Mushola Al Khawarizmi, mushola di kantor kami

Mushola Al Khawarizmi

Mushola Al Khawarizmi

Ini adalah mushola terdekat di lingkungan saya, yaitu mushola Al Khawarizmi PPPPTK Matematika.

Mushola Al Khawarizmi berada di dalam kantor, ‘terjepit’ di antara gedung SEAMEO QITEP in Math & asrama. Meski posisinya nylempit tapi mushola ini cukup luas, dapat menampung +/-150 jemaah. Nama Al Khawarizmi diambil dari nama bapak aljabar. Mushola ini kadang digunakan untuk sholat Jumat juga apabila sedang ada pelatihan di kantor. Tetapi apabila tidak ada peserta diklat, umat muslim sholat Jumat di masjid terdekat.

Nah, jika Anda berkunjung ke kantor kami, tak perlu bingung ke mana harus menjalankan ibadah sholat, mushola Al Khawarizmi ini tempatnya. 🙂

Salam.

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

 

Gagal Menemukan Sang Ratu #myDreamyVacation

Sore tadi selepas jam kantor, saya sempat mengetik beberapa paragraf tentang my dreamy vacation seperti yang ditanyakan Mak Indah. Sudah thirik-thirik gitu deh ‘mimpi’ jalan-jalan saya. Dari Sumatera sampai Papua.. Yang Belitung, Derawan, Bromo, Tana Toraja, sampai Raja Ampat. Tapi ketika akhirnya saya menyimpannya di draft, menurup browser internet, shut down dan keluar ruangan, saya dapati langit di sisi barat masih biru padahal waktu sudah menunjuk pukul 17:15. Saya buru-buru mengirim pesan ke kawan saya: aaa…ceraaahhh!! Dan sebuah perjalananan pun dimulai.

Suatu hari ada teman bertanya pada saya: senja di Ratu Boko itu indah banget ya, Tik.. (semacam pemberitahuan yang meminta persetujuan). Hmm?!! Saya gelagapan sendiri. Saya belum pernah ke Ratu Boko 😦 . Lalu saya browsing di internet dan menikmati foto-foto senja di Ratu Boko yang memang indah bangettt…!!! Coba lihat yang ini:

20140319-234805.jpg
credit

Indah kaaannn??? 😩

Sejak peristiwa itu, saya punya keinginan kuat untuk bisa menikmati senja di candi Ratu Boko! Sendirian!
Tapi sore akhir-akhir kemarin belum bersahabat, kalau tidak hujan ya saya pulang kemaleman. Dan waktu sore tadi pulangnya masih terang benderang, maka saya pun segera mengarahkan Jeung Ngatini (motor saya) melaju ke arah Candi Prambanan. Dari kantor saya hanya 25 menit. Dari Candi Prambanan, Candi Boko masih ke selatan kira-kira 3km. Saya dan Jeung Ngatini pun cepat melaju. Tujuannya supaya masih dapat senja di Ratu Boko.

20140320-002137.jpg

Tapi apa yang terjadi? Saya kesasar, Saudara! Jadi sampai plang parkir bus Ratu Boko, ternyata portalnya tertutup. Saya lalu meminta bantuan google map untuk menunjukkan rute menuju Ratu Boko. Google map memang membantu. Tapi dikasih plus juga bantuannya: plus nyasar! Senja sudah mulai rendah, horizon sudah menjingga tuh, saya makin tertantang donk untuk nyari jalan menuju candi. Saya pun kembali ke tempat masuk parkir bis yang portalnya tertutup tadi, lalu meneruskan gas ke selatan sampai ada plang arah Ratu Boko lagi. Saya ikuti plangnya. Senja mulai berubah kelam. Binatang-binatang kecil mulai menyambar-nyambar mata yang walaupun sudah kaca mataan terap kesamber juga. Saat memasuki perkampungan, saya mulai curiga. Jalannya sempit dan menanjak. Semula masih ada lampu jalan, tapi lama-lama kok gak ada, gak ada orang lewat juga, hari sudah mulai gelap dan saya sendirian!! Aaaakkk…. Langsung saja kasih komando ke jengNgat: ambil u-turn, segera!! Yak, kami pun putar balik dan pulang…… Hiks banget ya.. Udah sampai ‘lokasi’ Ratu Boko, tapi akhirnya tak menemukan Sang Ratu 😦 Tapi daripada sudah jauh-jauh gak dapat foto apa-apa, baiklah jepret dulu senja yang hampir habis itu.. Nih!

20140319-235053.jpg

Saya masih penasaran dengan senja dari candi Ratu Boko! Saya harus ke sana lagi!! Sampai menemukan Sang Ratu!! Harus!! *kepalkan tangan tinggi2*

It’s My Dreamy Vacation!!! *sederhana yak, cuma nemuin Ratu (Boko), lalu nikmatin senja di situ, iya di situ doang, gk jauh2…*

20140320-000611.jpg

Ikutan giveawaynya Mak Indah Nuria Savitri ^_^

Sumringah….

(Akhirnya) Mengikuti Kopdar Blogger Nusantara 2013 adalah kebahagian bagi saya. Bagaimana tidak, bertemu dengan sahabat-sahabat yang sudah sering berhaha-hihi di dunia maya, akhirnya bisa bertemu muka, salaman, cipika-cipiki, bisa nyolek, nyubit, nabok, …lho, jadi anarkis…Hihihi… Dan kebahagiaan saya itu terpancar nyata bukan fatamorgana dari ekspresi saya yang sumringah di setiap foto yang diambil. Saya sendiri saja gemes liat saya sendiri yang sumringah gitu. Ikut sumringah jadinya… Halaaaah….mbulet….

Trus mas Slamet Tux nanya: mana to ekspresi sumringahmu itu??

Ni lho mas… Cek..cek…

sumringah ketemu blogger idola

sumringah ketemu blogger idola

sumringah ketemu mb Esti setelah 4 tahun gak ketemu,,,

sumringah ketemu mb Esti setelah 4 tahun gak ketemu,,,

sumringah with mb Esti n mb Anna (courtesy: Om Nh)

sumringah with mb Esti n mb Anna (courtesy: Om Nh)

sumringah bareng jeung Melly, Bang Aswi, & jeung Niar

sumringah bareng jeung Melly, Bang Aswi, & jeung Niar

sumringah bareng Mimi

sumringah bareng Mimi

sumringah with Cheila si guru kecil..

sumringah with Cheila si guru kecil..

sumringah courtesy mb Susi

sumringah with Warung Blogger members (courtesy: mb Susindra)

Sumringah kan, kan, kan??? 😀

#terpampang_nyata_bukan_fatamorgana
#keceriaan_blogger_di_kopdar_blogger_nusantara_2013

Foto ini diikutsertakan dalam kontes Ekspresi Blogger Nusantara 2013 by SlameTux

Akhirnya ikut BN2013, demi….

Melanjutkan cerita kemarin, tentang kopdar pra BN2013 di Angkringan KR, Yogya.

Saya memang tidak mendaftar mengikuti Kopdar Blogger Nusantara (KBN2013/BN2013) yang diadakan di Jogja itu, tetapi saya bersyukur karna malam sebelum acara besar BN2013 itu saya bisa kopdar mini dengan teman-teman blogger yang sudah tiba di Jogja hari Jumat itu. Tetapi jujur, saya merasa gamang, merasa menyesal, merasa sedih sekaligus sebel kenapa saya tidak mendaftar BN2013 ini. Di Facebook sudah ramai sekali obrolan teman-teman tentang acara ini. Dan beberapa dari mereka tidak datang di kopdar mini malam itu. Pun ada sahabat blogger yang saya tahu dari tulisannya di blog akan datang ke Jogja, meski di FB dan media lainnya beliau tidak menunjukkan tanda-tanda kalau akan datang ke Jogja, keep cool and calm gitu deh, yang juga tidak hadir di kopdar lesehan pra BN karna beliau sedang dalam perjalanan. Sebelum pulang dari angkringan & Tugu, saya galau.. Sayang sekali saya tidak ikut BN, padahal saya belum ketemu teman-teman, belum ketemu beliau yang cool ini juga. Hiks… Tetapi ketika kami bersalaman dan berpamitan, teman-teman mengajakku untuk datang saja di acara BN2013 meski belum mendaftar. “Gak papa kah? Aku belum daftar..”. “Wis to gak popo, okeh sik gak mangkat iki. Sampeyan iki ditekani wong sakEndonesa kok malah gak melok ki piye..” begitu Kang Lozz menyemangati saya untuk datang. Akhirnya saya lega setelah memutuskan: Ya! Besok saya datang!

Pagi-pagi saya mengajak Omietha lagi, barangkali hari ini dia sudah sembuh. Ternyata dia belum bisa ikut meski sudah mendingan. Lalu menghubungi mb Anna: “mbak, ikut BN2013 yuk..”. Dan jawabnya: “aku memang ikut, Tik. Yuk ikutan!” Puji Tuhan, ada teman yang udah kenal yang ikutan BN2013 (padahal ya ada banyak sebenarnya, ada teman-teman yang semalam kopdar, ada mb Esti Sulistyawan, dll, tapi masiiiih saja cari-cari teman). Kabar pindahnya lokasi kopdar BN pun sempat bikin saya bingung. Bersyukur mb Anna mengarahkan saya terus. Sampai akhirnya saya sampai di Edu Hostel, saya whatsapp mb Anna yang meminta saya masuk ke lobi hostel. Dan waktu saya masuk ke lobi, saya mendapati wajah itu, wajah eleykhan yang saya kagumi dan hormati. Usai bersalaman dengan mb Anna, saya hampiri kerumunan beliau, dan langsung beliau mengenali saya: “Titiiik!” setengah berteriak dia menyapa. Saya yang malu-malu mengulurkan tangan dan menjabat erat tangannya. Aaaaaa…..akhirnya ketemu jugaaaaa…. Tapi karna saya malu, saya pamit dulu untuk menyapa teman-teman yang lain. Baru setelah itu saya minta berfoto dengan beliau..

with Om Nh n friends.jpg

rebutan jejer sama Om Nh

Iya, beliau adalah Om Nanang Hernanto atau yang kita kenal dengan panggilan Om Nh Her atau Nh18. Kenapa saya sangat ingin bertemu beliau? Jujur saja, beliau termasuk salah satu blogger yang mendongkrak semangat saya untuk ngeblog. Kami ‘bertemu’ di dunia maya pertengahan 2009 lalu. Om yang waktu itu masih memanggil saya ‘Mbak Yustha’, memasukkan saya di blogroll blognya. Ah, saat itu menautkan link sahabat di blog adalah tanda pertemanan yang sangat berarti. Kalau jaman sekarang semacam di-accept permintaan pertemanan di Facebook atau di foll-back di twitter gitu deh. Dan blogroll waktu itu bekerja dengan sangat baik untuk memperluas jaringan pertemanan antar narablog (ada yang masih ingat atau menggunakan istilah ini? 😉 ). Dikarenakan blog Om Nh adalah blog yang keren, banyak pengunjungnya, maka dengan ditautkannya blog saya di blogroll beliau, traffic blog saya pun meningkat. Semakin banyak narablog yang mampir ke blog saya, meninggalkan komentar, lalu saya berkunjung balik, dan jaringan pertemanan itupun terbentuk. Gak salah kalau akhirnya banyak narablog yang memberi beliau gelar “makelar blog“, karna dari blog beliau terjalin lingkaran-lingkaran pertemanan di dunia blog.

Om Nh ini memang sosok yang luar biasa, patut dikagumi deh. Beliau mengenal dengan baik sahabat-sahabat bloggernya. Waktu kemarin di Kopdar Blogger Nusantara, beliau bisa lho langsung nyebutin satu-satu yang lewat: Itu Lieshadi, itu Ika Koentjoro, itu siapa lagi siapa lagi.. Wuih, salut. Bukan hanya personnya yang beliau ingat, tapi juga cerita-cerita di postingan teman-teman. Ngeblog dengan hati, blogwalking dengan hati, berteman dengan hati, tulus, bukan sekedar ingin follback , jujur, tidak nyontek, tidak jorok. Prinsip-prinsip beliau dalam ngeblog.

Waktu awal bertemu beliau di Hostel Edu, saya masih sungkan untuk ngajak beliau ngobrol. Sebagai fans saya cuma berani ‘curi2’ foto beliau saja. Hihihi….. Baru setelah di Joglo Abang, beliau ambil tempat duduk di sebelah Pakdhe Cholik di deretan tempat duduk saya, dan kami mulai bisa ngobrol dengan cair. Gak heran deh beliau banyak teman, soalnya orangnya ramah, menyenangkan, ringan ngobrolnya. Saya yang pemalu saja bisa ngobrol cair lho dengan beliau, bisa tertawa-tertawa, santai deh jatuhnya… Dan saya merasakan semakin akrab dengan beliau setelah kopdar kemarin.. (ee iya kan, Om? Xixixi….).

O iya, sebelum kopdar mini itu saya sempat chatting di FB dengan Om Nh, nanyain Om ikut kopdar lesehan gak, yang ternyata dibalas tidak. Dan kemudian mencari-cari waktu kapan bisa ketemuan dengan beliau di sela-sela acara BN2013, yang ternyata tidak ketemu waktunya. Hingga akhirnya Kang Lozz dan teman-teman menyemangati saya untuk ikutan Kopdar BN2013 meski belum mendaftar. Dan dari sana saya mendapat titik terang untuk bisa bertemu dengan blogger idola saya ini.

Jadi kalau ditanya: siapa blogger yang paling ingin kamu temui (“paling” lho yaa…bukan berarti yang lain tidak ingin ditemui ^_^ ) di Kopdar Blogger Nusantara kemarin, jawabnya ya Om Nh!! 😀

Terima kasih ya Om sudah menjadi penyemangat saya (dan teman-teman blogger lainnya) untuk tetap menulis dan berbagi. Terima kasih juga sudah menjadi teman dan sahabat selama sekian tahun ini, semoga sampai seterusnya.. Aamiin…

Keep blogging ya, Om!! (Halah! Itu kan sindiran Pakdhe untukku… 😆 )

“Serunya Kopdar Blogger Nusantara bareng Melly Feyadin”

melly.jpg

ikut kontesnya ya jeung Melly 🙂

Pengumuman Kuis Kakiku

Hai..hai…. Jumpa lagi, jumpa Tt kembali.. Ya di sini, kita berjumpa lagi… Apa kabar semua? Akhirnya ketemu lagi di sini. Ada yang nungguin gak sih? Haha… Tiwas pede ternyata gak ada yang kehilangan :mrgreen:.

Banyak cerita sih selama saya gak ngeblog ini, saking banyaknya sampai gak ada yang saya tulis. Hehe… Jadi kali ini saya mau umumin aja kuis iseng kemarin tentang kakiku. Ini dia jawabannya:

20131120-153802.jpg

Lho?! Lha jadinya yang mana kakimu, Tik?! Lha yang itu.. Iya yang pakai kutek itu. Yang ditanyain kan kakinya bukan sendalnya 😆 . Siapa yang jawabannya benar??? Hahaha…pasti banyak yang benar lah ya, saia kan feminin sekarang, jadi meskipun pakai sandal gunung, kuku kaki saya tetap kutekan 😆

Kaki yang satunya adalah kaki adik (ketemu gedhe) saya. Lama gak ketemu, lama gak ngobrol, dan waktu ketemu and ngobrol di pagi yang basah, di kaki gunung Merapi itu, saya dapati adik saya yang culun, lugu, bin jayus dulunya itu sekarang sudah tumbuh jadi laki-laki yang bisa ngomongin MASA DEPAN!! Oh my, mimpi apa saya kamu bisa jadi bijak begini, dik?! Sudah bisa dicurhati tante yang satu inih 😆

Ndilalah di foto-foto itu kok gak kelihatan kaki & sendal kami ya?! Hmm…baiklah, kucari foto yang terlihat kakiku.

20131120-154000.jpg

percaya kan itu kakiku.. 😀

OK deh, waktunya pengundian.. Dari 13 jawaban yang masuk, 9 menjawab benar. Yang menjawab melalui inbox FB, SMS, maupun WhatsApp tidak diikurkan pengundian yaa… Haha :D. Berhubung saya ini anti mainstream, jadi saya gak pakai mesin-mesin pengocok undian itu, tapi pakaiiiii…..kertas arisan 😆

20131120-162742.jpg

Setelah kuambil satu secara acak, TANPA REKAYASA, didapatlah nama berikut ini:

20131120-162751.jpg

Yay!!! Selamat ya Ibu Dey, Anda beruntung mendapat sebuah buku kumpulan tulisan Dewi Lestari Simangunsong berjudul MADRE!! Silakan kirim alamat pengirimannya ke emailku yaa… ust_titik@yahoo.com.

gambar covernya udah ganti, beda sama yang kupunya...

gambar covernya udah ganti, beda sama yang kupunya…

Buat yang lainnya, terima kasih sudah ikutan kuis geje inih.. Besok kalau lagi keluar isengnya dan saya bikin kuis lagi, ikutan lagi yaaa…. ^_^

Makasih semuanya… Salam semangat!! Muaahhh :*

Kuis: yang manakah kakiku?

kakikita.jpg

Kakikita pada sebuah obrolan (tentang masa depan) di suatu pagi sehabis hujan.

Hayoo tebak, kakiku yang mana? Kiri feminin atau kanan tomboy?? Hihi…
Guampang buangettt….
Satu orang yang jawabannya bener kukasih buku (nyari dulu di Toga Mas :mrgreen: ).
Mau?!

Ditunggu tebakannya sampai tgl 13 November 2013 yaa…
Kok lama banget?
Dipasin sama ulang tahunnya kantorku **gaknyambungbanget :mrgreen:

Tersesatku..tersesatku dalam Labirin Rasa…

labirin rasa_

Labirin Rasa di atas jaket hijau army-ku 😀

Judul: Labirin Rasa
Penulis: Eka Situmorang-Sir
Penerbit: Wahyumedia
Tebal halaman: 394 halaman
Harga: IDR 52,000.00

Pertama kali mengenal mb Eka dulu ketika dia masih ngeblog dengan cerpen-cerpennya yang sedikit ‘centil’ kalau gak mau dibilang ‘nakal’ :P, juga puisi-puisi dan cerita ringan lainnya. Dan nama Kayla adalah nama yang dulu dipakai mb Eka di cerpennya (yang sekarang sudah diproteksi). Maka ketika mb Eka menuliskan pesan di halaman pertama bukunya: “Selamat bertualang bersama Kayla..” bayangan sosok Kayla yang seksi, ‘berani’, membuat jantung pria kebat-kebit pun tergambar di kepala. Tapi..seperti apa sih sosok Kayla yang jadi tokoh utama di novel mb Eka ini? Lalu, petualangan seperti apa sih yang ditawarkan Kayla melalui novel ini? Here we go

Kayla di novel ini ternyata adalah gadis yang sedikit tomboy, ceplas-ceplos, semau gue, tapi nyenengin. Petualangan cintanya diawali dari desperado-nya Kayla atas nasib IPKnya yang nasakom (nasib satu koma) yang mengantar dia untuk rehat sejenak, berlibur ke rumah Eyangnya di Jogja. Dalam perjalanan ke Jogja, di kereta dia bertemu seorang pria bermata hijau, tampan, menawan seperti Darius Sinartria. Dasar Kayla, dia pun menyapa dengan PD-nya, bahkan dengan jujurnya bilang: “kamu ganteng”. Dan obrolan di kereta pun membuat mereka dekat, hingga Kayla meminta Ruben, nama pria itu, untuk menjadi pemandunya jalan-jalan selama di Jogja.

Tak diduga, liburannya ke rumah Eyangnya di Jogja memberi tahunya tentang ramalam Eyang Kakungnya perihal seorang pria yang akan menjadi pendamping hidupnya. Seorang Pangeran Fajar, yang akan ia temui dalam perjalanan mencari arti hidup sesungguhnya, di atas bukit hijau dengan taburan kemilau mentari yang hangat, cinta pertama, fajar kehidupannya. Semakin Kayla tidak memercayai ramalam Eyang Kakungnya, semakin Kayla memikirkannya. Dan alam bawah sadarnya mulai mencari sang Pangeran Fajar. Siapakah dia? Apakah Ruben? Banyak pertanda yang menuju pada Ruben. Dan Kayla mengejar kebenarannya.

Jatuh bangun Kayla mencari Pangeran Fajarnya. Adalah pria-pria yang ia temui selama petualangannya, Dani, David, Patar, Andi, Chyntia (ups, yang ini bukan pria tapi masuk juga dalam petualangannya. Hah?! Kayla sempat jadi lesbian? Atau?!! Penasaran?!! 😉 ), dan tentu saja Ruben. Menanti bertahun-tahun (kalau kata Tt: berpuluh-puluh purnama 😀 ), bermetamorfosa menjadi Kayla yang so perempuan, mendapatkan cinta yang ia perjuangkan, dibumbui pengkhianatan, hingga akhirnya…. Akhirnya… Akhirnya gimana Titik?!! Baca sendiriiiii……..!!! Haha…..

labirin rasa

Waktu menerima novel dari mb Eka, saya sempat bergumam: wah, tebel juga, bakal selesai berapa lama nih. And guess how long i need to finish this book. Gak sampai sehari, cuma semalam doang. Saya mulai membaca pukul 9 malam dan selesai pukul 2 pagi. Hah?! D.u.a p.a.g.i?!! Iya. Karna novel ini menarik, membuatmu penasaran akan kelanjutan ceritanya. Makanya saya gak bisa berhenti sebelum menuntaskan kisahnya. Bahasanya ringan, gak perlu mengerutkan kening untuk memahami ceritanya. Kamu juga akan disuguhi perjalanan ke tempat-tempat menarik di Nusantara seperti Jogja, Bromo, Bali, Makassar, Medan, Brastagi, lengkap dengan deskripsinya dah bahkan biaya angkot menuju ke lokasi pun ada. Bisa jadi petunjuk juga kalau kamu mau solo traveling 🙂. Mb Eka menggambarkannya dengan detil. Beberapa tempat yang dia tulis pernah saya kunjungi sehingga saya mudah membayangkan, tetapi tempat-tempat lain yang belum saya kunjungi, dengan deskripsi yang dia tulis, mampu menghadirkan gambaran di kepala saya tentang indahnya Bromo dan Toba, misalnya.

Perjalanan mencari cinta sejati pun digambarkan dengan perjuangan yang tak mudah. Ada kalanya kita harus melepaskan, berdiam dan memberi ruang untuk cinta bertumbuh. Ada kalanya kita harus mengalah, ada waktunya juga kita harus berjuang hingga titik darah penghabisan. Kayla mengajarkannya.

Meski masih banyak kesalahan penulisan, terutama penulisan nama tokoh, tapi novel Labirin Rasa recommended buat dibaca kamu pecinta novel romansa, kamu yang sedang mencari cinta, kamu semua.

logo-smartfren-anti-lelet-live-smart

Buat mb Eka, selamat dan sukses untuk launching bukunya besok Sabtu, 28 September 2013 di Gramedia Matraman. Sukses juga untuk buku-buku selanjutnya yang akan ditulis (yakin). God bless you! 🙂