Bukit Teletubbies Bromo

Postingan edisi Bromo belum berakhir, Saudara-Saudara. Setelah terakhir mengunjungi kawasan Pasir Berbisik, masih ada satu lagi yang belum kuceritakan, yaitu Bukit Teletubbies. Nah, sebelum berangkat ke Bromo udah bayangin mau foto wallpaper kaya fotonya mas Gidion ini:

bromo wallpaper landscape

super kueren kan? Ini di Bromo lho…iya, di INDONESIA!!

Tapi pas sampai di sana dan lihat gunung Batok tidak sehijau itu, maka sudah hampir pasti pupus harapan foto wallpaper seperti itu. Ah, ya tapi karena paket jipnya tetep sampai Bukit Teletubbies, jadi hayuk lah kita lihat seperti apa. Dan inilah penampakan pada saat kami ke sana:

mana bukit hijaunyaaaa??? 😥 Mana wallpaper windows xp-nya????? 😥

Ya, meskipun begitu, kita harus mengakhiri petualangan Bromo ini dengan bahagia. Jadi mari berfoto bersama berlatar bukit teletubbies yang kuning!!

terpujilah engkau di antara pria-pria single ini 😛

ratu sehariii…eh dua hari ding.. 😆

Jadi teman-teman, menurut mas Gidion, kalau mau dapat view wallpaper windows xp begitu, kita harus datang pas musim hujan, jadi bukitnya pas hijau. Kalau bisa, pas musim hujan dan pas cuaca cerah tidak sedang hujan. Haha..sulit ya?! Tapi ada kok, nyatanya mas Gidion dapet tuh 😀

Nah, dengan demikian, saya masih punya dua keinginan nih tentang Bromo. Satu, liat sunrise di Bromo; dua, menikmati bukit teletubbies pas lagi kaya wallpaper-nya windows. Hahaha…. Padunya ketagihan sama Bromo… Wkwk…..

*thank you, mas Dion udah diizinin majang foto Bromo Windows XP Wallpaper Series-nya 🙂

 

Kembaran Ibu

Saat diumumkan kalau hari Senin, 31 Agustus 2015 harus mengenakan pakaian Jawa Jogja, saya kebingungan karna belum punya. Pas ulang tahun Jogja bulan Maret lalu, saya pas dinas luar, jadi tidak ikut mengenakan baju tradisional Jawa. Karna diumumkan hari Jumat, dan hari Sabtu (seperti biasa) saya mudik, akhirnya saya kontak ponakan di rumah supaya nyariin baju mbah Uti (baju Ibuk) yang model tangkepan. Hasil seraching-nya menunjukkan kebaya-kebaya yang dipunyai Ibuk kebanyakan kebaya kutu baru. Hikssss…..bagaimana inih??

Akhirnya pas saya sampai rumah ubek2 lagi dan nemu satu kebaya warna PINK yang modelnya tangkepan! Puji Tuhan….. Minggu sore balik Jogja, jahit bagian yang sobek (karna udah lama ya jadi ada luka-luka dikit), kemudian dicuci. Besok paginya siap dikenakan untuk mangayubagya hari Keistimewaan Yogyakarta. Pas sampai pada tatanan rambut, upsss…..ini rambut seuprit mau digimanain ini??? Untung masih punya sisa hairspray pas ke Malay dulu, jadi tanpa latihan langsung sasak rambut pakai sisir biasa, semprot hairspray dan bawa rambut ke belakang. Jepit rambut seuprit di belakang dengan jepitan berpita. Taraaa….dari depan mirip sanggulan. Dari belakang mah, kuciran 😆 . Dan sebelum masa aktif hairspray habis, foto dulu donk 😀

mom duplicate

sebelum berangkat kantor

di meja kantor

di meja kantor…tak lupa Boci menemani 😀

IMG_0035

bersama teman-teman kantor…. hairspray sudah mulai kehilangan masa aktifnya (rambutnya dah mulai mbelah 😀 )

Trus, pas ponakan liat foto-foto saya, dia bilang: “mbak Tanti mirip mbah Utiiiii”!!

O yes, i am your duplicate, Mom ❤