di atas. Seru juga. Di dalam ada bermacam-macam jenis kolam. Ada yang dilengkapi massage air, ada yang katanya untuk kelembutan kulit, ada yang berair dingin untuk yang baru keluar dari sauna. Yah, saya belum tau banyak, karna baru pertama kali juga. Bagaimana Tik rasanya habis keluar dari onsen? Puji Tuhan memang lebih segar, capek-capek hilang, ngantuk pun hilang sudah (makanya bisa nulis sampai jam segini 😀 ).

Pulanglah kami dengan badan bugar. Sampai kamar saya, si teman langsung nggletak di kasur sementara saya langsung buka laptop. Tuing. Ada yang ngeadd saya di YM. Siapa? Kembaran baru. Haha… Trus trus ada email baru datang. Kali ini email notifikasi yang membuat hati saya berseri-seri. Jadi ceritanya bulan depan Bapak ulang tahun. Saya mau kasih kado spesial. Saya cari di internet dan pesan online. Kemarin dapat notifikasi kalau sesuatunya sudah tidak tersedia lagi. Sedih donk saya. Ee…tadi ada notifikasi baru bahwa sudah ada barang yang saya inginkan. Hwaaaaa…..senaaaaang sekaliiii….. Lengkaplah kebahagiaan saya hari ini. Puji Tuhan semesta alam.

Semoga rencana-rencana selanjutnya akan berakhir indah seperti hari ini. Yang penting tetap berusaha, berdoa, dan sabar, karna untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di dunia ini ada waktunya. Ia menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Seperti hari ini. Sangat indah.

Salam,
~Tt

Intermezzo II

20120730-231948.jpg

Mungkin kita butuh waktu untuk menepi, sama2 pergi, utk menguji hati, dan mengerti rasa kehilangan.

Baiklah, mari menepi, sama2 pergi, utk menguji hati, dan mengerti rasa kehilangan…

hari kesembilan belas….belasan rindu reras terlepas….lalu menguap menggumpal awan………….tertahan……..
bilakah bisa kurinaikan hujan?

namun kini, semua tak lagi sama 🙂
biar saja rindunya tertahan, biar saja tetap tergantung di awan-awan.. Usah menunggu waktu tuk rinaikan.. Usah katakan.. Biar jadi rahasiamu dan awan, ada rindu yang lelah tersimpan…

Bangun! Bangun dari mimpi dan pergi! Hapus jejak-jejak yang ragu-ragu, yang berikan kepastian bahwa segalanya tidak pasti…

Simpan rinai rindumu dengan sabar… Ada kemarau yang menunggu gerimis lucumu…

Goodbye my lover.
Goodbye my friend.
You have been the one.
You have been the one for me.

Thanks for waking me up this morning from my long long sleep. GBU!

.:tt:.